[Fahui] Ajaran dharma mengajarkan kita, masa lalu adalah masa lalu, harus bisa melepaskan, memahami bahwa hari ini bisa mengalahkan ratusan hari yang kemarin.

Wejangan Master Jun Hong Lu Vancouver, Kanada 20160903

今生闻佛断凡根,一世修成报佛恩(下)——2016年9月3日卢军宏台长温哥华玄艺综述大型解答会开示摘要 2016-09-21

Salah satu penderitaan manusia adalah berada di dalam penyesalan. Jangan menyesali kejadian yang sudah terjadi.

Di dalam paritta Buddha mengatakan, Sang buddha bahkan tidak bisa mengubah masa lalu. Sang Buddha hanya bisa menerima kejadian yang sudah lewat.

Sang Buddha berkata,”Saya tidak bisa merubah hukum sebab akibat”.

Tetapi bagi orang yang tidak bisa menerimanya akan mengatakan,”Bagaimana mungkin bisa terjadi hal seperti ini? Tidak mungkin”. Bagi orang yang mengatakan seperti ini bukan berarti mereka tidak ingin berpikir dan berubah, tapi karena keterikatan batin mereka, sikap yang tidak ingin menerima keadaan.

Misalnya, ada seorang anak kecil sedang bermain dengan mainannya, tidak hati-hati lalu memecahkan mainan itu, lalu dia sambil menangis sambil kesal,”Saya tidak ingin dia pecah, tidak mau dia pecah…..” . Bagi orang dewasa yang melihatnya mengetahui bahwa ini sudah lewat.

Pernikahan juga seperti ini, banyak orang yang gagal menikah, masih didalam penderitaan,”Saya tidak ingin dia pergi, saya tidak ingin dia meninggalkan saya….” selalu membuat diri sendiri menderita, orang lain menyakiti kamu sekali, sedangkan kamu dirumah menyakiti diri sendiri ratusan kali.

Di dalam kehidupan sangat susah untuk menghindari penderitaan seperti ini, manusia sangat sulit menghindari terjadinya peepecahan dan sakit hati. Di dalam kehidupan terjadinya masalah perpecahan, keuangan, dan berbagai macam masalah lainnya, kita orang dewasa akan menjadi seperti anak kecil, selalu berkata,”Saya tidak mau seperti ini, tidak seharusnya seperti ini….” sebenarnya itu hanyalah perasaan ketakutan di dalam hati dan pelarian jiwa.

Buddha dharma mengajarkan kita, yang sudah terjadi biarlah terjadi, masa lampau adalah past time, jika kamu selalu mengingat kejadian di masa lalu di dalam hati, komputer kamu akan menjadi rusak. Harus bisa melepaskan, memahami bahwa hari ini bisa mengalahkan ratusan hari yang sudah lewat.

Orang yang mengerti untuk berpuas diri, selamanya tidak akan melepaskan kebahagiaan.

Orang yang serakah, selamanya tidak akan mengerti untuk berpuas diri.

Seseorang yang bahagia bukanlah apa yang dimilikinya banyak, tetapi dia tidak terlalu memperhitungkan segala sesuatu dengan orang lain.

Orang yang bodoh menggunakan badan jasmani untuk mengontrol dirinya sendiri, sedangkan orang yang bijaksana menggunakan rohaninya untuk mengontrol keinginan terhadap materi.

Orang yang belajar dharma harus memiliki hati Buddha di dalam dirinya, setiap saat mengontrol hatinya, baru akan bisa menemukan sifat dan hati nurani anda sendiri.

人的痛苦之一就是活在后悔当中。一件事情发生了,不要后悔。佛经上说,佛也改变不了过去,一件事情发生之后佛也会接受,佛会说“我改变不了因果”。
但是人却不接受地说:“怎么可能会发生这些事情?不可能的。”人这么说,并不是不想思考和改变,因为内心的执著、不接受的态度。犹如一个小孩子在院子里玩玩具,一不小心摔碎了,小孩子会哇哇大哭,一边哭一边抗议:“我不要它摔碎,不要它摔碎……”而大人就知道,这样已经是过去了。婚姻也是这样,很多人婚姻失败,还沉迷在痛苦当中,“我不要他走,他不应该离开我……”一直让自己痛苦,别人伤害自己的一次,自己在家里伤害自己一百次。

生活中难免有各种各样的破碎,人难免会为人生的破碎而伤心,当生活中发生感情、钱财等各种破碎的时候,我们许多成年人就像儿童一样,反复说“我不要这样,不应该这样……”实际上只是内心的恐惧和心灵的逃避。佛法告诉我们,过去的就是过去了,过去就是past time,如果你把过去牢牢放在心中,你的电脑就会死机。要看破放下,把握一个当下胜过一百个昨天。做一个知足的人,永远不会放弃快乐,而一个拥有贪欲的人永远不会知足,一个人快乐不是拥有的多,而是因为他跟别人计较得很少。愚痴的人用肉体的需要控制自己的心灵,而有智慧的人用自己的心灵控制肉体对物欲的贪爱,学佛人要拥有一尊属于自己心中的佛,时时坚守自己的道心,才能身处迷茫世界中找回自己的本性和良心。