Menderita adalah sedang menghapus karma

Ada satu anak muda yang tidak beruntung, ketika umur 10 tahun mamanya meninggal, papanya adalah seorang supir antar kota, anak ini mencuci dan memasak nasi sendiri untuk hidup, 7 tahun setelah itu papanya meninggal karena kecelakaan mobil, tidak ada yang bisa dia andalkan, sangat kasihan, lalu dia belajar cara menghidupinya sendiri.

Ketika berumur 20 tahun dia mengalami kecelakaan saat dia bekerja di konstruksi, dia kehilangan kaki kirinya, dia lalu menggunakan tongkat untuk berjalan, mengeluarkan semua tabungannya untuk mendirikan sebuah peternakan ikan, kemudian banjir datang dan menghabiskan seluruh tabungan dan harapannya.

Dia lalu pergi ke kuil, bersujud lalu menangis dan berkata di depan Bodhisattva :”Sang Buddha, mengapa kamu perlakukan saya dengan tidak adil?”

Ketika malam tiba, Sang Buddha datang ke dalam mimpinya lalu berkata :”Mengapa kamu merasa tidak adil?”

Dia lalu menceritakan semua ketidakberuntungan dia kepada Sang Buddha, Sang Buddha lalu berkata :”Anak yang sangat kasihan, lalu mengapa kamu masih terus meneruskan hidup kamu di dunia manusia ini?”

Ketika sang anak mendengar pertanyaan ini, dia lalu dengan marah dan menjawab :”Saya tidak akan mati, saya telah mengalami begitu banyak kejadian tragis, saya sedang menghapus karma buruk saya, ke depannya suatu hari saya tidak akan ada lagi hutang, saya akan menciptakan kebahagiaan yang lebih baik.”

Sang Buddha berkata:”Saya sekarang membuka pintu neraka, coba kamu lihat.” Sang Buddha lalu menunjuk salah satu setan dan berkata :”Orang ini semasa hidupnya sangat beruntung, hidupnya lancar, sangat kaya, memiliki kejadian yang sama dengan kamu, ketika banjir datang dia kehilangan semua kekayaan dia, lalu dia berbeda dengan kamu dia lalu bunuh diri, sekarang menjadi setan, sedangkan kamu masih tegar menjalani hidup.”

Cerita ini menjelaskan bahwa nasib yang berbeda akan menciptakan kepribadian yang berbeda, seseorang harus mengerti bahwa menderita adalah sedang menghapus karmanya.

Orang yang mengerti untuk menerima kenyataan adalah orang yang mengerti bagaimana merubah kenyataan itu, bagi orang yang melatih diri penderitaan adalah sementara, sedangkan bagi orang yang tidak melatih diri penderitaan adalah selamanya.

–Cerita pendek.

 

#吃苦是消业

有一个年轻人非常不幸,十岁的时候妈妈就过世了,父亲是开长途车的,孩子自己洗衣做饭活着,七年之后父亲死于车祸,他无依无靠,很可怜,学会了谋生养活自己。20岁的时候他在一个工程事故中失去了左腿,他倔强地用拐杖走路,他拿出全部积蓄办了一个养鱼场,一场洪水将他一生的积蓄和希望一扫而光。他到庙里跪在菩萨面前又哭又叫:“佛陀,你怎么对我不公平啊?”晚上佛陀在梦中说:“你为什么觉得不公平?”他将自己的不幸讲给佛陀听,佛陀说:“可怜的孩子,那你为什么还要继续活在人间?”青年人一听,很愤怒,说:“我不会死,我经历了这么多悲惨的事件,我是在消业,将来有一天我会没有债,我会创造更好的幸福。”佛陀说:“我打开地狱的门,你看看。”佛陀指着一个鬼说:“这个人生前一生幸运,一路顺风,家财万贯,只有在最后和你一样,在一场洪水中失去所有的财富,和你不一样的是他自杀了,成为鬼,而你还坚强活着。”

这个故事告诉大家,不同的命运造就不同的人格,一个人要懂得吃苦是消业,一个能够接受现实的人是一个懂得改变现实的人,我们修行人吃苦是暂时的,而不修行人的苦将是永远的。

——小故事 。大道理