[Fahui Sydney 26 Januari 2019] Orang mengira yang bisa menolongnya adalah dokter, ternyata yang bisa menolong dirinya sendiri adalah dia sendiri

Ada seorang wanita, Nyonya Zhu, dia adalah praktisi Buddhis yang tekun, dia juga rajin membina pikiran, namun dia sifatnya tetap saja buruk, sangat mudah marah, dan kalau marah suka memarahi orang. Tetapi asalkan mengucapkan satu kata “Amituofo”, terkadang dia bisa duduk diam di sana sampai 1-2 jam, bahkan 2-3 jam, sebentar memukul lonceng*, sebentar mengetuk *mu yu* (*peralatan yang biasanya digunakan untuk sembahyang)

Nyonya Zhu memiliki seorang teman, dia selalu ingin agar Nyonya Zhu bisa menerapkan Ajaran Buddha Dharma di dalam kehidupannya sehari-hari, pada suatu hari dia pergi ke rumah Nyonya Zhu dan mengetuk pintu sekuat tenaga, tidak henti-hentinya memanggil: “Nyonya Zhu, Nyonya Zhu…” Sedangkan Nyonya Zhu baru saja mulai memukul mu yu dan melafalkan paritta 10 menit yang lalu, dia berpikir siapa yang begitu menyebalkan? Asalkan tidak dijawab, biasanya juga akan pergi sendiri. Kita semua tahu biasanya kalau mengetuk pintu tidak ada jawaban, pasti akan pergi. Tidak disangka, baru saja dia melafalkan paritta sebentar, temannya ini terus memanggil: “Nyonya Zhu…Nyonya Zhu…” di depan pintu, sampai Nyonya Zhu kesal sekali: “Pokoknya tidak buka pintu, panggil saja terus, saya tidak akan buka pintunya!” Setengah jam berlalu, temannya ini masih saja memanggilnya.

Temannya ini hebat sekali, terus berteriak memanggil “Nyonya Zhu” selama setengah jam.Pada akhirnya, Nyonya Zhu sudah tidak bisa menahan emosinya lagi, membuang mu yu nya, berlari membuka pintu, dengan keras mengatakan: “Kamu sudah puas belum memanggil nama saya? Kamu sudah meneriakkan nama saya hampir 1000 kali!” Teman perempuannya itu sama sekali tidak marah, sambil tersenyum berkata kepadanya: “ Kamu sudah mengucapkan “Na Mo Amituofo” hampir 10 tahun, namun Buddha Amitabha juga tidak pernah marah kepadamu.”

26 Januari 2019, Wejangan Seminar Dharma di Sydney

有一位朱太太信佛十分地虔诚,修心很精进,但是她的脾气一直很坏,一动就生气,发火骂人。但只要一念“阿弥陀佛”,她有时候可以坐在那里一两个小时、两三个小时,一会儿敲一下磬,一会儿敲一下木鱼。但是念完经之后脾气还是很坏。这位太太有一位朋友,一直想让她把学佛和生活结合起来,有一天到她家拼命敲门,“朱太太”“朱太太”不停地叫,朱太太刚刚敲木鱼念经十分钟,心想:谁这么讨厌?只要不回答他,一般都会走的。我们都知道,一般敲门没人回答,过一会儿人就走了。没想到刚刚念经念了一会,这个朋友继续叫:“朱太太,朱太太……”在门口一直叫,叫得朱太太发火了:“就不开门!你再叫,我就不开门!”过了半小时,这个朋友还在叫。这朋友厉害,叫了半小时“朱太太”。结果朱太太实在忍不住了,扔掉木鱼,冲到大门口拉开大门,冲着这位朋友说:“哎,你有完没完?你喊我名字喊了将近1000遍了!”那位女友一点不生气,笑着对她说:“你喊阿弥陀佛名字喊了快十年了,阿弥陀佛从来没有生过你的气啊。” 我们人一不当心就会生气,一句话讲错有时候就会生气。现在的人特别敏感,一句话稍微有点像了就生气。比方说算账,有一个孩子看见爸爸妈妈在算账,“爸爸妈妈你们算什么东西啊?”他就是插了一句嘴,就被他老爸打了。为什么呢?他看见他爸爸去拿计算器,你这小孩子在边上说:“你算什么东西?”他老爸“啪”就打了,其实他就想问“你想算什么东西”,结果他爸爸以为“老爸你算什么东西”。 现在的人实际上心中想什么,不一定嘴巴里说什么。你们经常有的,打电话的时候说错话,人家就生气了。有一个人下班走在路上,看见一个老大爷提着很重东西的样子,看见老大爷拿着这么多东西,本来想帮他去拎的,但是一时激动,口误了:“哎,老东西,大爷,我帮你提吧。” 最后师父跟你们讲几句做人、学佛的心里话,希望大家记住:在人间,第一,别将压力看成你的动力,很多人被压力压得垮掉,以为这是动力,透支你的身体,累坏你自己;第二,不要忘记身体是你最重要的本钱,没了健康,你再赚多少钱也是你的遗产;第三,别将名利看得太重,因为一切的浮华过后,最后都是过眼云烟。 再大的事情、再有面子,过去了只有回忆。别以为能救命的是医生,其实能救自己命的就是你自己,因为修养重于救命,修养就是修身养性、延年益寿。记住,知足是最好的良药。 别以为你付出了就一定要得到回报,凡事不要计较别人对你的回报,方能践行“以德报怨”。你一生当中不求别人回报,师父告诉你们,你的一生当中会充满着贵人。你别以为有些人比你牛,他们也会老的,退休后都是一样的,最终都是挂在墙上。 不要忽视和你有缘的人,因为那些和你有缘的人,等你的繁华过后,你才明白很多人离你而去,知己难寻,后悔不已。所以别人对你问候,你别觉得很烦,觉得他是在打扰你,你们记住了,经常关心你的人,说明他和你有缘分,他们心里还有着你啊。我们的父母亲时不时地打电话给我们,问候我们,“孩子你好吗?身体好吗?”不要嫌他们烦,他们真是我们的缘中人。希望大家都要做有缘众生,这样才能跟菩萨走得更近。 讲几句慷慨陈词的学佛的未来,人间的净土就是在我们的心灵当中,所以心灵FM就是铸造一个心灵的净土世界,就是在我们的心灵当中不受到五欲六尘的污染。让我们学会不要再去烦恼,不要再去忧郁,不要再去痛苦,不要再去记恨别人。天天和佛心在一起,天天和慈悲在一起,我们才能真正地在心中铸造出一个极乐世界!