Wenda20151129A 02:45
*[Masa Kecil Shifu]*

Telp Pria: Kami mengikuti Shifu belajar XLFM, kami semua mengetahui bahwa tingkat pembinaan Shifu sangat sangat tinggi sehingga kami hanya bisa memuji saja, tetapi perjalanan Shifu melatih diri sampai ke tingkat setinggi ini masih samar-samar, maka dari itu ingin memohon wejangan Shifu dan sharing, bagaimana Shifu dalam menjaga sila bisa melatih diri, bagaimana perjalanan setahap demi setahap menuju alam Bodhisattva? Agar kami juga bisa belajar menjaga sila dari Shifu, baik-baik bertahan dalam melatih diri. Mohon Shifu secara sederhana memberikan wejangan.

Master: Pertanyaan ini sebenarnya sangat bagus, karena keberhasilan seseorang adalah setahap demi setahap.

Sedari kecil sudah memiliki hati welas asih, ini adalah dasarnya, sangat penting. Dari kecil sudah memiliki hati welas asih, setelah itu seiring bertambahnya umur, pendidikan yang diterimanya juga sangat penting.

Pendidikan yang didapat dari keluarga, kemudian kondisi lingkungan luar juga memiliki pengaruh yang sangat penting kepada diri sendiri.

Pertama-tama, orang-orang disekitar kamu tidak boleh terlalu sering ada orang yang egois. Jika sedari kecil kamu sudah dikelilingi oleh orang egois yang membimbing kamu, seperti bagaimana menjadi egois, bagaimana harus menyenangkan diri sendiri, dia mempropagandakan kepada kamu bahwa “人不为己,天诛地灭” , jika seperti ini maka habislah kamu.

(rén bù wéi jǐ, tiān zhū dì miè
Peribahasa yang berarti jika Seseorang tidak egois, maka setan yang akan mengambilnya.
Link: https://baike.baidu.com/item/人不为己,天诛地灭/6726788)

Telp: Benar.

Master: Jadi, Bagaimana menjadi Bodhisattva?

Sudah dari kecil bersembah sujud, sedari kecil bersembah sujud Shifu mengetahui harus membantu papa dan mama melakukan permohonan, membantu kakek nenek memohon, saudara saudari memohon, disaat memohon kamu bisa merasakan kamu sangat bersemangat, disaat ini ada perasaan bahagia dalam Dharma.

Sama seperti kebanyakan orang yang membantu Papa Mama suatu permohonan, dan setelah permohonan itu dikabulkan, menurut kamu dia akan sangat senang kan, benar tidak?

Telp: Benar, sangat bahagia.

Master: Seperti itu perasaannya.

Kedua, yaitu dari ucapan dan sikap, kamu harus selalu memperhatikannya. Karena dari kecil Shifu suka memperhatikan perkataan yang diucapkan oleh orang lain, kamu melihat apa yang sedang mereka katakan, maka kamu akan mengerti apa yang boleh dan yang tidak boleh diucapkan.

Misalnya, orang yang sering mengucapkan kata-kata yang buruk, dalam hati kamu akan bisa merasakan bahwa perkataan seperti ini tidak boleh diucapkan.

Di lingkungan keluarga kami, ada beberapa kerabat yang lebih sejahtera, dari kecil saya sudah berpikir, jika kondisi ekonomi saya lebih baik, maka saya tidak akan sembarangan menghambur-hamburkan uang.

Jika nanti setelah saya dewasa, saya akan seperti apa, jadi dari kecil… itu seperti yang kita sebut dengan mimpi di masa depan, benar tidak?

Telp: Benar.

Master: Maka bagaimana seseorang bisa tumbuh dewasa? Yaitu dengan kumpulan sedikit demi sedikit.

Melihat Nenek sedang sedih, ketika dia jatuh sakit, dalam hati saya berpikir: Setelah saya tumbuh dewasa nanti dan memiliki kemampuan, saya pasti akan berbuat baik untuk orang tua.

Maka sampai sekarang pun, selama 6-7 tahun ini, saya terus pergi ke panti jompo untuk memberikan makanan untuk mereka, saya sering pergi ke panti jompo untuk membantu mereka, inilah saya sejak kecil melihat orang lanjut usia sangat menderita, maka saya pasti harus memikirkan mereka.

Sejak kecil selalu merasa, mengapa manusia begitu tidak berdaya… sangat susah untuk menyelesaikan permasalahan perpisahan. Saya selalu berpikir, saya sangat sedih, ketika saya melihat orang meninggal, seoranh tetangga meninggal dunia, saya juga berada di sebelah mereka dan menangis, di dalam hati saya berpikir : Mengapa manusia harus pergi? Jika manusia bisa hidup lebih panjang sedikit bukankah lebih baik? Maka disaat itu tumbuhlah perasaan hati welas asih. Tetapi seiring bertumbuh dewasa, meningkatnya pengetahuan Dharma, pelan-pelan mengerti bahwa manusia tidak bisa hidup selamanya. Jadi setelah saya mengerti tentang kehidupan tidaklah kekal, jiwa manusia tidak mati, maka harus melatih jiwa dengan baik, dengan begitu selamanya kamu tidak akan meninggal, jadi ini secara perlahan terakumulasi.

Ketika saya melihat semut, Shifu sejak kecil tidak pernah menginjaknya, karena dulu pernah menonton dongeng 《Dong Guo Xian Sheng》(Mr Dong Guo), dia bahkan tidak pernah menginjak semut, dan masih menonton 《Er Shi Xi Xiao》, dari cerita itu mengetahui bahwa jika kamu tidak berbakti kepada papa dan mama maka akan disambar petir. Sejak itu setiap kali ada hujan turun, saya merasa ada Dewa Pelindung Dharma dan Dewa Petir sedang turun untuk menyambar orang yang tidak memiliki hati nurani, orang yang tidak baik kepada orang tuanya.

Setiap kali ada petir, hati saya lebih terkejut lagi karena merasa ada lagi orang yang tersambar petir dan meninggal, dan ada lagi orang yang tidak berbakti kepada orang tuanya…. hal-hal seperti ini dikumpulkan di dalam pikiran kamu sedikit demi sedikit, dan perlahan-lahan akan membentuk sebuah jodoh baik. Dengan begitu kamu akan perlahan-lahan akan membantu setiap orang yang kamu lihat;

Ketika melihat orang lain sedih, kamu pun juga akan ikut sedih;

Ketika melihat orang lain sakit hati, kamu pun juga akan sakit hati. Inilah yang disebut orang lain sakit, saya pun ikut merasakannya, jika sudah seperti ini maka kamu sudah masuk ke tingkat seorang Bodhisattva.

Maka perlahan-lahan, seorang anak kecil yang welas asih, ketika melihat tangan ibu berdarah, air matanya akan mengalir, anak seperti ini adalah anak yang dari kecil sudah tumbuh hati welas asihnya, dan ini adalah dasar untuk belajar Dharma.

Jadi menurut saya tutur bahasa dan perilaku seseorang, ketika melihat mereka sedang memarahi orang lain, kamu akan merasa sangat menderita, mengapa? Karena dia sedang menghina dirinya sendiri, dia membuat dirinya sendiri terhina.

Sejak kecil saya merasa orang yang suka memarahi orang lain adalah orang yang lebih hina, karena orang yang memiliki budaya tidak akan memarahi orang lain.

Telp: Benar.

Master: Ini yang pertama;

Yang kedua adalah, melihat prilaku orang lain, jika seseorang melakukan sebuah tindakan yang tidak senonoh, maka kamu akan kehilangan derajat kamu, itu sama dengan sedang memarahi orang lain. Ketika kamu tidak membuka mulut, maka orang lain akan menganggap kamu adalah orang yang baik.

Coba kamu lihat, ketika kamu mengendarai mobil di Australia, jika kamu sedikit saja berbicara kepada dia, maka dia akan melakukan gerakan tangan yang tidak senonoh, coba kamu bayangkan, jika melihat orang seperti ini, apakah dia berasal dari keluarga baik? Apakah orang ini berpendidikan? Apakah melatih diri dengan baik? Sebuah prilaku itu mewakili seluruh pelatihan diri kamu di dunia manusia, benar tidak?

Telp: Benar.

Master: Masih ada lagi, Shifu sejak kecil mengetahui tingkat pembinaan saya, mengetahui untuk tidak berpikir hal yang tidak pantas untuk dipikirkan, jika terpikirkan maka saya akan sangat menderita, mengapa?

Karena ketika kamu tidak bisa mendapatkannya maka kamu akan kesal, saya sudah mengerti hal ini sejak kecil, maka ketika saya melihat orang lain memiliki barang yang bagus saya tidak merasa aneh, saya merasa setelah saya besar nanti saya juga akan mendapatkannya, ini lah pemikiran saya sejak kecil.

Saya merasa ketika saya besar nanti, jika saya berusaha, saya akan bisa mendapatkan segalanya. Jadi ini akan sangat membantu bagi kalian yang masih muda.

Sebenarnya pertanyaan kamu hari ini, cerita yang saya ceritakan kepada kamu adalah cerita yang sebenarnya, semasa Shifu kecil pun sebenarnya sama dengan kalian semua, dimulai dari sekolah, jadi saya memahami pemikiran banyak anak.

Yang terpenting adalah, jika menggunakan kata jaman modern disebut “Ambisi” , ambition, tetapi selain ini pun juga harus memiliki hati nurani, karena setelah memiliki hati nurani jangan serakah ah, setelah memiliki hati nurani harus mengerti untuk membahagiakan orang lain, membuat orang tua bahagia, dengan begitu semakin lama kamu akan semakin baik hati, selamanya tidak boleh ada pemikiran jelek kepada papa dan mama, tidak boleh ada sedikit pun pemikiran yang tidak baik.

Sejak kecil Shifu sudah memiliki hati yang baik, jika melihat ada orang yang bertengkar, saya selalu menasehati kedua belah pihak, saya terkadang bisa menasehati sampai mereka tertawa dan saya akan merasa sangat bahagia. Saya akan berusaha menasehati kedua orang itu, saat itu saya sering melakukan hal seperti ini ketika saya menjadi wakil. Menasehati mereka hingga mereka berbaikan, ai yo, pada saat itu saya merasa sangat bahagia sekali, saya memang seperti ini.

Semasa kecil Shifu juga ada kesenangan anak-anak, ini adalah hal ketika saya kecil dan sulit dirubah hingga saat ini, yaitu ketika saya melihat ada dua orang anak muda yang baik hati, saya ingin menyatukan mereka berdua, agar mereka berdua bisa menikah.

Sejak kecil saya suka menyelesaikan masalah, membantu orang lain, dan hingga sampai saat ini, saya masih memiliki kebiasaan ini. Saya selalu berharap orang lain.. “Ai Ya, sepasang ini sangat cocok!” Saya akan berusaha menjodohkan mereka dan jika berhasil saya akan sangat bahagia, jika tidak berhasil saya akan merasa sedih, karena jodohnya tidak cukup. Maka dimulai sedikit demi sedikit, orang itu tumbuhlah semacam hati yang tekun dan giat.

Coba kalian bayangkan, mengapa Shifu dari kecil tidak makan ayam? Dari kecil saya tidak memakannya. Mengapa?

Karena ketika imlek, orang-orang memberikan keluarga kami banyak ayam, kamar mandi di rumah agak besar, saya memelihara ayam-ayam itu di kamar mandi, dan setiap hari saya memberi mereka makan dan minum. Terkadang ketika saya pergi ke kamar mandi dan melihat ayam-ayam itu…. ai ya, saya berteman dengan mereka, sungguh bahagia.

Dan ketika imlek datang, keluarga membunuh mereka semua, sejak dari itu saya tidak ingin memakannya lagi. Dan jika saya mencium aroma sup ayam saya akan muntah. Jika saya melihat bulu ayam yang rontok karena direbus di air panas, leher ayam dipotong dengan pisau, sungguh menderita, saya pun juga sedih, saya bisa menangis. Semua ini pertanda bahwa hati welas asih seseorang sangat penting.

Maka orang yang bisa berhasil, dia pasti akan memiliki hati yang welas asih, karena hati welas asih bisa menguraikan semua jodoh buruk.

Orang lain boleh memperlakukan kamu tidak adil, tapi kamu tidak boleh memperlakukan mereka tidak adil;

Orang lain boleh memukul kamu, tapi kamu tidak boleh memukul orang lain;

Orang lain boleh memarahi kamu, tapi kamu tidak boleh memarahi orang lain.

Inilah yang disebut dengan belajar Dharma, memiliki sikap welas asih. Shifu dalam 2 hari belakangan ini menceritakan kisah kepada kalian seperti ini, harus dengan hati welas asih memperlakukan orang lain, maka kamu akan….

Ada sebuah cerita dalam sejarah mengenai Han Xin, Han Xin ada seorang Jendral besar, setelah dia ditangkap oleh orang lain, orang-orang meminta dia untuk berlutut dan menghina dia kan?

Link cerita Han Xin👇🏻
https://g.co/kgs/qrjmUK

Telp: Benar.

Master: Dan setelah dia menjadi seorang Raja, bawahannya adalah orang-orang yang dulunya menangkap dia, mereka gemetaran, mengetahui bahwa nyawa mereka akan hilang. Tak disangka, setelah Han Xin naik tahta dia mengundang mereka untuk naik ke atas. Dia mengatakan bahwa dia menghargai bakat sastranya dan berkata kepada dia :”Saya ingin kamu tinggal di negara saya, baik-baik…” Han Xin bukan saja tidak mempermalukan mereka, tidak membunuh mereka, bahkan menjamu mereka bak seorang tamu VIP, dia pun masih berkata untuk meminta dia mendidik kedua anaknya. Hasilnya, orang ini sangat terharu, sepenuh hati mendidik kedua anaknya.

Ketika Han Xin dalam masalah, disaat Kaisar menghancurkan gerbangnya, orang yang menghina Han Xin menyelamatkan kedua anaknya dan kabur.

Maka, kamu tidak akan menyangka, karena kamu baik hati, karena kamu welas asih, kamu tidak membunuh dia, dan akhirnya kedua anak kamu mendapatkan perlindungan, jika tidak siapa yang akan berani bertaruh nyawa untuk menyelamatkan kedua anaknya dan kabur? Karena mereka ingin membalas budi!

Maka menjadi seorang manusia, walaupun mereka tidak berbuat baik kepada kamu, kamu masih harus bersikap baik kepada mereka, dengan kata jaman sekarang inilah yang disebut “Mengharukan Langit” benar tidak?

Telp: Iya.

Master: Mengapa masih banyak orang yang jika suami memarahi saya, saya harus memarahi dia balik,”Mengapa saya harus dirugikan?” Karena seperti inilah pernikahan kamu hilang.

Karena menjadi orang baik, kamu harus mengerti “Saya harus berani menerima kerugian, saya harus bersabar dan bersabar lagi…” ini lah yang disebut “Terus menerus bersabar” dengan terus bersabar maka kamu akan berhasil, maka ketika seseorang itu bisa bersabar maka dia sudah berhasil.

Oleh karena itu, untuk kemajuan seseorang maupun demi menjadi seorang yang baik, yang terpenting adalah harus bersabar dan terus tekun, harus belajar hati welas asih Bodhisattva.

Hari ini Shifu pun juga tidak bisa menceritakan terlalu banyak, jika kamu ingin saya cerita sepanjang hidup saya bagaimana saya sejak kecil tidak menginjak semut… bahkan saya pun tidak pernah memukul nyamuk, jika ada nyamuk di tubuh, saya akan mengusirnya pergi.

Memang sejak kecil Shifu seperti ini, maka harus memahami jika ingin mengikuti seorang Guru yang baik, kamu harus melihat bagaimana dia memperlakukan orang lain, jika dia dengan welas asih memperlakukan orang lain, maka kamu boleh menjadikannya sebagai seorang Guru;

Jika dia tidak baik memperlakukan orang lain, mengajari hal yang tidak baik, maka kamu jangan belajar darinya, benar tidak?

Telp: Benar.

Master: Maka, baik buruknya suatu aliran juga seperti ini.

Aliran menyimpang yang mengajari orang-orang untuk berbuat apa, kamu bisa melihatnya sendiri.

Apa yang Shifu ajarkan kepada kalian? Harus mencintai negara dan rakyat, meminta orang untuk baik-baik belajar, menjadi seorang anak yang baik, harus mencintai negara, tidak boleh korupsi, harus menaati seluruh peraturan yang berlaku, semua ini adalah hal yang harus dilakukan sebagai seorang rakyat. Jika kamu tidak mengikuti Guru seperti ini, siapa lagi?

Telp: Benar.

Master: Anak ini sejak kecil sangat baik hati, maka anak ini tidak akan menjadi orang yang terlalu jahat, banyak orang mengatakan “Seperti apa penampilan kamu saat kanak-kanak, setelah tumbuh dewasa, dan ketika menjadi tua, maka perubahannya tidak akan besar.” Seperti itu konsepnya.

Link peribahasa “从小一看,到老一半”
https://zhidao.baidu.com/question/246154672.html?entrytime=1551365959165

Maka, sejak usia muda, perlu menumbuhkan hati welas asih anak, dengan begitu maka dia pasti akan berhasil, mengerti?

Telp: Mengerti, Shifu! Saya sangat bangga memiliki Guru seperti ini, sangat bangga! Terima Kasih Shifu!

Master: Karena terkadang Papa Mama hanya melahirkan tubuh kita, tapi itu tidak berarti bisa mengarahkan perjalanan kehidupan kita seumur hidup, karena tugas setiap orang itu berbeda. Itu lah sebabnya mengapa kita harus menemukan seorang Guru yang bisa membantu mengarahkan kita? Ini sangat penting.

Banyak kesuksesan banyak orang ada seorang Guru yang dari belakang mengajarkan mereka, benar tidak?

Telp: Benar.

Master: Coba kamu lihat kesuksesan Li Lian Jie (Jet Li) , termasuk banyak Master seni bela diri, siapa yang bisa menjadi terkenal jika mereka tidak memiliki seorang Guru? Benar tidak?

Link Jet Li
https://g.co/kgs/gt2kDE

Telp: Benar.

Master: Seperti itu.

Telp: Baik. Terima Kasih Shifu.

其实你今天问的问题,师父跟你说掏心掏肺的话,师父小时候跟大家一样,也是学生过来的,所以对很多孩子的思维我很理解。实际上最重要的是,你要有一个用现在话讲叫“抱负”,ambition,但是实际上还是要有良心,因为有良心之后不会去贪啊,有良心之后知道要让别人幸福,要让爸爸妈妈开心,那你会越变越善良,脑子里永远不要想爸爸不好、妈妈不好,你脑子里就不会有不好的东西。师父从小就是很善良,如果看见人家吵架,我总是双方都劝的,我有时候把人家劝得笑了,我心里法喜充满。我让他们两个小朋友吵架之后能够双方去讲,那个时候我做科代表的时候就经常这样做。把他们讲得两个好起来了,哎哟,那个时候我的心里在边上开心得不得了,我就是这样。所以师父也有一个小小的好玩的、小时候的事情,就是成长到大的时候也很难改,我有时候看见人家两个年轻人很善良,我很想把他们撮合,让他们能够有婚姻。我从小就是喜欢解决问题,帮助别人,所以一直到大了,我还是有这个习惯。我总是希望人家……“哎呀,这一对很好嘛!”我介绍成功很多对了,成功的话我就很开心的,不成功的话我也是很难过,就是缘分不够。所以从这点点滴滴,就是培养出一个人的一种精进的心。你想想看师父这么小的时候,我怎么会不吃鸡的呢?从小不吃。为什么呢?过年了,人家给我们家里送来很多的鸡,卫生间比较大嘛,养到卫生间里,我就天天喂米给它们吃,还拿水。有时候上卫生间就看着它们……哎呀,跟它们交朋友,很开心。等到过年的时候家里把它们杀了,从此我就不要吃了。我闻到那个鸡汤的味道我会呕吐的,我看见它们的鸡毛被热水烫了拔掉,脖子这里弄一刀,很痛苦,我会很难过,我会哭的。这些就说明一个人的慈悲心很重要。所以一个能够成功的人,他一定具有很大的慈悲心,因为慈悲心能够化解很多的恶缘。别人冤枉你可以,你不要去冤枉别人;别人打你可以,你不要去打别人;别人骂你可以,你不要去骂别人。这就是学佛,我们说有一种慈悲的心态。师父这两天跟大家讲的一个故事就是这样的,以慈悲的心对待别人,你就会……当年历史上有个故事说的是韩信,韩信是个大将军,他被人家抓到之后,人家叫他从胯下钻过去羞辱他,对不对?(对)后来他称王之后,他下面的人居然把这个人抓到了,这个人浑身发抖,知道他这条命难保了。没想到韩信下了王位过来把他请上上座,说很欣赏他的文采,跟他说:“我要把你留在我们国家里,好好地……”非但没有羞辱他、没有杀他,还要把他捧为上宾,还说把自己两个孩子让他来教育培养。结果这个人感动得不得了,非常用心地在培养他的两个孩子。等到韩信有难,皇帝把他满门抄斩的时候,叫他“胯下之辱”的那个人把韩信的两个孩子舍命救出来逃走了。所以你没想到,因为你的善良、你的慈悲,你没有去杀害,你的两个孩子你的下辈就得到了庇荫,否则谁会这么卖命地把你两个孩子救出去?因为人家有报恩之心啊!所以一个人,就是人家对你不好了,你还是要对人家好,我们现代话叫“感动上帝”,对不对啊?(嗯)很多人为什么?老公骂我一句,我要骂你一句,“我凭什么吃亏啊?”所以你的婚姻就没了嘛。因为做好人的人,你必须要懂得“我要勇于吃亏,我要忍辱再忍辱……”这个实际上就叫“再忍辱”,再忍辱你就能成功,所以一个人再忍辱了他就成功了。所以一个人的进步也好,做人也好,实际上就是要忍辱精进,要学菩萨的大慈大悲。师父今天跟你也是不能讲太多,你要是说把我一生中怎么样从小不踩蚂蚁……我连蟑螂都不打,蚊子在身上,我都会把它赶走的。师父从小就是这样,所以要想知道跟住一个好师父的话,你要看他对别人怎么样,对别人都是很慈悲的人,这个师父就可以交;如果他对人家都是很不好的,教坏了,那你别跟他学,对不对啊?(对)所以一个法门好坏也是这样。邪教的这个法门他本身叫人家干吗的,你是看得到的。师父是叫人家干吗?爱国爱民,叫人家好好地学,做一个好孩子,要爱国家,不能敛财,要遵纪守法,这些都是一个公民应该做的事情。这种师父你不跟,跟谁啊?(对的)这个孩子从小很善良的,基本上这孩子不会坏到哪里去的,人家说“从小一看,到老一半”,就这个道理。所以从小就要培养孩子的慈悲心,培养那种有智慧、有毅力、有精进心的孩子,他一定能成功的。明白吗?(明白了,师父!我非常自豪有这样一个师父,我特别自豪!感恩师父!)因为有时候父亲跟妈妈只是生了我们的身体,但是并不能在我们人生的旅途上教导我们,因为每个人职责不一样。所以为什么要找到指导自己前途的一个师父呢?很重要的。很多的人成功都是有师父在背后一直撑住的,对不对啊?(是的)你看看李连杰成功,包括过去我们说武林高手,哪一个能够成名的人他没有师父的?对不对啊?(对)就是这样的(好的,感恩师父)