BHFF 6 Bab 19

19.要消因果不能造因果

19. Harus mengikis sebab akibat, jangan lagi membuat sebab akibat

莫污染自性(Mo Wu Ran Zi Xing), ini artinya jangan lagi mengotori sifat dasar kita.

Sifat dasar kita sebenarnya adalah sangat baik hati, karena hari ini kita membenci ini, besok membenci itu, sampai akhirnya, kamu telah mengotori sifat dasar kamu sendiri.

Shifu memperingatkan kalian, setiap orang yang belanar Dharma, jika di hatinya masih ada perasaan benci, maka orang ini tidak baik belajar Dharma, juga tidak bisa menjadi Buddha, karena di dalam hati Buddha Bodhisattva hanya ada cinta, hanya ada welas asih dan tidak ada benci.

Oleh karena itu, setelah kalian mempelajari Dharma tetapi masih membenci ini dan itu, maka orang ini sudah mencemari sifat dasarnya sendiri, dengan kata lain belajar menyimpang, tidak baik-baik belajar.

Bodhisattva juga mengatakan, Hati, Buddha, semua makhluk hidup, tidak ada perbedaan diantara ketiga ini.

Hati adalah Buddha, hati Buddha adalah semua makhluk hidup, semua makhluk hidup adalah hati Buddha. Hati, Buddha dan semua makhluk hidup, tidak ada perbedaan yang besar diantara ketiga ini.

Manusia tidak bisa hidup tanpa “Semua makhluk hidup”, kita semua tidak bisa hidup tanpa kalian semua, jika kamu seorang diri, itu disebut “Gu Ren” atau “Gua Ren”, pada jaman dahulu Kaisar menyebut dirinya dengan “Gu Huang”, “Gua Ren” karena dia (Kaisar) diatas puluhan ribu orang, dia seorang diri.

Oleh karena itu, manusia tidak boleh mengikat dirinya sendiri, sebagai manusia harus memiliki hati yang lapang, kita tidak boleh mengikat diri kita sendiri.

Saya membenci ini, saya iri itu, sebenarnya ini sedang mengikat diri sendiri, karena setelah kamu membenci orang lain, maka kamu akan kurang menerima cinta dari semua makhluk hidup untuk kamu, dan itu sama saja dengan kamu sedang mengikat diri kamu sendiri.

Jangan mengejar arti dari teks bahasa Dharma.

Shifu akan jelaskan kepada kalian, belajar Dharma adalah melatih hati, jangan mengejar arti dari teks bahasa Dharma, jika kamu mengejar arti dari teks bahasa Dharma, apa yang kamu dapatkan?

Yang kamu dapatkan hanyalah teks bahasa Dharmanya saja, hanya kalimatnya saja.

Apa yang kamu kejar, itulah yang akan kamu dapatkan, benar tidak?

Sepanjang hari kamu berdiskusi dengan orang lain, Ai Ya, kalimat ini berasal dari paritta ini, kalimat itu berasal dari paritta itu, apa yang kamu dapatkan? Kamu hanya mendapatkan paritta Buddha.

Seseorang yang benar-benar belajar Dharma, apa yang seharusnya dia dapatkan? Harus mendapatkan sifat dasarnya kembali, merubah hati nurani sepenuhnya, harus “Zi Xing Yuan Rong”.

Oleh karena itu, kita sekarang belajar Dharma, Bodhisattva mengatakan adalah untuk membantu keadaan kamu yang sekarang ini dan masa depan, sekarang juga kamu harus menjadi baik, sekarang juga kamu harus berubah, itu berarti Dharma yang kamu pelajari ada manfaatnya.

Kamu belajar Dharma sepanjang hari, tapi kamu masih tenggelam dalam penderitaan di masa lalu, apa gunanya kamu belajar Dharma?

Membantu kamu di hari ini, membantu untuk masa depan kamu, setelah belajar Dharma, kamu harus mengerti bagaimana menjadi seorang manusia, mengerti bagaimana menyebarkan Dharma, mengerti bagaimana menyelesaikan suatu masalah, semakin kamu belajar hati kamu semakin terang, dengan begitu masa depan kamu akan menjadi cerah.

Jika kamu sudah belajar Dharma, tapi masih belum bisa mengontrol hari ini, untuk apa membicarakan masa depan?

Jika seseorang tidak bisa melewati hari ini dengan baik, darimana datangnya masa depan?

Sepanjang hari dia berkata, saya ingin pergi ke Alam Sukhavati, tetapi sekarang ini seluruh tubuhnya masih banyak karma, di esok hari seluruh tubuhnya penuh dengan arwah, untuk apa dia mengatakan dia akan bisa pergi ke Alam Sukhavati? Seperti ini konsepnya.

Shifu jelaskan kepada kalian, tidak boleh memohon sebab akibat di duniawi ini.

Dengan kata lain, jika hari ini kamu belajar suatu aliran, setelah belajar Dharma, kamu mengerti bahwa ini bisa membantu kamu di hari ini dan masa depan, tetapi, sepanjang hari kamu masih menggunakan Dharma untuk memohon kepada Bodhisattva agar kamu kaya, memberkati kamu agar bagaimana, sebenarnya kamu sedang menggunakan Dharma di duniawi untuk terus memohon sebab akibat kamu sendiri.

Pada dasarnya sebagai orang yang belajar Dharma adalah untuk menghilangkan sebab akibat, benar tidak?

Hari ini saya sudah belajar Dharma dan mengetahui bahwa saya tidak boleh memarahi dia, jika saya menanam sebab ini, maka selanjutnya dia akan berbalik memarahi saya;

Saya tidak boleh berhutang uang kepada dia, saya tidak boleh membohondi dia, jika saya membohongi dia, maka selanjutnya saya lah yang akan kena balasannya, Belajar Dharma adalah untuk memahami sebab akibat.

Tetapi, jika sepanjang hari kamu memohon Bodhisattva memberkati kamu agar kamu kaya, kamu sudah memohon sebab ini, coba kamu pikirkan, uang ini bukanlah milik kamu, jika kamu memohonnya, apakah bisa dikabulkan?

Jika dikabulkan, setelah permohonan kamu dikabulkan, bukankah suatu hari kamu harus membayar akibat ini?

Dan kamu masih berada di perputaran sebab akibat ini dan tidak bisa keluar, kamu masih memohon sebab akibat, yang harus kita lakukan adalah menghilangkan sebab akibat ini, jika kamu masih memohon sebab akibat, menurut kamu, Dharma apa yang kamu sudah pelajari, Aliran apa yang kamu sudah pelajari? Apakah mengerti yang ingin saya sampaikan?

Harus mengerti, menjadi manusia tidaklah mudah, belajar dharma sangat susah. Karena susah itulah maka kita harus belajar.

Buddha Bodhisattva sangat baik, karena baik itulah, kita harus belajar, mana ada setelah melihat yang baik lalu tidak belajar? Maka kamu selamanya tidak akan baik.

Di dunia manusia ini kamu menderita kah? Jika tidak menderita, mengapa mau belajar dharma? Karena saya ingin melepaskan penderitaan, maka saya baru belajar dharma.

Kamu memohon kepada Bodhisattva, itu sudah belajar dharma, benar tidak? Dan kamu masih memohon sebab akibat.
Banyak orang, di dalam nasibnya sebab akibat yang pertama sudah hilang, pernikahan sudah rusak, kemudian bersikeras memohon kepada Bodhisattva untuk mencarikan satu lagi. Sebenarnya ikatan karma buruknya bisa melalui membaca paritta untuk dihapuskan, dia berpikir, dia kesepian, sapa tau bisa mendapatkan seorang lelaki yang bersikap baik kepada dia, melihat pernikahan orang lain sangat bahagia.

Seperti semua orang tahu, manusia hidup di dalam sebab akibat, pria ini baik kepada kamu, apa yang dia katakan, kamu bisa percaya? Banyak wanita berkata, dia sangat baik kepada saya, dan akhirnya apa yang dia katakan adalah bohong semua, kalian sendiripun tahu kan, hal apa yang tidak menggerakan sebab akibat akan baik? Disana cuman ada sebab baik, tidak ada akibat buruk, kemudian pergi mencari yang lainnya,”Ai Ya, mohon Bodhisattva berkati saya untuk mencari satu lagi.”
Sekali memohon datang satu, selesailah, menanam sebab dan mulai lagi menerima akibatnya, ribut lagi.

Coba berpikir, saya sebenernya sangat gila yah, awalnya saya suci, mengapa saya masih harus memohon? Sama seperti kebanyakan wanita, tidak ada anak, bersikeras memohon. Setelah memohon satu anak keluar, dan penagih hutang karma, menderita ah, benar tidak?

Jangan memohon sebab akibat ah, kita belajar dharma, belajar Bodhisattva artinya menghilangkan sebab akibat, dan juga jangan lagi membuat sebab akibat.

Oleh karena itu, sebuah aliran Dharma berdiri adalah mengikuti periode tertentu.

Shifu akan menjelaskan kepada kalian lebih dalam lagi dengan cara yang lebih menarik.

Sebuah aliran Dharma terbentuk di suatu periode tertentu karena mengikuti kebutuhan di jaman ini, misalnya alat hitung Sempoa, alat hitung ini digunakan pada jaman dahulu, misalnya sebuah metode, sebuah benda, semua itu kita gunakan pada jamannya.

Baju yang dulu kita kenakan pada jaman dahulu, apakah kita masih menggunakannya sekarang?

Dulu pada jaman Dinasti Qing kita semua memiliki rambut kepang, apakah sekarang model rambut kita masih seperti itu?

Pertengkaran kita yang dulu sudah selesai, apakah kita masih bisa menggunakannya untuk sekarang ini? Kita harus membuang itu semua.

Orang yang pikirannya sering tidak tercerahkan, itu karena dia tidak bisa melepaskannya, dia tidak bisa membuang semua ingatan itu dari pikirannya, maka dari itu dia terus menerus memikirkan hal yang sudah lewat.

Selanjutnya jika Shifu membuka sebuah kelas Dharma untuk seluruh dunia, coba kalian lihat akan ada berapa banyak para Biksu yang akan datang untuk belajar, apa yang Shifu jelaskan disini adalah ajaran Dharma yang sangat dalam, berapa banyak dari kalian yang mengerti?

Hanya beberapa orang yang melatih dirinya baik dan para biksu baru benar-benar mengerti maksud dari semua ini. Kalian ah…. terlalu dangkal, tidak mengerti apa yang saya sedang jelaskan.

Harus ingat, satu hal terjadi dalam satu periode waktu.

Sama seperti pernikahan di jaman dahulu, siapa yang tidak mengenakan baju pernikahan berwarna merah? Jika kamu memakai baju pernikahan berwarna putih, maka semua orang akan habis-habisan memarahi kamu. Baju berwarna putih adalah untuk melayat, tapi coba kalian perhatikan gaun pengantin di jaman sekarang semua berwarna putih.

Itu berarti, sesuatu hal di jaman dulu, bukankah tidak cocok lagi digunakan di jaman sekarang?

Jika sekarang kamu masih memakai baju pengantin berwarna merah, semua orang akan mengatai kamu orang kampung, benar tidak? Ini karena beda periode waktu, sebuah aliran muncul untuk mengadaptasi periode waktu ini.

Sama seperti obat, setelah timbul penyakit baru, barulah tercipta obat yang baru.

Jaman dahulu tidak ada penyakit kanker, mana ada pengobatan radioterapi dan kemoterapi?

Dulu tidak ada penyakit menular Aftosa (flu babi), penyakit sapi gila, mana ada berbagai macam obat antibiotik?

Semua ini datang untuk mengadaptasi perubahan jaman, jika masih sering memikirkan saya yang dulu, maka orang ini bukanlah orang yang belajar Dharma.

Apakah kamu yang sekarang masih sama dengan yang dulu? Sebelum kalian menjadi murid Shifu, semua kesalahan yang telah kalian perbuat, jika kalian mengingatnya lagi, perbuatan kalian sangatlah konyol, sangat menakutkan.

Dan sekarang kalian tahu bagaimana untuk bersabar, memahami jika mendapatkan suatu masalah jangan terburu-buru, malah harus berpikir bagaimana mengatasinya dengan baik.

Dulu jika suami bertengkar dengan kamu, kamu pasti akan berbalik ribut dengan dia, atau menangis, tapi sekarang kalian mengerti untuk membaca paritta, mengerti bagaimana menyelesaikannya, semua ini adalah ajaran Bodhisattva untuk kalian semua, maka dari itu harus benar-benar memahami arti sebenarnya dari Dharma.

“Aliran XLFM” hadir di masa jaman akhir Dharma ini, oleh karena itu, aliran ini adalah aliran yang paling baik.

19.要消因果不能造因果

分享网址:http://k.fofabook.com/book/baihuafofa/06/245.html?tim=1556711736383

莫污染自性啊,也就是说不要污染了自己的本性。自 己的本性很善良,因为今天恨这个,明天恨那个,到了最 后,你就污染了本性。师父警告你们,每一个学佛人,如 果心中有恨,这个人是不会学好佛,也不能成佛的,因为 佛菩萨的心中只有爱,只有慈和悲,而没有恨。所以,学 了半天的佛,恨这个、恨那个,这个人就是污染了自性, 就是学偏了,学差了。菩萨又说了,心、佛、众生,三无 差别,心就是佛,佛心就是众生,众生就是佛心,心、佛、 众生,没有多少差别。人离不开众生,我们人离开了大家, 你就是一个人,叫孤人、寡人,过去皇帝称自己为“孤皇”、 “寡人”,因为他在万人之上,他就是一个人。所以,人 不可自缚,人要放开心胸,我们人不能把自己捆绑起来。 我恨这个,我嫉妒那个,实际上就是把自己捆绑起来了, 因为你恨了人家之后,你就少掉众生对你的爱,那你就相 当于把自己捆绑起来了。

不要去追求佛法的语言文字。师父跟大家讲,学佛修 心,不是追求佛法的语言文字啊,你去追求语言文字的话, 你能得到什么呢?得到的只是佛法的语言文字,就这句话。 你追求什么,你得什么,对不对啊?你整天跟人家讲,哎 呀,这句佛经上讲的,那句佛经上讲的,你得到什么?你 就得到佛经。一个真正学佛的人,要得到什么啊?要得到 本性、良心的彻底改变,要自性圆融啊。

所以,我们现在学佛法,菩萨说是帮助你的现实和未 来的,你现在就要好,你现在就要改,你学的佛法才有用。 你学了半天,你还沉浸在过去的那些痛苦之中,你学的这 个佛法有什么用啊?帮助你现在,帮助你未来,学了佛法 之后,知道了怎么样做人,知道了怎么样弘法,知道了怎 么样懂事情,心越学越明亮,那么你的未来就充满了美好。 你学了半天,你还不能控制今天,何谈未来啊?一个人今 天都不好,哪来的未来?一个人天天讲,我要到西方极乐 世界,然而现在浑身都是孽障,明天浑身都是灵性,他何 谈能够到西方极乐世界呢?这就叫道理。

师父告诉大家,不可以人间中求因果。也就是说,如 果你今天学了法门,学了佛法之后,你明白这是帮助你现 在和帮助你未来的,但是,你把这个佛法天天用来求菩萨 保佑你发财,保佑你怎么怎么好,实际上,你就是把佛法 用在人间当中在继续寻求你的因果啊。本身我们学佛法是 要消除因果,对不对啊?我们今天学佛法知道了,我不能 骂他,种下这个因,他下次会骂我;我不能欠他的钱,我 不能骗他,骗了他,我以后会有报应的,学佛法是知因懂 果啊。但是,如果你天天求菩萨保佑你发财,你求了这个 因,你说说看,这个钱不是你的,求来的话,求得来吗? 求得来的,求来了之后呢,你会不会要还这个果啊?你还 在因果当中转不出来,还在求因果,我们要消除因果,你 还在求因果,你说,你学的什么佛、学的什么法?师父讲 话听得懂吗?

要明白,做人真的不容易,学佛太难了。正因为难, 我们才要学啊。佛菩萨太好了,正因为好,我们才要学啊, 哪有见了好的不学呢?那你永远好不了。你在人间苦了吗? 如果不苦。为什么要学佛?我就想摆脱痛苦,所以我才学 佛。那你求菩萨,已经在学佛了,对不对?你还要求因果 啊。很多人,命中第一个因果没了,婚姻破裂,然后拼命 求菩萨保佑再找一个。本来这个冤结可以念经消掉的,她 想,她一个人很孤单,说不定再找个男的会对她好呢,看 看人家有的结婚了蛮好的。殊不知,人人都是活在因果当 中,这个男的跟你很好,他说出来的话,你能够相信吗? 有多少女人说,他对我真好,但到后来知道他全是讲的谎 话,你们想一想就知道了,哪有不动因果就会好的?哪里 只有善因、没有恶果的?所以,你一听别人介绍某人很好, 你不懂因果了,又去求了,“哎呀,菩萨保佑我再去找一 个吧。”一求求来一个,好了,动因了,又开始结果了, 吵了。想想,我真是神经病啊,我本来很清净了,我为什 么还要求呢?就像很多女人一样,没有孩子,拼命地去求。 求了一个孩子出来,是个讨债鬼,痛苦啊,对不对?因果 不要去求啊,我们学佛、学菩萨是要消除因果,而不是再 去制造因果。

所以,一个法门是在某一个时期中所求的。师父跟大 家讲得很高深,很精彩。一个法门是在一个阶段、一个时 期当中求的,犹如一个算盘,在那个年代我们用的,犹如 某一个方法、一个东西,是在当时那个年代我们用的。我 们过去穿的衣服,我们现在还能再穿吗?我们过去在清朝 时留的辫子,我们还能再留吗?我们过去吵完的架,我们 还能拿出来再吵吗?要把过去的扔掉。经常想不通的人, 就是因为在他脑子里放不下,他没有把他过去所有的东西 在他脑海里扔掉,所以才会不断地想过去的那些事情。以 后如果师父开一个全世界的佛学班,你看看会有多少法师 来学,师父讲给你们听深奥佛法,你们有几个能够听得懂 的啊?那些很有修为的人和法师他们才能真正理解其中的 含义啊。你们啊,太浅了,听不懂啊。

要记住,一个时期一个事情。就像我们过去结婚,谁 不穿红的?你要是穿白的,人家不骂死你啊?白的是披麻 带孝啊,你看看现在结婚都是白纱裙。那你说,过去的东 西,现在还能用吗?现在你要是穿大红的,人家说你是乡 下人,对不对?时期不同了,一个法门适应一个时期啊。 药物也是这样,在一个新病产生后,才会有新药啊。过去 没有癌症,哪来的放疗、化疗?过去没有口蹄疫、疯牛病 的话,哪来的各种各样抗生素啊?这些都是随着时期的不 同在变化,如果还经常想着我过去,这个人就不是学佛。 你们的今天跟过去一样吗?你们没有拜师父之前,你们过 去所做的事情,你们再反过来想想,你们是多么的可笑, 是多么的可怕啊。而你们现在知道怎么样忍耐,知道碰到 事情不要急躁,而且能够好好地善待。过去老公跟你吵架, 你一定会跟他对吵,要么哭,你现在知道念经,知道化解, 这些都是菩萨教你们的东西,所以要真正地明白佛法教理 啊。“心灵法门”就是在这个末法时期出来的,所以,它 才是最好的法门。