[Fahui] Wejangan Master Jun Hong Lu Sabah, Malaysia 20150118

*Wejangan Master Jun Hong Lu Sabah, Malaysia 20150118*

Di kehidupan sosial sekarang ini, selain penyakit jasmani masih ada penyakit mental, seperti Autisme, stres, depresi, ketakutan dan keinginan material menekan ruang semangat sosial manusia kita, membuat kita setiap hari hidup penuh dengan masalah, setiap hari hidup dalam kecemasan.

Organisasi Kesehatan Dunia memprediksi bahwa di Abad 22 ini adalah abad dengan penyakit mental.

Kita hidup di dunia ini, setiap hari merasa tekanan terlalu besar dalam mengerjakan apapun, tidak bisa merileksasikan diri sendiri, walaupun terkadang sedang beristirahat, tetapi hati selamanya tidak akan beristirahat.

Dalam pekerjaan cemas akan dipecat.

Dalam pernikahan cemas akan perceraian.

Ketika naik pesawat cemas akan terjadi kecelakaan

Ketika sedang menggunakan uang cemas akan ditipu orang lain,

Ketika makan cemas akan menjadi gemuk,

Melahirkan anak, cemas tidak akan sanggup membesarkannya,

Ketika sudah tua, cemas akan menjadi pikun.

Bahkan ketika tidur pun, akan cemas kalau tidak akan bisa tidur — Sungguh menderita!

Kita hidup di dunia ini, karena mental yang tidak stabil, maka akan membuat keputusan yang tidak tepat.

Mengapa di dalam keluarga banyak terjadi perselisihan? Karena karma persamaan setiap orang adalah egois, suami hanya berpikir demi kepentingan suami, istri berpikir demi kepentingan istri, semuanya berpikir untuk diri sendiri, bagaimana bisa harmonis?

Orang yang bisa memikirkan demi semua makhluk hidup barulah bisa disebut sebagai orang yang belajar Dharma, dan orang yang bisa berpikir tentang keadaan orang lain disebut orang berhati baik.

Tekanan mental membuat kesehatan mental terganggu, harus belajar Dharma dan membaca paritta barulah bisa membuat hati kamu menjadi ceria;

Kita harus mengerti tentang hukum sebab akibat, karena kita tidak mengetahui karma yang telah kita perbuat di kehidupan masa lampau, maka dari itu di kehidupan sekarang kita bisa merasakan seperti diperlakukan tidak adil dan sedih.

Jika kita mengetahui sebab yang kita perbuat di kehidupan masa lampau, maka pasti kita akan mengerti buah karma di kehidupan ini, jika belajar lebih banyak tentang Dharma, memahami hukum sebab akibat, maka akan membuat kesehatan jasmani dan mental kamu semakin sehat. (Tepuk Tangan).

Ada seorang umat di Australia, sejak kecil di tenggorokannya tumbuh sebuah tumor kecil, dokter memprediksi setelah dia besar tumor ini mungkin akan berubah menjadi kanker, ada kemungkinan perubahan dengan penyakitnya.

Hanya dengan satu kalimat ini, sejak kecil umat ini terus cemas, sepanjang hari hidup dalam ketakutan, sampai di usia 24 tahun karena stres rambutnya menjadi rontok, dia baru berusia 24 tahun.

Sekarang dia sudah belajar Dharma, dia percaya “Bodhisattva pasti akan menyelamatkan saya”, setiap hari dia bahagia menjalani hidupnya dengan membaca paritta dan melintasi orang lain, dia percaya asalkan dia melakukan perbuatan baik, Bodhisattva pasti akan melindungi dia. Perbuatan baik akan dibalas dengan baik dan perbuatan buruk akan dibalas dengan keburukan.

Setelah setengah tahun belanar Dharma, akhirnya tumor kecilnya menghilang. Dia berkata: “Jika dia lebih cepat belajar Dharma, maka tidak perlu sampai menderita selama 24 tahun untuk menjadi tertekan dan menderita.” Sekarang seluruh keluarga mereka membaca paritta dan menyembah Buddha.

Terima Kasih Guan Shi Yin Pu Sa! (Tepuk tangan)

Hati manusia paling mudah goyah. Dulu ada sepasang suami istri yang sudah menikah, ada satu pepatah berkata “Kata yang sudah diucapkan, maka tidak bisa ditarik lagi.”;

Anak jaman sekarang yang baru saja menikah, langsung menuliskan pesan di handphone ke orang lainnya dan berkata: “Saya juga mencintaimu, tetapi saya tidak ada jalan keluar lagi karena saya sudah menikah.”

Orang di jaman sekarang sepanjang hari hatinya kacau, lalu bagaimana cara agar hati kita tidak mudah goyah? Harus belajar Dharma.

Sebenarnya hati kita bebas, Buddha memberitahukan kepada kita semua, keinginan tanpa batas, asalkan ada batasannya, maka semuanya bisa disesuaikan.

Kebudayaan Tiongkok juga mengajarkan “Jalan tengah”, mengerjakan apapun jangan berlebihan, ketika terjadi perselisihan juga jangan berlebihan, untuk semua masalah harus berada di tengah-tengah.

Hari ini saya tidak menyakiti orang lain, bersikap baik kepada semua orang, mengerjakan segala sesuatu dengan hati nurani, ini lah yang disebut dengan jalan tengah, yaitu bisa menyesuaikan diri.

*Jika hati masih merasakan pusing, ada benci, ada hati iri kepada orang lain, ini pertanda bahwa perasaan kamu sudah sakit.*

Banyak orang berkata “Saya tidak sakit”, coba bayangkan, apakah ada orang mabuk dan berkata dirinya sudah mabuk? Kita semua memiliki penyakit hati, dan berkata bahwa diri sendiri tidak ada penyakit. Sebenarnya harus dipahami, *asalkan hati memiliki rasa iri hati, memiliki perasaan benci ke orang lain, pasti hati kamu akan menderita.* Jangan membuat hati kamu yang awalnya sudah sakit, dan menambahkan penderitaannya.

Harus mengerti, *jangan menganggap kebahagiaan yang ada di dunia ini akan berlangsung selamanya, semua pasti akan berlalu;*

*Jangan menganggap semua penderitaan yang dialami juga akan berlangsung selamanya.*

Sebagai orang yang belajar Dharma harus menjalani kehidupannya dengan baik, harus bisa melupakan “Keakuan”, melupakan diri sendiri, di dalam hatinya hanya ada orang lain.

Mengapa seorang ibu begitu hebat, karena *di dalam hati ibu hanya ada anak, tidak ada keakuan*, ini adalah kehebatan seorang Ibu!

Kehebatan Buddha adalah karena *di dalam hati Buddha hanya ada semua makhluk hidup dan tidak ada keakuan!* (Tepuk tangan)


 

*Wejangan Master Jun Hong Lu Sabah, Malaysia 18 Januari 2015*

Belajar untuk melupakan Keakuan maka pasti akan bisa terlepas dari penderitaan.

Master ingin kalian sering bertanya kepada diri kalian sendiri, misalnya disaat menjelang ajal, kamu mempersiapkan 3 pertanyaan penting dalam hidup kamu dan bertanya hal ini kepada anak dan cucu, disaat hidup kalian akan berakhir, kamu harus bertanya beberapa pertanyaan ini :

*Pertama, Apa penyesalan terbesar dalam hidup?*

*Kedua, Seumur hidup ini kamu mendapatkan banyak hal, apa kesan kamu dalam kehidupan ini?*

*Ketiga, Jika tidak ada anak, tidak ada pekerjaan, tidak ada uang, maka kamu akan menjadi orang seperti apa?*

Bagi orang yang tidak belajar Dharma dan menjawab pertanyaan ini menjelang ajalnya, dia akan menjawab “Penyesalan terbesar saya adalah tidak membuat anak cucu saya menghasilkan lebih banyak uang lagi”;

Jika bertanya apa manfaat dalam hidup ini, dia akan menjawab “Di dunia ini tidak ada satupun orang baik, jika mereka bersikap baik kepada kamu, melakukan sesuatu untuk kamu, semua itu pasti ada tujuannya.”;

Ketiga, Dia akan memberitahu kamu, “Karena tidak ada uang, tidak ada pekerjaan, tidak ada anak, tidak ada artinya hidup di dunia ini, lebih baik dari dulu saya lebih cepat bunuh diri saja.”

Sekarang coba dengarkan apa jawaban bagi orang yang belajar Dharma untuk tiga pertanyaan ini:

Jawaban untuk pertanyaan pertama, Penyesalan terbesar seumur hidup saya adalah di saat hidup berakhir, merasa sedih karena tidak berbakti kepada orang tua, mohon maaf kami tidak berbuat sesuai hati nurani;

Kedua, Manfaat di kehidupan ini adalah hidup demi orang lain, bersyukur karena telah hidup;

Ketiga, Kita semua harus mengerti untuk terus merasa puas akan semua kebahagiaan, dunia ini tidaklah kekal, apa yang kita dapatkan di hari ini tidak berarti kita akan selamanya memiliki itu, harus belajar untuk memahami bahwa menderita adalah sedang mengikis karma, merasa puas karena seumur hidup memberikan manfaat dan kebahagiaan, sangat susah mendapatkan tubuh manusia, sangat susah untuk mendengar ajaran Dharma, tidak ada uang, tidak ada pekerjaan, tidak ada anak, tetapi saya adalah seorang yang bahagia. Seseorang yang benar-benar bebas, adalah orang yang tercerahkan, berpikiran jernih, orang yang bisa melepaskan, orang suci yang mengerti bahwa kehidupan ini tidaklah kekal. (Tepuk tangan)


 

“人身难得今已得,佛法难闻今已闻”

第1句:在六道轮回当中,现在这个暇满的人身是极难得到的,但我现在却得到了;
Di dalam 6 alam reinkarnasi, sekarang sangat susah untuk mendapat tubuh manusia, tapi sekarang kita mendapatkan tubuh ini.

第2句:即使得到人身,想要听到佛法也是极为困难的,但我非常幸运,现在也听到佛法了;
Walaupun sekarang kita sudah mendapatkan tubuh manusia, tapi jika ingin mendengar dharma sangatlah sulit, saya, sekarang sangatlah beruntung, bisa mendengar dharma.

第3句:如果我这一生不从轮回的苦海中解脱,渡到解脱的彼岸去;
Jika saya di kehidupan ini tidak bisa melewati/terlepaskan dari lautan penderitaan, dan pergi ke sisi lain untuk terbebaskan.

第4句:那么要等多久才能再得人身、再听佛法而解脱呢?
Jika begitu harus menunggu berapa lama lagi jika susah mendapatkan tubuh manusia dan susah untuk mendapatkan kesempatan mendengar dharma, dan harus terbebaskan dari penderitaan?

总的意思就是让我们珍惜现在解脱的机会,这一世一定要修行佛法获得解脱,否则这样的机会就很难再得到了。
Kesimpulannya adalah agar kita menghargai kesempatan ini untuk terbebaskan, di satu kehidupan ini harus berhasil melatih diri dan terbebaskan, jika tidak akan susah untuk mendapatkan kesempatan seperti ini lagi


 

当今社会,除了身体上的疾病,还有精神紧张,比如自闭、压力、忧郁、恐惧,物质欲望挤压着我们人类社会精神的空间,让我们天天活在烦恼之中,每一天都在焦虑中生活。世界卫生组织预测,21世纪是精神疾病的世纪。我们人活在世界上,每天感觉压力太大,做什么事情都有压力,不能放松自己,即使偶然的休息,心也永远没有停息——上班担心被开除,结婚担心离婚,坐飞机担心失事,用钱担心被骗,吃饭担心肥胖,生孩子担心养不大,老年人担心变痴呆,连睡觉都会担心失眠——苦啊!
我们活在这个世界上,因为心灵不正常,就会导致精神方面不正确的判断。为什么现在家庭纠纷多?因为每一个人的共业是自私,先生为先生想,太太为太太想,都是为自己考虑,怎样和谐和平?要为众生想的人才是学佛之人,要为对方想的人才是一个善良之人。精神压力造成精神的不正常,要学佛念经,才会让你的心情开朗;我们要知因懂果,因为我们不知道上辈子造的业,所以这辈子就会觉得冤枉难过,如果我们知道自己过去的因,就一定会懂得现在的果,如果多学一点佛法,知因懂果,就会让你身体健康,心灵更健康。(掌声)
澳大利亚有一位佛友,从小在喉部长了一个小瘤,医生预测他长大之后这个瘤可能会变成癌症,有病变的可能。就这样一句话,让这位佛友从小担心,天天活在恐惧当中,一直到24岁精神紧张,年纪轻轻头发脱落,只有24岁。现在学佛了,他相信“菩萨会救我”,度人念经天天法喜,他相信只要做好人菩萨不会不保佑他,善有善报恶有恶报,学佛之后半年,小瘤竟然找不到了。他说:“如果我早一天学佛,就不会24年遭受这么多精神压力和痛苦”。现在他们全家念经拜佛。感恩观世音菩萨!(掌声)
我们人的心是最容易动摇的。过去一对夫妻结婚,有句话叫“君子一言,驷马难追”;现在的孩子刚刚结婚,马上手机发给另外一个:“我也很爱你,但是我没办法,我已经结婚了。”现在人的心天天乱,而我们怎样让心不动摇呢?要学佛。我们的心是自由的,佛告诉我们,欲望无边,凡事有度,一切要适可而止。中国的传统也讲究“中庸之道”,做任何事情不要过分,吵架也不要过分,任何事情都放在当中。我今天不伤害别人,好好地对别人,任何事情都把良心放在当中,这就是中庸之道,就是适可而止。如果心中还感觉有烦恼、有恨、有嫉妒别人的心,说明你的心已经有病了。很多人说“我没病”,想一想,哪个喝醉酒的人会说自己喝醉了?我们人有病态,都说自己没有。其实要懂得,只要心中有嫉妒、恨别人的心,他的心一定会很痛苦。不要再给自己本来已经很痛苦的心,增加更多的烦恼。
要懂得,人生所有的快乐不要当成永久的快乐,都会过去;不要将自己所受的痛苦当成永远的痛苦。学佛人善待人生,一定要学会忘我,忘记自己,心中只有别人。母亲为何伟大,因为母亲心中只有孩子,没有自己,这就是母亲的伟大!而佛的伟大,因为佛的心中只有众生,没有自己!(掌声)

学会忘我的人一定会摆脱痛苦。台长要你们经常问问自己,假如已经走到生命的尽头,你准备对你的孩子和孙子说出你一生当中三件最重要的事情,在你临终之时应该问一问:第一,一生最遗憾的是什么?第二,一生让你终生受益、感叹万分的是什么?第三,如果没有孩子,没有工作,没有钱,你会是一个什么样的人?如果一个不学佛的人在临终之际,他会说“我最遗憾的是没有让我的儿孙多赚钱”;如果问一生让你终生受益的是什么,他会说“这个世界上没有一个好人,他们对你好、为你做任何事情都是有目的的”;第三,他会告诉你,“因为没有钱、没有工作、没有孩子,人活在世界上没有意思,我还不如赶快自杀吧”。

听听学佛人怎样回答这三句话:第一句话,我们一生遗憾的是临终之时会难过没有孝顺父母长辈,我们对不起自己的良心;第二,让我们终生受益的是为别人活着,活在感恩当中;第三,我们要懂得知足常乐、世事无常,今天拥有的不代表永远拥有,要学会吃苦消业、终生受益,快乐才会满足,人身难得今已得,佛法难闻今已闻,没有钱、没有工作、没有孩子,但我是一个快乐的人,一个真正自由的人,一个开悟、想得通、放得下的人,一个懂得人生无常的圣人。(掌声)

当今社会,除了身体上的疾病,还有精神紧张,比如自闭、压力、忧郁、恐惧,物质欲望挤压着我们人类社会精神的空间,让我们天天活在烦恼之中,每一天都在焦虑中生活。世界卫生组织预测,21世纪是精神疾病的世纪。我们人活在世界上,每天感觉压力太大,做什么事情都有压力,不能放松自己,即使偶然的休息,心也永远没有停息——上班担心被开除,结婚担心离婚,坐飞机担心失事,用钱担心被骗,吃饭担心肥胖,生孩子担心养不大,老年人担心变痴呆,连睡觉都会担心失眠——苦啊!
我们活在这个世界上,因为心灵不正常,就会导致精神方面不正确的判断。为什么现在家庭纠纷多?因为每一个人的共业是自私,先生为先生想,太太为太太想,都是为自己考虑,怎样和谐和平?要为众生想的人才是学佛之人,要为对方想的人才是一个善良之人。精神压力造成精神的不正常,要学佛念经,才会让你的心情开朗;我们要知因懂果,因为我们不知道上辈子造的业,所以这辈子就会觉得冤枉难过,如果我们知道自己过去的因,就一定会懂得现在的果,如果多学一点佛法,知因懂果,就会让你身体健康,心灵更健康。(掌声)
澳大利亚有一位佛友,从小在喉部长了一个小瘤,医生预测他长大之后这个瘤可能会变成癌症,有病变的可能。就这样一句话,让这位佛友从小担心,天天活在恐惧当中,一直到24岁精神紧张,年纪轻轻头发脱落,只有24岁。现在学佛了,他相信“菩萨会救我”,度人念经天天法喜,他相信只要做好人菩萨不会不保佑他,善有善报恶有恶报,学佛之后半年,小瘤竟然找不到了。他说:“如果我早一天学佛,就不会24年遭受这么多精神压力和痛苦”。现在他们全家念经拜佛。感恩观世音菩萨!(掌声)
我们人的心是最容易动摇的。过去一对夫妻结婚,有句话叫“君子一言,驷马难追”;现在的孩子刚刚结婚,马上手机发给另外一个:“我也很爱你,但是我没办法,我已经结婚了。”现在人的心天天乱,而我们怎样让心不动摇呢?要学佛。我们的心是自由的,佛告诉我们,欲望无边,凡事有度,一切要适可而止。中国的传统也讲究“中庸之道”,做任何事情不要过分,吵架也不要过分,任何事情都放在当中。我今天不伤害别人,好好地对别人,任何事情都把良心放在当中,这就是中庸之道,就是适可而止。如果心中还感觉有烦恼、有恨、有嫉妒别人的心,说明你的心已经有病了。很多人说“我没病”,想一想,哪个喝醉酒的人会说自己喝醉了?我们人有病态,都说自己没有。其实要懂得,只要心中有嫉妒、恨别人的心,他的心一定会很痛苦。不要再给自己本来已经很痛苦的心,增加更多的烦恼。
要懂得,人生所有的快乐不要当成永久的快乐,都会过去;不要将自己所受的痛苦当成永远的痛苦。学佛人善待人生,一定要学会忘我,忘记自己,心中只有别人。母亲为何伟大,因为母亲心中只有孩子,没有自己,这就是母亲的伟大!而佛的伟大,因为佛的心中只有众生,没有自己!(掌声)