[Kutipan BHFF] Memahami tentang buah karma, menggunakan kebijaksanaan dalam kehidupan

[Memahami tentang buah karma, menggunakan kebijaksanaan dalam kehidupan]

《BHFF》 Wejangan di siaran radio 20170615

Hari ini akan menjelaskan kepada kalian semua tentang *Bagaimana perbuatan baik yang kita lakukan bisa mengurangi perbuatan buruk yang dilakukan dimasa lalu.*

Kalian semua tahu, setiap orang pasti pernah melakukan karma buruk di kehidupan sebelumnya atau beberapa kehidupan sebelumnya, termasuk melakukan karma pembunuhan kecil, membunuh ikan, ayam, dan lain-lainya. Kemudian, melakukan perbuatan yang tidak sesuai aturan yang berlaku, berbuat jahat kepada orang lain.

Misalnya, mengatai kejelekan orang lain, iri terhadap orang lain, maupun memprovokatif orang lain, melakukan sedikit karma ucapan, semua ini disebut karma buruk.

Sekarang, setelah belajar Dharma, setiap hari sedang meningkatkan diri, setiap hari melakukan sedikit perbuatan baik, bahkan setiap hari seperti berasa melakukan banyak hal.

Banyak orang yang bertanya kepada Shifu: *”Shifu, apakah bisa menghapus karma?” Atau “Apakah bisa meringankan karma buruk yang pernah saya lakukan?”*

Shifu beritahu kalian semua, setelah melakukan perbuatan karma buruk, dan walaupun sekarang kalian melakukan karma baik, dia (karma buruk) itu tetap akan mendapatkan balasannya. Tetapi, balasan yang didapatkan itu bisa berat atau ringan, jika kamu memiliki *pahala*, mungkin bisa benar-benar menghapuskan banyak karma buruk kamu.

Tetapi, jika melakukan *perbuatan baik* , maka itu adalah perbuatan baik akan mendapatkan balasan baik, perbuatan buruk akan mendapatkan balasan buruk.

Ambil contoh sederhana, Hari ini kamu memarahi orang lain, di siang hari kamu memarahi orang lain, di sore hari kamu baik terhadap orang lain. Di malam hari, orang yang kamu marahi tadi, datang menghampiri kamu untuk berbalik marah dan orang yang kamu tolongi tadi, juga datang untuk berterima kasih kepada kamu.

Maka dari itu, semua ini memberitahu kalian bahwa kita tidak boleh menanam karma buruk, karena ibarat sebuah kemeja putih, hari ini ada setitik noda hitam, sampai akhir pun noda hitam itu juga tetap ada bekasnya, walau bagaimana kamu coba membersihkannya, noda hitam itu akan tetap ada, hanya saja lebih lebih samar.

Jika hari ini, kamu tidak melakukan karma buruk dan banyak melakukan perbuatan baik, bukankah kemeja ini semakin lama akan semakin putih? Yang berarti semakin banyak melakukan perbuatan baik dan ditambah belajar Dharma, melatih hati dan setulus hati melakukan perbuatan baik, itu berarti *Pahala.*

Mengapa harus melakukan perbuatan pahala? Karena pahala bukan hanya sekedar melakukan perbuatan baik, pahala adalah sebuah perbuatan baik menggunakan hati yang tulus untuk membantu orang lain, melepaskan diri sendiri, sebuah tekad untuk melepaskan orang lain, dan hati tekad ini akan membuat kamu memahami tentang hukum sebab akibat, dengan begitu barulah kamu bisa mengurai buah karma buruk diri sendiri.

Oleh karena itu, tidak peduli karma baik apa yang kamu lakukan, kamu harus tahu, *Tidak peduli perbuatan apa yang kamu lakukan, setelah menanam karma buruk, karma buruk itu pasti akan berbuah*, *sedangkan setelah menanam kebaikan, maka akan mendapatkan balasan yang baik pula.*

*Hanya dengan tidak lagi menanam semua sebab buruk, baru lah kamu bisa perlahan-lahan mengikis semua balasan buruk yang akan kamu dapatkan.*

Shifu menjelaskan kepada kalian, kalian semua harus memahami buah karma, bijaksana dalam kehidupan.

Apa yang dimaksud dengan “Bijaksana dalam kehidupan”? Itu adalah menggunakan kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan ini. Kita harus mengandalkan kekuatan diri sendiri untuk yakin kepada Bodhisattva, sepenuhnya yakin asalkan kita menanam ladang berkah, pasti akan tumbuh balasan berkah.

Jika hari ini kamu melakukan pahala, pasti kamu akan mendapatkan balasan baik. Harus baik-baik memahami hal ini, barulah pelan-pelan kamu akan bisa menerima semua kenyataan yang ada.

Banyak orang yang di satu, dua atau tiga masa kehidupannya tidak bisa terlepas dari 6 alam reinkarnasi. Karena di dalam setiap kehidupan dia terus melakukan perbuatan baik, dia memiliki akar baik, tetapi pada akhirnya masih tetap berputar-putar di 6 alam reinkarnasi, lagi-lagi terlahir di keluarga yang kaya, lagi-lagi berdana, terus menerus reinkarnasi dan berdana, merasakan penderitaan di dunia manusia. Maka dari itu, seseorang harus benar-benar memahami bagaimana melepaskan segalanya, ini adalah sebuah permasalahan terbesar.

Berharap kalian semua memahaminya, apa yang harus dipahami? Hari ini harus benar-benar memahami bagaimana menjadi manusia, melakukan perbuatan baik tidak hanya untuk diri sendiri, bukan saya sedang mengerjakan perbuatan baik, tapi karena *Saya Harus Melakukan Perbuatan Baik, karena saya ingin menjadi orang yang baik.*

Hari ini saya belajar Dharma, karena *Saya Mau Belajar Dharma*, maka dari itu Saya harus berpenampilan dan hidup seperti seorang Buddha di dunia ini.

Asalkan terus menitikberatkan hal ini, barulah kamu akan benar-benar memahaminya. Shifu sering menjelaskan kepada kalian, Tidak bisa membawa puluhan ribu benda, hanya karma yang selalu mengikuti tubuh kjta.

Ajaran Buddha mengatakan tidak bisa menghilangkan karma baik dan karma buruk, kita sebagai orang yang belajar Dharma bukan untuk menghilankan satu jenis karma, tapi harus memahami bahwa karma buruk akan membawa kamu turun ke 3 alam buruk dan karma baik akan membawa kamu naik ke 3 alam baik, karena niṣyandaphala kamu sudah bisa memprediksi perbuatan baik dan buruk kamu seumur hidup.

Link Penjelasan niṣyandaphala:
https://www.oxfordreference.com/view/10.1093/acref/9780190681159.001.0001/acref-9780190681159-e-2970

Harus mengerti satu konsep ini, jika kamu mempercepat karma buruk berbuah, maka akan jatuh ke 3 alam buruk;

Jika kamu mempercepat karma baik berbuah, maka akan naik ke 3 alam baik.

*Apa itu niṣyandaphala?* Misalnya kamu memiliki nasib umur pendek, kesehatan tidak baik, memiliki banyak masalah.

Jika kamu melatih diri dengan baik, perbuatan orang ini, yang bisa dibilang orang ini baik tidak, jahat juga tidak, orang ini melakukan perbuatan baik, tetapi terkadang tidak sepenuhnya melakukan perbuatan baik, maka itu adalah niṣyandaphala.

Jika seperti itu, maka kamu akan merasa sangat lelah, karena tidak hanya kamu bisa menghapus karma, tetapi perlahan-lahan bisa memberikan lebih banyak kesempatan untuk mengikis karma kamu.

Yang ketiga disebut adhipati-phala. Jadi harus melihat ke diri kamu sendiri, seberapa banyak kamu mengeluarkan tenaga, seberapa besar kamu berusaha melakukan perbuatan baik, maka mungkin balasan dari perbuatan baik itu akan sangat besar. Seberapa besar kamu membuang tenaga untuk melakukan karma buruk itu, maka sebesar itulah penderitaan yang akan kamu rasakan.

*Link penjelasan adhipati-phala:* https://www.oxfordreference.com/view/10.1093/acref/9780190681159.001.0001/acref-9780190681159-e-78

*Sekarang kita semua sudah memahami bahwa karma tidak bisa dihapuskan*, maka dari itu, kita harus mengikis karma. Yang terpenting adalah kita jangan lagi melakukan semua perbuatan buruk itu, jangan menanam segala benih perbuatan buruk yang akan membuat kita terjatuh ke 3 alam buruk.

Jika hari ini mau memarahi orang, berpikirlah ulang, bagaimana saya bisa melakukan perbuatan ini? Hari ini bersikap tidak baik kepada orang lain, lalu berpikir mengapa saya begitu tidak bersih? Dalam segala hal, kita harus belajar untuk menjadi lebih bersih, harus memahami segalanya.

Beberapa hari sebelumnya, Shifu memberikan wejangan tentang Mengikuti semua makhluk hidup, melakukan semua perbuatan baik dan tidak melakukan perbuatan buruk, *ini adalah cara untuk meringankan balasan karma yang akan terjadi pada kita.*

Bertobat sangatlah penting, jika kamu sudah melakukan pertobatan, bukan berarti semua itu akan hilang, bertobat artinya kamu sudah membersihkannya, tetapi di dalamnya mungkin masih ada sedikit karma buruk. Awalnya karma buruk kamu ini sebesar 80%, dan kamu terus menerus melakukan pertobatan, bahkan banyak melakukan perbuatan baik, mungkin karma buruk kamu akan berkurang hingga 30%, dan jika kamu terus menerus melakukannya, tidak lagi melakukan perbuatan jahat, mungkin karma buruk kamu hanya tersisa 10%.

Sekarang coba bayangkan, apa bedanya 80% dan 10% karma buruk? 80% (karma buruk) bisa membuat karma buruk berbuah, sedangkan 10% karma buruk, mungkin bisa dihilangkan lebih cepat.

Jadi, disini ingin menjelaskan kepada kalian semua mengenai satu poin yaitu walaupun tidak bisa menghapuskannya, tetapi masih bisa berbuat sesuatu agar perbuatan baik lebih besar daripada perbuatan buruk, masih bisa mengikis lebih banyak. Maka dari itu, kalian harus sering melakukan perbuatan baik, tidak boleh ada perasaan sombong, harus sering-sering menjaga sifat dasar dan hati nurani kita, barulah kamu benar-benar bisa terlepas dari 6 alam reinkarnasi.

认识业果,慧对人生

《白话佛法》广播讲座2017.06.15

今天跟大家讲一讲我们怎么样能够让自己所做的善业抵消以前的恶业。大家都知道我们每个人上辈子或者前几辈子都有过一些恶业,包括一些小的杀业了,杀鱼、杀鸡了,等等。然后做一些不如理不如法的事情,害人了。比方说,去讲人家不好了,嫉妒人家,挑拨人家了,造一些口业了,这些都叫恶业。现在学佛之后,天天在进步,每天在做一些善业,而且天天好像做很多好事。那么很多人经常就问师父说:“师父,能不能抵消?”或者“可以不可以让自己过去的恶业能够减轻?”那么师父告诉大家,造了恶业,就算你现在造了善业,它还是会报。但是报有报的轻和重的问题,如果你有功德,可能就真的会抵消你很多的恶业。但是如果善事,那么善有善报,恶有恶报。举个简单例子,你今天骂人了,上午骂人了,下午又去对一个人特别好。那么到了晚上了,被骂的人上门来骂还你,你对他好的那个人他又到你家来感恩你。所以这一切就是告诉你,我们不应该种恶业,因为就犹如一件白衬衫,你今天有一个黑点了,你总归有黑点,再怎么样擦洗,黑点总是在,只是淡一点而已。如果你今天没有造恶业,那你做了很多善事,是不是这件衬衫越来越白?那么就是说善业越来越多,再加上学佛修心之后用心来做善事,那么就是功德。

为什么要做功德?功德因为已经不是单单的,单纯的善业了,它是一种善业到了一种心灵上存在于帮助别人,解脱自己,解脱别人的一种愿力,而这些愿力就会让你认识因果,你才能化解自己的恶果。所以不管你做什么善业,你要知道,最后不管做什么事情,恶因造了会有恶报,善因造了会有善报。只有你彻底地不造这个恶因了,你才会慢慢地消除你身上的恶报。

所以师父跟大家讲,大家要认识业果,慧对人生。什么叫“慧对人生”啊?就是智慧地面对人生。所以我们要靠自己的力量去相信菩萨,相信我们只要种下福田,一定会有福报产生。如果你今天做功德,你一定会有善报。所以要真正地懂得这些,你才会慢慢地彻底地能够接受现实。所以很多人一辈子,两辈子,三辈子不能脱离六道,因为每一辈子他都做善事,他有善根,但是最后全部在六道轮回当中,再一次投到有钱人家里,再布施,再投胎再布施,尝尽人间的苦难。所以一个人应该怎么样彻底地放下,这是一个很大的问题。

所以希望大家要懂,要懂什么?真正的懂就是我今天要懂得做人,做善事不是为了自己,不是我在做好事,是因为我必须要做好事,因为我要做个好人。我今天学佛,因为我要学佛,所以我必须要像佛的样子在这个世界上活着。只有把这个问题看的非常非常的重,你才会对它非常非常地认识。所以师父经常跟大家讲,万般带不去,只有业随身。所以我们说,佛教是说善业和恶业是不能抵消的,我们学佛不是消某一个业,而是要懂得,因为你的恶业会让你下三恶道,因为你做的善事会让你上三善道,因为你的等流果它已经预知了你一辈子的善和恶。所以要懂得一个道理,你如果让恶业成熟的快,那么你就是下三恶道;如果你让善业成熟的快,那么你就上三善道。

等流果是什么呢?比如你短命了,身体不好了,烦恼多多了。如果你修得好,那么这个人,人家说也好也不好,这个人好事也做,但是有时候也不是完全做好事,那么你就是等流果。如果这样的话,你就非常地累,因为你并不可以抵消,但是可以慢慢地给你更多的机会来消除你的业障。第三叫增上果,所以恶业这三种果报,一个就是异熟的果报,二是等流果,三是增上果。所以要看你,你到底花了多大的精力,多大的努力在善上面,那你可能就获得善报特别大。你花了多少精力在恶业上面,你的受苦就会有多少。

所以我们懂得了不能抵消,所以我们就要会消除业障。我们最重要是不要去做那些恶的事情,不要为自己下三恶道去种下任何的因。今天要骂人了,想一想,我怎么可以这么做?今天要对别人不好了,我可以怎么可以这么不干净?一切的一切全部都要学的非常非常的干净,一切的一切都要懂得,师父前几天给你们讲的随顺众生,众善奉行,诸恶莫作,这才是真正地会让自己怎么样来减轻自己的业报的方法。

所以,一个人忏悔是最重要的一个问题,如果你忏悔了,并不是完全没有了,忏悔了,也就是说你洗过了,但是可能还会有一些恶业在里面,但是本来说你这个恶业是80%,但是你不停地忏悔,而且做很多的善事,可能你的恶业只剩下30%。你再不停地做,不做坏事的话,你的恶业可能只有10%了。那么想一想,80%和10%是何等的差距?80%(的恶业)它可以引起任何的业障爆发,而10%的话,那可能就会消除掉更快。所以要向大家说明的一点就是,虽然不能抵消,但是还是能够做一些让自己的善大于恶的话,还是会消掉很多的。所以人要常做善事,心要常常地不要贡高我慢,要常常地爱护自己的本性和良心,你才能真正地脱离六道。

https://m.youtube.com/watch?v=6uoXi2sHhOI