[Fahui] Wejangan Master Jun Hong Lu 5 September 2019, Paris, Prancis

*Kutipan Wejangan Master Jun Hong Lu 5 September 2019, Paris, Prancis*

Kita semua sungguh sangat kasihan, terkadang merasa sudah melakukan suatu hal sangat sempurna, “Kamu lihat saya sudah bersikap sangat baik kepada dia, saya melakukan segalanya.”

Sebenarnya, dari segi ilmu psikologi mengatakan: Kamu mengira kamu telah melakukan suatu hal dengan benar dan baik, sebenarnya itu hanyalah sebuah perasaan abstrak pemahaman terhadap benda ini atau kepada satu orang ini, ini adalah abstrak dan bukan yang sebenarnya.

Saya berikan contoh untuk kalian. Ada seorang perempuan yang kemampuan daya ingatnya menurun, bangun di pagi hari lalu pergi kerja, selesai mandi dan berpakaian, mengenakan sepatu, mengambil kunci rumah, menggendong ransel, kemudian berdiri di depan pintu, karena dia takut daya ingatnya tidak baik, dia menulis di sebuah kertas, di kertas tertulis : Sudah mematikan lampu, mematikan gas, dompet, dokumen dan handphone ada di dalam ransel, kunci rumah ada di tangan, semuanya sudah beres, mengunci rumah, memastikan pintu sudah terkunci, bernyanyi sambil berjalan ke lift.

Disaat ini, seorang ibu yang bekerja sebagai pembersih Apartemen yang sedang membersihkan di lorong tersenyum kepada dia dan berkata : “Gadis ini sungguh rajin, di hari minggu kamu tidak bekerja tapi masih bangun sepagi ini?” Dia menginga segalanya, tapi malah melupakan bahwa hari ini adalah hari minggu.

Manusia memang sering seperti itu, disaat kamu sudah menyiapkan segalanya dengan baik, kamu malah melupakan sesuatu yang paling penting.

Ketika kita sudah merapikan rumah, sudah selesai mengurus anak, sudah mempersiapkan semuanya, *kamu malah lupa tujuan kamu datang ke dunia ini.*

Manusia, tidak bisa terhindar dari kelahiran, tua, sakit dan meninggal, maka dari itu berharap kalian semua untuk tidak melupakan tujuan awal. Apa tujuan sebenarny kita datang ke dunia manusia? Apa yang harus kita wariskan? Apa yang harus kita bawa pergi? Tidak ada satupun benda duniawi yang bisa dibawa pergi, bahkan tidak bisa membawa sepotong tulang kamu pergi, hanya membawa spiritual kamu, roh kamu, meninggalkan nama yang baik untuk anak cucu kamu.

Mengapa kita masih bersembah kepada Sang Buddha yang dari 2500 tahun yang lalu? Karena beliau mengajarkan kita para manusia sebuah jalan pencerahan yang sebenarnya dan itu baru lah makanan sesungguhnya untuk spiritual kita.

我们人真的很可怜,有时候总是觉得自己已经什么事情都做得很圆满了,“你看我对他够好了,我什么事情都做了”。其实心理学上认为:你认为一件事情做得很对、做得很好,实际上只是你在心里得到了一个抽象的对这件物质的理解和对一个人的理解,是抽象的,并不是真的。我举个例子给你们听。有位女士最近记忆力下降,早上起床上班,梳洗完毕,换好鞋,拿过钥匙,背上背包,然后站在门口,她怕自己记性不好,写了张纸条,纸条上写道:灯关好了,煤气关好了,钱包、证件、手机在背包里,钥匙在手里,一切妥当了,把门关好,确定锁好了,哼着歌走向了电梯。这时候过道打扫卫生的阿姨冲她微笑着说:“这姑娘真勤快,你怎么周末不上班也起得这么早?”她什么都记住了,但忘记了今天是周末。

我们人经常这样,当你什么都准备好了,你把最主要的忘记了。当我们把自己的家安排好了,我们的孩子安排好了,把你自己什么都安排好的时候,你忘记了你到人间来的目的。人,生老病死都是躲不过的,所以希望大家要懂得不要本末倒置。我们到人间来到底是为什么的?我们要留下什么?我们要带走什么?人的物质一点都带不走,连你自己的一根骨头都带不走,只有你的精神、只有你的灵魂、只有你崇高的修养可以流芳百世。所以为什么佛陀2500年了还受我们的膜拜?因为他给我们人类找寻到一个真正的解脱之道,那才是我们真正的精神粮食。