Mengenai penyakit depresi dan suka menyakiti dirinya sendiri

Shuohua20180928 02:46
*[Mengapa semakin banyak orang yang mengidap penyakit depresi semakin lama semakin banyak, Bagaimana cara menyembuhkannya]*

Telp Pria: Shifu, mengapa sekarang banyak anak-anak yang mengidap penyakit depresi? Bagaimana bisa seperti ini?

Master: Sekarang, tidak hanya anak-anak mengidap depresi, bahkan semua orang pada mengidap penyakit depresi, karena tekanan hidup terlalu besar.

Coba kamu perhatikan, dengan meningkatnya keinginan terhadap material, keinginan manusia terhadap Material terus meningkat, kemudian hubungan antara sesama manusia, hubungan perasaan yang semakin rumit, hubungan antara sesama manusia yang tak lagi didasari oleh kepercayaan, pemikiran yang menyimpang, maka dari itu, pandangan manusia terhadap material mengalami perubahan, pandangam dunia juga mengalami perubahan, yang membuat hubungan sesama manusia sulit untuk menjadi lebih dekat, dan akhirnya memberikan tekanan hidup yang besar hidup di duniawi ini — depresi.

Tekanan hidup terlalu besar, tidak ada orang yang bisa dipercayai.

Saya ambil contoh sederhana, Bagaimana kamu akan melewati hidup kamu jika kamu hidup di lingkungan sosial yang dikelilingi oleh orang-orang yang suka berbohong?

Tidak ada satupun orang yang berkata jujur kepada kamu, tak ada satupun teman kerja yang berkata jujur kepada kamu, ketika pulang ke rumah istri tidak berkata jujur kepada kamu, ketika bertanya kepada anak, bahkan anak pun tidak berkata jujur kepada kamu, hidup kamu dikelilingi oleh kebohongan, bukankah kamu akan penyakiy depresi?

Telp: Mengerti. Jika menyadari diri sendiri mengidap penyakit depresi, bagaimana menyembuhkannya?

Master: Sangat mudah, perbanyak membaca buku 《Bai Hua Fo Fa》, perbanyak membaca paritta, perbanyak membuka pikiranmu, pergi keluar dan membantu orang lain, maka penyakit depresi kamu akan semakin baik.

Disaat kamu lebih banyak menolong orang lain, itu artinya kamu sedang menolong diri sendiri.

Telp: Benar benar.

Shuohua20180928 02:46
忧郁症为何越来越多,该如何对治

男听众:师父,为什么现在的孩子忧郁症这么多?怎么越来越多的孩子有忧郁症?

台长答:现在不但孩子有忧郁症,现在谁都有忧郁症,压力大啊。你去看看,现在物欲的增长,人对物质的需求量,还有人跟人之间的关系、感情越来越复杂,人跟人之间简直就是没有好言相待,思维上都有偏差,所以价值观都在发生变化,世界观也在发生变化,所以人跟人很难相处,就给人间造成一种很大的压力——忧郁症。压力太大,没人可以相信的。

我举个简单例子,你生活在一群说谎的人当中,你过的是什么日子啊?没有一个人跟你讲真话的,单位的人不跟你讲真话,回家老婆都不跟你讲真话,问孩子,孩子也不讲真话,你整个生活在谎言世界当中,能不得忧郁症吗?

(明白了。若发现自己有忧郁症的症状,如何对治呢?)很简单,多看《白话佛法》,多念经,多想得开,多出来帮助帮助别人,你自己忧郁症就好了。你多帮助别人,就是帮助自己(对对)

https://xlch.org/index.php?a=shows&catid=105&id=34107&t=1572556620243


Wenda20170407 19:11
*[Orang yang mengidap penyakit depresi harus memiliki keyakinan kepada Bodhisattva, dengan begitu dia tidak akan lagi merasa takut]*

https://xlch.org/index.php?a=shows&catid=105&id=26597&t=1572556752065

Telp Wanita: Ada seorang teman sedharma yang mengidap penyakit depresi selama 10 tahun, dia selalu merasa ada orang yang menyantetnya. Karena terus memikirkan masalah ini dia bahkan sampai pindah rumah, tetapi setelah pindah ke rumah baru pun, setiap hari dia masih merasa ada orang yang membangunkan dia, mental dan fisiknya merasa lelah.

Di tahun 2013, dia mulai belajar XLFM, sudah membaca 3000 lembar XFZ, melepaskan makhluk hidup sebanyak 30.000 ikan, bahkan dia pun berikrar 800 lembar XFZ khusus untuk kegelisahannya, kemudian rasa takut akan masa lalu.

Shifu, menurut Anda apakah dia mengidap penyakit depresi yang sudah sampai seperti Fobia atau halusinasi pendengaran?

Master: Ini adalah penyakit depresi tingkat kedua.

Telp: Berarti sudah masuk tahap fobia kah?

Master: Benar, dia sudah ada penyakit Fobia. Penyakit depresi dan ditambah dengan Fobia.

Fobia artinya takut, orang yang depresi semuanya takut.

Pertama takut berdekatan dengan orang lain,

Kedua, takut orang lain mengerjai dia.

Dia sekarang merasa ada orang lain mengetuk dinding, itu adalah halusinasi pendengaran, halusinasi, berarti sudah masuk ke tahap kedua.

Penyakit depresi tingkat ketiga lah yang paling bahaya, selalu meeasa ada orang terus memukuli dia, atau ada orang merangsang dia, mengerjai dia, yang membuat dia tak lagi ingin hidup, berpikiran terua ingin bunuh diei.

Tingkat kedua depresi adalah ketakutan.
Tingkat pertama depresi adalah keraguan.

Oleh karena itu seseorang tidak boleh terus mencurigai orang lain, orang yang sering mencurigai orang lain, selanjutnya dia akan menjadi panik dan ketakutan.

Telp: Benar. Shifu, banyak sekali yang mengalami kejadian seperti ini, belakangan ini saya bertemu dengan teman sedharma yang memiliki kondisi seperti ini, awalnya dia terus merasa khawatir, mencurigai ada dewa dan setan, akhirnya dia menjadi ketakutan.

Master: Dia tidak bisa merubah dirinya sendiri, pelatihan diri dia tak bagus, orang yang melatih dirinya dengan baik pasti akan bisa berubah.

Telp: Benar. Sekarang dia sudah melatih diri selama 3-4 tahun, juga sudah membaca 3000 lembar XFZ, seharusnya sudah ada perubahan, apakah ini ada hubungan dengan masalah kepercayaan diri? Banyak teman sedharma yang mengidap penyakit depresi karena tidak memiliki rasa kepercayaan diri yang tinggi.

Master: Benar, memang seperti ini, kurang kepercayaan diri maka dia akan meras takut.

Coba kamu bayangkan, jika di hati mereka terus memikirkan Guan Shi Yin Pu Sa, siapa lagi yang akan merasa takut?

Telp: Benar, kami selalu berkata ada Bodhisattva, ada Shifu yang mengajarkan kita cara yang sangat bagus, ada pusaka Dharma yang begitu baik, seharusnya harus bisa memiliki keyakinan untuk bisa sembuh. Tetapi masih banyak orang yang tak percaya, sungguh sangat susah.

Master: Apakah kamu tahu banyak orang yang terkena penyakit kanker lalu tidak memiliki keyakinan, dan akhirnya mereka meninggal!

Telp: Benar, harus memiliki keyakinan.

Master: Setiap orang harus memiliki keyakinan, harus memiliki keyakinan ketika menghadapi masalah apapun, jika kehilangan rasa keyakinan itu, maka dia akan lebih cepat kehilangan.

Telp: Untuk kondisi dia yang seperti ini, selain harus membangun kepercayaan diri, lalu perbanyak mendengar wejangan Shifu, memperbanyak membaca XFZ, jangan lagi….

Master: Mempersiapkan hati untuk kedua pilihan ini:

Jika Bodhisattva bisa menyelamatkannya maka pasti akan terselamatkan;

Kedua, Jika Bodhisattva tak bisa menyelamatkannya, walaupun hari ini kamu terus membaca paritta, melepaskan makhluk hidup, maka tidak akan terjadi apa-apa terhadap anak ini, walaupun dia benar-benar meninggal maka dia akan masuk surga.

Harus memiliki keyakinan seperti ini, maka kamu tidak akan lagi merasa takut.

Dia lalu berkata: “Ai yah, anak saya yang masih berumur 1 tahun ini, apa yang harus saya lakukan!”

Dia (Sang ibu) terus menerus memikirkannya, walaupun bangkrut pun tetap tidak akan ada gunanya terus memikirkan hal ini!

Telp: Benar benar, karena terus memikirkannya.

Master: Tidak ada gunanya, kita juga harus melihat berkah dia jika dia menjadi bangkrut.

Telp: Benar, dia tidak memiliki begitu banyak uang.

Master: Itu artinya dia tidak memiliki balasan berkah.

Telp: Shifu, Manusia sungguh sangat menderita, sangat menderita!

Master: Baguslah kalau kamu memahami hal ini.

wenda20170407  19:11
忧郁症要对菩萨有信心,就不会恐惧
女听众:同修有十年的抑郁症,总是感觉有人给他下降头,因为这个事情他还搬了家,但是换了新房子之后,他还是感觉每天都有人敲墙吓唬他,心力交瘁。他2013年开始修我们法门,念了3000多张小房子,放生了3万多条鱼,他又专门为担惊受怕的事情许了800张小房子,还是心有余悸。师父,您看他这是抑郁症那种恐惧症,还是幻听呢?
台长答:这个已经是忧郁症第二期了(就是恐惧症,是吧?)对了,已经有恐惧症了。忧郁症加上恐惧症。恐惧症是害怕,忧郁症的人都害怕,第一害怕跟人家接触,第二害怕别人搞他。他现在感觉有人敲墙,就是幻听、幻觉,那已经是第二期了。忧郁症第三期最厉害,就觉得人家在打他,或者在刺激他、弄他,所以他就活不了,就自杀了。第二期是害怕,忧郁症第一期是怀疑,所以一个人不能怀疑,经常怀疑别人接下来就是恐慌、恐惧(对的。师父,这种情况还蛮多的,我最近接触很多同修都有这种情况,先是担心、疑神疑鬼,后面就是害怕,然后恐惧)他不改啊,他修得不好,修得好的人家就改掉了(对。像他这样修了三四年,也念了3000多张小房子,应该会有一些效果,是不是跟他信心有关系?很多有抑郁症的同修,他们信心都不够足)对,就是这样,信心不足就会害怕。你说说看,有观世音菩萨在心中,谁会害怕?(对,我们就说有菩萨、有师父教我们这么好的方法,有这么好的法宝,应该相信能够彻底治愈的。但是很多人都没有这个信心,真的很难)你知道很多癌症就是没信心,死掉了啊!(对的,要有信愿)一个人要有信心,对什么事情都要有信心,没有信心就会失去更快(那他这种情况,继续要他树立信心,然后多听师父开示、多念小房子,不要再……)做好两手准备:菩萨能救的一定会救;菩萨救不了的,就算今天念经、放生,这孩子也不会咋地,就算死了以后也会上天的。要有这种信心,你就不会害怕了。她就说:“哎呀,我这一岁的孩子,我怎么办啦!”她脑子完全在里面,你倾家荡产也没有用啊!(对对,钻进去了)没用的,倾家荡产也要看她的福分的(对,她没那么多钱)就是没有福报(师父,人真苦,太苦了!)知道就好了。


Shuohua20171013 22:45
*[Mengenai prilaku suka menyakit diri sendiri]*

Telp Pria: Ada orang yang suka menyakiti dirinya sendiri. Ada anak yang ketika melihat barang yang disukainya maka barang itu harus dibeli, jika orang tua tidak bisa menyanggupinya, maka sang anak akan menyakiti dirinya sendiri;

Kemudian, ketika pasangan kekasih sedang bertengkar, salah satu dari mereka akan menyakiti dirinya sendiri. Ingin bertanya Shifu, apakah prilaku menyakiti dirinya sendiri adalah salah satu macam penyakit dari tidak waras? Bagaimana merubah prilaku menyakiti dirinya sendiri?

Master: Prilaku menyakiti diri sendiri adalah salah satu macam penyakit tidak waras.

Dalam segi psikologi ini adalah suatu penyakit saraf, Neuropati somatik.

Ketika dia tidak bisa mendapatkan barang yang diinginkan, maka di dalam tubuhnya akan timbul hormon perangsang diri, yang artinya hormon perangsang diri itu akan membuat dia melukai dirinya sendiri untuk mengabulkan keinginan yang sesuai dengan harapannya.

Dalam ajaran Dharma dikatakan *”心术不正 [xīn shù bù zhèng]”* (Cara berpikirnya tidak sesuai dengan norma yang berlaku).

Secara psikologis “Ada kekurangan di dalam hati dan jiwanya”

Telp: Kalau begitu bagaimana menyelesaikan masalah ini?

Master: Caranya adalah dengan mendidiknya, mendidiknya sejak kecil.

Jika sejak kecil anak ini tidak bisa mendapatkan apa yang dia mau, kemudian anak ini akan lalu menyakiti dirinya sendiri, kemudian dia akan berkata kepada Papa Mama “Oh, berikan kepada saya, berikan kepada saya.”

Selesailah sudah, itu akan menjadi sebuah kebiasaan, asalkan dia tidak bisa mendapatkan sesuatu, maka dia akan menyakiti dirinya sendiri, dan papa mama akan langsung memberikannya.

Telp: Benar.

Master: Bukankah itu berarti kedua orang tuanya lah yang merusak dia.

Jika kedua orang tua berkata: “Jika kamu terus seperti ini, semakin saya tidak akan memberikannya kepada kamu, jika kamu berhenti, baru akan saya berikan.”

Dengan begitu sang anak akan merasa tidak ada gunanya menyakiti dirinya sendiri, selanjutnya dia tidak akan lagi melakukannya.

Siapapun seperti ini, setelah tidak mendapatkan apapun, siapa lagi yang akan melakukan hal seperti itu? .

Telp: Mengerti. Terima kasih atas wejangan welas asih Shifu.

Shuohua20171013 22:45
关于自虐倾向
男听众:有的人有自虐倾向。有的孩子看到喜欢的东西就必须要买,如果父母满足不了,孩子就自虐;还有的情侣吵架时,其中一个就有自虐倾向。请问师父,自虐是精神病的一种吗?如何改变这种自虐倾向?

台长答:自虐倾向实际上是精神病的一种,就是自残。在心理学上是一种反射,神经性的反射。当他得不到某一样东西,他在精神上形成一种自我的刺激素,是自我的刺激素造成他要用自己伤害自己来满足某一个愿望。佛法界讲“心术不正”,心理学上就是“心灵残缺不齐”(那如何解决这个问题?)解决这个问题就是教育,从小培养教育的问题。从小孩子一得不到,孩子一种自然反应就是自虐,然后接下来,爸爸妈妈说“哦,给你给你给你。”好了,养成了他的习惯,只要要不到,他一自虐,爸爸妈妈马上就给了(是啊)那不就是爸爸妈妈害的。如果爸爸妈妈说:“你再这样的话,我更不给,你停掉,我就给你。”那么小孩子下次就觉得自虐是没有效果的,下次就不干了。谁都这样的,没有效果的事情谁去干?(明白,谢谢师父的慈悲开示)

https://xlch.org/index.php?a=shows&catid=105&id=28496&t=1572559178447