Kutipan BHFF 4 Bab 18, Hubungan antara Berkah Moral dengan reinkarnasi

*Kutipan BHFF 4 Bab 18*

Berkah, moral dan kualitas kamu semuany sedang terus berkembang maju, inilah yang disebut dengan “Fu De Ju Zu” (福德具足). Dengan begitu barulah kamu bisa tercerahkan dan terlepaskan. Jika seseorang tidak memiliki berkah, dia tidak akan tercerahkan dan terlepaskan.

Ambil contoh sederhana, setiap hari harus pergi bekerja untuk menafkahi keluarga, ini adalah orang yang tidak memiliki berkah. Sebenarnya adalah berkahnya tidak cukup, makanya dia tidak bisa terlepaskan.

Mengapa?

Karena dia tidak ada waktu untuk membaca paritta, dan tidak bisa mengikis karmanya sendiri. Sambil bekerja, kesehatannya menurun, kemudian setelah sehat dia bekerja lagi, setelah bekerja lalu sakit lagi, dan akhirnya dia meninggal begitu saja, karena dia tidak memiliki berkah.

Jika ada orang yang bisa sering melakukan perbuatan pahala, bisa meluangkan waktu untuk datang ke Brisbane bersama Shifu melakukan kegiatan menyebarkan Dharma, bahkan masih bisa mengikuti Shifu ke Malaysia, Eropa untuk pergi melakukan kegiatan penyebaran Dharma, sebenarnya ini adalah dia memiliki berkah yang cukup.

Jika sekarang ada seseorang yang kaya raya sedang melatih berkahnya, saya beritahu kalian, dia akan lebih cepat melatih diri daripada orang yang lebih miskin.

Mengapa?

Karena di kehidupan masa lampau dia ada melatih diri, maka di kehidupan sekarang dia bisa menikmati berkah yang melimpah ini, dan pelatihan diri dia akan semakin cepat.

Setara dengan, ketika sedang melakukan perbuatan pahala, orang yang ekonominya kurang akan lebih lemah. Misalnya ketika melakukan perbuatan pahala, jika dibandingkan dengan orang yang ekonominya lebih baik, karena berdana yang dia keluarkan lebih besar, benar-benar memiliki berkah, dan dia bisa mengubahnya menjadi Pahala. Ini bukan berarti berdasarkan seberapa besar uang yang dia keluarkan, karena uang yang dia dapatkan adalah kumpulan pahala dari kehidupan masa lampaunya, mengerti?

Orang yang menderita itu adalah karena berkah dan moralnya tidak cukup, misalnya banyak orang yang tidak bermoral memarahi orang lain, memukul orang lain, memiliki sifat yang buruk, ini adalah dia tidak memiliki cukup moral.

Jika kualitas moral yang dia miliki kurang, maka dia tidak bisa menjadi seorang praktisi Buddhis yang baik.

Konsepnya sangat sederhana, orang yang bisa meluangkan waktunya untuk membaca paritta adalah orang yang memiliki berkah, bisa tidak pergi bekerja (Dengan kondisi ekonomi yang memungkinkan) orang yang bisa belajar dharma dan membaca paritta adalah orang yang memiliki cukup berkah, karena mereka memiliki waktu untuk membaca paritta.

Sama seperti seorang ibu, dalam sehari dia bisa membaca lebih dari 10 lembar XFZ dan dia bisa melewati rintangan ini.

Jika kalian sepanjang hari bekerja, tidak ada waktu untuk membaca paritta, tidak ada waktu untuk melakukan perbuatan pahala, maka itu berarti kamu tidak memiliki cukup berkah.

Jika kalian bisa sambil bekerja sambil membaca paritta, inilah yang disebut dengan memiliki berkah. Karena ada pekerjaan yang membuat dia tidak bisa membaca paritta, misalnya pekerjaan yang seperti menjual daging, menjual makanan laut, ini juga berarti tidak memiliki berkah.

Seseorang harus memiliki berkah. Darimana datangnya berkah? Itu berasal dari pelatihan dia di kehidupan lampau yang membuat dia bisa memiliki berkah di kehidupan sekarang.

Kalian jangan iri dan benci dengan orang lain, orang yang tingkat ekonominya tinggi dan bisa berdana dengan jumlah yang besar, maka dia bisa mendapatkan balasan pahala lebih banyak lagi. Memang seperti itu.

Darimana datangnya uang ini? Uang itu berasal dari pelatihan di kehidupan lampau. Mengerti? Mengapa dia memiliki begitu banyak uang? Karena di kehidupan lampau, tingkat kesadaran pencerahan dia tinggi, maka di kehidupan sekarang dia mendapatkan balasan berkah dan moral.

Apa yang dimaksud dengan Moral?

Seseorang yang normal, yang tidak pernah melakukan perbuatan jahat, bahkan memiliki kualitas kepribadian yang baik, Orang seperti ini bisa mendapatkan berkat dari Bodhisattva, mendapatkan kepercayaan dari orang lain, dan orang ini bisa belajar Dharma.

Yang dengan kata lain, kualitas moral yang dia miliki, memiliki kualitas sifat dasar yang baik, barulah dia bisa menjadi salah satu dari praktisi Buddhis.

Terkadang jika kalian ingin menyelamatkan anggota keluarga kalian, misalnya anggota keluarga kalian (Istri atau suami) sepanjang hari marah-marah, itu berarti tidak memiliki moral.

Jika kamu mencari sang suami (istri),
Pertama, kamu tidak memiliki Moral;

Kedua, sang suami (istri) tidak memiliki moral, maka dari itu tidak bisa belajar Dharma;

Ketiga, Tidak ada uang, tidak ada waktu, tidak bisa meluangkan waktu untuk belajar Dharma dan membaca paritta, ini artinya tidak memiliki berkah.

Oleh karena itu, belajar Dharma harus memiliki cukup berkah dan moral. Orang yang memiliki semua ini, bisa meluangkan waktu untuk melakukan perbuatan pahala.

Misalnya, uang saya tidak cukup, tapi saya bisa menyisihkan sedikit untuk melakukan perbuatan pahala;

Moral saya tidak cukup, saya memarahi orang lain, saya senang mengeluarkan amarah saya, saya sebisa mungkin tidak lagi memarahi orang lain, perlahan-lahan saya meluangkan waktu untuk melatih moral saya, maka kamu termasuk orang yang memiliki berkah dan moral, tetapi dalam skala kecil, tapi itu lebih baik daripada orang yang tidak memiliki berkah dan moral kan.

Kalian mengatakan *semua orang setara*, tetapi di Alam Sukhavati dibagi menjadi 9 kualitas bunga lotus yang berdasarkan tinggi rendahnya pembinaan diri. Benar tidak? Semua itu dibagi dari tingkat pembinaannya.

Jika semua pembinaan antara baik dan buruk disamaratakan, maka di Alam Sukhavati tidak lagi terbagi menurut tingkatannya.

Melatih satu poin, mendapatkan satu poin; menanam satu poin, mendapatkan satu poin;

Menanam 10 poin, mendapatkan 10 poin. Mengerti?

Seseorang yang memiliki nilai berkah yang cukup, itu berarti dia memiliki dasar yang sangat baik. Tetapi bagaimana meningkatkan pelatihan agar dasar dia bisa meningkat lebih tinggi lagi? Harus mengandalkan diri sendiri. Mengerti?

Oleh karena itu, orang yang terlepaskan dan tercerahkan, harus memiliki cukup berkah dan moral.

 

Oleh karena itu, saya mengajarkan kalian untuk belajar melepaskan, lepaskan semua yang tidak baik, semua benda kotor yang mempengaruhi hidup kalian, lepaskan pikiran kacau kalian, lepaskan semua yang telah menyakiti tubuh jasmani dan rohani kalian — itu adalah karma buruk.

Orang yang tidak lagi melakukan karma buruk, sebenarnya sudah bisa dihitung sebagai melepaskan.

Harus belajar untuk melepaskannya, harus memiliki berkah, harus memiliki kualitas moral. Seseorang harus memiliki moral, Menggunakan moral untuk membuat orang lain kagum.

Orang yang memiliki moral yang tinggi barulah bisa menaklukan orang lain, membuat orang bisa tunduk kepada kamu;

Jika orang ini tidak memiliki moral, maka dia tidak akan mengalah. Coba kamu perhatikan apakah orang yang bertengkar bisa membuat orang lain tunduk? Atau orang yang memarahi orang lain bisa membuat dia mengalah?

Oleh karena itu harus bisa menggunakan moral untuk mengalahkan orang lain, menelan bumi, orang yang memiliki moral tinggi baru bisa memiliki ketenaran. Apa yang kalian dengan adalah pembinaan tingkat tinggi, semua ini adalah bahasa Bodhisattva. Kalian harus baik-baik belajar yah.

你的福气、你的道德和你的德性全部都在增长,叫“福德具足”。然后你才能解脱。如果一个人没有福气,他也得不到解脱。举个简单例子,天天要打工养家糊口,这个人是没福之人。实际上就是福不够,他解不了脱。为什么?因为他没有时间念经,他就消不了自己的孽障。他一边打工,一边身体痛,然后痛了再打工,打了再痛,最后就这么死掉了,因为他没有福气。如果能常出来做功德的人,能够挤出时间来跟师父到布里斯本去弘法,还能跟师父到马来西亚、欧洲去弘法,实际上这就是具足一个福啊。如果现在一个很有钱的人修福的话,我告诉你们,他就会比很多比较贫困的人修得快。为什么?因为他前世有修,他今世才得到这么多的福,所以他修起来就快。同样,经济比较差的人在做功徳方面相对会比较弱。比如做功德,和那些有经济基础的人做功德比较,因为人家布施做得大,真的有福气,他就能够换来功德。这并不是以钱来论的,因为他这个钱也是前世功德累积,听得懂吗?

受苦的人因为福德不俱全,比如很多人没有道德骂人、打人,有不良的习性,这个就是缺乏他的德。如果缺少德的人,他就不能成为一个学佛的好人。道理很简单,能够拨出时间念经的人就是有福之人,能够不上班(经济上允许)学佛念经的人就是有福之人,因为他们有时间可以念经。就像有一位老妈妈,她一天可以念十几张小房子,人家这个关就过了。如果像你们天天上班打工,没有时间念经,没有时间做功德,就是福气不圆满。如果你们能一边上班一边念经,这也叫有福气。因为有的工作嘴巴里是不能念经的,比如有的工作是卖肉的、卖海鲜的,那也是没有福气。人要有福啊。这个福本身是怎么来的呢?因为是他前世的修为造成他今世有福气。你们不要去嫉恨人家,有经济实力的人就是能做大布施,就能得到更多的功德回报。没有办法。他这个钱怎么来的?是他前世修来的。明白了吗?他为什么有钱?他前世的悟性带来他今世的福德。

德是什么呢?一个正常的人,从来不做坏事的人,而且人品很好,这个人就能得到菩萨的加持,就能得到人家的相信,他这人就能学佛。也就是说他有这个德行,他的基础好,他才能成为学佛的一员。有时候你们要救家里人,如果你们家里的人(老婆或老公)整天骂骂咧咧的就是没有德。你找了他(她),第一,你没有德;第二,他(她)没有德,所以就学不了佛;第三,没有钱,没有时间、分不出时间来学佛念经,这也是没有福。

所以学佛要具足福德。具足福德的人可以挤出自己的时间来做功德。比如我的钱不多,但我可以少一点用,我照样去做功德;我的德不够,我骂人了,我喜欢发脾气了,我尽量不骂人了,我挤出自己的时间慢慢地来修自己的德,你这个人也是属于有福德,但是福德较小,那总比没有福德的人要好啊。你们说人人平等,那么在西方极乐世界依照修行功夫的深浅都分成九品莲花。对不对?那也都是有境界之分的。如果修得好坏都是一样,西方极乐世界就没有等级之分了。修一分,得一分;耕耘一分,得到一分;耕耘十分,得到十分。听得懂吗?一个有福分的人,他已经是有一个很好的基础了。但是在基础上怎么往上修呢?这就靠自己了。明白了吗?所以求解脱的人,必须要具足福德。

所以教你们要学会放下,放下那些不好的、影响你们生活很肮脏的东西,放下你们脑子里的杂念,放下所有损害你们肌体和灵魂的东西——那就是恶业。不再造恶业的人实际上就等于是放下了。要学会放下,要有福气,要有德行。一个人就是要有德,以德服人。有品德的人才能征服人家,才能让人家服你;如果这个人没有道德,人家是不会服你的。你看看打人的人能打得让人家服吗?还是骂人的人能够让人家服?所以要以德服人,治天下,德高才能望重。你们听到的都是最高境界的东西,都是菩萨的语言。你们要好好学啊。

https://xlch.org/category/book/fofa/baihuafofa4/155.html?t=1574078089777


 

Wenda20130908A 35:36
[Hubungan antara balasan karma, berkah dan moral, hutang karma dan umur]

Telp Pria: Misalnya jika sudah habis mengikis karma, atau jika sudah habis menggunakan berkah, atau jika hutang karma sudah selesai, apakah itu artinya umur juga berakhir?

Master: Kalimat ini adalah relatif, bukan berarti pasti seperti ini.

Karena karma tidak akan habis terkikis, berkah dan moral tidak akan habis dinikmati, semua itu tidak ada akhirnya.

Disaat kamu sedang menikmati berkah, kamu pun sedang melakukan karma;

Disaat kamu sedang mengikis karma, kamu pun juga melakukan karma lagi, hari ini kamu menikmati berkah, besok kamu akan mendapatkan sebuah balasan karma; Lusa menikmati berkah, keesokan lusanya mendapatkan balasan karma lagi; Terus menerus seperti itu.

Oleh karena itu, di dunia manusia ini jika berpikir ingin menghabiskan semuanya, itu adalah hal yang tidak mungkin.

Banyak orang yang masih akan membayar hutang karma di kehidupan selanjutnya, di kehidupan ini saya mengajarkan untuk tidak lagi melakukan perbuatan karma, adalah karena saya menginginkan kalian tidak lagi kembali reinkarnasi untuk membayarnya, atau setidaknya hutangnya berkurang sedikit.

Telp: Maksudnya, umur tidak memiliki hubungan langsung dengan tiga macam diatas?

Master: Tentu saja ada hubungannya.

Misalnya, seharusnya kamu menerima penderitaan sebanyak ini, setelah penderitaan yang kamu terima sudah cukup, sebenarnya kehidupan manusia itu sangat pendek, karena balasan karma dari menderita, membuat kesehatan kamu tidak baik, maka sudah pasti umur kamu tak lama lagi, di kehidupan ini kamu termasuk menderita dan pergi begitu saja.

Banyak orang mengatakan “Sudah selesai menerima karmanya, sebentar dia akan menemui ajalnya”, sebenarnya dia sudah selesai membayar hutang karma lamanya, tetapi karma yang baru masih akan dibawa pergi juga. Itu lah mengapa dikatakan “Tidak bisa membawa benda duniawi, hanya karma yang terus mengikuti tubuh”, tetap masih ada karmanya.

wenda20130908A 35:36
业报、福德、债务和寿命的关系
男听众:假如业消尽了,或者福享尽了,或者债还完了,那寿也完了?

台长答:这句话是相对而言的,并不是绝对的。因为业是消不尽的,福德也是享不完的,它都没有尽头的。在你享福的时候,你又在作孽了;你在消业的时候又在做很多的业了,今天你享福,明天你受报;后天享福,后天受报;一直在轮回。

所以在人间这一辈子想完全还完,那不可能的。很多人下辈子还得还,这辈子叫你们不要作孽,就是下辈子想让你们不要还了,或者少还一点(就是说寿尽了跟前面三者没什么直接关系?)当然有关系了。

比方说你本来应该受多少苦,你把苦都受的差不多了,实际上人生很短的,因为受苦的业报,让你身体很不好,那么你肯定年纪也差不多了,你这辈子基本上就是属于苦的,那么走掉了。

很多人说“业受报,受尽了,他就走了”,实际上是说他旧业报可能还完了,但是新的业报还是带走了。所以“万般带不去,只有业随身”,还是有业的。

https://xlch.org/index.php?a=shows&catid=105&id=3948&t=1574077874787