Kutipan BHFF 3, Bab 2

*Kutipan BHFF 3, Bab 2*

Hari ini Shifu akan menjelaskan kepada kalian sebuah konsep sederhana, tetapi akan dengan jelas menjelaskan kepada kalian yaitu “Bisa menghadapi penderitaan sebagai sebuah kebahagiaan”. Bagaimana merubah penderitaan menjadi sebuah kebahagiaan?

Menjaga hati tetap bersih baru bisa membersihkan hati, hidup tenang dan damai tidak ada keinginan.

Seseorang yang keinginannya sedikit, maka hatinya baru bisa mendapatkan ketenangan, harus memahami bahwa hati yang merasa puas bisa mendatangkan kebahagiaan maka dengan begitu tidak akan merasa begitu menderita.

Sebenarnya ketika kita sedang melakukan permohonan untuk pekerjaan, kesehatan, keluarga harmonis adalah menggunakan pahala untuk memohon hal ini, mengurangi pahala kita. Sama seperti kita membaca paritta, membaca XFZ adalah seperti sedang membayar hutang. Adalah hal yang terbodoh jika menggunakan pahala untuk memohon kekayaan duniawi atau memohon balasan berka, karena bisa mengurangi pahala. Setelah menggunakan pahala untuk memohon kekayaan pun juga belum tentu bisa kaya. Karena uang berasal dari pelatihan diri di kehidupan masa lampau.

Ada sebuah konsep antara langit bumi dan alam semesta. Apakah itu? Saya akan menjelaskannya kepada kalian:

Disaat seseorang sedang menderita, karmanya akan berubah, dosa kita akan dikikis. Menderita bisa membuat karma kita hilang. Inilah alasan mengapa Shifu meminta kita untuk melihat penderitaan sebagai sebuah kebahagiaan. Disaat karma kamu sudah terkikis bukankah pada akhirnya kamu akan bahagia?
Semakin kamu menderita itu aetinya karma yang dikikis semakin cepat.

Setelah karma habis dikikis maka dengan alami nilai berkah akan datang.

Oleh karena itu ada sebuah kalimat berkata,”Setelah masa sulit berakhir, hari yang baik akan datang.” Apa yang ditakutkan dari penderitaan, seseorang yang terlahir ke dunia manusia pasti akan menderita. Setiap hari memakan penderitaan lalu apa yang akan terjadi? Banyak orang yang tidak bisa menahannya, jika tidak bisa menahannya itu berarti dia tidak memiliki tekad. Jika kalian semua bisa bertahan menelan sedikit penderitaan, dan disaat yang bersamaan melakukan perbuatan pahala, Jika melakukan permohonan kepada Bodhisattva pasti akan dikabulkan.

Shifu turun ke dunia ini karena memiliki misi, di dunia manusia ini juga tetap melatih hati. Sambil saya membantu orang lain, sebenarnya saya pun sedang membantu diri saya sendiri. Banyak orang ketika sedang menolong orang lain, ketika membabarkan Dharma kepada mereka, sebenarnya dia sendiri sedang belajar dan sedang berusaha keras untuk naik ke atas.

Disaat seseorang sedang menikmati hidupnya itu sebenarnya dia sedang menghabiskan nilai berkahnya diri sendiri. Setelah semua berkahnya habis digunakan kemudian selama waktu itu dia tidak pernah menderita, melakukan kebaikan bahkan masih berbuat karma, selanjutnya dia akan terkena sial dan bencana.

Harus ingat, menderita itu sebenarnya sedang merubah hati kamu. Disaat manusia menderita, baru dia bisa berpikir untuk merubah nasibnya, baru bisa berpikir ingin pergi memohon perlindungan kepada Bodhisattva. Merubah hati sama dengan merubah karma. Merubah kehidupan yang menderita berubah menjadi sebuah kebahagiaan.

Ada sebuah kalimat mengatakan “Di dalam penderitaan ada kebahagiaan, dan selamanya bahagia”. Melihat penderitaan sebagai sebuah kebahagiaan adalah sebuah tingkat pembinaan yang tinggi.

Menderita adalah sebab dari kebahagiaan, kebahagiaan adalah buah dari penderitaan.

Pergi bekerja sangat lelah kan, tetapi kamu akan merasa bahagia ketika menerima gaji, uang ini bisa membayar cicilan rumah, bisa untuk pergi liburan.

Setelah menanam bibit penderitaan ini baru bisa berpikir untuk memohon kepada Bodhisattva, lalu permohonan dikabulkan oleh Bodhisattva, bahagia kan, bukankah itu berarti sudah mendapatkan buah karmanya?

Belajar Dharma adalah mengenai Li (理) dan Shi (事). Li adalah teori ajaran Buddha Dharma. Shi adalah hati, menggunakan sebuah aksi untuk pergi melakukan sesuatu.

Shi adalah sebuah tingkat pembinaan pelatihan diri yang benar dan nyata. Apa yang kita belajar sekarang adalah teorinya, lalu bagaimana mempraktekkannya? Bagaimana menggunakannya di dalam kegiatan penyebaran Dharma untuk menolong orang?

Kalian harus mengerti untuk menggunakan teori dan praktek ini secara sempurna, yaitu apa yang dipikirkan dan apa yang dikerjakan harus sempurna, hati dan mulut harus sama.

Orang yang melatih hati adalah orang yang mengatakan apa yang dia pikirkan, dan perbuatan yang dia lakukan adalah sama. Semua ini adalah barang duniawi, sederhananya ucapan dan perbuatan harus sama. Gabungan antara hati dan mulut sangatlah penting.

Aliran yang Shifu ajarkan kepada kalian bukanlah sebuah omong kosong, harus mengoreksi alam semesta di hati kamu. Hati di setiap orang ada sebuah alam semesta, yaitu yang biasa kita sebut dengan memiliki ambisi besar, menjaga ibu pertiwi, memperluas wawasannya.

Pelatihan hati yang Shifu minta kepada kalian adalah alam semesta hati kamu, harus bisa menjadi seseorang yang berani berjalan keluar dan memperluas wawasannya.

Kemarin ada seorang penelepon yang Master minta untuk berikrar, dia berkata: “Master, bagaimana jika saya sudah berikrar lalu tak sanggup melakukannya?” Orang seperti ini adalah orang yang yang tidak memiliki dasar untuk melakukan ikrar. Jika ketika kamu berikrar dan berpikir “Saya pasti bisa melakukannya”, maka kamu boleh berikrar.

Di Zang Wang Pu Sa berkata: “Neraka tidak kosong, tidak akan menjadi Buddha”. Apakah sekarang neraka kosong? Tetapi karena tekad besar Bodhisattva lah membuat oramg bisa reinkarnasi. Beliau benar-benar berikrar ikrar ini, dan dia menjadi Buddha.

Jika kalian berikrar, dalam hati harus berpikir “Saya pasti akan melakukan hal ini, harus pergi menolong orang”, dan sudah pasti harus benar-benar pergi melakukannya. Jika tidak bisa melakukannya, maka itu adalah hal yang lain lagi. Jika kamu benar-benar melakukan apa yang harus dilakukan maka kamu adalah Bodhisattva.

Shifu pernah berkata: “Asalkan saya masih bisa hidup sehari , maka saya pasti akan menyebarkan Dharma, menolong semua orang yang berjodoh di seluruh dunia.” Ini adalah tekad saya. Apakah kalian berani, setiap hari mengatakan hal ini di depan Guan Shi Yin Pu Sa?

*Shifu setiap hari berbicara kepada Guan Shi Yin Pu Sa seperti ini “Saya ingin menyelamatkan semua orang yang berjodoh di seluruh dunia”.* Saya rela menggunakan nyawa saya untuk berikrar dan menyebarkan Dharma.

Semakin besar tekadnya maka pahala yang didapatkan akan semakin besar;

Semakin besar tekadnya maka balasan yang didapatkan akan semakin besar;

Apakah kalian tahu darimana datangnya kekuatan Dharma Shifu bisa sampai sebesar ini? Ini adalah dari pahala. Semakin banyak orang yang diselamatkan, semakin besar tekad kamu maka kekuatan Dharma dan pahala akan berkembang secara bersamaan.

Melatih hati dan diri adalah harus melatih alam semesta hati kamu. Jika kamu tidak pernah merasakan dan mengalaminya, yang dengan kata lain, jika kamu tidak pernah mendapatkan hasil setelah pelatihan hati yang kamu lakukan secara nyata dan merasakan pelatihan hati, lalu kamu merasa kamu berhasil, maka kamu masih berada di dalam batasan sebuah huruf “Li”, hanya sebatas ucapan yang penuh dengan teori, tapi tidak benar-benar bertindak untuk melakukannya.

今天师父给你们讲一个很简单的道理,但是要透彻地分析给你们听,叫“以苦为乐”。以苦为乐是实修的一种境界。实修就是实实在在地修心。怎样才能够把苦转换成乐呢?寡欲才可以清心,乐天知命无所求。一个人欲望少了心才可以得到清净,要懂得知足常乐就不会那么苦了。其实我们在祈求事业、身体、家庭好的时候是用我们的功德在求,是会抵消功德的。就像我们念经、念小房子是在还债一样。用功德去求人间的钱财、求福报是最傻的了,会失去功德。用功德去求财也不一定能发财。因为钱财是前世所修的。

天地宇宙之间有一个道理。什么道理?师父用白话讲给你们听:人在吃苦的时候业力就会得到转化,我们的孽障就得到消除。吃苦可以把我们的业力消掉。这就是为什么师父叫你们要把苦转为乐的原因。当你的业力得到消除以后你不就开心了吗?吃苦越多的人业力消得越快。业力消除了福分就自然来了。所以有一句话叫“苦尽甘来”。吃苦怕什么,人到人间来就是吃苦的。每天吃点苦又怎么样呢?很多人就是憋不住,憋不住的人就是没有定力。如果大家能够咬牙多吃点苦,同时拼命做功德,祈求菩萨就会很灵的。 师父下来是领有使命的,在人间也是在修心。我在帮助人家的同时也是在帮助我自己。很多人在救人的时候、给别人讲法的时候,他自己也是在学习和进取啊。

人在享福的时候就是在享用自己的福分。一旦福分用完了而这期间又没有吃苦、行善,还造了业,接下来就是倒霉和灾难。要记住,吃苦实际上是在转你的心。人只有吃苦了才会想到去改变自己的命运,才会想到去求菩萨保佑。转心等于转业。把生活中的一切苦转化为乐。有一句话叫“苦中有乐,其乐无穷”。以苦为乐是一个很高的境界。苦是乐之因,乐是苦之果。上班很辛苦吧,但是当你拿到工资的时候就乐了,这些钱可以付房贷了,可以度假了。种了这个苦的因才想到祈求菩萨,求菩萨灵验了,乐了,果不就出来了吗?

学佛是理与事。理是理论上学佛法。事是心,是用行动去做的。事是实修的一种境界。我们现在学的是理论,那么怎样体现在行动上呢?怎样体现在弘法救人上呢?大家要懂得理事要圆融,就是心想和实做要圆融,心和口要合一。修心的人心里想的和嘴巴上说的、行为上做的要合一。这些都是人间的东西,说简单一点就是言行要一致。口与心的结合很重要。

师父现在教你们的法门不是空谈的,要修正自己心中的宇宙天地。每个人心中有一个宇宙,就是我们平常讲的胸怀大志、胸怀祖国、放眼世界。师父叫你们修的是你们自己心中的宇宙,要做一个敢于走出去放眼全世界的人。昨天有位听众台长叫他许愿,他说:“台长啊,我要是许愿后做不到怎么办呢?”这样的人本身就是没有很好许愿的基础。如果你许愿心里想“我一定能够做到”,你就可以许。地藏王菩萨说:“地狱不空,誓不成佛”。现在地狱空了吗?但是就是因为菩萨有这么大的愿力使多少人可以投生啊。但是他实实在在地许了这个愿,他成了佛。如果你们许愿心里一定要想“我一定要怎么做,要怎么去救人”,当然要真的去做的。如果做不成那是另外一回事情。你用实实在在地行动去做了你就是菩萨。

师父说了:“我在有生之年只要活一天,我一定要弘扬佛法、救度全世界有缘之人。”这就是我的愿力。你们敢不敢天天在观世音菩萨面前这样讲?师父天天跟观世音菩萨这么讲“我要救全世界的有缘之人”。我可以用自己的生命来许愿弘法。愿力越大得到的功德越大;愿力越大得到的反馈越大。师父现在的法力这么大你们知道怎么来的吗?这就是功德所为。救的人越多、愿力越大你的法力和功德都是成正比增长。

修心修行就是要修自己心中的宇宙。如果你没有经过实修和实证,就是说如果你没有经过实实在在地修心和验证修心后得到的果,你感觉你修成功了,那你还是局限在一个“理”字,局限于嘴巴里的道理,而没有实践的东西。

白话佛法第三册,2、实修是境界,业力是增上缘
https://xlch.org/category/book/fofa/baihuafofa3/92.html?t=1574160452445