Kutipan BHFF 3, Bab 38, Teori Dharma, Tingkat pembinaan Dharma

*Kutipan BHFF 3, Bab 38*

Sebenarnya ada banyak aturan dalam mempelajari Dharma, jika tidak ada aturan maka tidak akan bisa menjadi “Kotak” (Ketika melakukan sesuatu harus memiliki aturan dan sistem yang berlaku). Hari ini Shifu akan menjelaskannya kepada kalian satu per satu.

Pertama, *seorang Praktisi Buddhis yang belum tercerahkan (masih belum memahami konsep dan peraturan yang ada) tapi mengira dirinya sudah tercerahkan, inilah yang disebut dengan Sombong.*

Sudah jelas dia tidak mengerti, sudah jelas dia masih belum belajar Dharma dengan baik, tapi mengira dia memahami semuanya.

Darimana datangnya sifat buruk ini?

Bisa diketahui dari cara menjawab pertanyaan para pendengar. Meminta orang lain untuk membaca berapa lembar XFZ, meminta orang lain apa yang harus dia kerjakan…. Apakah kamu sendiri sudah memahaminya? Kualifikasi apa yang kamu miliki untuk bisa membantu dia menyebrangkan arwah?

Kami meminjam kekuatan Dharma Guan Shi Yin Pu Sa untuk membantu menyebrangkan orang lain. Karena pahala kamu besar? Karena kekuatan kamu besar? Coba pikirkan, kalian tidak mengerti, bahkan Ketika Shifu menjelaskannya kepada kalian, kalian masih tidak senang. Bukankah ini yang disebut dengan Sombong?

Coba pikirkan, berapa banyak dari kalian yang memahaminya? Tidak semua dari kalian adalah Shi Jie senior dan Shi Xiong Senior kah?

Jika tidak mengerti bilang saja tidak mengerti, jangan berpura-pura mengerti disaat tidak mengerti, berpura-pura mengerti itu adalah sedang berbuat dosa. Salah memandu orang lain, itu adalah karma.

Contoh: Kamu sedang berjalan dan tidak mengenal daerah sana. Orang lain bertanya kepada kamu, lalu kamu merasa tidak enak dan sembarangan menunjuk arah jalan. Apakah itu bukan sebuah dosa? Dosa karena salah memberikan arahan.

Shifu menjelaskan kepada kalian, jika mereka tidak tercerahkan, maka akan bersalah. Seharusnya dia memahami konsepnya tapi dia tidak mengerti, itu berarti dia bersalah. Sangat mudah. Misalnya, dia seharusnya mengerti peraturan tapi dia tidak mengerti, itu berarti dia membuat kesalahan kan? Berslaah kan? Jika kamu lebih memahami pengetahuan tentang hukum, maka kamu tidak akan melakukan kesalahan. Benar tidak? Karena kamu tidak mengerti hukumnya, maka kamu melakukan kesalahan, bukankah kamu harus dipenjara akan itu? Bukankah itu artinya kamu bersalah?

Apa yang dimaksud dengan Ajaran Buddha Dharma? Buddha ada peraturan Dharmanya, 依教奉行 (Yi Jiao Feng Xing), artinya mengikuti peraturan dan konsep Agama Buddha untuk menerapkannya kepada diri sendiri, berjalan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Oleh karena itu, di duniawi ini kita tidak boleh mengatakan kalau kita sudah tercerahkan, itu hanya tercerahkan di salah satu bagian saja.

 

Shifu akan menjelaskan mengenai “Chang Jian” dan “Duan jian”. Apa artinya “Duan Jian”? Tegas, ini adalah hal yang baik. Sebenarnya arti kata “Duan” ini adalah mengakhiri kebingungan.

Mengira diri sendiri adalah benar, dengan tegas memutuskan sesuatu hal, saya memegang teguh akan pendapat saya — karena sifat saya keras, apa yang terlihat dengan pandangan saya, saya merasa itu memang seperti itu.

Bayangkan, ada berapa banyak orang yang sudah jelas bahwa dia melakukan kesalahan, tapi karena dia adalah seorang pria, seorang suami, adalah ayah dari anak-anak saya, dia mengira dia benar.

Sudah jelas bahwa dia salah, tapi tidak mau mengakuinya, inilah yang disebut salah ditambah dengan melakukan kesalahan lagi.

Oleh karena itu, tidak boleh ada memegang teguh akan pandangan sendiri.

Apa yang dimaksud dengan “Duan Jian”? Banyak orang yang berpikir bahwa pemikiran dia adalah benar, inilah yang menimbulkan 自说佛理(Melihat Ajaran Buddha Dharma atas pandangannya sendiri) , menimbulkan penyimpangan. Mengira Dharma yang saya pelajari adalah benar, kemudian menjelaskannya satu bagian demi satu bagian, dan akhirnya, dia tak menyadari bahwa dirinya sudah menyimpang.

Sekarang banyak praktisi Buddhis mengira teori Dharmanya adalah benar. Ada berapa banyak orang yang keras kepala dalam mempelajari Dharma, apakah dia akan berkata bahwa dirinya salah? Sudah jelas bahwa dia telah melakukan kesalahan, tapi dia bersikeras mengatakan bahwa dirinya adalah benar.

Sudah jelas dia mengambil sepotong Dharma untuk mengatakan bahwa ini tidak benar, itu tidak benar, apakah dia benar? Maka dari itu, sebagai praktisi Buddhis harus belajar untuk mengontrol diri.

Shifu menjelaskan kepada kalian, misalnya kalian mengira di dalam ajaran Dharma boleh membakar 1 batang dupa, juga boleh membakar 3 batang dupa. Saya membakar 1 batang untuk setiap Bodhisattva, dan membakar 1 batang dupa untuk semua Bodhisattva, mengundang begitu banyak rupang Bodhisattva ke dalam rumah mengira bisa melindungi diri sendiri.

Apakah kamu mengerti?

Karena kamu mengira diri sendiri adalah benar, lalu dia bisa mengundang 200 lebih rupang Bodhisattva di dalam rumah, dan masih bertanya kepada Master, apa yang harus dia lakukan. Shifu memberitahu dia, paling baik adalah membangun sebuah kuil besar dan menaruh semua rupang disana, tapi jika kamu sudah mengundang rupang ke dalam rumah, maka kamu harus baik-baik mengurusnya.

Sama seperti Shifu, yang menerima Murid tidak hati-hati, bukankah Shifu sendiri yang akan menderita? Lalu kaljan akan bertanya: “Shifu, bukankah Shifu memiliki mata langit? Mengapa Shifu tidak lebih berhati-hati dalam memilih Murid?”

Menurut kalian, ada seorang murid Yesus yang mengapa pada akhirnya mencelakakan Yesus? Karena Yesus adalah orang suci, dia memiliki hati welas asih, dia selalu memaafkan orang lain, sama seperti Shifu. Kalian harus pikir baik-baik, jangan selalu mengira diri sendiri adalah benar.

Shifu mengenal satu orang, dirumah memasang altar untuk agama Kristen, disana memasang altar untuk Guan Shi Yin Pu Sa, di pinggir memasang altar untuk Muhammad, memasang altar semua agama di rumah, menggengam dupa untuk semuanya. Ini disebut apa? Ini disebut dengan tidak mengerti apa-apa tapi masih berpura-pura mengerti.

Hari itu, Shifu menjelaskannya kepada dia, dan dia masih bisa memberikan penjelasan dengan sebuah perumpamaan. Dia berkata: “Master, sudah menyiapkan tempat setiap pimpinan, sangat enak bisa berkomunikasi dengan berbagai pimpinan.” Inilah yang disebut dengan Paranoia.

Harus dipahami: Kita harus berpandangan benar, artinya semua hal yang kamu lihat harus benar. Bagaimana kamu bisa membedakannya? Bagaimana kamu bisa mengerti apakah ini benar, dan itu adalah menyimpang?

Hanya orang yang memiliki sifat dasar tercerahkan lah baru bisa mengerti mana yang benar mana yang menyimpang.

Dulu kalian belajar begitu banyak hal, apakah kalian tahu mana yang benar dan mana yang menyimpang kah?

Banyak orang yang masih menggunakan ajaran Dharma untuk menyerang orang lain, mengira apa yang kamu katakan benar. Sebenarnya kamu mengambil ajaran Dharma Bodhisattva untuk menyerang orang lain, itu sudah menyimpang.

Ajaran Buddha adalah agama yang tidak akan membuat keributan dengan orang lain.

学佛实际上有很多的规矩,没有规矩不成方圆。师父今天一个一个跟大家讲下来。首先,一个学佛的人自己还没有开悟(就是还不明白道理)就以为自己开悟了,这个人实际上就是自大。这个人自大之后就会转成傲慢,就是骄傲。明明自己不懂,明明自己佛法还没有学好,就以为自己什么都懂。这个毛病怎么来的?从回答听众来信上就可以知道。叫人家念多少张小房子,叫人家怎么样做……你自己懂了吗?你有什么资格来帮他超度呢?我们是借用观世音菩萨的法力来帮助别人超度。因为你的功德大?因为你的功力大?想想看,你们不懂,师父讲你们,你们还不开心。这个是不是功高我慢?想想看,你们有几个人懂的?你们不都是大师姐、大师兄吗?不懂就是不懂,不懂不能装懂,装懂就是犯罪。误导人家实际上就有孽障。举个例子:你在马路上走,你根本不认识这条路。人家来问你,你怕难为情,给人家随便指了一条路。你说你有没有罪啊?误导罪。所以师父给你们讲,人如果不开悟,都会有罪过的。本来应该明白的道理但是他不明白,他就有罪。很简单。本来应该懂法律的,他不懂,犯罪了吧?有罪吧?你多了解一些法律知识,你就不会犯罪。对不对?因为你不了解法律所以去犯罪了,那你要不要被抓进去啊?那是不是犯罪啊?什么叫佛法?佛有佛的法啊,依教奉行,就是依照佛教的教理来走自己的路,走自己的法。所以我们在人间不能说自己开悟,只是某一个局部开悟。

师父给大家讲“常见”和“断见”。断见是什么?果断,这是好的。实际上这个“断”是迷惑的断。自己以为自己是对的,断然地决定某些事情,我执我见–因为我执著,我见到的东西我就认为它是这样的。想想看,有多少人在生活当中明明自己做错了事情,因为他是男人、他是老公、他是孩子的爸爸,他就认为自己是对的。明明错了都不肯承认,这叫错上加错。所以不能有我执。“断见”是什么意思?很多人意念当中以为是对的,这就产生了自说佛理,产生偏见。以为我学的佛法是对的,然后讲出来一套一套的,最后呢,他自己偏了他还不知道。

现在很多人学佛学理总以为自己是对的。有多少人执著地学佛,他会说自己是错的吗?明明自己做错事情了,硬要说自己是对的。明明自己把佛法很多的句子断章取义来讲这个不好,来讲那个不好,他对吗?所以学佛人首先要学会克制。师父给大家讲,比如你自己认为佛法烧一柱香是可以的,烧三柱香也是可以的。每位菩萨我要烧一柱香,这么多菩萨我也烧一柱香,请了很多佛菩萨来到家里以为就可以保佑自己了。你懂吗?正因为以为是对的,所以有一个人才会请到两百多尊佛菩萨到他家里,还要问台长怎么办。师父告诉他,最好造一个大一点的庙全部供起来,你请回来了就得好好供。就像师父一样,招徒弟不慎重,师父自己不也是吃苦头啊。你们会问:“师父,你不是有天眼吗?你招徒弟为什么不慎重啊?”那你们说,耶稣手下有个徒弟犹大为什么最后会把耶稣害死啊?因为耶稣是圣人,他有慈悲心,他总是原谅人家,跟师父是一样的。每个人都自己好好想一想,不要总以为自己是对的。

师父认识一个人,在家里这边供基督,那边供观世音菩萨,再边上供穆罕默德,把所有的菩萨都供在家里,烧起香来就是一把。这叫什么?这叫什么都不懂还要装懂。那天师父给他讲了一句话,他比师父还会举例子呢。他说:“台长啊,到了领导岗位,跟每个领导都去打个招呼多好啊。”这就叫偏执。所以要明白:我们要正见,要明白正见与邪见。邪见就是你见到的东西都是不正的,正见就是你见到的所有东西都是正的。你怎么去了解呢?你怎样明白这是正的,那是邪的呢?只有开悟本性的人才能知道什么是正的什么是邪的。你们过去学这么多,你们知道什么叫正什么叫邪吗?很多人还拿佛法去攻击人家,以为自己讲得一套一套的。实际上你拿菩萨的理论去攻击人家,本身已经是偏邪了。佛教是不与人争斗的宗教。

白话佛法第三册,38
https://xlch.org/category/book/fofa/baihuafofa3/128.html?t=1574522614609