Wenda20191124 42:33
*[Wejangan Tubuh Dharma Master: Puluhan ribu umat Buddha yang melatih diri, Yang berhasil menjadi Buddha hanya 1-2 orang, tidak semudah itu berhasil melatih diri menjadi Buddha]*

Telp: Selanjutnya, ada 1 wejangan yang mirip seperti Tubuh Dharma Anda, mohon konfirmasinya.

Wejangan ini mengenai suatu kejadian, ada satu seorang teman sedharma di salah satu perkumpulan belajar bersama, seorang teman sedharma menghabiskan waktu dan tenaganya untuk membimbing dia, mulai dari seorang pemula sampai berhasil menjadi Yigong Hongfa, awalnya dia adalah Yigong yang penuh bekerja sebagai Hongfa, ketika dia mengalami kesulitan ekonomi, para teman sedharma memberikannya bantuan.

Belakangan ini dia tiba-tiba berubah pikiran, dia jatuh cinta, bersiap-siap untuk menikah, dan begitu dia menikah, separuh waktunya akan dihabiskan di rumah tangga dan pekerjaan, sedangkan waktu untuk Hongfa akan berkurang banyak.

Teman sedharma A sangat sedih melihat pilihan hidup yang dia ambil, merasa sangat disayangkan, kemudian Teman Sedharma A menerima sebuah pesan seperti wejangan tubuh Dharma Shifu.

Wejangannya sebagai berikut:

“Untuk orang yang belum tercerahkan, bagaimana mungkin ingin bisa memiliki keduanya? Coba kamu jelaskan kepada saya. Pasti harus memilih. Apa yang dipelajari dalam mempelajari Dharma? Kamu jelaskan kepada saya, adalah demi tidak lagi reinkarnasi kembali, tapi kamu sendiri paham, bahwa kamu tidak sanggup melakukannya, maka tidak ada jalan lain lagi.

Ingin melakukan pekerjaan duniawi, juga ingin mengerjakan urusan Dharma, tidak mungkin, sekarang dia tidak memiliki berkah ini. Ada beberapa orang yang bisa melakukan keduanya bersama-sama, itu pun karena balasan berkah orang itu karena kumpulan berkah dan pahala di kehidupan masa lalu, orang biasa tidak akan memiliki berkah ini.

Coba kamu lihat, jika dia memilih untuk menikah dan keluarga, maka dia akan menghadapi banyak masalah yang dia harus hadapi, dan itu tidak mudah. Mengurusi hal-hal yang berhubungan dengan Dharma dapat diatur, tetapi mengurusi permasalahan keluarga, semuanya adalah masalah, tidak ada jalan lain lagi, siapa yang suruh kamu datang ke dunia manusia.

Para biksu juga adalah manusia, tapi mereka memiliki tingkat pembinaan, demi terlepas dari reinkarnasi, mereka mengorbankan diri sendiri dan keluarga kecilnya untuk membantu orang yang lebih banyak, ini adalah Biksu, ini adalah tingkat pembinaan mereka. Kehidupan manusia akan dihadapi dengan berbagai banyak pilihan, ada orang yang akan naik 1 tingkat jika dia memilih keputusan yang tepat; Jika dia mengambil keputusan yang salah, maka dia akan terus dimarahi orang lain.

Hidup adalah reinkarnasi, sebuah pusaran yang terus menerus berputar-putar dan tak bisa keluar, sangat sangat sedikit orang yang bisa keluar. Maka dari itu, mengapa Shifu berkata ‘Ada Puluhan ribu umat Buddha yang melatih diri, tapi hanya 1-2 orang yang berhasil’? Tidak semua orang yang setelah berhasil mendengar Dharma, lalu melatih diri dan pasti akan menjadi Bodhisattva, Buddha, semua itu adalah nasib, semua itu adalah atas kesadaran masing-masing.

Jika tingkat kesadaran kamu tidak tinggi, tidak memiliki latar belakang yang tidak baik, seharus bisa lebih menghargai jika kehidupan sekarang bisa mendengar Ajaran Dharma, dan alih-alih melepaskan ajaran Dharma demi urusan pribadi, yang kamu tinggalkan bukanlah Ajaran Dharma, tapi nyawa kebijaksanaan kamu sendiri.

Tidak hanya kamu merasa kasihan dan sangat disayangkan, tapi apa perasaan Buddha Bodhisattva akan hal ini? Sepenuh hati kamu membimbing dia agar bisa menjadi seorang Hongfa yang elit, tapi akhirnya dia memilih jalan hidup yang lain karena sebab akibat perasaanya, Bodhisattva pun juga merasa sangat disayangkan.

Dia sendiri tidak akan merasakan apapun, dia akan merasa akan terus belajar Dhama, selanjutnya juga akan pergi melintasi orang lain, memasang altar, merasa tidak ada perubahan dalam hidupnya. Tapi mengapa semua orang merasa khawatir akan pilihannya? Juga tidak ada gunanya menasehati dia, hatinya tidak lagi berada disini, dia sudah membayangkan ‘Kenikmatan di masa depan’, apa gunanya berbicara lebih banyak lagi? Bukankah lebih baik kamu mengatur tim, dan mengulang membimbing orang baru lagi, lalu melakukan Hongfa dengan baik, begitu saja.

Tidak perlu bersedih hati, semuanya dijalani sesuai jodoh, hadapi dengan tenang, tidak apa-apa, bukankah masih banyak Murid yang mengkhianati Shifu? Shifu pun juga merasa sedih, tapi semua itu harus dilalui, dan semua akan lewat.

Setiap orang memiliki pilihannya sendiri, kita tidak bisa menggangu orang lain, apakah mereka belajar Dharma atau tidak, kita semua akan menyukai kamu, mengagumi kamu, ‘Memiliki hati yang luas dan tidak ada keegoisan’, tidak apa-apa, itu pun juga bukan perpisahan hidup dan mati yang dimana tidak akan saling berjumpa lagi, apa yang harus dikhawatirkan.

*Tidak begitu mudah untuk bisa berhasil melatih diri menjadi Bodhisattva, kamu kira kamu sudah Belajar Buddha, kamu adalah seorang Murid, maka kamu pasti berhasil melatih diri? Perjalanan Hongfa sangat berat, sangat sulit.*

Banyak orang yang belajar Dharma, lalu ketika timbul sedikit masalah, rintangan setan menghampiri, ada banyak orang yang mundur, apakah kamu bisa menyelamatkan mereka semua? Apakah kamu akan mengasihani dan membawa mereka kembali? Apakah kamu memiliki kemampuan itu? Bahkan kamu sendiri pun tidak tahu apakah akan berhasil melatih diri atau tidak, apakah ada gunanya jika kamu masih terus disini dan bersedih? *Kamu kira begitu mudah menjadi seorang Bodhisattva? Hanya membaca paritta lalu berhasil melatih diri? Memasang altar lalu semua karma buruk hilang?* Semua itu harus dilakukan setahap demi setahap.

Bagaimana bisa berhasil jika tidak melakukannya? Apakah kamu menjadi seorang Bodhisattva tapi tidak pergi keluar? Apakah bisa jika saya hanya duduk diam di stasiun radio meminum teh dan menjawab telp orang, tapi tidak pergi keluar? Tidak mengandalkan keinginan Shifu untuk melakukannya, dan hanya mengikuti acara seminar Dharma, apakah bisa? Mengandalkan orang-orang dirumah yang hanya melintasi beberapa orang saja, tingkatan kamu terlalu jauh dibawah, bahkan kamu masih mengkhawatirkan orang lain, coba kamu pikirkan apakah kamu bisa melatih diri kamu sendiri sampai ke atas.

Segala sesuatu yang ada di duniawi adalah palsu, semua adalah kosong, hanya pahala yang pada akhirnya bisa membuat kamu naik ke atas, dari semua ini yang terpenting adalah ketulusan hati, orang yang tulus maka pahalanya pun juga besar. Shifu pergi yah.”

Mohon konfirmasinya Shifu.

Master: Woah, orang ini sungguh hebat! Pesan yang dia terima adalah wejangan Shifu!

Telp: Benar, bahkan nada bicaranya pun sama dengan yang Shifu ucapkan setiap hari.

Master: Semua itu adalah benar. Mengapa orang ini bisa begitu hebat! Dia masih bisa mengingatnya. Boleh menyebarkan wejangan ini, ini adalah wejangan Shifu.

Telp: Baik, Terima Kasih Shifu. Ada beberapa orang yang pergi Hongfa dan melakukannya dengan baik, tetapi tidak memiliki keahlian urusan duniawi, apa penyebabnya? Apakah karena memang dia ditakdirkan untuk Hong Fa?

Master: Ada beberapa orang yang turun dari atas langit, maka cara Hong Fa akan bagus.

Ada orang yang berasal dari reinkarnas manusia, kembali dari 6 alam reinkarnasi, walaupun bisa dihitung sudah mendengar ajaran Dharma, tetapi itu adalah beberapa kali dari kehidupan lampau pernah mendengar Ajaran Buddha Dharma atau bagaimana.

Telp: Oh. Misalnya jika dia berasal dari alam manusia, berarti di kehidupan masa lampau juga berasal dari alam manusia, karena dia pernah dari alam manusia, jadi dia lancar dalam urusan duniawi?

Master: Benar.

Telp: Oleh karena itu, karena dia terus reinkarnasi, itu membuat dia sangat ahli di bidang mengurusi duniawi?

Master: Benar, memang seperti itu.

Telp: Jika dia berasal dari atas langit, yang dimana balasan berkahnya sangat besar, mengapa dia tidak bisa melakukan pekerjaan duniawi dengan baik? Misalnya pekerjaannya tidak lancar…

Master: Sangat mudah, dia berasal dari atas langit, sudah pasti dia tidak lancar menjalankan urusan duniawi. Coba kamu bayangkan, di atas langit sana semuanya lancar, bisa mengerjakan apa yang kamu inginkan, lalu turun ke dunia manusia, yang dimana keadaannya berbeda dengan disana.

Contohnya, seorang anak kecil yang terlahir sangat lucu, begitu polos, dia akan mengatakan apa yang ingin dia katakan, lalu perlahan-lahan dia tumbuh dewasa dan memasuki dunia sosial, apakah menurut kamu dia bisa seenaknya mengatakan apapun?

Telp: Tidak bisa.

Master: Dia bisa mati dikerumunin dan dipukuli oleh orang-orang disekitarnya.

Telp: Baik, Terima Kasih Shifu. Teman Sedharma yang ingin menikah, itu adalah jodoh dia, pilihan dia, tetapi bagi orang yang ingin berhasil melatih diri di 1 kehidupan, pada akhirnya bukankah harus bersedia untuk memutuskannya? Bersedia untuk melepas begitu banyak hal, waktu, energi…

Master: Hari ini kita melepaskannya, melihat manusia setingkat lebih rendah sedikit, ok? Menggunakan perumpamaan yang tidak enak didengar yaitu, seperti anjing, babi dan kambing, jika kamu reinkarnasi menjadi kambing, bukankah kamu akan melahirkan anak kambing?

Hari ini kamu adalah manusia, maka kamu harus melahirkan seorang anak, benar tidak? Dan kamu akan menderita.

Jika hari ini kamu memiliki tingkat seorang Bodhisattva, apakah kamu akan melahirkan anak?

Telp: Mengerti, baik, jadi harus belajar untuk menjadi seorang Bodhisattva.

Master: Mengapa kamu harus belajar menjadi seorang biksu? Mengapa begitu banyak biksu di kuil? Coba kamu jelaskan kepada saya.

Telp: Karena mereka ingin menjadi Buddha, oleh karena itu rela melepaskan duniawi, melepaskan cinta kecil, melepaskan perasaan duniawi.

Master: Apakah mereka benar?

Telp: Benar.

Master: Apakah mereka baik atau tidak?

Telp: Baik, jika dalam segi ingin menjadi Buddha maka itu sangat baik.

Master: Apakah kita harus belajar dengan baik atau buruk?

Telp: Belajar yang baiknya, terus berjalan naik ke atas.

Master: Maka belajarlah. Sangat mudah. Menurut kamu apakah lelah melakukan perbuatan baik? Apakah capai membantu orang? Dimarahi orang, tetapi apakah kamu mau melakukan perbuatan baik?

Telp: Mau, harus terus melakukannya.

Master: Seperti itulah. Jika kamu dimarahi oleh orang lain apakah itu berarti kamu tidak akan melakukan perbuatan baik lagi?

Telp: Harus terus melakukannya.

Master: Ada seorang Biksu yang menolong seekor kalajengking, Kalajengking itu menusuk tangannya dan membengkak, orang-orang berkata: “Untuk apa kamu menolong kalajengking itu? Apa urusannya dengan kamu? Untuk apa kamu menolong dia? Kamu lihat, pada akhirnya dia malah mengigit kamu.”

Apa jawaban Biksu?

“Sifat dasar kalajengking memang senang mengigit orang, tapi sifat dasar praktisi Buddhis adalah welas asih, jangan karena sifat kalajengking yang tidak baik mengigit tangan orang, lalu merubah sifat dasar manusia kita yang welas asih.”

Telp: Benar.

Master: Baiklah.

Telp: Sebenarnya ini adalah harus kembali ke 如如不动 (Tidak bergerak), tidak merubah sifat awal kita, tidak merubah hati awal kita untuk mempelajari Dharma.

Master: Benar. *Kamu belajar Dharma, suami kamu tidak belajar Dharma, sepanjang hari suami kamu memarahi kamu, memukuli kamu, tapi kamu tidak bisa karena perilakunya yang tidak baik, dan kamu malah berbalik memarahi dan memukuli dia.*

Telp: Benar, tidak boleh.

Master: Karena kita adalah orang yang belajar Dharma, kita tidak boleh memukul orang lain.

📣📣📣师父法身开示:修佛者千千万,成佛者一两个,修好自己,修成没那么简单🙏🏻🙏🏻🙏🏻

问:接下来有一个好像是您的法身开示,请您验证一下。这个事情有个前提,某个共修组的有位同修,共修组的师兄花了很多精力培养他,让他从初学者到弘法精英,他本来是专职弘法,他经济困难的时候,共修组师兄还会给予他帮助。最近他突然改变心意,恋爱了,准备结婚,一旦他结婚生子,大半精力都会在家庭和事业上,弘法精力肯定会减少很多。共修组的一位A师兄对他的选择非常难过,感觉很遗憾,然后A师兄接到了好像师父您的法身的开示。

开示如下:“对于一个不开悟的人会想两者皆拥有,怎么可能?你告诉我。必须要取舍。学佛学法为了什么?你告诉我,为了超脱六道,而你明白,你却做不到,那没办法。人间的事情也得做,佛法的事物也想管,不可能的,现在他没有这个福气。有些人的确可以兼顾着两样一起,但是那也是人家前世积福积德的福报,一般人是不会有这个福气的。

你去看好了,他如果选择了婚姻和家庭,就面临着烦恼接踵而来,不是那么简单的。处理佛法上的事物可以井井有条,处理家庭就会全是烦恼了,没办法的,谁让你出生在人间呢。

法师也是人,人家有境界,人家为了超脱而牺牲自己的小家去融入大家,这就是法师,这就是境界。人生面临着很多的选择,有的人选择对了,就一步登天;有人选择错了,就遗臭万年。

人生就是轮回,转来转去出不去就是一个漩涡,能够走出来的人少之又少。所以,为什么师父说‘修佛者千千万,成佛者一两个’呢?不是所有的人闻到佛法,修了就一定成菩萨、成佛的,都是命,都是自己的觉悟。

自己悟性不高,来历又不好,今生闻到佛法本应该珍惜,而不应该为了儿女私情而放弃佛法,放弃的不是佛法,而是自己的慧命。不光你觉得可怜可惜,佛菩萨何尝不是如此?用心培养的弘法精英,最后却因为感情的因果而选择另外一条路,菩萨也觉得很可惜了。

他本人不会觉得有什么,会觉得自己还是继续学佛,以后也是要度人、设佛台的,自己本身没有什么变化。为什么大家对他的选择却这样忧心忡忡呢?劝也没有用了,心都不在这儿了,已经想到‘美好的未来’了,说再多有什么用呢?还不如组织好自己的团队,重新培养新人,好好弘法度人就好了。

不需要难过的,一切随缘,心里平静一点,没有什么,不是还有弟子背叛师父吗?师父也是心里难过,不过难过难过就过去了,就没有了。每个人有每个人的选择,我们不能干涉人家,人家学佛也好不学佛也好,我们都是随喜你、赞叹你,‘心中无私天地宽’,没什么,又不是生离死别见不到了,有什么大惊小怪的。修成菩萨没那么简单的,你以为你学佛了,你是弟子了,你就能修成了吗?弘法的路是艰辛的,是不容易的。

学佛的人多了,有一点困难、磨难就退缩的人数不胜数,你都能救吗?你都去可怜他们、带着他们吗?你有这个能力吗?而且自己修成修不成都不知道呢,你还在这儿夜夜哀思愁得不得了,有用吗?你以为成菩萨这么简单的?念念经就修成了?立立佛台就业障没有了?全是一步一步靠行的。

不去做怎么能行?想当菩萨不走出去能行吗?如果我坐在电台里喝着茶水打电话度人,不出去能行吗?不靠师父的行愿去做、去开法会能行吗?靠着在家度几个人,你们差老远了,还为别人操心犯愁,想想自己怎么把自己修上来吧。

人间一切不可得,都是假的,都是空的,唯有功德才是最终上天的通关石啊,一切都是发心最重要,发心大则功德也大。师父走了。”请师父开示。

答:哇,这个人很厉害啊!他接到的是师父的开示

听众:对啊,口气都是师父的平时说话方式

台长:全部都是的。这个人怎么这么厉害啊!他还记得下来。这个可以发出来的,这个绝对是师父的开示

听众:好的,感恩师父。有的人他弘法事情做得非常好,但人间的事情却不擅长,这是什么原因呢?是因为他注定要弘法吗?

台长:有的人天上下来的,他弘法就好。有的人是投人,六道轮回上来的,他就算闻到佛法,只是前世多少世当中曾经有过佛法的这种理念或者怎么样

听众:哦。那是不是比如他是人道来的,他可能之前也在人道,因为经历的人道,对人道的事情比较顺手?

台长:对啊

听众:所以在轮回中,他做人道的事情很擅长?

台长:对啊,就是这样

听众:如果有的人天上下来的,本身应该福报是很大的,为什么人间的事情感觉就做不好呢?比如工作也不顺利……

台长:很简单了,他天上下来,当然在人间不顺利了。你想想看,天上多顺呢,想干吗就干吗,跑到人间来,环境不一样了。举个简单例子,一个小孩子生出来这么可爱、这么天真、这么纯洁,想说什么就说什么,慢慢长大到社会上,你想说什么就能说什么吗?

听众:不可以

台长:被人家打都打死了。被人家排挤都排挤死了

听众:好的,感恩师父。想结婚的同修那是他的缘分,他的选择,但对于想一世修成出六道的人来说,最终是不是还是要不断地舍啊?舍掉很多东西,时间、精力……

台长:今天我们放下,把人再放低一档,好吗?讲不好听一点,狗、猪、羊这一类,你投羊,你是不是一定要生羊崽?那你今天是人,你一定要生人的,对不对?那你苦。你如果今天是菩萨的境界,你会生吗?

听众:明白,好的,就是要学菩萨

台长:你们为什么学法师?这么多的庙里法师为什么要出家?你们来给我解释解释

听众:他们是为了成佛,所以放弃了人间的事情,放弃人间小爱、人间的情爱

台长:那他们对不对?

听众:对的

台长:他们这样好不好?

听众:好,对于成佛来说非常好

台长:那么我们人应该学好还是学不好?

听众:学好的,往高处走

台长:那么就学了。很简单了。你说做好事累不累?帮助别人累不累?被人家骂,那么你要不要做好事?

听众:要,继续做

台长:好了。你被人家骂了你就不做好事了?

听众:继续要做

台长:有一个法师救了一只蝎子,那只蝎子扎了他手一口,结果扎得他肿起来了,人家就说:“蝎子,你去救它干吗?管你什么事?你救它干吗?你看它最后还是咬你。”法师怎么讲的?“蝎子的本质是喜欢咬人,我们学佛人的本质是慈悲,我们不能因为蝎子的咬人不好,来改变我们的慈悲的本性啊。”

听众:对,是的

台长:好了

听众:其实这个也回到如如不动,我们的初心不改,学佛初心不改

台长:对啊。你在学佛,你老公没学佛,你老公天天骂你、打你,那你不能因为他做的不好事情,你也天天骂他、打他啊

听众:对,不可以

台长:因为我们是学佛人,我们不能打人家。
📻Wenda20191124 42:33