Kutipan BHFF 8, Bab 32, Berbuat karma adalah sedang menanam sebab

*Kutipan BHFF 8, Bab 32, Berbuat karma adalah sedang menanam sebab.*

Orang yang melatih diri tidak boleh berbuat karma. Karena reinkarnasi manusia semua berdasarkan karma untuk menentukan “Jie Shu” (Kalpa) misalnya: kamu memiliki berapa banyak kalpa, dan kamu akan masuk ke neraka;

Kamu memiliki berapa banyak kalpa, dan kamu reinkarnasi ke dunia manusia;

Kamu memiliki berapa banyak kalpa, dan kamu reinkarnasi ke alam binatang, inilah yang dimaksud dengan “Jie Shu”.

*Link pendukung “Jie Shu”*
Kalpa: https://baike.baidu.com/item/%E5%8A%AB%E6%95%B0/5270799

Darimana datangnya Kalpa? Kalpa banyak berarti perbuatan karma dia banyak, melakukan satu perbuatan baik disebut menanam karma baik, melakukan satu perbuatan buruk disebut menanam karma buruk, semakin banyak melakukan karma buruk, maka Kalpa kamu akan semakin banyak.

*Jika di kehidupan sekarang ini, setiap tahun kamu mengalami rintangan besar,* maka itu berarti di kehidupan masa lampau kamu adalah seorang yang sangat buruk melakukan 10 perbuatan jahat, telah melakukan begitu banyak perbuatan jahat; Seseorang yang kalpanya semakin sedikit, itu berarti di kehidupan lampau, orang ini melakukan sedikit perbuatan karma buruk.

Seseorang yang senang membicarakan kejelekan orang lain, maka dia akan sering mendapat masalah, sering dibicarakan oleh orang lain. Mengucapkan satu kalimat menjelekkan orang lain, itu berarti sudah satu kali melakukan karma buruk, dua hari berselang, dia akan dijelekkan oleh orang lain, ini adalah satu rintangan dia. Jika kamu tidak pernah mengatakan kejelekan orang lain, maka kamu tidak akan ada rintangan, selamanya orang lain tidak akan bermasalah dengan kamu, tidak akan ada orang yang menjelekkan kamu, itu berarti kamu tidak ada rintangan.

Orang yang sering berbuat karma, hidupnya di 6 alam reinkarnasi tidak memuaskan, hidupnya hanya akan dipenuhi oleh dua kata, itu adalah “Fan Nao” (Masalah).

Banyak orang yang benar-benar sedang membuang waktunya, mengira dirinya benar, tidak peduli apa yang orang lain katakan, pikirannya akan memikirkan berbagai macam hal, pemikiran dia sendiri terhadap masalah, harus dipahami, *jika kamu memahaminya dengan benar maka itu tidak ada masalah, tetapi jika kamu salah berpikir maka itu sedang berbuat karma.*

Orang lain mengatakan 1 kalimat, lalu kamu berkata “Hehe” , dan tersenyum 2 kali, memandang rendah orang lain, meremehkan, berprasangka buruk kepada orang yang keras kepala, *Langit mengetahui semua pemikiran ini, oleh karena itu jangan sembarangan berpikir. Sembarangan berpikir akan menimbulkan masalah, Pemikiran praktisi Buddhis harus lebih bersih daripada ucapannya, itu baru benar.*

Harus mengerti, arti sebenarnya dari kehidupan, sebenarnya adalah untuk membayar hutang, itu adalah mengikis karma, agar di kehidulan selanjutnya bisa kembali ke tempat asal kita, jangan lagi terus reinkarnasi seperti ini, terlalu menderita.

Bayangkan, apakah menderita di musim panas? Ketika musim dingin? Belajar? Bekerja? Coba bayangkan ketika kamu ribut dengan orang lain, apakah tidak menderita?

Bahagia ketika mengenang kebahagiaan dan sedih ketika mengenang yang tidak baik, menderita ketika melahirkan anak, mana yang tidak menderita disaat lahir, tua, sakit dan mati? Menderita ketika gigi sakit. Ketika baru lahir, tidak bisa mengungkap apa yang diutarakan, menderita kan? Orang ketika sudah berumur, menderita kan? Mengajak dia pergi keluar untuk berjalan-jalan, dia tak lagi bisa berjalan, mengajaknya untuk pergi mendaki gunung, ok? Dia tidak lagi bisa mendaki.

Apalagi jika membicarakan tentang jatuh sakit, sangat sangat menderita. Yang paling menakutkan adalah kematian, tidak ada yang ingin meninggal, yang ada hanyalah penderitaan.

*Harus bisa menghilangkan semua penderitaan ini, maka jangan takut untuk menjaga sila:* Jangan merokok, jangan minum minuman beralkohol, jangan sembarangan berhubungan, tidak mencuri, tidak berbohong.

Tidak pernah mencuri barang orang lain, selamanya dia akan murni, Shifu menggunakan bahasa sehari-hari menjelaskan ajaran Dharma memang seperti ini, jika kamu tidak mencuri barang orang lain, mengapa kamu harus takut ditangkap orang lain? Hanya ketika kamu benar telah mencuri barang orang lain, maka selamanya kamu akan takut ketahuan oleh orang lain, oleh karena itu, untuk apa kamu menanam sebab lagi?

*Banyak orang yang memahami aturan ini, lalu bagaimana melakukannya agar hatinya tetap bersih dan tak lagi melanggar sila?* Semua orang mengerti konsep ini, tapi apakah kamu sanggup melakukannya?

*Itu harus melihat seberapa besar tekad kamu.*

Banyak orang yang berpikir ingin ujian, lalu langsung berpikir, Walaupun bagaimana pun ujian kali ini saya harus mendapatkan nilai bagus, setiap pagi bangun lebih pagi, inilah yang disebut *tekad.*

(Contoh lainnya)
Jika saya tidak bisa mengerjakan hal ini dengan lebih baik lagi, maka habislah sudah, Atasan berkata, Berikan kamu waktu 1 minggu lagi, jika masih tidak ada hasil dalam 1 minggu, maka kamu akan dipecat, Jika orang ini memikirkan cicilan rumah, maka dia akan bekerja lebih keras lagi, menampilkan performa terbaiknya, dengan begitu dia akan terus dipekerjakan oleh atasan, benar tidak?

Disaat seseorang tidak dalam keadaan terdesak, dia tidak akan setulus hati mengerjakannya, banyak orang berkata, *dia tidak akan meneteskan air mata jika tidak melihat peti mati,* memang benar seperti itu.

Harus mengerti apa kelemahan diri sendiri, berperang dengan sifat buruk diri sendiri, jangan melakukan hal yang tidak boleh dilakukan.

Ketika tidak bisa menahan diri ingin memarahi orang lain, pukul mulut kamu sendiri, mengapa? Sangat mudah, karena harus memiliki ketetapan hati, harus ada ketekunan.

Mengapa saya selalu menjadi orang yang mengecewakan orang lain, hanya sedikit sifat buruk ini saja, mengapa saya tidak bisa merubah diri saya sendiri? Mengapa saya begitu memalukan? Saya tidak boleh jadi orang yang memalukan.

Seseorang yang tidak memiliki ketekunan hati, tidak cukup memiliki tekad, maka dia akan terus menerus melakukan kesalahan, kamu akan terus melanggar sila, *Belajar Dharma harus mengandalkan stamina.*

修行人不可造业。因为人的转世、投胎、轮回,都是依照着每个人业力来定的劫数,比如说,你拥有多少劫,你会下地狱;你拥有多少劫,你会投人;你拥有多少劫,你会变畜生,这个就叫劫数。劫数是怎么来的呢?劫数多就是造业多,做一件好事叫造善业,做一件坏事叫造恶业,恶业造得越多,那么你这个人的劫数就越多。如果你这辈子每年都有大劫,那说明你上辈子是个十恶不赦的大坏人,造了很多恶;一个人的劫数越少,说明这个人上辈子造恶业少。一个嘴巴喜欢讲别人不好的人,他会天天惹麻烦,天天被人家讲。他嘴巴讲人家一句不好,就是造一个恶业,过两天,他被人家讲,就是他的一个劫。你从来不讲人家不好,你就没有劫,人家永远不把你当回事,没有人说你不好,那你就没有劫。

经常造业的人,在六道轮回当中一切不如意,所拥有的只有两个字,那就是“烦恼”。很多人真的很浪费时间,自以为是,不管人家讲什么,自己脑子里都在想各种点子,和你自己对事物的理解,要知道,你想得对没有关系,想得不对就造业了。人家讲一句话,你就“嘿嘿”笑两声,看不起别人,不屑一顾的,对人执著偏见,这种意念天上全部知道的,所以不能乱想啊,乱想会出事情的,学佛人的思维应该比语言还要干净才行。

要明白,人生真正的意义,实际上就是来还债,就是消业,让我们下辈子回到我们应该回到的地方,不能再这么轮回了,吃了太多的苦了。想想夏天苦不苦?冬天苦不苦?读书苦不苦?打工苦不苦?再想想自己跟人家吵架的时候,难过不难过?想想好的时候开心,不好的时候多难过,生孩子多痛苦,生老病死哪个不苦啊?牙齿痛也苦啊。刚生出来的时候,想说话讲不出来,苦不苦啊?人老了苦不苦?叫他出去走一走,走不动了,跟我们一起去爬山,好吗?爬不动了。生病了,更不要说,苦不堪言啊。死了更可怕,都不想死啊,只有痛苦。要去除这些苦,那就不要怕守戒:不抽烟,不喝酒,男女之间的事情不乱来,不偷盗,不妄语。不偷人家的东西,永远人都是干净了,师父用白话讲佛法就是这样讲的,你不偷人家的东西,你为什么还怕被人家抓到啊?你只要偷过人家的东西,你永远会害怕被人家抓到,所以为什么还要去造因呢?

学佛也是这样的,你守住戒律,你还怕会死吗?我吃得干净,我穿得干净,我用得干净,我做人干净,什么都干净,你会死吗?心中干净的人,一定会长寿。吃人家活的东西,你就不干净了,杀掉人家来吃人家的肉,想想看,你干净吗?最近叙利亚打仗,反对派武装把打死的人的肝脏挖出来煮着吃,照片上都有的,想想看,这些事情都是人做的吗?人不能吃人,难道小动物就可以吃了吗?你们看看狗多可怜啊,它也识人性啊,狗就像一个不会讲话的哑巴孩子一样,心里什么都明白,难道你就可以吃狗肉吗?什么理论啊,这样的话你活得好吗?守戒就是成就佛道的根本,必须守戒,不该讲的话就是不能讲,看见这个人喜欢得不得了,咬咬牙,心里再怎么想,就不做,强烈克制,数一、二、三,赶紧离开,坚强一点,自己跟自己作斗争,抽自己的嘴巴,我怎么这么不争气,我是个没有出息的东西。

很多人明白这个道理,但是怎么样来做到让自己的心清净而不犯戒呢?说道理谁都知道,你到底怎么做到啊?那就要看你自己的愿力够不够。很多人一想到要考试,心里想,我无论如何这次考试要考好,天天早上很早就起床,这就是有愿力啊。我这个人再不把这件事情做好了,我就完了,老板说了,再给你一个星期,如果一个星期还没有结果,你就要被解雇了,如果他一想到还有房子要还贷,他马上抓紧工作,表现积极,这样才能被老板留下来,对不对?人不到节骨眼上是不会用心的,很多人说,不见棺材不掉泪,真的是这样,一定要懂得怎么样跟自己的惰性、跟自己的毛病作斗争,不该做的坚决不能做。嘴巴又骂人了,抽自己的嘴巴,为什么呢?很简单,要有决心,要有恒心。我这个人怎么这么不争气啊,就这么一点毛病,我怎么就改不了啊?我怎么这么丢人?我丢不起人啊。一个人的恒心不够,愿力不够,所以你才会犯错,你才会犯戒,学佛是要靠毅力的。

白话佛法第八册,32、造业就是种因