Kutipan BHFF 11 Bab 29 *[Bersungguh-sungguh melatih diri untuk memiliki kebijaksanaan yang sesungguhnya]*

Banyak orang yang melatih diri sepanjang hari, tetapi tidak mengetahui *pentingnya dari pelatihan diri.* Yang terpenting dari pelatihan diri adalah kamu harus memahami tentang “Kesadaran” (Liao Wu/了悟).

Yaitu, saya mengetahui bahwa tidak ada kehidupan dan kematian, harus menembus pandangan akan kehidupan dan kematian.

Kedua, harus memahami akan hukum sebab akibat mengakibatkan reinkarnasi.

Apa itu “Sebab Akibat”? Yaitu menanam sebab dan memanen akibat.

Apa yang dimaksud dengan “Menyebabkan reinkarnasi”? Yaitu segala sesuatu hal pasti akan berputar terus menerus. Hari ini kamu memilikinya, esok hari akan kehilangannya, lusa akan mendapatkannya lagi, terus menerus berputar-putar.

Sama seperti dengan sebuah kondisi di satu keluarga, hari ini baik, esok hari bertengkar… oleh karena itu, *Karma buruk terus mengikuti tubuh kita, tidak akan pergi.*

Banyak orang berkata: *”Saya tidak mempunyai karma buruk.”* Itu adalah hal yang tidak mungkin. Karena karma buruk akan terus mengikuti tubuh kamu dan tidak akan melepaskan kamu, Jika kamu bukanlah seseorang yang melatih diri, maka karma akan semakin lama akan semakin terkumpul banyak.

*Mengapa banyak orang yang kesehatannya semakin lama semakin memburuk?* Karena dia tidak melatih diri, maka karma buruknya akan terkumpul semakin banyak.

Oleh karena itu, harus menggunakan pemikiran yang benar untuk melihat semua permasalahan di duniawi ini dengan *pandangan terbalik.*

Apa yang dimaksud dengan *pandangan terbalik?* Yaitu Karma yang terkumpul semakin banyak, tetapi saya semakin tidak melatih diri dengan baik. Ini adalah cara terbalik untuk melihat masalah ini.

*Pelatihan diri saya semakin baik, maka karma saya akan semakin berkurang. Ini adalah cara pemikiran yang benar.*

Jika cara berpikir kamu tidak benar, seperti “Saya tidak mau melatih diri, toh karma saya semakin lama semakin banyak.” Ini sama seperti membayar cicilan rumah, bunga pinjaman akan semakin banyak, seumur hidup ini tidak akan sanggup melunasinya, hutang semakin menumpuk. *Ini adalah pemikiran negatif.* Oleh karena itu, harus bertobat akan karma diri sendiri. *Membaca paritta bisa menghilangkan banyak karma buruk, asalkan jangan melakukan perbuatan karma baru, barulah Berkah dan Kebijaksanaan akan meningkat.*

Shifu akan menjelaskannya kepada kalian, orang yang memiliki karma, kebijaksanaannya akan semakin berkurang, kalian harus mengingat poin ini.

Disaat karma orang itu berat, tingkat kebijaksanaannya akan semakin berkurang. Disaat orang itu sepanjang hari ribut dan sedih, sebenarnya kebijaksanannya tidak ada, tidak bisa memikirkan jalan keluar.

Oleh karena itu, bagaimana bisa membuat karmanya berkurang?

Cara yang paling mudah adalah menjaga pikiran ucapan dan perbuatan diri sendiri, jangan biarkan mulut, tindakan dan pikiran terhadap karma buruk semakin berkembang.

Maksudnya adalah jika hari ini kamu mengetahui bahwa kamu memiliki karma, jangan biarkan karma itu berkembang terlalu cepat, jangan biarkan karma itu berkembang terus, jika tidak Bodhisttva tidak akan bisa memberkati kamu, Dewa Pelindung Dharma juga tidak bisa memberkati kamu, karena karmanya terlalu banyak, menghambat Nyawa Kebijaksanaan kamu, *maka dari itu kamu harus mengontrolnya.*

Shifu kemarin berkata, pada akhirnya, keempat macam 见闻觉知 (penglihatan pendengaran, perasaan dan apa yang kita tahu) tidak berguna bagi pelatihan diri seorang praktisi Buddhis.

见闻觉知 adalah apa yang kalian lihat, dengar, rasakan dan yang kalian tahu di masyarakat.

*Karena, yang kalian tahu adalah semua barang duniawi, kamu tahu maupun tidak mengetahuinya, tidak akan ada artinya bagi kamu.*

Shifu bertanya kepada kalian sekarang, disaat kalian meninggalkan duniawi, masih ada banyak barang yang tidak kalian ketahui, sama seperti orang yang berkata “Nanti ketika saya meninggal nanti, masih banyak negara yang belum saya kunjungi”, Tetapi kamu masih tetap akan meninggal, inilah konsepnya, Semua negara yang telah kamu kunjungi tidak akan berguna terhadap hidup dan mati kamu.

Praktisi Buddhis harus 实修 (Bersungguh-sungguh dalam melatih diri), barulah bisa memiliki kebijaksanaan yang sesungguhnya, jangan membiarkan pikiran kita bergerak terlalu hebat.

“实修” adalah Bersungguh-sungguh dalam melatih diri. Semua pelatihan diri pasti akan ada reaksinya. Kalimat ini berarti, apa yang kamu latih di hari ini, suatu hari pasti akan mendapatkan sesuatu;

Hari ini kamu berdana, dana dharma, dana uang, dana tenaga, dan orang lain akan mengembalikan apa yang telah kamu danakan, ini yang disebut dengan “Reaksi”.

Hari ini kamu sangat bersih, hati kamu seperti seorang Bodhisattva, dan dengan cepat Bodhisattva akan merespon kembali welas asih kamu, Bodhisattva akan menggunakan kekuatan welas asih yang lebih besar lagi untuk menolong kamu, inilah reaksinya.

Setelah mendapatkan reaksi ini, maka akan menghilangkan seluruh malapetaka, bencana dan malapetaka orang ini akan hilang.

Apa yang dimaksud dengan “Hilang”? *Malapetaka yang harusnya dialami di dalam nasib seseorang, yang tidak akan bisa lari dari malapetaka ini, lalu pada akhirnya, karena kerja keras kamu, malapetaka ini akan hilang, tidak ada lagi. Ini lah yang dimaksud dengan “Hilang”.*

Bukan berarti Malapetaka ini tidak ada, sebenarnya malapetaka ini tidak bisa dipadamkan, karena ada rintangan ini, maka pasti akan ada kesusahan ini.

Sebagai praktisi Buddhis harus bisa mengontrol perasaannya, harus mengerti untuk 尊师,尊法,真愿,实心. Yaitu, harus menghormati Gurunya sendiri, menghormati Dharma yang dipelajarinya, memiliki tekad yang sebenarnya, dan memiliki hati dan niat yang baik. Ada satu kalimat yaitu “实心是道场”, “实心” adalah memiliki hati dan niat yang baik.

Setiap hari dunia terus berubah, semua benda adalah tidak nyata dan tidak kekal, kita harus menggunakan kebijaksanaan untuk melihat benda tidak nyata dan tidak kekal di duniawi ini menjadi *”无中生有、有中化无、转化意念、借假修真”.* Apa yang dimaksud dengan 16 huruf ini?

Artinya adalah, kita terlahir ke dunia ini, walaupun kita memiliki sifat dasar, tetapi karena kita kehilangan arah di duniawi ini, maka kita harus melatih Sifat Kebuddhaan kita dalam 5 Nafsu dan 6 Debu di duniawi. Inilah yang disebut dengan *“无中生有”,* ini bukanlah sebuah kata konotasi.

Kalimat kedua adalah *“有中化无”*, apa yang dimaksud dengan kata “有” disini? Yaitu semua keserakahan, kemarahan, kebodohan, kelambatan dan kecurigaan, kita harus bisa menguraikannya semua, menguraikannya sampai habis tak bersisa, lalu menimbulkan hati Bodhi, menghilangkan hati kebencian.

Setelah itu *”转化意念”*, harus bisa belajar untuk merubah semua pemikiran. Hari ini kamu tidak bahagia, maka kamu harus bisa belajar untuk merubah perasaan hati kamu. Hari ini kamu ingin bertengkar, kamu harus bisa belajar untuk merubahnya, untuk segala sesuatu hal harus bisa belajar untuk merubahnya.

Apa yang dimaksud dengan *“借假修真”?* Hari ini kita menggunakan Tubuh jasmani yang palsu ini untuk hidup sampai 80-90 tahun, kita harus bisa menggunakan “tubuh pinjaman” ini untuk *lebih banyak berbuat hal yang baik, melakukan perbuatan pahala, agar kita bisa benar-benar melatih diri hingga mencapai keBuddhaan.*

Jika tidak lagi memiliki tubuh jasmani ini, kita hanyalah seorang arwah, seorang arwah tidak bisa melakukan sesuatu hal yang nyata, tapi sekarang kita memiliki sebuah tubuh jasmani, dan bisa melakukan segala sesuatu hal yang nyata.

很多人修了半天,不知道修行的重要性。修行最重要的是你要懂得“了悟”。就是我知道了,生死都是没有的,要看破生死。第二,要知道因果导致轮回。“因果”是什么呢?就是种因得果。“导致轮回”是什么呢?就是什么事情都会轮回。今天有了,明天没有,后天又有,轮轮回回。就像一个家庭一样,今天好了,明天吵了……所以业障紧随我们的身体,不会离开的。

很多人说:“我没有业障啊。”那是不可能的。因为业障紧随你的身体不会离开,如果你是个不修行的人,它就会越积累越多。为什么很多人的身体会越来越不好?因为他没有修行,业障就会越积越多。所以要用正思维把人间所有的事物反过来看。反过来看是什么意思呢?就是业障会越积越多,但是我越没有修好,这就是反过来看问题。我越修越好,我的业障会越来越少。这就是正思维。如果你的思维不正,就是说,“我不修,反正业障会越来越多”。就像很多人还房贷一样,利息越来越多,我一辈子还不完,越积越多。这就是负面的思维。所以,要忏悔自己的业障。念经可以去除很多的业障,但是不能再造新业,福慧才能增长。

师父告诉大家,有业障的人智慧会越来越少,这一点你们一定要记住啊。当一个人业障很重的时候,他的智慧越来越少。当一个人天天吵架、难过、伤心的时候,实际上他的智慧已经没有了,什么事情都想不出来了。所以,怎么样能够让自己的业障少呢?最简单的方法就是守好自己的身口意,不要让嘴巴、行为、思维的那种恶业增长。就是说你今天知道自己还有业障,你不能让它长得太快,你不能让它一直这么长下去,否则的话,菩萨是不能加持到你的,护法神也加持不了你,因为业障太多,障碍了你的慧命,所以要控制住它。

师父上次说,见闻觉知对学佛修行最后的果是没有用的。“见闻觉知”就是大家在社会上看到的、听到的、感觉到的和知道的。其实这些知道的都是人间的东西,你知道和不知道对你来讲根本没有任何意义。师父问你们,你们离开人间的时候,很多东西都不知道,就像一个人说“我离开的时候,我很多国家都没去过”,但是你还是要死,这就叫道理,你去过多少国家对你的生死不起任何的作用。

学佛人要实修,才能有真智慧,不要让自己的心动得太厉害。“实修”就是实实在在地修。一切修为一定会相应。这句话的意思就是说,你今天修什么,你就会有什么来:你是一个很纯洁的孩子,你就会有很纯洁的好事来;你今天布施,法布施、财布施、无畏布施,你就会得到别人对你的布施。这就叫“相应”。你今天很纯洁,心像菩萨一样,那么菩萨就能够很快地感应到你的慈悲,菩萨会用更大的慈悲能力来帮助你,所以就相应了。一旦相应之后,就会退散一切灾难,这个人的灾难就会散掉。“散掉”是什么意思呢?本来命根当中注定有的灾难,逃都逃不掉的,但是到了后来,因为你的努力让这个灾难散去了,没有了。“散掉”是这个概念。并不是说这个灾难没有了,实际上灾难是灭不掉的,因为有这个劫,就一定会有这个难。

所以,做人学佛要学会控制好情绪,要懂得尊师、重法、真愿、实心。就是要尊重自己的师父,要尊重自己学的佛法,要有真正的愿力,还要有实实在在的心。所以有一句话叫“实心是道场”,“实心”就是实实在在的心。

这个世界天天在变化,幻化就是无常,我们要用智慧让幻化的人间变得“无中生有、有中化无、转化意念、借假修真”。这十六个字是什么意思呢?就是说,我们出生到这个世界当中,我们虽然有本性,但是我们在人间迷失了方向,我们要在这个人间的五欲六尘当中把真的佛性修出来,这就是“无中生有”,这个词不一定是贬义词。第二句“有中化无”,“有”是有什么呢?就是人间的那些贪瞋痴慢疑,我们要慢慢地把它化掉,化成没有,生出菩提心,化去瞋恨心。然后“转化意念”,就是把所有的想法都要学会转化。今天你不开心了,你一定要转换情绪,今天想吵架,你一定要学会转化,一切都要学会转化。“借假修真”是什么意思呢?我们今天假的身体只能活八十岁到九十岁,我们要借这个身体,赶快来做好的事情、做功德,让自己学到真正的佛。如果我们没有这个身体,我们就是一个灵性,灵性不能做实事,而我们拥有有肉有血的身体,它可以做很多实实在在的事情。

节选白话佛法第十一册,29.真修实修真智慧
https://xlch.org/category/book/fofa/baihuafofa11/781.html?t=1574261099738