BHFF Jilid ke 5, Bab 8 *[Membicarakan tentang tinggi rendahnya kejahatan kebaikan, menguraikan sebab akibat di 3 kehidupan]*

BHFF Jilid ke 5, Bab 8
*[Membicarakan tentang tinggi rendahnya kejahatan kebaikan, menguraikan sebab akibat di 3 kehidupan]*

*Dari lubuk hati terdalam kita harus berpikir untuk menguntungkan orang lain.* Maksudnya adalah dari lubuk hati kita terdalam, ketika mengalami setiap masalah harus memikirkan orang lain, bersikap baik kepada mereka. Saya ingin membantu orang lain, saya harus memberikan manfaat kepada orang lain, *inilah yang dimaksud dengan menguntungkan orang lain.*

Menganggap orang lain sebagai seseorang yang Agung, disebut dengan “Menghargai orang lain seperti dia adalah seorang yang Agung”.

Ketika berpikir tentang semua orang, selalu membayangkan: “Dia adalah orang yang Agung, saya harus menghormati dia.” Selain itu, sesama praktisi Buddhis harus saling menghormati dan menyayangi — kita semua adalah praktisi Buddhis, semua adalah orang yang berhati baik. Walaupun itu antar pasangan, antar saudara kandung, antar senior maupun junior, antar praktisi Buddhis, harus saling menghargai dan menyayangi satu sama lain. *Tetapi berapa orang yang bisa melakukannya?* Harus saling mendukung, jika tidak menghargai jodoh ini, maka jodoh akan berakhir.

Ambil contoh sederhana:
Ketika saling berjodoh itu diibaratkan membeli sebuah mangkuk nasi, disaat nasi itu datang, yang masih hangat, *inilah yang disebut dengan Jodoh.* Terus hidup berjalan mengikuti Jodoh dan menikmati panasnya semangkuk nasi ini, terasa sangat nyaman;

*Jika Jodoh ini akan berakhir,* atau “Nasi ini sudah mulai dingin”, bahkan sudah masuk ke dalam Kulkas, dan ketika mengeluarkan nasi ini di hari kedua, yang terasa adalah butiran-butiran nasi yang keras, yang sama sekali tidak bisa dimakan, sebenarnya ini berarti *Jodoh sudah mau berakhir.*

Maka dari itu, ketika masih berjodoh, hargailah. Setelah jodoh berakhir, walaupun kamu menginginkan nasi baru ini dimakan lagi, Maaf, perut kamu akan terasa tidak nyaman, kamu tidak akan bisa menahan rasa nasi ini. Karena nasi ini sudah menjadi dingin, sudah berubah menjadi keras, tidak ada airnya lagi.

Walaupun kamu menambahkan air panas ke dalamnya, itu hanyalah semangkuk nasi air, yamg diatasnya adalah panas, tapi dibawahnya dingin. Apakah bisa mengerti arti dari perumpamaan ini?

*Arti dari “Xi Yuan” (惜缘) adalah menghargai jodoh.*

Hari ini kalian berjodoh dengan Shifu, maka hargailah jodoh ini. Kalian sesama praktisi Buddhis yang bisa saling menghargai, menghormati, mencintai, melindungi satu sama lain, ini adalah hal yang baik, jangan menunggu sampai jodoh ini tidak ada, lalu merindukannya, sebenarnya disaat itu Jodoh ini sudah berakhir.

Banyak sekali penyelesalan yang terjadi di hidup ini. Yang karena disaat itu saya tak menghargainya, tidak menghargai berkah ini.

Kedua orang tua saya bekerja kerasa seumur hidupnya, semua demi saya, mencukupi semua kebutuhan pangan dan pakaian saya, saya tidak menghargai mereka, dan ketika mereka meninggal, barulah saya tersadar, Mengapa saya tidak baik-baik menghargainya?!

Disaat saya merasakan penderitaan, barulah saya menyadari bahwa kedua orang tua saya telah banyak berkorban demi saya. Disaat orang lain memohon kepada kamu, perasaan bersyukurnya akan timbul.

Sama seperti ketika Shifu bersujud dan membantu kalian memohon, barulah kalian menyadari bahwa Shifu sangat baik, saya rela mengorbankan seluruh jiwa raga saya demi Shifu, kapanpun dimanapun saya memikirkan Shifu;

Dan ketika kamu sudah sembuh, kamu akan biasa-biasa saja kepada Shifu. Inilah yang dinamakan tidak menghargai berkah.

Di jaman masa akhir dharma ini, kalian harus tekun giat dan bahkan harus cepat, jika tidak bisa terus maju maka itu artinya sedang mundur. Jangan ada kehilangan, tapi harus bisa mendapatkan — mendapatkan jiwa kamu.

Kamu harus bisa menahan diri akan barang yang kamu sukai. Tidak melakukan hal yang kamu sukai itu berarti “Menjaga sila”. Jika tidak mendekatinya, maka tidak akan membayangkannya.

Misalnya, Orang yang tidak bisa menahan diri dalam segi keuangan, maka jangan berhubungan dengan uang;

Orang yang tidak bisa melewati ujian dalam perasaan, maka jangan memiliki hubungan perasaan dengan orang itu.

Dalam hal apa orang itu tidak akan bisa melewati ujian ini, maka jangan berhubungan dalam bidang itu, inilah yang disebut dengan “Menjaga Sila”.

Sangat susah untuk merubah sifat buruk diri sendiri! Jika orang ini senang membenci seseorang, lalu kamu meminta dia untuk jangan lagi membencinya, menurut kamu Apakah dia sanggup? Tidak sanggup, sangat susah.

Ambil contoh yang tidak enak didengar: Sama seperti anak kecil yang suka mengompol, dan setelah dewasa pun dia masih mengompol, karena dia sudah terbiasa, sangat susah merubah kebiasaan ini. Konsepnya seperti itu.

Oleh karena itu di dalam hati harus memiliki sebuah tempat, tempat seperti apakah yang dimaksud? Shifu jelaskan kepada kalian, Tempat ini bisa sebuah Vihara, juga bisa sebuah tempat.

Seperti Gunung Pu Tuo Shan, seluruh tempat ini adalah tempat Guan Shi Yin Pu Sa. Di dalam hati harus selalu memiliki tempat seperti ini di hati kamu, begitu kamu memilikinya, maka Bodhisattva baru akan datang.

Contohnya: Bodhisattva menggunakan pesawat terbang untuk menolong kita, jika di dalam hati kita ini tidak ada sebuah Lapangan udara, bagaimana Bodhisattva bisa turun? Kamu harus memberikan sebuah tempat bersih agar Bodhisattva bisa datang menemui kamu, datang ke hati kamu, agar Bodhisattva bisa masuk ke dalam hati kamu untuk membantu dan menolong kamu, kamu harus memberikan sebuah tempat untuk Bodhisattva.

Jika hati kamu tidak bersih, darimana tempat itu akan timbul? Tempat itu adalah kebijaksanaan Buddha. Dengan memiliki kebijaksanaan Buddha maka kamu memiliki sebuah tempat.

Jika kamu pintar menjadi seorang manusia di duniawi, di dalam hati kamu bukanlah sebuah tempat, kepintaran kamu hanyalah sebuah trik, yaitu keuntungan.

Misalnya, mengambil keuntungan dari orang lain, lalu merasa pintar;

Mengambil barang orang lain disaat dia tidak melihatnya, merasa bahagia;

Seharusnya barang ini bukan milik kamu, tapi kamu berpikir segala cara agar mendapatkannya, merasa bahagia;

Seharusnya kamu tidak mengambil uang ini, tapi kamu mendapatkannya, merasa bahagia..

*Lalu setelah kebahagiaan itu berlalu, kepedihan menunggu di belakang — Bahagia terlebih dahulu, lalu Sedih di belakang.*

Kita harus memahami apa itu menyelesaikan masalah dengan tepat (“Zheng Chu” 正处)dan tidak tepat (“Fei Chu” 非处).

“Zheng Chu” (正处) adalah Dengan cara yang benar merubah kebiasaan dan sifat buruk;

“Fei Chu” (非处) adalah Dengan cara yang tidak tepat merubah kebiasaan dan sifar buruk.

Misalnya, Kamu memiliki sebuah kebiasaan yang tidak layak, seperti kamu tidak suka menyikat gigi dimalam hari.

*Jika kamu menggunakan “cara yang tepat” (Zheng Chu) untuk menyelesaikan masalah ini*, kamu akan berpikir jika tidak menyikat gigi di malam hari, lama kelamaan makanan yang terselip di gigi akan membuat gigi rusak, jadi harus menyikat gigi pagi dan malam, dengan begitu gigi akan menjadi sehat. Inilah yang disebut dengan “Menyelesaikan masalah dengan cara yang tepat”, Zheng Chu (正处).

*Bagaimana dengan “Fei Chu” (非处)?*

Adalah tidak mengerti tata krama dan norma. Misalnya diri sendiri mengira: Apa hubungannya, berkumur dimalam hari saja sudah cukup, untuk apa menyikat gigi? Dan akhirnya giginya rusak.

Belajar Dharma juga seperti ini. “Yang penting saya menyembah Buddha saja lah, buat apa membaca paritta?” Lalu terkena masalah, inilah yang disebut dengan Membereskan masalah dengan cara yang tidak tepat, “Fei Chu” (非处).

Jika dengan cara yang tepat, adalah seperti: “Bodhisattva, saya pasti akan membaca paritta, akan melintasi banyak orang, Guan Shi Yin Pu Sa mohon tolonglah saya, saya bersungguh-sungguh ingin agung seperti di tanah suci Buddha.”

Hari ini kalian di GYT, tempat ini sangatlah agung, GYT adalah tempat yang bersih, oleh karena itu disebut Tanah Suci Buddha yang Agung.

 

Mengapa banyak orang yang setelah bervegetarian lalu berhenti? Jika begini, dia akan lebih gawat daripada sebelum dia tidak bervegetarian.

Disaat Shifu pernah membantu orang lain melihat totem, saya melihat ada banyak orang yang pernah menjadi seorang pemimpin, lalu tiba-tiba dia masuk ke penjara, Mengapa?

Karena di kehidupan masa lalunya, dia pernah menjadi seorang biksu di kuil, maka disaat yang sama, di dunia manusia dia akan menjadi seorang pemimpin, menikmati hidup;

Dan disaat dia masuk ke penjara, sebenarnya disaat ini, di kehidupan masa lalunya, setelah dia pergi meninggalkan kuil, dia masih memarahi kuil dan para biksu disana, menjelek-jelekan kuil itu, biksu ini tidak baik, biksu itu tidak baik, selanjutnya balasan yang dia dapat di kehidupan ini adalah tidak mendapatkan pangkat uang apapun, bahkan harus masuk penjara.

Balasan ini bukanlah balasan yang kecil, kamu harus mengerti hal ini! Kamu harus tahu apa yang kamu sedang lakukan! Coba kamu tanya orang yang dipenjara, perbuatan apa yang mereka lakukan sehingga masuk penjara, banyak orang yang menjawab tidak tahu mengapa bisa masuk penjara.

Coba tanya dia, kenapa bisa membunuh orang itu?
Dia menjawab: “Saya tidak tahu mengapa berpikiran ingin membunuh dia.”

Mengapa? Karena pada saat itu rohnya tidak penuh, karena dia tidak memiliki keyakinan, karena dia tidak pernah belajar Dharma, dia tidak mengerti bagaimana menyelesaikan banyak permasalahan duniawi.

Oleh karena itu, ketika menghadapi masalah, kita harus membedakan bagaimana menyelesaikan masalah ini dan bagaimana jika tidak menyelesaikan masalah ini.

*Kita harus tahu, Apa yang harus dilakukan agar tidak mendapatkan balasannya.*

Ketika kalian melakukan sesuatu, apakah kalian pernah berpikir: “Jika hari ini saya melakukan hal ini, apakah akan ada balasannya?” Ketika melakukan perbuatan jahat, apakah pernah berpikir akan mendapatkan balasan akan perbuatan ini atau tidak?

Dan ketika balasan itu datang, semua sudah terlambat.

Perbuatan tidak baik yang biasa kalian lakukan di kehidupan duniawi ini hanyalah kesalahan kecil yang akan mendapat balasan kecil, seperti mencuri-curi, mengatakan kejelekan orang lain, malas-malasan, ambil untung berlebihan, dan lain-lain sebagainya, balasan akan perbuatan ini hanyalah sebuah balasan kecil. Tapi jika perbuatan kecil-kecil ini dikumpulkan maka akan menjadi banyak dan akan mendapat balasan besar, ketika balasan karma itu meledak, maka Maaf, kamu akan terbaring disana. Kalian harus memahami aturan ini.

*Dari semua perbuatan kamu, bisa terlihat mengapa di kehidupan ini, kamu bisa memiliki nasib seperti ini. Karena semua perbuatan yang kamu lakukan sekarang ini, kamu bisa menebak sendiri nasib apa yang akan kamu dapatkan di masa depan, Apakah kamu masih berani berbuat sembarangan kah?*

*Karena penderitaan yang kamu rasakan sekarang, bisa kamu ketahui perbuatan apa yang kamu lakukan di kehidupan masa lalu.*

Menderita seumur hidup karena terlahir sebagai seorang perempuan, Siapa yang bisa kamu salahkan? Kamu sudah tahu, mengapa kamu bisa menerima penderitaan seperti ini kan, karena di kehidupan masa lampau, kamu tidak banyak melakukan perbuatan baik, maka kamu bisa menderita seperti sekarang ini.

Jika kamu melahirkan seorang anak yang tidak berbakti, itu adalah balasan untuk kamu, Siapa yang bisa kamu salahkan? Kamu malah akan membuat diri kamu malu jika mengatakannya ke orang lain.

Harus baik-baik merubah diri, melatih hati, membaca paritta, bertobat.

*Jika kamu mendapatkan seorang istri yang jahat, menikah dengan seorang pria yang brengsek, sebenarnya itu adalah balasan untuk kamu, Siapa yang bisa kamu salahkan? Semua ini karena perbuatan karma yang kamu lakukan di kehidupan masa lalu, dan mendapatkan jodoh seperti ini di kehidupan sekarang.*

Tidak peduli apakah itu Jodoh buruk maupun jodoh baik, semua itu adalah hasil perbuatan kamu di kehidupan masa lampau.

Apakah kamu tidak ingin hidup lebih enak sedikit di kehidupan selanjutnya? *Maka mulai dari sekarang belajar Dharma lah, membaca paritta, maka kamu akan tahu, kemana kamu akan pergi di kehidupan selanjutnya, Balasan apa yang akan kamu dapatkan.*

Banyak perempuan yang sangat galak, seperti seekor harimau, orang-orang menyebutnya “Harimau Betina”.

*Mengapa?*

*Karena dia tidak mau mengalah, dia merasa dia telah menerima begitu banyak penderitaan yang tidak seharusnya dia terima. Karena dia tidak percaya, di kehidupan masa lampau dia telah melakukan perbuatan jahat,* oleh karena itu, ketika jodoh buruknya datang di kehidupan ini, dia akan terus melawannya, *tidak hanya dia tidak melunasi hutang ikatan karma di kehidupan masa lampau, dia bahkan masih menambah ikatan karma yang baru.*

Inilah alasan mengapa di kehidupan ini dia semakin lama semakin menderita, inilah alasan mengapa setelah dia meninggal nanti, dia akan masuk ke jurang yang lebih dalam.

*Karena hutang karma di masa lampau masih belum lunas, dan ditambah dengan membuat karma baru lagi di kehidupan sekarang.*

Inilah alasan mengapa Shifu mengatakan tingkat perceraian semakin lama semakin tinggi.

Dan jika Abad sudah berganti, mungkin tidak akan ada lagi yang namanya pernikahan, Apakah tau apa alasannya?

Karena di masa awal hubungan seseorang, jodoh diantara mereka adalah jodoh baik.

Didalam jodoh baik itu, seiring perubahan waktu langit, tempat dan orang, jodoh kedua orang itu akan berubah menjadi jodoh buruk.

Dan ketika jodoh buruk itu datanh, misalnya di kehidupan ini kamu mengerjai dia, di kehidupan selanjutnya, kamu akan menjadi istri dia, dia akan membalasnya.

Masalahnya adalah, ketika kamu mengerjai dia disaat itu, dia tidak menerimanya, dia berpikir Mengapa kamu harus mengerjai dia?

Alasannya adalah, karena dia tidak tahu, di kehidupan masa lampaunya lagi, dia mengerjai kamu.

Kedua orang terus bertengkar, dan terjalin lagi ikatan karma yang lebih dalam lagi.

Dan menunggu di kehidupan selanjutnya lagi, hubungan kedua orang ini akan diawali oleh cinta, lalu bertengkar.

Mengapa bisa diawali dengan cinta? Karena jodoh setiap orang pada saat pernikahan adalah jodoh yang baik, dan mereka berdua pula lah yang menjalin jodoh baik ini.

Karena sebelum pernikahan, mereka akan saling jatuh cinta satu sama lain, saling memberikan kado lah, mentraktir makan lah, Disaat inilah, di kehidupan selanjutnya akan sama seperti masa sebelum pernikahan yang begitu indah.

Dan setelah menikah, karena di kehidupan masa lampau kamu tidak menerima perbuatan dia, dia pun tak menerima perbuatan yang kamu lakukan, kalian berdua berputar-putar disana, dan di kehidupan ini, kalian berdua meneruskan jodoh dari kehidupan sebelumnya.

Kemudian, di kehidupan ini kedua orang ini masih tidak memahami mengenai *3 masa kehidupan*, dia (Istri) merasa mengapa kamu terus mengerjai saya, saya sudah berkorban seluruh jiwa raga saya semuanya demi anak, demi keluarga, Tapi mengapa dia (suami) bersikap seperti ini kepada saya?

Dan jika tidak berpikiran jernih, akhirnya dia membunuh sang suami, dan kamu telah membuat karma baru lagi setelah membunuhnya.

Di kehidupan selanjutnya, tak lama setelah kamu menikah dengan dia, dia akan mencambuk kamu, menggertak kamu, memukuli kamu terus sampai hutang ikatan karma mau lunas, lalu sang istri itu berkata: Baiklah, kamu sudah memukuli saya seumur hidup. Lalu, dia membunuh lagi suaminya.

Sebenarnya, inilah alasan mengapa pria dan wanita semakin sulit berhubungan, semakin tidak bisa mencari teman.

Coba bayangkan, setelah beberapa abad berlalu, pria akan bersama pria, wanita akan bersama wanita. Tidak ada cara lain lagi. Karena tidak ada cara lain lagi untuk membuat pria dan wanita bersatu, karena jodoh baik diantara mereka hampir tidak ada, yang tersisa hanyalah jodoh buruk.

Terus menerus saling balas membalas kehidupan demi kehidupan seperti ini, seperti di dalam lingkaran setan, semakin dibalas semakin banyak, Apakah mengerti?

Sekarang, sangat susah mencari pria baik; Juga sangat susah mencari perempuan baik. Perempuan jaman sekarang cerdas dan waspada, makanya disebut “Rubah”; Pria jaman sekarang seperti “serigala dan harimau”, setiap hari binatang berkumpul dengan sesama binatang, mana ada sifat kemanusiaannya?

Apa yang Shifu jelaskan disini semua mengenai kehidupan sehari-hari, ini adalah kenyataan yang kita alami.

Maka dari itu, banyak orang yang setelah menikah 2-3 kali, lalu tidak berani menikah lagi. Mengapa harus menikah? Setiap hari seperti hidup bersama dengan binatang. Serakah, benci dan kebodohan, melakukan apa yang dia suka, bukankah itu artinya sedang hidup bersama dengan binatang?

Jika bertemu dengan pria hidung belang, setiap hari melakukan perbuatan itu, bukankah itu artinya kamu sedang disiksa seperti seekor binatang?

Jika bertemu dengan seorang perempuan, setiap hari ribut, mulutnya tidak bisa berhenti, bukankah kamu seperti sedang hidup dengan seekor burung, yang selamanya tidak bisa diam? Terkadang pria akan berkata: “Bisakah kamu tenang sedikit”, tapi dia tetap tidak mau berhenti bicara.

*Inilah yang disebut dengan ikatan karma.*

Bisakah menghentikan amarahnya? Lingkaran setan terus menerus berputar sampai tidak lagi seperti sebuah keluarga. Maka dari itu, banyak orang yang tak mau lagi mempunyai anak, tidak mau lagi menikah, semakin lagi semakin banyak orang yang hidup bersama tapi tidak menikah.

Hidup bersama untuk beberapa waktu, kemudian tidak tahan, lalu berpisah lagi.

*Benar-benar sampai kapan balas membalas ini akan berakhir, terus menerus membalas satu sama lain.*

Shifu jelaskan mengapa kalian semua harus memahami sebuah Ukuran balasan karma dari 3 kehidupan.

Saya jelaskan tentang sebuah ukuran kuantitas, berubahnya kuantitas sampai kualitasnya berubah.

Hukum sebab akibat di 3 kehidupan, sebenarnya adalah berdasarkan sebuah “Ukuran” yang terus menerus berputar.

*Apa yang dimaksud dengan ukuran ini?*

Misalnya, di kehidupan lalu, apakah sikap kamu terhadap istri lebih banyak jahatnya atau lebih banyak baiknya, ini adalah sebuah ukuran.

Jika di kehidupan lampau, kamu bersikap baik kepada suami, tetapi hanya ada sedikit karma, maka yang akan kamu dapatkan adalah balasan baik, di kehidupan sekarang kamu akan mendapatkan balasan baik;

Jika di kehidupan masa lampau, kamu lebih banyak bersikap jahat kepada istri, maka di kehidupan selanjutnya, istri kamu akan berbalik mengerjai kamu, yang dengan kata lain, setelah keburukan lebih besar daripada kebaikannya, maka yang akan kamu dapatkan hanyalah balasan buruk.

Jika kebaikan lebih besar daripada keburukan, maka yang kamu dapatkan adalah balasan kebaikan.

Misalnya, seperti sepasang suami istri yang bertengkar, lalu berpikir ternyata sikap dia masih baik kepada saya, walaupun perbuatan yang dilakukan sekarang kurang baik, yaitu pergi keluar dan mencari perempuan, Sudahlah sudahlah, saya maafkan dia, sikap dia masih baik kepada saya.

Artinya, karena dulu sang suami telah banyak melakukan perbuatan baik kepada istri, bersikap baik kepada kamu, maka dari itu, sang istri mau memaafkannya.

Tapi jika sejak menikah sampai sekarang tidak pernah bersikap baik dengan kamu, lalu kamu mengetahui hal ini, selanjutnya hal yang akan kamu lakukan adalah mengusirnya pergi, kemudian meminta cerai.

Ini berarti keburukan sudah lebih banyak daripada kebaikan.

Apa yang Shifu ceritakan adalah kejadian sehari-hari di dunia menurut ajaran Dharma, sangat bagus.

Orang-orang akan senang mendengar tentang hal-hal seperti ini, sangat mudah untuk dipahami.


 

*Sumber:*

https://xlch.org/category/book/fofa/baihuafofa5/191.html?t=1578023775112