[BUKU] BHFF Guang Bo Jiang Zuo, Bab 3, Bagaimana melakukan pertobatan

*Buku《 BHFF Guang Bo Jiang Zuo》*
*Bab 3. Bagaimana melakukan pertobatan?*
*Halaman 8-12*

Dalam kehidupan sehari-hari harus terus berpikiran baik, jika kamu adalah seorang yang baik hati, orang lain akan merasakan kewelas asihan kamu. Welas asih adalah salah satu Prinsip terpenting menjadi seorang Bodhisattva, maka dari itu sebagai Praktisi Buddhis, kita harus terlebih dahulu belajar untuk sedikit berwelas asih.

Jika orang ini tidak cukup memiliki welas asih, maka dia tidak memahami kebaikan.

Tetapi hidup di dunia manusia, sangat susah untuk terhindar dari kesalahan, berjalan di jalan yang salah, bahkan sampai tersesat. Bagaimana jika telah melakukan kesalahan dalam keserakan kemarahan dan kebodohan di kehidupan ini dan kehidupan sebelumnya?

*Hari ini Master akan menjelaskan Bagaimana cara melakukan pertobatan.*

Sekarang Master akan mengajarkan kalian satu Paritta yang disebut 《Li Fo Da Chan Hui Wen》, disingkat menjadi “Li Chan”, yaitu sembahyang kepada 88 Nama Buddha.

*Kita sembahyang kepada para Buddha Bodhisattva ini, adalah untuk memohon kepada Para Buddha Bodhisattva memahami semua perbuatan karma dan dosa yang telah kita lakukan di dunia manusia, ini adalah cara yang terbaik untuk memohon para Buddha Bodhisattva membantu kita bertobat dan mengikis karma.*

Setelah sembahyang kepada 88 Nama Buddha, maka akan mendapatkan pertobatan (Sudah pasti kuantitas juga salah satu hal yang penting).

Maka dari itu, *salah satu cara terbaik untuk mengikis karma buruk adalah bertobat dan melafalkan nama Buddha.*

Sekarang Master akan menjelaskan mengenai *manfaat sembahyang kepada Buddha dan melakukan pertobatan.*

Manfaat terbesar dari melakukan pertobatan dan sembahyang kepada Buddha adalah agar kita memahami bahwa karma dan dosa kita tak terhingga, karma dan dosa tanpa batas.

Ketika seseorang melewati 1x kehidupan, 2x kehidupan, 3x kehidupan dan setelah bereinkarnasi yang tak terhitung banyaknya, dosa dan karma kita menjadi banyak tak terhingga. Banyak orang yang karma buruknya sangat berat.

Kita harus menyadari bahwa kehidupan ini ada akhirnya, tetapi karma dan dosa kita tak terbatas, maka dari itu, pertobatan juga tak terbatas.

Coba kalian bayangkan, berapa banyak perbuatan buruk yang telah kita lakukan di kehidupan ini, di kehidupan lampau, kehidupan lampaunya lagi pun juga telah melakukan perbuatan buruk.

Semua hal buruk yang telah kita lakukan, selamanya akan dicatat di dalam arsip spiritual kita. Walaupun tubuh jasmani dan nyawa kita berakhir, tetapi dosa tetap mengikuti roh kita.

Master menyarankan kalian untuk tidak melakukan perbuatan buruk, jangan melakukan perbuatan dosa, karena dosa selamanya akan terus mengikuti roh pergi. Inilah yang disebut dengan Karma tanpa batas, dosa tanpa batas. Nyawa kita ada batasnya tetapi selamanya jangan berhenti untuk terus bertobat.

Sembahyang Buddha dan memohon pertobatan adalah PR yang harus dilakukan setiap hari. Setiap hari dari pagi hingga malam, karma buruk terus mengikuti kita dari belakang.

Misalnya, Bangun di pagi hari, lalu berpikir, Saya tidak mau melakukan hal itu, biarkan orang itu saja yang mengerjakannya, inilah yang disebut Keserakahan;

Tiba di kantor, lalu bermulut manis kepada atasan, menjelek-jelekan teman kerja A, melakukan karma ucapan;

Siang hari sampai ke kantin, lalu berpikir ikan dan udang hidup ini enak dimakan, terlihat segar, lalu melakukan karma pembunuhan lagi.

Semua perbuatan karma dan dosa ini memerlukan pertobatan, *disaat kita sembahyang kepada Buddha dan memohon pertobatan, tubuh jasmani kita harus sembahyang Buddha, mulut kita harus melafalkan nama Buddha, Pikiran kita harus fokus kepada para Buddha Bodhisattva di atas.* Dengan begitu, barulah tubuh, pikiran dan ucapan kita benar-benar bisa dibersihkan, yaitu tubuh jasmani kita bersih, ucapan bersih dan pikiran bersih.

Ada beberapa orang yang walaupun mandinya sangat bersih, tapi pikirannya penuh dengan pikiran tidak baik, mulutnya terus memarahi orang lain, ini pertanda ketiganya tidak bersih.

Melakukan perbuatan salah disebut karma tubuh, mengucapkan perkataan yang salah disebut karma mulut, sering berpikiran yang tidak baik disebut karma pikiran.

Lalu, *Bagaimana agar bisa mencapai kemurnian dan pertobatan? Yaitu menggunakan tubuh untuk sembahyang kepada Buddha, mulut digunakan untuk melafalkan Nama Buddha dan Pikiran hanya memikirkan Buddha, menggunakan hati yang bersih untuk bertobat, ini adalah pahala yang tak terhingga.*

Master memberitahukan kepada kalian, Setiap hari paling baik membaca 1x paritta Li Fo Da Chan Hui Wen, *jika memiliki waktu lebih, Setiap hari paling baik membaca 3x sampai 7x.*

Pahala dari membaca paritta Li Fo Da Chan Hui Wen tak terhingga, Paritta ini seperti sebuah sikat dan cairan pembersih, bisa menyikat semua kotoran yang berada di roh kita, membantu kita menghilangkan pikiran yang tidak baik.

Sangat mudah melakukan karma tubuh, misalnya mencuri, memukul, menggunakan jari telunjuk menunjuk orang lain, semua ini adalah karma tubuh.

Lebih mudah lagi melakukan karma mulut seperti, seenaknya mengatakan beberapa kalimat menjelek-jelekkan orang ini, memprovokasi orang lain, berbohong, bermulut dua, dan lain-lain sebagainya, semua ini adalah karma mulut. Sekarang banyak orang yang makan Lobster hidup, abalon dan lain-lain sebagainya, ini juga termasuk karma mulut.

Melakukan karma pikiran lebih mudah lagi, asalkan berpikir pikiran yang tidak baik, semua itu termasuk melakukan karma pikiran. Misalnya, kamu berpikir untuk membohongi si A, orang ini sungguh jahat, saya ingin mengerjainya, semua ini adalah dosa pikiran.

Setelah membaca paritta Li Fo Da Chan Hui Wen, Bodhisattva akan memaafkan kita, banyak karma yang bisa dikikis dan dihilangkan atas bantuan Bodhisattva dan dimaafkan.

Di dalam paritta 《Jin Guang Ming Jing》dikatakan, 所谓金光灭除诸恶,千劫所做,极恶众罪,若能至心,一忏悔者,如是众罪,悉皆灭尽,我今已说忏悔之法,是金光明,清净微妙,速能灭除一切业障 (Suǒwèi jīnguāng miè chú zhū è, qiān jié suǒ zuò, jí è zhòng zuì, ruò néng zhì xīn, yī chànhuǐ zhě, rúshì zhòng zuì, xījiē miè jìn, wǒ jīn yǐ shuō chànhuǐ zhī fǎ, shì jīn guāngmíng, qīngjìng wéimiào, sù néng miè chú yīqiè yèzhàng)

Dari bahasa yang ada di dalam paritta, kita bisa memahami satu atau dua bagian, Sebenarnya Bodhisattva memberikan paritta kepada kita yang arti dari paritta tersebut sangat mendalam.

Master akan menjelaskannya kepada kalian. Cahaya emas yang dimaksud disini adalah Bertobat, setelah melakukan pertobatan, akan muncul sinar dari tubuh orang itu.

Jika seseorang tidak memahami untuk bertobat, darimana datangnya sinar? Darimana datangnya sinar dari tubuh? Seluruh tubuh hanya dipenuhi oleh awan kabut.

Walaupun itu adalah matahari, tapi jika diselimuti oleh awan, darimana datangnya sinar matahari?

Hanya disaat kita melakukan pertobatan, menghilangkan karma, seolah-olah menyingkirkan kabut awan dan sekali lagi menyinari seluruh penjuru arah dengan cahaya matahari.

Disaat seseorang tidak memiliki karma buruk, tubuh roh kita yang mengeluarkan cahaya sinarnya, itu barulah cahaya sinar emas. Dan cahaya sinar emas ini sama dengan pusaka Dharma yang tak ternilai harganya.

Kita belajar Dharma, harus mempelajari keajaiban sinar emas yang tak ternilai harganya ini, harus belajar benda inti, dan bukan hanya mempelajari tulisan-tulisannya saja.

Setelah karma buruk seseorang habis, barulah bisa mengeluarkan nilai “hati” kamu sebagai “Hati Buddha”.

Master sering menceritakan kepada kalian semua, di dunia manusia, hanya ada satu obat yang tidak ada, itu adalah *Obat Penyesalan.*

Setelah belajar Dharma harus mengerti untuk bertobat, harus menguasai “Obat Pertobatan” untuk menambal luka roh. Belajar Dharma adalah untuk membersihkan diri sendiri, melatih hati adalah unthk melatih hati agar lebih murni sedikit, melatih agar memiliki hati nurani sedikit.

Melatih diri adalah untuk memperbaiki sifat buruk diri kita, merubah kebiasaan buruk menjadi lebih berwibawa.

Sekarang kita hidup di jaman masa akhir Dharma yang penuh dengan 5 macam keburukan, misalnya, Rumah sakit di jaman sekarang tidak lagi menjadikan Penyelemat Hidup sebagai tugasnya, jika tidak memberikan uang jaminan, walaupun pasien sekarat, rumah sakit tidak akan menerimanya.

Orang di jaman sekarang, hati nuraninya sudah berubah menjadi buruk, demi mencapai sebuah tujuan, sudah tak ragu-ragu lagi untuk membunuh orang, membakar, mencelakakan orang baik.

Prilaku manusia pun semakin lama semakin buruk, inilah alasan mengapa Dunia ini disebut dengan masa 5 macam keburukan.

*Manusia hidup di dunia ini, Bagaimana menghilangkan semua keburukan ini?*

*Master jelaskan kepada kalian, jika ingin menghilangkan benda yang tidak baik di tubuh kita, menghilangkan karma buruk di dunia ini, harus mengandalkan Pertobatan.*

Sekarang ada Aliran Guan Shi Yin Pu Sa yang sebaik ini, membantu kita untuk bertobat menghilangkan karma dan dosa di masa lampau, ini adalah cara Jin Guang Ming.

Bodhisattva mengatakan, cara untuk bertobat adalah Jin Guang Ming, murni dan lembut. Disaat seseorang memiliki dosa, adalah satu cara untuk membantu dia mengikis karmanya, ini adalah cara yang lembut nan indah, disaat yang bersamaan juga murni, membangkitkan kepercayaan diri.

Disaat seseorang mulai untuk bertobat, artinya dia sudah mulai tercerahkan, hatinya sudah mulai bersih dan mulai menunjukkan perubahan ke arah yang lembut nan indah.

Sifat dasar dan hati nurani manusia adalah Sang Buddha yang telah menanamkan akar kebaikan puluhan juta tahun yang lalu. Inilah yang dimaksud perkataan Buddha Sakyamuni mengenai “Setiap makhluk hidup memiliki hati keBuddhaan”.

Karena jika memiliki hati keBuddhaan, dia baru memiliki balasan berkah, baru bisa setulus hati bertobat.

Karma dan dosa artinya mengandalkan diri sendiri sebagai sebuah perbandingan, mengandalkan hati nurani kamu sebagai “penjaga”, menggunakan hati untuk menilai apakah ini baik atau buruk, perbanyak memohon kepada Bodhisattva untuk membantu kita mengikis karma dan dosa yang berat ini.

Ada beberapa karma dan dosa yang terlahir begitu saja, ada yang didapatkan di kehidupan sekarang, tetapi harus tetap setulus hati melakukan pertobatan.

Misalnya, banyak orang yang tidak berbakti, mereka harus mengetahui dari ratusan hal kebaikan dahulukan untuk berbakti, jika anak tidak berbakti kepada orang tua, maka mereka tidak akan bisa terhindar dari penderitaan lautan karma, tidak bisa tiba di tepian kebahagiaan.

Akhir kata, Master berharap para pendengar semua bisa tercerahkan dan memahami, *Terbebaskan dari penderitaan dosa dan karma, setulus hati melakukan pertobatan, setelah meninggal barulah bisa mencapai Tingkat Kesucian.*

3、如何忏悔?

我们在生活中起心动念都要善良,如果你是个很善良的人,别人是会感受到你的慈悲的。慈悲是菩萨最重要的一个原则,所以学佛的人,首先要学得慈悲一点。如果这个人不够慈悲的话,这个人就是不懂得善良。但在人世间,难免会做错事,行错道,甚至会误入歧途。前世今生已犯了贪嗔痴怎么办?今天台长给大家讲讲怎样来忏悔。

台长现在教大家念的一个经文叫《礼佛大忏悔文》,简称“礼忏”,就是拜八十八尊佛。我们拜这些佛菩萨,就是祈求佛菩萨理解我们在人间所犯的罪孽,这是祈求佛菩萨帮助我们忏悔和消除业障的最好方法。拜了八十八尊佛之后,就求到了忏悔(当然数量也是很重要的一个因素)。所以,消业障最好的方法之一就是礼忏、念佛。下面台长给大家讲讲拜佛、礼忏的好处。

礼忏、拜佛最大的好处是让我们认识到我们的罪孽是无边无际的,罪无涯、孽无边。当一个人经过一次投生、二次投生、三次投生和无尽的转业之后,我们的罪孽变成了无尽的。很多人罪业深重啊。我们要体会到生命是有穷尽的,但我们的罪孽是无穷无尽的,所以我们的忏悔也是无穷无尽的。大家想想,我们这一辈子做了多少坏事啊,上一辈子、上上辈子又会做多少坏事啊。所有的坏事就像档案一样永远记录在我们的灵性当中。我们肉体的生命虽然会结束,但是罪业是要随着灵性一起带走的。台长劝大家不要做坏事、不要犯罪,因为罪业是永远跟着灵性走的。这就叫业无边、罪无涯。我们的生命是有尽头的,但是我们的忏悔永远不要停止。

拜尊佛、求忏悔,是每天必须做的功课。每天从早上到晚上,无尽的业障紧随着我们。比如,早上起来,就想着这事我不去做了,让某某去做吧,这就是贪;到了单位,给领导拍拍马屁,说说某位同事的坏话,造口业了;中午到餐厅,想着这活鱼活虾多好吃啊,真新鲜,又犯杀业了。如此的罪业,就需要忏悔,我们在拜佛求忏悔的同时,身体要拜佛,嘴巴要念佛,意识要专注在佛菩萨上面。这样我们才能够真正地达到身语意三业的清净,就是身体干净、语言干净和意识干净。有些人即使身体每天洗得很干净,但是脑子里全是坏主意,嘴巴里总在骂人,这也是三业不净。身体做错的事情叫犯身业,嘴巴说错话叫犯口业,脑子里经常想不好的事情叫意念犯罪。如何达到真正的清净和忏悔呢?就是要用身体拜佛,嘴巴念佛,脑子意识里想着佛,用清净的心来忏悔,功德无量。

台长告诉大家,最好每天念1遍礼佛大忏悔文,时间许可的话,最好每天念三到七遍。礼佛大忏悔文功德无量,它像刷子和清洁剂一样,可以刷洗我们灵魂深处肮脏的东西,帮助我们去除杂念。身体造业很容易,比如偷东西,打人,用手指头指着人家,都是身造业。造口业就更加容易了,随便讲人家几句不好的话,挑拨离间、妄语、两舌等都是造口业。现在很多人吃活龙虾、鲍鱼等,也是犯口业。意念犯罪更加容易,只要是想不好的事情就是意念犯罪。比如,你的脑子在想骗骗某个人,这个人太坏了,捉弄他一下等,这些全部是意念犯罪。念礼佛大忏悔文后,菩萨会原谅我们的,很多罪业可以在菩萨的帮助和原谅中减轻或消掉。

经文《金光明经》说到,所谓金光灭除诸恶,千劫所做,极恶众罪,若能至心,一忏悔者,如是众罪,悉皆灭尽,我今已说忏悔之法,是金光明,清净微妙,速能灭除一切业障。单从语言上看,能知一二,其实菩萨给我们的经文是深奥无边的。台长给大家用白话讲一讲。所谓金光,就是忏悔,只有在忏悔之后身上的金光才会散发出来。如果一个人不懂得忏悔,哪来的光明?身上哪来的金光?身体只会被乌云笼罩。即便是太阳,当它被乌云笼罩的时候,哪来的金光万丈呢?只有当我们忏悔的时候,去除孽障,犹如扫除乌云后重新照射四方的太阳。当人没有孽障的时候,我们灵魂显现出来的光明才是金光明。金色的光明等同于无价的法宝。我们学佛,要学金光这一无价的法宝,要学根本的东西,而不是只做表面文章。当一个人把自己的罪消灭之后,才能体现出你有价值的“心”即“佛心”。

台长经常给大家讲,在人间,只有一种药没有,那就是后悔药。然而学佛后懂得忏悔,就是掌握了“后悔药”来弥补心灵的创伤。学佛就是清洗自己,修心就是把肮脏的心修得干净一点、修得善良一点,修行就是修正自己不好的行为,把自己的行为修得高尚一些。我们现在处于五浊恶世的末法时期,尤如,现在的很多医院已经不是以救人为己任了,如果没有钱交押金,病人就算要死,医院也不会收留的。现在的人,良心也变恶了,为了达到目的,杀人、放火、陷害忠良可以不择手段。现在的人性越来越恶,所以现在这个世界叫五浊恶世。人活在这个世界上,怎样去除这些东西呢?台长告诉大家,要去除我们身上不好的东西,去除这个世界的恶业,靠的是忏悔。现在有观世音菩萨这么好的法门,帮助我们忏悔过去的孽障,这是何等的金光明之法。菩萨说的,忏悔之法是金光明,清净微妙啊。当一个人有罪的时候,有一个方法帮助他消除罪业,这是何等的微妙,同时又是何等的清净,唤起自信。

 

当一个人开始忏悔的时候,已经是有所开悟了,自己的心已经开始清净并且正在发生微妙的转变。我们的本性和良心都是在无量百千万亿的佛前种了善根。释迦牟尼佛悟出众生皆具佛性说的就是这个。因为具有佛性,才有福报,才能够诚心地忏悔。罪业就是靠自己有一个对比,以你的良心作为护卫,用本性判断对错,多求菩萨帮助我们消灭深重的罪业。有些罪业是与生俱来的,有些是今生做的,但一定要虔诚地忏悔。例如很多人不孝顺,要知道百事孝为先,如果做儿女的不孝顺父母,就脱离不了苦难的业海,不能登陆幸福的彼岸。最后台长希望听众朋友们能够开悟明理,脱离自己苦难的罪孽,诚心忏悔才能够往生到达清净的境界。