[Buku] BHFF Guang Bo Jiang Zuo Bab 4 Memurnikan Hati dan Jiwa, menemukan kembali sifat dasar

*Buku《BHFF Guang Bo Jiang Zuo 1》*
*Bab 4 Memurnikan Hati dan Jiwa, menemukan kembali sifat dasar*
*Halaman 13-17*

Di acara hari ini, Master akan menjelaskan kepada kalian sebuah topik yaitu Mengapa saya hidup?

Banyak orang yang berpikir dan bertanya pertanyaan ini, ketika mereka sedang dalam kesusahan dan kesedihan, Mengapa saya hidup? Saya tak ingin melanjutkan hidup lagi, hidup ini tidak ada artinya, tidak artinya berhubungan dengan sesama manusia lagi, dan lain-lain sebagainya.

Kalian harus ingat, Tugas utama kita hidup di dunia ini adalah untuk memurnikan diri sendiri, yaitu menyadari makna hidup yang sebenarnya adalah salah satu tujuan hidup.

Harus ingat, ketika melakukan kedua hal ini, yang dengan kata lain, Sifat dasar sangat baik hati, ketika kamu menjadi orang baik, barulah hidup kamu bermakna, karena kamu membuang semua benda palsu, dan menemukan kebaikan hati kamu yang sebenarnya, hidup kamu baru berarti.

Banyak yang tidak mengetahui, ketika seseorang dikepung oleh benda palsu, dia bukanlah dia yang sebenarnya, dia tak mengenali siapa dia sebenarnya. Ibarat seseorang yang setelah melakukan perbuatan jahat, dia akan bertanya kepada orang-orang, Apakah saya yang melakukan hal ini??

Banyak orang yang melakukan kesalahan semasa muda, sekarang dia sudah lanjut usia, mengenang perbuatan yang dia lakukan sebelumnya, seperti memarahi orang, menggosipi orang lain, pernah serakah dan mengambil keuntungan yang berlebihan dari orang lain, pernah mengaborsi anak, pernah berbuat salah kepada orang lain.

Mengenang semua bayangan itu, dia akan merasa dirinya begitu bodoh. Mengapa saya melakukan semua hal ini? Ini untuk mengeksplorasi arti sebenarnya dari kehidupan manusia, harus bisa melihat Sifat dasar dan hati nurani kita, kemudian mencari dan memulihkan sifat dasar kita.

Master jelaskan kepada kalian, Ingin merubah nasib diri sendiri, maka harus memerangi pikiran kita yang tidak baik, merubah semua sifat buruk. Karena sifat buruk berasal dari kebiasaan yang telah dilakukan dalam waktu yang lama bisa menjadi penyesalan seumur hidup.

Yang paling ditakutkan oleh manusia adalah kehilangan arah, tidak tahu apa yang sedang ia lakukan, Ajaran Buddha bertujuan membuat Manusia merasakan dan menyadari apa yang sedang dia lakukan setiap saat.

Kita harus melatih hati ah. *Apa itu melatih hati?*

*Melatih hati adalah membuat hati dan jiwa kita terbuka, melatih hati bertujuan untuk merubah semua kebiasaan buruk dan menghilangkan semua pikiran buruk.*

Melatih diri bertujuan untuk merubah sikap dan perbuatan buruk.

Jika karma buruk susah dikikis, Nyawa kebijaksanaan akan susah untuk ditingkatkan.

Orang yang tidak melatih hati, sangat susah mengikis karma buruknya.

Di tubuh setiap orang memiliki banyak karma buruk, yang berasal dari beberapa kehidupan sebelumnya dan juga dari kehidupan sekarang.

Karma yang tidak terkikis maka tidak akan ada kebijaksanaan, dan nasib kamu pun tidak berubah, kalian semua harus mengerti, manusia hidup di dunia ini, bagaimana merubah nasib diri sendiri.

Mengandalkan apa agar kita bisa belajar Dharma, agar kita bisa tekun dan giat, agar kita bisa nibbana, adalah harus mengandalkan hati yang tercerahkan, yaitu adalah yang tertinggi, jiwa dan hati yang murni.

Selanjutnya Master akan menjelaskan kepada kalian, Apa akar dasar manusia.

Akar dasar manusia adalah hati manusia, karena itu adalah Sifat dasar manusia, akar manusia. Baik buruknya hati nurani seseorang adalah akar manusia.

Jika seseorang yang sampai tidak memiliki hati nurani, apakah dia bisa disebut sebagai seorang manusia? Banyak binatang yang karena tidak memiliki hati nurani, baru bisa memakan manusia.

Maka dari itu, hati manusia adalah dasar, Perbuatan dan ucapan adalah dasar.

Tidak peduli ucapan yang dikatakan, perbuatan yang dilakukan, semua itu berhubungan dengan jodoh, jika bukan jodoh baik maka itu adalah jodoh buruk.

*Banyak pendengar yang bertanya kepada Master, “Master Lu, mengapa hidup saya menderita?”*

Apakah kamu tahu alasan mengapa kamu begitu menderita? Penderitaan seseorang semua berasal dari dirinya sendiri, perbuatan, ucapan dan hati nuraninya buruk, yang akhirnya menciptakan jodoh buruk, maka dia akan menerima pembalasan dengan penderitaan.

Kita harus memisahkan antara jasmani dan rohani. Jasmani adalah tamu, sedangkan rohani adalah Pemilik yang sebenarnya. Jika kita memiliki hati nurani yang baik, maka jasmani akan mengikuti hati nurani ini.

Tidak peduli apakah sedang melakukan perbuatan baik ataupun buruk, semua ini akan diawali oleh pikiran, kemudian akan diekspresikan dengan sebuah tindakan.

Tidak peduli apapun itu, kita harus belajar untuk menenangkan hati, memiliki hati tenang. Setiap pikiran itu sedang berbuat karma, jika bukan karma baik maka karma buruk.

Disaat kita terus merubah semua prilaku kita ke arah yang baik, jiwa dan hati kita pun juga sedang dimurnikan. Disaat sedang memurnikan hati, prilaku kita pun juga sedang meningkat. Perubahan dalam memurnikan jiwa dan merubah prilaku menjadi lebih baik adalah hubungan saling melengkapi satu sama lain, saling meningkat, pelatihan diri dan hati berjalan beriringan.

*Banyak orang mengira melatih diri adalah melakukan banyak perbuatan baik, berdana.*

*Master jelaskan kepada kalian, hanya menjalankan pelatihan diri saja, tidak akan mendapatkan kebijaksanaan.*

Tapi ada beberapa orang yang hanya tahu untuk membaca paritta, tapi tidak mengerti untuk menolong orang lain, tidak mengerti untuk berdana, ini adalah pelatihan diri kecil, hanya memikirkan pelatihan dirinya sendiri, itulah alasan mengapa dia susah memperbaiki prilakunya.

Pelatihan diri dan hati tidak bisa dipisahkan satu sama lain, Jasmani adalah tamu, Hati adalah pemilik, pelatihan diri dan hati harus menyatu.

Master berharap kalian semua bisa menahan karma yang berada ditubuh kalian, mengontrol pikiran kalian.

Jika tidak melatih hati dan diri, terlintas suatu pemikiran apapun, maka balasan karma jodoh sebab semuanya akan mulai.

Apa yang dimaksud dengan “Mulai”? Jika pikiran kamu salah, maka perbuatan dan yang lain-lainnya akan berubah, balasan karma bisa didapatkan karena ini adalah balasan sebab dari munculnya pikiran itu.

Di dalam sebab ada akibat, di dalam akibat ada sebab.

Maka dari itu, menjadi manusia harus terus memeriksa prilakunya sendiri, harus berjalan di jalan yang benar, tidak terjatuh ke bawah. Jika merasa ada suatu hal yang tidak baik, maka jangan pernah melakukan perbuatan itu.

Pernah ada seorang pendengar yang berbicara kepada Master, dia ditipu oleh seorang Agen, kemudian dia pergi menemui Agen itu dan bertanya Mengapa menipu dia.

Sang Agen menjawabnya, “Dulu pun saya juga ditipu oleh orang lain dengan cara seperti ini”.

Ini adalah sebuah kekeliruan. Sebuah pemikiran yang tidak sesuai dengan aturan menurut Ajaran Dharma, artinya telah kemasukan setan. Karena tidak nemiliki kepercayaan yang benar, pemikiran yang benar, maka perbuatan yang dia lakukan pasti menimbulkan karma.

Terus memeriksa perbuatan yang kita lakukan, yaitu kita harus memahami bahwa jalan yang kita jalani adalah Jalan yang benar, dan bukanlah sebuah jalan yang menurun, setiap saat harus menggunakan hati nurani sebagai perlindungan diri.

Selanjutnya Master akan menjelaskan Bagaimana agar bisa melatih diri hingga mencapai keBuddhaan. Setiap hari kita memohon kepada Buddha, sembahyang kepada Buddha, ingin menjadi Buddha, tapi bagaimana membuat diri sendiri agar bisa menjadi seorang Buddha Bodhisattva?

Lebih mudah diucapkan untuk menjadi Seorang Buddha daripada melakukannya, asalkan sepenuhnya melepaskan segala sesuatu yang berjodoh, melepaskan keserakahan kemarahan dan kebodohan, menjaga semua sila, barulah bisa menjadi seorang Buddha Bodhisattva.

Menjaga sila adalah salah satu anak tangga untuk menjadi seorang Buddha, asalkan kita terus berhasil menaiki setiap anak tangga ke atas barulah kita bisa berhasil mencapai alam Bodhisattva.

Misalnya, ada satu anak tangga yang mengharuskan untuk tidak serakah. Coba bayangkan, Bodhisattva meminta kita untuk jangan serakah, tetapi kita menginginkan rumah yang lebih bagus setelah memiliki rumah yang baik, ingin memiliki mobil yang lebih bagus dari mobil yang kita miliki sekarang, pikiran keserakahan adalah tidak terbatas.

Bodhisattva meminta kita untuk tidak membenci orang lain. Dan orang yang bodoh lebih banyak lagi, ada dimana-mana.

Asalkan bisa benar-benar mengerti semua konsep ini, barulah kita bisa menyingkirkan karma buruk yang tertinggal di tubuh kita.

Barusan Master menjelaskan Bagaimana mengontrol pikiran. Keadaan hati seseorang sangatlah penting, semua berasal dari hati. Hati nurani dan sifat seseorang itu menentukan sikap dan perbuatannya.

Sifat manusia itu sangat baik, jika masih sama dengan keadaan awal, maka dia adalah Buddha. Buddha Sakyamuni mengatakan, Semua makhluk hidup memiliki sifat keBuddhaan.

Hati bisa menampakkan Buddha, kepercayaan adalah Buddha. Artinya adalah Hati nurani dan sifat dasar bisa menampakkan sifat dasar Bodhisattva di dalam hati, bisa mengeluarkan sifat keBuddhaan.

Disaat seseorang sedang menolong orang lain yang nyawanya terancam, mereka sering disebut dengan panggilan Hati Bodhisattva, inilah alasan mengapa ada sebutan Bodhisattva hidup.

Setiap orang memiliki hati nurani dan sifat dasar, sebenarnya kita tidak perlu keluar rumah untuk sembahyang Buddha, memohon kepada Buddha, sering-seringlah memohon tentang sifat dasar diri sendiri, sudah cukup. Banyak orang yang sering keluar untuk memohon Buddha, tapi tidak memahami siapakah Buddha.

Master akan menceritakan sebuah kisah kepada kalian. Ada seorang anak muda yang sering memarahi dan berteriak kepada ibunya sendiri, sangat tidak berbakti. Suatu hari dia pergi ke klenteng untuk sembahyang kepada Guan Shi Yin Pu Sa, Pu Sa menggunakan pesan pikiran untuk berkomunikasi dengan dia, Jangan sembahyangi saya, dirumah kalian sudah ada Guan Shi Yin Pu Sa, coba kamu pulang kerumah dan sembahyangilah Guan Shi Yin Pu Sa dirumah kamu.

Bahkan Pu Sa masih menggambarkan seperti apa rupa Bodhisattva di rumahnya, yaitu seseorang yang menggunakan baju dan sendalnya terbalik.

Anak muda yang mendengar dirumahnya ada Guan Shi Yin Pu Sa, merasa sangat bahagia, bergegas pulang ke rumah.

Dia terus mengetuk minta dibukakan pintu, penampilan sang ibu yang terburu-buru membukakan pintu untuknya ternyata mirip dengan yang digambarkan oleh Pu Sa: Memakai baju terbalik dan sepatu terbalik.

Disaat ini, akhirnya sang anak muda mengerti, ternyata Guan Shi Yin Pu Sa sedang memperingatkan dia, meminta dia untuk terlebih dahulu berbakti sebelum belajar Dharma. Oleh sebab itu, mulai dari hati nurani kita sendiri bisa belajar untuk menjadi Buddha.

Menjadi manusia adalah harus belajar untuk menjadi seorang Bodhisattva, belajar Dharma, berhasil menjadi orang artinya berhasil menjadi Buddha. Menjadi orang seperti seorabg Bodhisattva, maka kita adalah Bodhisattva.

Master jelaskan kepada kalian, sehari 24jam, jika bisa melakukan hal seperti seorang Bodhisattva selama 1 jam, maka selama 1 jam itu, kita adalah Bodhisattva.

Setiap orang memiliki sifat keBuddhaan di dalam dirinya, harus belajar bagaimana menyinarkan sifat dasar diri sendiri, jangan menyia-nyiakan sifat keBuddhaan diri sendiri, jangan menunda sifat keBuddhaan kita sendiri, jangan mencelakakan hati nurani diri kita sendiri.

4、净化心灵、找回本性


在今天的节目中,台长想跟大家讲一个话题,就是人为什么活着?人在困难和哀伤的时候,经常会想这个问题,就是我活着是为什么?我不想活了,这个世界没有意思,人和人之间没有意思等等。大家记着,人活在这个世界上唯一的任务就是要净化自己,就是发觉生命的真实性是唯一的目标。要记住,当净化自己,发觉去自己是生命的唯一真实性的时候,也就是本性很善良、人很善良的时候,你才会活得有意义,因为你把虚假的东西都全部去掉了,找到了真正善良的你,才会活的有意义。很多人不知道,当一个人被虚假的东西围困的时候,他就不是他自己了,他认识不到他是谁。就像很多人做了坏事情后,他会冲着别人说,这是我做的吗?

很多人在年轻的时候做了很多坏事情,现在年纪大了,回想一下过去做过的事情,比如曾经辱骂别人,曾经挑拨离间,曾经贪过小便宜,曾经打过孩子,曾经对不起很多人,现在回想起来,觉得自己是多么的愚昧啊。我过去为什么要做这些事情?这就是要探讨人活在世间的真谛,一定要看到自己的本性和自己的良心,并尽量去找寻和恢复本性。

台长告诉大家,要改变自己的命运,就要和自己的不正思维作战,要改变自己的坏习气。因为习气是每个人长期积累的一种习惯,有些时候,这种习气和习惯可以铸成终身遗憾。一个人最怕的就是迷失方向,不知道自己在干什么,佛法就是让人来感受和体悟到自己真正的在做什么。我们要修心啊。修心是什么?修心就是要把我们的心灵打开,修心就是要把我们身上不好的习气和坏思维修掉。修行就是把身上不好的行为要修掉。业障难消,慧命难增啊。不修心的人,很难消除业障。每个人身上都有很多业障,有前几世的,也有今生今世的。不消除业障是不会有智慧,你的命运就不会改变,大家一定要懂得,人活在这个世界上如何来改变自己的命运。

菩萨说,至高无上的法就是心。就是说,一个人最高尚的东西就是自己的良心,万法唯心造。靠什么样的法让我们学佛、让我们精进、让我们涅槃,那就是正悟的心,实际上就是至高无上的、纯洁的心灵。下面台长跟大家讲讲,人的根源是什么。人的根源就是人心,因为人心就是人的本性,是人的根。人的良心好坏是人的根本。如果一个人连良心都没有了,他还能够成为人吗?很多动物就是因为没有良心,才会吃人。所以,人心是根,行为、语言是源。不管说什么话,做什么事情,都是和我们有关系的都是在种缘,不是善缘,就是恶缘。今天你讲了好话,行的是善业,那么出来的就是善缘。如果今天做了很多坏事,比如去偷、去抢,得到的缘就是恶缘。很多听众问台长,“卢台长,为什么我这辈子吃这么多的苦啊?”你知道为什么会这么苦吗?一个人的苦是由自己造出来的,行为、语言和良心坏了,就会造成恶缘,人就会受到苦的报应。

我们要把自己的心和身分开。身体是客人,心灵才是我们真正的主人。如果我们的良心好了,身体是随着良心的。不管是在做好事还是坏事的时候,人都是先有念头,然后才在行为上表现出来。无论如何,我们要学会保持一颗平安的心、平静的心。起心动念无不是业。当我们的行为不断地变好的时候,我们的心灵就是不断地在净化。心在不断净化的时候,行为也在不断地进步。心灵的净化和行为的变好是相辅相成、互相促进的,修心和修行要并驾齐驱。很多人以为修行就是多做善事、好事。台长告诉大家,仅仅修行是得不到智慧的。而有些人呢,就只知道念经,不懂得帮助别人、不懂得布施,这就是修的小乘佛法,只为自己修,所以他们的行为很难修好。修心和修行是不能分开的,身是客,心是主,修心和修行一定要融合在一起。

台长希望大家把自己身上的业克制住,把自己脑子里的念头控制住。如果不修心、不修行,念头一动,因缘果报业报全部开始启动。什么叫变启动?如果念头错了,行为等都跟着在变,果报就是动了念头之后产生的因果。因中有果,果中有因。所以做人要自查于行,要走正道、不堕落。如果觉得一件事情不好,就千万不要去做。曾经有一位听众跟台长讲,他被代理商给骗了,他就去找那位代理商,质问代理商为什么要骗他。代理商振振有词地回答说,“我过去就是这么被人家骗的”。这就是一个歪理,一个不如理不如法的邪思用佛法来讲,就是着魔了。因为没有正信、正念,做出来的事情就会产生业障。自查于行,就是要明白自己走的是正道,没有堕落,时时刻刻要用良心做自己的护法。

接下来台长给大家讲如何让自己成佛。我们天天讲要求佛、拜佛、成为佛,那么如何严格要求自己、让自己成为佛菩萨呢?成佛谈何容易,只有彻底地放下万缘、放弃贪嗔痴、守戒律,才能够成为佛菩萨。戒律是成为佛的一个阶梯,只有向上成功跨过每一个阶梯,才能够走到菩萨的道。比如第一个阶梯是不要贪。想想看,菩萨叫我们不要贪,可是我们有了好房子还要更好的房子,有了好汽车还要更好的汽车,贪念是无止境的。菩萨叫我们不要去恨人家,可是往往当别人对我们不好时,有几个人能不记恨在心的。愚痴的人更是到处都是。只有真正明白了这些道理,我们才能够去除身上残留的孽障。

刚才台长讲的是如何克服自己的起心动念。一个人的心很重要,心造如来。人的良心和本性会决定人的行为。人的本性本来是很善良的,尤如过去来的时候一样,就是如来。释迦牟尼佛说,众生皆具佛性。心可显佛,自信是佛。就是说良心本性可以把自己内在的菩萨本性、佛性显现出来。当一个人救济别人时,常常会被称为菩萨心肠,被称为活菩萨就是这个道理。每个人都有良心和本性,其实我们不需要到外面拜佛、求佛的,经常求求自己的本性就可以。很多人经常到外面拜佛,都不知道佛是谁。

台长给大家讲一个故事。有一位年轻人,对自己的母亲又骂又吼,极不孝顺。有一天他去庙里拜观世音菩萨,菩萨用意念和他讲,不要拜我,你们家里就有观世音菩萨,你回去拜家里的观世音菩萨。菩萨还把他家中菩萨的模样描述了一番说是反穿衣、反穿鞋。这位年轻人一听家里就有观世音菩萨,很开心,马上赶回家。他急急忙忙地把门敲开,一看慌忙赶来开门的母亲的模样,居然和菩萨描述的形象一样:衣服穿反了,鞋子也穿反了。顷刻之间,这位年轻人明白了,原来观世音菩萨是在点化他,叫他要先学会孝顺父母,再来学佛。所以我们从自己的本性中就能够学到佛。做人就是要学菩萨、学佛,人成即佛成。做人做得像菩萨了,我们就一定是菩萨。台长告诉大家,一天24小时,如果能够做一个小时菩萨的事情,那一个小时我们就是菩萨。我们每个人都有佛菩萨的佛性,要学会把自己的本性擦亮,不要浪费了自己的佛性,不要耽误了自己的本性,不要坑害了自己的良心。