Kutipan BHFF 11 Bab 18, Mengontrol pikiran, melatih pikiran baik

*Kutipan BHFF 11 Bab 18*
*Mengontrol pikiran, melatih pikiran baik*

https://xlch.org/category/book/fofa/baihuafofa11/770.html?t=1584763484833

Sangat susah untuk belajar Dharma di dunia manusia. Ketika kamu mendengar sebuah berita, jika tidak mengkonfirmasi sumber asal usul dan kepercayaan berita ini, lalu kamu menyebarkannya, ini sudah termasuk berbohong.

Banyak orang yang tidak paham, mereka mengira berbohong adalah sedang omong besar, sebenarnya, jika kamu menyebarkan berita yang kamu dengar ataupun kamu mengetahui bahwa berita ini tidak benar dan ikut-ikutan menyebarkannya, maka kamu pun bermasalah, kamu pun telah melakukan karma.

Maka dari itu, orang yang belajar Dharma sampai pada akhirnya tidak berani mengatakan apa-apa, karena mereka paham, membuka mulut artinya karma, inilah alasan mengapa orang yang tingkat pembinaannya tinggi, sangat jarang berbicara.

Mengapa biksu hanya mengatakan “Amitofo”? Inilah alasannya. Karena tidak ada yang bisa mereka ucapkan, mereka tidak ada cara lain lagi, segala perkataan yang diucapkan ada karmanya.

Jangankan mengenai ucapan, bahkan ketika kamu mendengar pembicaraan orang lain pun, jika pada saat itu kamu memikirkannya, maka kamu telah melanggar sila.

Inilah alasan mengapa orang yang bijaksana berkata: “Jangan ceritakan hal ini kepada saya, saya tidak mau mendengarnya, karena setelah kamu mendengarnya, saya akan berpikiran yang tidak-tidak.”

“Pikiran yang tidak-tidak” inilah yang pikiran tidak baik, begitu timbul pikiran tidak baik ini menjadi banyak, maka pembinaan orang ini tidaklah baik.

Hal tersulit yang dilakukan oleh manusia adalah jangan mendengar, jangan berbicara, jangan menyebarkan omongan orang, jangan berpikiran sembarangan. Sifat buruk terbesar manusia adalah berpikiran sembarangan. Darimana asal usulnya “ketidakbenaran”? Ini berasal dari pikiran. Karena semakin dia berpikir semakin menjadi seperti nyata, dia membuat khayalan ini menjadi seperti kenyataan, akhirnya orang ini malah ditertawakan orang-orang karena khayalannya.

Maka dari itu, manusia sungguh kasihan, dia merasa dirinya benar, terus menerus berpikir “teori-teori” yang sesuai dengan khayalannya dia, pikiran yang membuat dia nyaman, semua pikiran sampah ini, yang hanya dimiliki oleh dia seorang, semuanya dia simpan di dalam pikirannya sendiri, inilah alasan mengapa seseorang bisa melukainya dirinya sendiri.

Banyak orang depresi yang terus menerus berpikiran hal yang dia anggap “benar”, lalu terus meyakini diri sendiri hal-hal yang mereka lakukan adalah benar, padahal tidak seperti itu, dan yang paling berbahaya adalah terus menerus berpikir ilusi yang sebenarnya tidak ada.

我们在人间学佛真的很难。当你听到一则消息,如果没有证实这则消息的来源和可靠性,你就去传播了,这也属于妄语。很多人都不懂,他们以为妄语就是自己吹牛,实际上,你去传播你听到的东西,如果你听到的这句话本身有问题,你去传播了,你就有问题,你就已经有业障了。所以学佛后已经难到很多人连话都不敢讲,因为他知道出口就是业,所以境界修得越高的人话越少。为什么法师开口就是“阿弥陀佛”?就是这个道理。他们无语了,他们没有办法讲,任何的话只要讲出来就会有业障。不要说讲了,就是当你听别人说的时候,如果你的脑子在动,你就是犯戒了。所以很多有智慧的人就会说:“你不要跟我讲,我不要听,因为听了之后,我会乱想的。”这个“乱”就是杂念,杂念一多,这个人就修不好了。

一个人最难的就是不要去听,不要去说,不要去传话,不要去乱想。人的很大的一个毛病就是乱想。无中生有是怎么会有的呢?就是想的。他越想越像,他就把想象的当成事实了,最后贻笑大方。所以人很可怜,自己以为很对,拼命地去想那些能够适合自己思维的一些理念,能够凑合自己、让自己心中得到宽慰的那些杂念、那些垃圾,只要是对自己有用的,他全部放在心中,这就是人为什么会害死自己的原因。很多忧郁症病人就是不停地去想自己认为是对的事情,而且不停地去想象自己明明不对但是他又认为自己是对的事情,还有一个最危险的就是,不停地去想象那些没有但是在他心中已经存在的一些幻想。