[Buku] BHFF Guang Bo Jiang Zuo Bab 7, Berwelas asih tanpa jodoh, menyatu dengan penderitaan orang lain

*Buku 《BHFF Guang Bo Jiang Zuo》*
*Bab 7 Berwelas asih tanpa jodoh, menyatu dengan penderitaan orang lain*

Apa yang dijelaskan dalam BHFF (Bahasa sederhana) adalah Dharma. Ajaran Dharma dibagi beberapa tingkat untuk mengarahkan kalian semua, dalam pelatihan diri dan hati, tidak peduli apakah itu tinggi dan dalam, atau apakah dengam menggunakan bahasa sederhana, semuanya adalah Ajaran Dharma.

*Jika bisa digunakan untuk menyelamatkan nyawa orang, membuat orang mengerti, maka itu adalah cara yang terbaik untuk belajar Dharma.* Seseorang yang ingin mendalami ajaran Dharma, maka harus mengerahkan sepenuh jiwa dan kerja keras. Hari ini Master akan melanjutkan untuk menjelaskan mengenai beberapa permasalahan di dalam Dharma.

Para pendengar sekalian, kehidupan sehari-hari kita selalu dipenuhi oleh banyak permasalahan dan karma buruk. Setiap orang dari kita pasti ada karma buruk. Karma adalah kesalahan yang kita perbuat di hidup ini. Penjelasan lainnya adalah, disaat kita ingin menyelesaikan suatu masalah, selalu tidak melakukannya dengan baik, selalu ada orang yang menganggu kita, selalu ada orang jahat yang mengerjai kita.

Sebenarnya, semua ini adalah kekuatan karma, kekuatan karma ini adalah karma buruk. Setelah ada karma buruk, kehidupan dan karir kita akan mendapat gangguan, menjadi tidak bahagia, dan permasalahan pun datang mengikuti kita, kita akan menjadi sedih, tidak nafsu makan, tidak bisa tidur, tidak bersemangat mengerjakan apapun, bahkan tidak tahu bagaimana menyelesaikan masalah ini.

Ini semua karena kita diselimuti oleh permasalahan dan karma buruk yang menutup matahari hati kita.

*Disaat bahagia, manusia seperti disinari oleh matahari; Disaat permasalahan dan karma buruk datang, manusia seperti selimuti oleh awan yang menutup matahari hati kita, tidak bisa melihat matahari, tidak bisa melihat sinar, tidak bisa melihat masa depan.*

Mengapa banyak orang bisa bunuh diri? Mengapa banyak orang merasa dirinya tidak berharga? Mengapa banyak orang bisa menjalani semua masalah di kehidupan ini dengan sikap tenang? Mengapa banyak orang yang bisa melewati kehidupan ini dengan santai?

Alasannya adalah karena mereka tidak bisa melihat matahari. *Jika kamu adalah seseorang yang cerdas, bisa melihat masa depan, bisa melihat sinar matahari, bisa melihat matahari. Walaupun terkadang matahari tertutup oleh awan, tetapi awan tak bisa menutup matahari selamanya.*

Oleh karena itu, Manusia harus belajar untuk bisa melihat sifat dasar kita, jangan hanya melihat keuntungan jangka pendek, tetapi harus melihat jangka panjangnya, dan keuntungan ini bisa memberikan manfaat untuk semua makhluk hidup, bisa memberikan manfaat kepada seluruh dunia ini, Apakah ini? Ini disebut kebijaksanaan.

Walaupun terkadang kita tak bisa melihat sinar matahari, tidak bisa melihat cahayanya, tidak bisa melihat corona, tapi kita harus bisa memahami semua ini dari dalam hati kita.

Apakah kalian mengerti apa yang disebut dengan Corona? Ini adalah gambar sinar matahari dan cahaya yang fenomenal.

Cahaya bulan juga adalah sebuah cahaya, mengapa bisa membuat orang-orang menjadi tenang?

Sinar bulan adalah cahaya yang beraura Yin, juga adalah sebuah cahaya yang besar. Maka dari itu, kita menggunakan istilah “Sinar bulan” untuk mengibaratkan ketenangan seseorang, menggunakan matahari untuk mengibaratkan cahaya terang batin seseorang. Bulan adalah sinar yang beraura Yin, tidak peduli apakah itu matahari maupun bulan, semua ini bisa tertutup oleh awan, setiap saat awan bisa menutup kehidupan kita.

Ketika kita tidak mengerjakan sesuatu dengan baik, timbul masalah, maka awan akan muncul.

Ketika melakukan perbuatan jahat di malam hari, yang dengan kata lain, awan menutupi bulan. Yang dimana tidak hanya permasalaan dan karma buruk kita berkurang, tetapi malah semakin banyak.

Buddha Bodhisattva berasal dari welas asih tanpa jodoh, menyatu dengan penderitaan orang lain. Sebelum kita datang ke dunia ini, segalanya adalah kosong, semuanya adalah jodoh, bahkan awal mula jodoh pun juga tidak ada, sama seperti seorang Buddha.

*Welas asih tanpa jodoh adalah membantu semua orang tanpa pandang bulu, tanpa balasan balik, tanpa syarat apapun, ini adalah Welas asih Bodhisattva.* Welas asih Guan Shi Yin Pu Sa terhadap kita semua adalah welas asih tanpa jodoh. Bayangkan, sekarang ada berapa banyak orang yang mengasihi satu sama lain?

Semakin sedikit orang yang salih mengasihi satu sama lain. “Tong Ti Bei” adalah bisa merasakan penderitaan orang lain, seperti dirinya sendiri yang merasakan penderitaan itu, disaat orang itu menderita, dia pun juga bisa merasakan kesedihan dan penderitaan yang sama.

Ketika kita membicarakan ada berapa banyak orang meninggal di daerah gempa bumi itu, berapa banyak kerugian yang dialami, tanpa sadar kamu bisa merasakan kepedihan yang sama seperti yang mereka alami, dalam hati berpikir sungguh kasihan orang-orang yang meninggal akibat gempa bumi ini! Kamu akan mulai membayangkan orang tua dan anak-anak kamu.

Sebenarnya “Tong Ti Bei” adalah bisa merasakan kesedihan yang diderita orang lain. Dan bukan seperti beberapa orang yang merasa bahagia ketika melihat kesusahan orang lain, ini bukanlah Bodhisattva, ini bukanlah welas asih.

Master sering menjelaskan Dharma kepada kalian, harus ingat, Ajaran Dharma adalah welas asih. Dengan bahasa sederhana, Ajaran Dharma adalah dengan itikad baik membantu orang lain.

Orang yang sepanjang hari berselisih dengan orang lain, untuk apa dia percaya Buddha? Hari ini mengatakan dia tidak baik, besok orang itu tidak baik, Apakah orang ini belajar Dharma, pembinaan diri apa yang dia pelajari!

Belajar Dharma dan membina diri harus belajar untuk berwelas asih tanpa jodoh, bisa merasakan penderitaan orang lain. Kemudian, belajar Dharma, membina diri, menjadi seorang manusia harus bisa melihat situasi dan kondisi. *Yaitu, mengikuti jodoh, memilih waktu yang tepat dan menggunakan cara yang baik untuk berkomunikasi dengannya.*

Disaat orang ini menjadi bodoh, masih belum tercerahkan, lalu kamu bersikeras meminta dia untuk belajar Dharma dan menjelaskan Dharma, itu malah berakibat negatif dan tidak mau.

Hanya disaat orang itu perlahan-laham tercerahkan, barulah kamu bisa menjelaskan Dharma kepadanya, oleh karena itu, *sebagai praktisi Buddhis harus terlebih dahulu berwelas asih kepada orang lain, harus bisa merasakan penderitaan orang lain, melihat situasi dan kondisi, mengikuti jodohnya dan kesempatan untuk menjelaskan Dharma kepadanya.*

Master berharap kalian lebih banyak belajar bagaimana menjelaskan Dharma kepada orang lain, tetapi tetap harus memegang prinsip, yaitu dengan menjelaskan Dharma kepada orang lain sesuai jodoh dan membantu orang lain.

Kalian semua harus memahami bahwa ada banyak beragam benda di dunia ini, besar, kecil, utuh, hilang, datar, bulat, lambat, perlahan-lahan.

Artinya, orang ini ada perbedaan dalam pemikirannya, ada orang yang memiliki kekuasaan tapi tidak memiliki kekuasaan yang nyata, ada orang yang pemikirannya menyimpang, ada orang yang memiliki kebijaksanaan yang sempurna, ada orang yang lambat, ada beberapa orang yang perlahan-lahan menjadi baik.

*Lalu, Bagaimana kita membujuk mereka?*

Kita harus bisa melihat waktu dan kesempatan yang tepat untuk melakukannya, mengikuti arus jodoh dan kesempatan untuk perlahan-lahan menuntun mereka, membantu mereka. Intinya membutuhkan waktu dan jodoh kesempatan.

Banyak orang yang memaksakan kehendak mereka ketika menolong orang lain, sedangkan sebagai seorang praktisi Buddhis yang benar, *jangan memaksa orang lain yang sesuai dengan kehendak diri sendiri, harus Sui Yuan.*

*Jika benar-benar ingin menolong orang lain, maka harus mengikuti kemauan dia, terlebih dahulu membantu dia dan memahaminya.*

*Disaat kita tidak bisa memahami apa yang sebenarnya dia pikirkan, apa yang harus dilakukan, apakah kita bisa membantu orang ini?* Intinya adalah, ini adalah tujuan sebenarnya dari Buddha.

Tujuan awal Buddha Bodhisattva turun ke dunia menolong manusia adalah kita semua bisa *Bèi chén hé jué, fǎn mí guī wù. (背尘合觉,返迷归悟)*

Bèi chén hé jué adalah disetiap bagian belakang tubuh kita terdapat kotoran debu, ada banyak bencana dan kesusahan, ketika kita memanggul semua kotoran debu ini, jika belajar Dharma, itu sama saja dengan mengakui dan menyadari akan kesalahan lalu berubah, yaitu *Fǎn mí guī wù, mítú zhī fǎn (返迷归悟,迷途知返)*.

Kita akan tersadar akan banyak konsep yang benar, perlahan-lahan menyadari hal yang tidak seharusnya membuat kita tersesat.

Terkadang karena saat itu kita belum memahami kebenarannya, hal ini akan membuat kita semakin lama semakin tersesat, tetapi setelah mempelajari Dharma dan menyadari kebenarannya, maka tidak akan lagi tersesat, jauh dari kabut, dan akhirnya tercerahkan.

Tujuan utama Dharma adalah agar kita bisa menyadari khayalan akan hidup dan mati, semua hal yang berada di dunia ini adalah khayalan, selamanya manusia tidak akan mati. Segala hal yang kita miliki saat ini hanyalah sementara, semua adalah khayalan, ada satu pepatah “Mimpi di siang bolong” (Khayalan).

Di jaman kuno dahulu, ada banyak Kaisar yang mencari cara untuk tidak tua, sebenarnya tidak ada caranya. Segala benda apapun, ada hidup berarti ada mati, tidak ada yang abadi, oleh karena itu Tujuan Dharma adalah berharap kita semua menyadari akan beban rintangan yang kita pikul, tak lagi tersesat dan tercerahkan, keluar dari khayalan akan hidup dan mati, dan hanya 出本具之佛道. Disaat kita benar-benar memahami bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah khayalan, semuanya adalah ilusi, hidup dan mati pun tidak ada lagi artinya. Dengan berpikiran seperti ini, baru benar-benar bisa mempelajari Ajaran Dharma dan Jalan menuju KeBuddhaan yang sesungguhnya.

Para pendengar sekalian, karma makhluk hidup sangatlah berat, tidak mudah untuk dikikis. Misalnya, ketika seseorang terkena penyakit kronis, maka akan susah menyembuhkannya.

Disaat seluruh tubuh kamu sakit, tidak ada satu dokter pun yang bisa menyembuhkan kamu.

Disaat seseorang terkena penyakit ringan, bisa disembuhkan; Disaat bagian kaki ada sedikit nyeri, bisa disembuhkan; Ada sedikit penyakit otak, maka bisa disembuhkan;

Tapi jika seluruh tubuhnya sakit, maka sudah tidak bisa lagi disembuhkan.

Master berharap kalian bersungguh-sungguh dalam mempelajari Dharma, memahami Dharma, harus bisa mengikis karma di tubuh.

Buddha Bodhisattva yang turun ke dunia untuk menolong manusia, berharap para manusia bisa kembali ke sifat aslinya, mengembalikan hati nuraninya.

Sekarang banyak orang yang demi uang dan keuntungan bisa melakukan apapun. Ada satu pepatah, orang jaman sekarang mau apapun kecuali martabatnya.

Orang bijaksana di jaman kuno mengajarkan kita untuk memahami tentang Kebajikan, kebenaran dan tata krama, yaitu berbakti kepada kedua orang tua, menghormati dan menghargai semua orang, bisa membedakan antar kebaikan dan keburukan.

Tapi bagaimana dengan orang di jaman sekarang ini? Demi keuntungan, banyak orang menjual orang tuanya, bertengkar dengan saudara kandungnya, ribut dengan orang yang lebih tua.

Bai Hua Fo Da adalah Bodhisattva mengajarkan kita untuk belajar bagaimana jauh dari kesesatan dan tercerahkan.

Karena semua benda yang kita lihat adalah benda ilusi, khayalan, maka dari itu harus bisa keluar dari khayalan akan hidup dan mati, kehidupan manusia ini sangat pendek, semua benda adalah ilusi, jika sampai kehilangan sifat dasar kita, padahal sifat itu adalah yang sesungguhnya.

Oleh karena itu, di dunia manusia, tidak peduli apakah dibedakan antara besar dan kecil, apakah menyeluruh atau tidak, apakah rata atau bulat, murni atau perlahan, semua ini membutuhkan kesempatan jodoh untuk menguraikannya, memperkenalkan Dharma kepada mereka sesuai jodohnya.

Mempelajari Dharma adalah sebuah pengetahuan yang sangat mendalam. Bagaimana terbebaskan dari kehidupan dan kematian, menyelesaikan masalah, semua ini harus terus bertahan mempelajarinya dalam jangka waktu yang lama.

Karma makhluk hidup sangatlah berat, ada banyak aliran yang bisa menolong mereka. Ada beberapa aliran yang membuat mereka mendalami aliran Jing Tu, ada aliran Chan Zong (Zen), Aliran Tantrayana, dan berbagai macam aliran lainnya, semua aliran ini adalah untuk membantu mengembalikan kita ke sifat dasar, hati dasar dan pikiran dasar. Yang artinya, membersihkan semua kotoran di wajah kita, ibarat makanan yang kita makan sehari-hari, harus memakan makanan alami. Tapi jika sudah dirias, ditambahkan sesuatu, maka benda itu sudah bukan aslinya lagi, kandungan vitaminnya sudah berkurang.

Sama seperti sayuran yang kita makan, setelah disemprot pestisida, sayuran ini akan tumbuh dengan indah, tapi sudah tidak ada lagi kandungan tanpa pestisida.

Oleh karena itu, kita harus mengembalikan sifat dasar kita, mengembalikan 若圣若凡.

Terkadang kita berprilaku seperti seorang suci, melakukan banyak perbuatan baik, terkadang kita seperti orang fana, melakukan banyak perbuatan buruk. Sebenarnya semua itu tergantung dari pikiran kita, terletak pada hal yang tidak bisa kita prediksi ketika mulai mempelajari Aliran ini, yang dengan kata lain tidak bisa menetapkan pikiran kita.

Harus diingat selamanya, kita harus menjadi orang suci, terbebaskan dari duniawi. Harus memahami karma ditubuh kita sangat berat, harus merubahnya, terkadang kita sangatlah bodoh. Lalu kenapa terkadang kita bisa sangat bijaksana? Karena kita telah mempelajari Dharma, barulah bisa mendapatkan kebijaksanaan ini.

Terkadang kita benar-benar sangat bodoh, merasa kita sangatlah pintar, sebenarnya kita adalah orang yang terbodoh. Ketika kita menyadari telah melakukan sebuah kesalahan, kita akan memukul mulut kita sendiri, “Ternyata saya sangat bodoh!”

Tetapi sebelum kejadian itu terjadi, apakah kamu merasa kamu bodoh? Seperti itulah, para pendengar sekalian, karena keterbatasan waktu, Pelajaran BHFF hanya bjsa sampai disini saja.

Terima kasih karena telah mendengarkannya, Sampai jumpa minggu depan.

https://xlch.org/category/book/fofa/guangbo1/385.html?t=1583931251932

7.、无缘大慈,同体大悲

0318_1.jpg

白话佛法讲的就是佛法。佛法分很多层次来引导大家,修心修行不管是高深的、还是白话的,都是佛法。如果能够把人救活、把人说懂,就是最好的学佛方法。一个人如果想精通佛法,就要付出很多的精力,付出很多的努力。今天台长继续给大家讲一些关于学佛的问题。

 

听众朋友,我们每天在生活中最烦恼的就是被烦恼和恶业所覆盖。我们每个人都有业障。业障就是我们在生活中做错的事情。另外一种解释就是,当我们要去完成一件事情的时候,总是做不好,总有人跟我们捣乱,总有小人跟我们犯冲。实际上,这就是我们的业力所为,这个业力是恶业。有了恶业之后,我们的生活和事业会受到恶业的困扰,变得不明朗,烦恼就随之而来,人会变得很难过,吃不下饭,睡不好觉,做什么事情都提不起劲,而且不知道怎样来处理这些事情。因为这些烦恼和恶业已经遮住了我们心中的阳光。

 

人在开心的时候,犹如阳光普照;当恶业和烦恼来到的时候,就像乌云遮住了心中的太阳,就看不见太阳、看不见阳光、看不到前途、看不到光明。为什么很多人会自杀?为什么很多人觉得生命没有价值?为什么很多人看破红尘?为什么很多人把这个世界看得淡淡的?实际上,是因为他们没有看到阳光。如果你真是一个聪明的人,要看到前途,要看到光明,要看到阳光。虽然乌云有时会遮住阳光,但是乌云是不可能永远遮住太阳的。所以,人要学会看到自己的本性,不要只看到眼前的利益,而看不到长远的利益,而这个利益是能够救度众生的利益,是能够和这个世界融合在一起的利益,这是什么呢?这就是智慧。

 

虽然有时候我们看不见阳光,看不见光芒,看不见光象,但是我们心里都很明白。大家知道什么叫光象吗?阳光和一种现象光芒所显现的像。月光也是一种光,为什么却把人们照得如此的安静呢?月光是属阴的光,也是大的光芒。所以我们用月亮来表示一个人的文静,用太阳来表示一个人内心的坦荡光明。月亮也是阴的表现光明的东西。不管是太阳还是月亮,都会被乌云所遮住,乌云无时无刻不在我们的生活之中。做人做得不好的时候,有烦恼了,就是起乌云了。晚上做了坏事情,也等于是乌云遮住了月亮。“了无缩减”说的就是我们的烦恼和恶业不但没有减少,反而越来越多。

 

如来菩萨是起源于无缘慈,同体悲。如来尤如没有的,本来就没有。我们来到人间之前,一切都无,一切都是缘,连始缘都没有了,就像如来一样。无缘慈就是无缘无故地去帮助人家,没有任何索求,这才是菩萨的慈悲。观世音菩萨对我们的慈悲就是无缘慈悲。想想看,现在的人有多少同情心?现在的人同体悲悯越来越少。同体悲就是这个人已经考虑到自己所受的苦和人家所受的苦是一样的深重,当人家在受苦的时候,他就感觉到像他自己在受苦一样难受。当我们谈起某个地震有多少人死亡、有多大损失时,你会不由自主地产生一种同体悲,心想这些在地震中死去的人多么可怜啊!你会想到他的父母、他的孩子等。实际上,同体悲就是人伤我痛啊。而不是像有些人看到人家不好了,心里反倒高兴。这就不是菩萨,这就不是慈悲。

 

台长经常跟大家讲佛法,要记住,佛法就是慈悲。用白话讲,佛法就是与人为善。整天和别人争斗的人,信佛干什么?今天说这个人不好,明天说那个人不好,这个人学什么佛、修什么心啊!学佛修心就是要学无缘慈、同体悲,而且学佛、修心、做人要随顺机宜,就是要顺着缘分、选择时机和别人说法。当这个人愚痴的时候,还没有开悟的时候,你拼命地去度他,去和他说佛说法,引来的只是叛逆和反感。只有当这个人渐渐开悟时,你才可以渡化他,所以学佛做人首先要慈悲人家,要有同体悲,要随顺机宜,顺着人家的缘分和机会来说法讲法。台长希望大家多多学佛度人,但是也要掌握原则,那就是随缘说法,随缘去帮助人家。

 

大家知道,在这个世界上有不同的事物存在,大、小,全、失,扁、圆,钝、渐。就是说,这个人思想有大小的不同,有些人有权利,但是没有实权,有些人的思想有偏差,有些人智慧圆融,有些人很迟钝,有些人逐渐在转好。我们应该怎样来劝度他们?我们应该随机施舍,随着缘分、随着机会来慢慢地开导他们、帮助他们。总之需要一个时间,需要一个机缘。很多人帮助人家是硬逼着人家的,而我们真正学佛的人,做任何事情都不要逼着人家去做,要随缘。如果真的想救人,就要先顺着人家,先帮助人家,先理解人家,当我们不能够理解这个人想什么、做什么的时候,我们能够帮得到这个人吗?真正讲起来,就是佛的本意。

 

佛菩萨到人间来救人的本意是令我们所有众生背尘合觉,返迷归悟。背尘合觉是说,我们每个人身上都背有尘埃,有很多的灾和难啊,当我们把这些尘埃背着的时候,如果学佛,就相当于知错就改的觉悟之中了,就会返迷归悟,迷途知返了。我们就会悟出很多的道理,要把自己迷的事情慢慢地不迷,有时因为我们没有了解事物的本质,所以会越来越迷,一旦悟出这些佛法道理的时候,就会返迷归悟,离开迷雾,归终于开悟了。佛法的本意就是让我们出幻妄之生死,这个人世间的一切都是幻妄的,都是没有的事情。人的生死和人世间的所有幻觉是一样的,人是永远不会死的。我们今天所拥有的一切,只是暂时的,都是幻觉,有一个词叫“痴心妄想”。古时候,很多皇帝想寻找长生不老之术,其实这是没有的。任何事物有生就有灭,永远没有长生的,所以佛的本意是希望人们背尘合觉,返迷归悟,出幻妄之生死,出本具之佛道而已。当我们真正理解这个世界的人生都是幻妄,都是妄想,所以我们的生死也没有意义了。这样的话,才会得到真正的佛法和佛道。

 

听众朋友们,众生的业障深重,不是容易消除的。犹如一个人病入膏肓的时候,就不能够把病治好。当你浑身都是病的时候,没有一个医生能够治疗你的。当一个人身上有一点病,可以治疗;脚上有一点病,可以治疗;脑子里有病,也可以治疗;如果浑身都是病的时候,就治不了了。台长希望大家真正地学佛,真正地理解佛法,要消除自己身上的业障。佛菩萨到人间来救度众生,就是希望人们能够恢复自己的本性,恢复自己的良知。现在的人为了钱、为了自己的既得利益,什么事情都做得出来的。有一句话说,现在的人什么都要,就是不要脸。

 

古时候的圣人教我们做人要懂得仁义礼节,要孝父、孝母,尊敬所有的人,要善恶分明。而现在的人呢?很多人为了自己的利益,可以出卖父母亲,跟兄弟结仇,和师长翻脸。白话佛法就是菩萨教我们学习如何返迷归悟。因为我们看到的东西只是迷途的物质,那是幻觉,所以一定要逃出自己幻妄的生死,人生苦短,所有的东西都是假的,如果自己丢失了自己的本性,那就是真的。所以在人间,不管是否有大小之分,是否有全矢之分,是否有扁圆、钝渐之分,都要随机来解化、随缘来度化。

 

学佛学法是一门很深奥的学问。如何来了脱生死、解决问题,这个就是要长期坚持学佛学法的问题。众生的业障深重,有很多法门可以帮助你们。有些法门是让人皈依净土,有些法门是禅宗,密宗等各种各样的法门都是要帮助人们恢复自己的本性、本心和本意。也就是说,把自己脸上所涂的色彩全部擦干净,就像我们现在的人吃东西一样,要吃天然食品。经过化妆、加工的东西就缺乏它的本性了,它的营养成分就不够。犹如我们在人间吃的菜,经过农药喷射之后,长得很漂亮,但是吃下去没有自然的营养。所以我们要恢复自己的本性,要恢复自己的若圣若凡。

 

我们有时候像一个圣人,做着很多的善事,有时候又像一个凡人,做着很多的坏事。实际上都是在于我们的心,在于我们开启学习这个法门时的变幻莫测,也就是说我们的心神有时会摇摆不定。永远要记住,我们要做圣人,要脱离凡尘。要知道自己身上的业障很重,必须改正有时候我们很愚痴啊。但有时候为什么会有智慧呢?我们学佛学法了,才会有这个智慧。我们有时候真的很傻,觉得自己很聪明,实际上是最笨的人。所以才会当某一件事情做错的时候,自己恨不得打自己的嘴巴,“我原来是这么的愚蠢啊!”可是当他在做这件事情之前的时候,他是否觉得自己是很愚蠢的呢?好了,听众朋友,因为时间关系,台长的白话佛法节目今天只能够讲到这里了。谢谢大家收听,下周再见。