Mengenai sabar dan tabah

Wenda20160306B 20:17
*[Bagaimana menjelaskan arti kata “Menguraikan” kepada anak kecil]*

Telp Wanita: Bagaimana dengan mudah memberikan penjelasan tentang arti kata “Menguraikan” kepada anak kecil?

Master: “Menguraikan” artinya menyelesaikan masalah, “Menguraikan” artinya perlahan-lahan memikirkan cara bagaimana menyelesaikan masalah.

Telp: Misalnya, kita harus menguraikan jodoh buruk ketika bertengkar, bagaimana memberikan penjelasan kepada anak kecil agar mereka paham?

Master: Jelaskan kepada mereka, jika terjadi pertengkaran harus diselesaikan dengan baik, jika mendapatkan masalah apapun harus saling berdiskusi, bicarakan masalah ini dengan baik, cari jalan keluar yang baik, inilah yang dimaksud dengan menguraikan.

wenda20160306B 20:17
如何跟小孩子解释“化解”
女听众:比如要跟小孩子解释“化解”,该如何用比较浅白的方法跟他们解释?
台长答:“化解”就是解决,“化解”就想办法慢慢地解决(比如说,有时吵架要化解恶缘,该如何跟小朋友解释更明确?)就是说吵架了要慢慢地解决,碰到事情大家坐下来商量商量,好好地讲,好好地说,慢慢地解决,那么就叫化解。

https://xlch.org/index.php?a=shows&catid=105&id=22509&t=1585641493192


 

Wenda20180413 15:56
*[Perbedaan Tabah dan sabar]*

Telp Pria: Di dalam buku BHFF, Shifu sering menyebutkan mengenai sabar dan tabah, apa perbedaan antara kedua kata ini? Orang yang dapat bersabar dan tabah, apakah tingkatannya beda?

Master: Orang yang bisa tabah, kata ini lebih tinggi daripada sabar, yaitu setelah mengetahui dirinya mendapatkan hinaan, tapi dia masih bisa menahan dirinya, ini lebih tinggi daripada sabar.

Wenda20180413 15:56
忍辱和忍耐的区别
男听众:师父在《白话佛法》中多次提到忍耐和忍辱,请问两者有何差别?一个可以忍耐的人和一个忍辱的人,境界上是否不一样?

台长答:忍耐是耐,忍辱是辱。能够忍辱的话,这个“辱”字比“耐”要更厉害,也就是说知道自己受到侮辱了,但是还能够把它忍住,这就比忍耐更高一个境界,更高一个级别了。

https://xlch.org/index.php?a=shows&catid=105&id=31422&t=1585641944040


 

Shuohua20180420 04:27
*[Bagaimana memahami kalimat “Kesabaran berasal dari welas asih”]*

Telp Pria: Shifu, “Cara untuk Melihat sifat dasar diri sendiri adalah dengan kesabaran, kesabaran adalah welas asih, kesabaran berasal dari welas asih.” Bagaimana memahami arti kalimat ini?

Master: “Kesabaran berasal dari welas asih”, bayangkan, seseorang yang tidak welas asih, bagaimana dia bisa menahan diri?

Hari ini, suami marah-marah, tapi sang istri bisa menahan diri, bukankah artinya istri memiliki welas asih? Karena sang istri merasa kasihan melihat keadaan suami, tekanan yang dia dapatkan dari pekerjaannya sangat besar, kekesalan ini dia luapkan ketika pulang ke rumah, menunjukkan bahwa dia tidak bahagia.

Dalam kondisi seperti ini, sang istri berwelas asih kepada suami, merasa suaminya sangat kasihan.

Telp: Benar.

Master: Setelah merasa kasihan, maka sang istri bisa memaafkannya, tak lagi membuat keributan. Kesabaran seperti ini bukankah adalah salah satu karakter dari welas asih?

Telp: Sudah mengerti.

Shuohua20180420 04:27
如何理解“忍耐是由慈悲而来”
男听众:师父,“明心见性的方法是忍耐,忍耐就是慈悲,忍耐是由慈悲而来。”如何理解这句话?

台长答:“忍耐是由慈悲而来”,你想想看,一个人不慈悲别人,怎么忍耐得住?今天老公在家里发脾气了,她能够忍耐,那她有没有慈悲心?她当然有慈悲心,她觉得他很可怜,单位里压力太大了,回到家里要发泄,要宣泄他自己的这种气愤,他不开心。在这个情况下讲起来,你已经慈悲他了,你觉得他很可怜(对)很可怜之后你才能够原谅他,不跟他闹。这种忍耐不就是包含着慈悲的性质吗?(明白了)

https://xlch.org/index.php?a=shows&catid=105&id=31481&t=1585642524082


 

Wenda20150814 09:04
*[Sebagai seorang praktisi Buddhis, mulut digunakan untuk membaca paritta dan bukan untuk mengeluarkan amarah]*

Telp Wanita: Terlebih dahulu saya ingin bertobat kepada Shifu, karena beberapa hari kemarin saya marah besar kepada keluarga saya, memaki mereka, maaf.

Master: “Pahlawan” saya rasa kamu adalah seorang “Pahlawan”.

Telp: Maaf.

Master: Apakah sikap kamu seperti seorang Bodhisattva?

Ada seorang umat dari Malaysia yang sering memarahu istrinya, sekarang dia sudah membina diri. Ketika sang istri memarahinya, suami akan langsung bersikap anjali dan berkata: “Maaf, saya yang salah.”

Sekarang istriny pun juga ikut dia membina diri, berkata: “Jika saya tak cepat-cepat membina diri, saya tak akan bisa mengejar kamu, tingkat pembinaannya sudah tinggi.”

Kamu merasa diri kamu “baik”, kamu sedang mencoreng muka Bodhisattva!

Apakah seperti ini sikap seseorang praktisi Buddhis? Tanpa alasan jelas lalu melampiaskan kemarahan? Melakukan perbuatan seenaknya?

Telp: Maaf, saya salah.

Master: Apakah kamu tidak merasa menyesal?

Telp: Menyesal.

Master: Apa ada yang kamu dapatkan setelah melampiaskan amarah? Sekarang hati kamu tidak nyaman kan?

Telp: Saya merasa sedih.

Master: Kamu tidak akan merasa bahagia setelah melampiaskan amarah, kehilangan kesabaran adalah bisnis yang paling rugi di dunia ini! Menyakiti orang lain dan dirinya sendiri! Bahkan kamu sendiri pun akan menyesal.

Telp: Saya salah.

Master: Tidak begitu cepat menyelesaikan masalah ini. Menggunakan mulut yang diberikan oleh Bodhisattva untuk memaki orang lain kah?

Pembinaan diri kamu “sangat bagus”, seperti Buddha, apakah kamu masih memiliki masa depan yang cerah? Coba beritahu saya, ada masa depan kah?

Telp: Tidak ada, Maaf, saya akan berubah lebih baik lagi.

Master: Harus berubah, sangat memalukan! Apakah Guan Shi Yin Pu Sa menerima murid seperti kamu, aih! Mengecewakan, apakah semudah itu belajar untuk menjadi seorang Bodhisattva?

Tidak bisa sabar? Siapa yang tidak bisa sabar dan tabah menjalani hidup ini? Jika tidak bersabar, kamu akan kehilangan keluarga, bahkan anak pun akan pergi meninggalkan kamu; suami akan pergi; Tidak bisa bersabar kepada orang lain, mereka akan mengeluarkan kamu dari lingkaran sosial, mengerti?

Telp: Sudah paham.

Master: Baiklah.

Telp: Maaf

Master: Berusahalah lebih giat lagi dan berubah!

wenda20150814 09:04
学佛人嘴巴是用来念经的,不是用来发脾气
女听众:我先向台长忏悔,因为前几天我发了很大的无名火,把家里的人都骂了一顿,对不起。

台长答:“英雄”啊,我觉得你很“英雄”(对不起)菩萨就这么来……做菩萨在家里是这么做的?我们马来西亚一个同修过去老骂太太,现在修心了,他太太骂他,他双手合十跟太太说:“对不起,是我做错了。”他太太现在拼命在修,说:“我再不修的话,我赶不上你了,境界不一样了。”你“好”,你在给菩萨脸上抹黑啊!

学佛学到这样啊?动不动就发脾气啊?想干吗就干吗的啊?(对不起,我是错了)你自己后悔不后悔啦?(后悔)有什么意思啦?你告诉我,发掉之后难过吗?(难过)你又不是发掉之后开心呀,发脾气是全世界最亏本的生意啊!伤了别人伤了自己啊!自己还要后悔(我知错了)还没有这么快地解决的。用菩萨给你念经的嘴巴去骂人的啊?

修得“好”呢,像佛呢,你有出息啊?你告诉我,你有没有出息啊?(没有,对不起,我以后会好好地改的)要好好改了,真的丢死人哪!观世音菩萨都收你们这些弟子啊?真的,我都丢脸啊,帮菩萨推荐这些弟子给菩萨,诶!这么没出息的,学菩萨这么容易的?

不忍辱啊?哪个是活在世界上不忍辱、不忍耐的?不忍耐连家都没了,跟孩子不忍耐孩子都离你而去了;跟老公不忍耐家都没了;社会上的人你不忍耐,他就整你呢,听不懂啊?(听得懂)好了(对不起)好好努力,改!

https://xlch.org/index.php?a=shows&catid=105&id=19699&t=1585607710607


 

Wenda20171224A 25:24
*[Pentingnya “Kesabaran” dalam interaksi sesama manusia, dalam pekerjaan dan dalam mempelajari Dharma]*

https://xlch.org/index.php?a=shows&catid=105&id=29515&t=1585649683978

Telp: Shifu, Apakah bisa memberikan wejangan mengenai pentingnya “Kesabaran” dalam interaksi sesama manusia, dalam pekerjaan dan dalam mempelajari Dharma.

Master: Seseorang tidak akan sukses jika dia tidak memiliki kesabaran.

Telp: Benar.

Master: Contoh sederhananya, Hari ini kamu tidak enak badan, tapi dia tetap harus bersabar menjalani hidupnya;

Hari ini kamu sakit gigi, kamu harus bisa menahan rasa sakitnya kan?

Telp: Bersabar.

Master: Ambil contoh sederhana, Hari ini gigi kamu sakit sekali, lalu pergi ke dokter, dokter berkata: “Tidak bisa, kamu harus mendaftar ulang, hari ini saya tidak sempat.”

Kamu harus merasa kesakitan selama sehari. Apakah kamu bisa bersabar? Apakah kamu bisa berkata kepada dokter: “Saya sudah kesakitan seperti ini, apakah kamu tidak ada rasa manusiawi?”

Apakah kamu boleh membuat keributan dengan dokter? Tidak boleh, hanya bisa bersabar.

Bagaimana caranya? Gunakan air garam dan berkumur, beli obat penahan sakit, hanya bisa bersabar kesakitan selama seharian.

Contoh lainnya, kamu terburu-buru berangkat kerja, ada lampu merah, apakah kamu akan tidak bersabar dan melewati lampu merah? Semua harus mengandalkan kesabaran.

Contoh lainnya lagi, sudah tahu bahwa kemampuan dia dibawah rata-rata, tapi dia menjadi seorang direktur, sedangkan kamu hanyalah seorang kepala salah satu bagian.

Jika kamu memiliki kemampuan melebih dia, dan suatu hari ini menjadi seorang direktur, maka kamu harus bisa bersabae, jika kamu tidak bisa bersabar dan dia mengetahui tujuan kamu ingin menjadi direktur, maka selamanya kamu mungkin tidak bisa mendaparkan posisi ini.

Telp: Iya. Lalu bagaimana dengan belajar Dharma?

Master: Juga sama, harus bisa belajar untuk bersabar, jika tidak bisa bersabar, Apakah kamu bisa menjadi seorang Bodhisattva atau Buddha? Kenapa tidak bisa bersabar?

Jika kamu memiliki seorang anak yang memiliki sifat buruk pun, kamu juga harus bisa bersabar, apakah ada cara lain lagi?

Siapa yang suruh dia menjadi anak kamu? Melahirkan anak seperti ini sangat melelahkan, apakah kamu ada cara lain lagi?

Bodhisattva pun juga sabar melihat tingkah laku manusia. Ketika kalian memohon kepada Bodhisattva “Pu Sa, saya tidak akan melakukan hal ini lagi”, lalu kalian melakukannya lagi. Apakah Bodhisattva bersabar?

Telp: Bersabar.

Master: Lalu kamu memohon lagi kepada Bodhisattva “Pu Sa, kali ini saya bersumpah, tidak akan melakukannya lagi”, lalu kalian ingkari lagi.

Apa yang Bodhisattva lakukan? Bodhisattva tidak bisa berbuat apapun. Hehe….

Telp: Sudah mengerti. Shifu, kami para murid tidak patuh, selalu membuat Shifu marah, lalu apa yang akan Shifu lakukan?

Master: Kamu sudah termasuk baik, kamu tidak melakukan hal yang membuat saya marah.

Jika 30.000 murid ini membuat saya marah, ini adalah hal yang normal, saya hanya bisa membimbingnya, hanya bisa perlahan-lahan mengarahkannya, menasehati lagi dan lagi dan lagi, dan akhirnya melepaskan dia perlahan-lahan.

Telp: Jika para murid melakukan kesalahan yang sama, apa perasaan Shifu?

Master: Coba kamu bayangkan, jika seorang anak terus melakukan kesalahan, apa perasaan sang ayah?

Telp: Hanya bisa berharap anak ini akan berubah.

Master: Sama.

Telp: Sudah mengerti.

Master: Lalu mengajarinya perlahan-lahan, mendidiknya sesuai perannya masing-masing, mengarahkannya sampai merasa tidak sanggup lagi, lalu akan dilepaskan.

Sama seperti sedang pacaran, terlebih dahulu berusaha mendapatkan hatinya, dan jika tidak bisa, lepaskan.

Hanya bisa “melepaskannya”, walaupun itu mengenai prinsip, karakter maupun sifatnya, harus bisa melepaskannya.

Jika itu hanya masalah teknis, misalnya di stasiun radio ini ada seorang yang tidak bisa menyetel Televisi, tapi karakternya baik, maka masih bisa mendidiknya, membantunya agar dia berubah, dan tidak melepaskannya;

Tapi jika sifat dia bermasalah, melakukan hal yang melanggar sila seperti berjudi, minum alkohol, asusila, maka hanya bisa melepaskannya, karena tidak bisa dirubah lagi.

Telp: Mengerti.

Wenda20171224A 25:24
“忍耐”在与人相处、工作及学佛中的重要性
男听众:师父,您开示一下“忍耐”在与人相处、工作及学佛中的重要性。
台长答:一个人在现实社会当中不忍耐,你什么事情都做不成功(对)举个简单例子,你今天就是有一点点不舒服,你也得忍耐;你今天牙痛,你要忍耐吧?(忍耐)举个简单例子,你今天牙痛得不得了,你跑过去看医生,医生说:“不行,重新预约,我今天没时间。”你得痛一天。你说你能忍耐吗?你冲过去对医生:“我痛得这样,你有没有人道主义精神啊?”你可以去跟他吵吗?不可以,那忍耐了。怎么忍耐?用点盐水漱漱嘴,买一点止痛药,只能这么忍一天啊。你去上班急得不得了,红绿灯闪着,你不忍耐你敢冲吗?一切都必须靠忍耐。明明这个人水平比你差,他做局长,你做科长。你有本事,有一天你想做局长,你必须忍耐,你不忍耐,被他发现你想做局长,你一辈子可能就做不了局长了(嗯。那在学佛中呢?)也是一样,学会忍耐啊,你不忍耐你怎么成菩萨、成佛啊?怎么不能忍耐啊?你看见你周围的孩子身上毛病重,你也得忍耐,有什么办法?谁叫他是你的孩子啊?生出来这些孩子真的是痛心疾首,你说有什么办法?这个事情就是这样。菩萨看人就是靠忍耐的。你们求着菩萨“菩萨,我再也不做坏事了”,又做了。菩萨忍耐吗?(忍耐)你又求菩萨“菩萨,我这次真的发誓,我再也不做了”,又做了。菩萨怎么办?菩萨被你气得找不到了。呵呵……(明白。师父,那弟子不听话,老惹您生气,那您怎么办啊?)你已经很好了,你是一点都没惹我生气。你要说这三万多个弟子惹我生气,那是常有的,只能谆谆教导了,只能慢慢地不停地劝导了,劝啊,劝啊,劝到后来慢慢就放手了(如果弟子屡犯错误,师父是什么样的心情?)你说说看,一个孩子老犯错误,爸爸是什么心情了?(恨铁不成钢)一样(明白)然后慢慢教育,尽自己的使命教育,教育到后来实在不行了,那么放手啊。就像谈恋爱一样,先尽量争取要他,实在不行只能放手。只是“放手”你要看什么事情的,原则性的问题、品德的问题、品格的问题必须放手。如果只是一种技术性问题,比方说我们电台的小朋友电视台没弄好,这种跟他人品没关系的,那你就得教育他、帮助他,让他改正,而不要唾弃他;如果他是品质问题,做这种犯戒的赌博、喝酒、邪淫,那你就必须把他慢慢放手了,改不了了(明白了)


 

Wenda20140803B 10:28
*[Bagaimana cara menahan dan melampaui keinginan hasrat fisiologis]*

https://xlch.org/index.php?a=shows&catid=105&id=1648&t=1585658714819

Telp Wanita: Ingin bertanya Shifu, bagaimana cara melampaui hasrat keinginan fisiologis?

Misalnya seseorang yang sudah berumur, secara alami bisa menahan hasrat keinginan dalam hal hubungan pria wanita, makanan dan lain-lainnya.

Tapi bagi, orang yang masih muda, karena tubuhnya tidak bisa menahan diri, lalu akan melakukan berbagai keinginan, apakah ada cara untuk mengatasi hal ini?

Master: Pertama-taman harus menggunakan tingkat pembinaan untuk melampauinya, walaupun manusia memiliki keinginan, *tetapi harus diingat, Manusia adalah binatang kelas tinggi yang mampu menahan dirinya sendiri.*

Walaupun manusia memiliki keinginan fisiologis, tetapi harus bisa menahannya, semua ini ada jalan keluarnya.

Pertama, jangan mendekati dengan barang-barang yang bisa meningkatkan keinginan. Mengapa para biksu dan bhikkuni tidak menyentuh benda-benda yang berhubungan dengan pria dan wanita? Ini yang pertama;

Harus menahan diri dari aspek lingkungan luar, kemudian memberikan pengetahuan agar dia paham, semua orang adalah saudara kandung kamu, kakak laki-laki, adik perempuan, jika dia adalah adik perempuan kamu, tinggal bersama di dalam rumah, mengapa tidak membangkitkan nafsu kamu? Apakah kalian berdua bukan pria dan wanita?

Karena di dalam hatinya ada sebuah batasan,” Dia adalah kakak perempuan saya, adik perempuan saya, tidak boleh melakukan hal ini, jika saya melakukannya berarti saya adalah seorang binatang”, Mengerti?

Telp: Jadi harus memahami konsepnya, dengan begitu pembinaannya akan menjadi tinggi.

Master: Benar, Mengapa ada beberapa orang yang tidak melakukan perbuatan salah? Karena dia memahaminya.

Mengapa banyak pejabat koruptor yang masuk penjara? Karena mereka tidak mengetahui bahwa itu adalah dosa, jika dia memahami korupsi adalah dosa, maka dia tidak akan serakah dan korupsi.

Kita sebagai praktisi Buddhis memahami bahwa ini adalah perbuatan asusila, dosa dari perbuatan asusila bisa masuk neraka, inilah alasan mengapa kita tidak berani melakukannya, benar tidak?

Telp: Benar. Shifu, keinginan yang berasal dari fisiologis, saya rasa Ajaran Buddha menganjurkan untuk tidak memakan makanan yang merangsang, seperti cabe dan non vege…

Master: Daun bawang, bawang putih, juga tidak disarankan agar tidak membangkitkan hasrat tubuh.

Telp: Belakangan ini saya pun juga sebisa mungkin memakan lebih tawar sedikit, semakintawar, saya merasakan perasaan saya lebih stabil.

Master: Benar.

Telp: Maka dari itu Dharma mengajarkan untuk “Melatih kedua hati dan tubuh”, saya merasa jika bisa menjaga tubuh dengan baik, maka bisa membuat perubahan dalam perasaan.

Master: Masih ada satu alasan lagi, jika hasrat papa dan mama sangat kuat, maka akan diturunkan ke sang anak. Bagi mereka yang membina diri, ini adalah sebuah rintangan yang susah dilewati.

Bagaimana cara mengatasinya?

Pertama, terus menerus menahan diri… mandi dengan air dingin, tidak makan makanan yang merangsang, tidak melihat gambar yang merangsang, kurangi berhubungan dengan lawan jenis, berbicara, jangan berpikir yang tidak baik, agar bisa menjaga kestabilan pikiran.

Kemudian perbanyak membaca Xin Jing, “Memohon kepada Guan Shi Yin Pu Sa membantu saya menghilangan keinginan di dalam hati saya”, boleh memohon seperti ini, Bodhisattva tidak akan menertawakan kita, karena kita masih manusia.

Jadi setelah kamh selesai membaca paritta, Bodhisattva akan memberikan kamu kekuatan lain, agar bisa membuat kamu melupakan keinginan ini, yaitu menahan diri, lalu apa yang akan terjadi kemudian?

Jangan melakukan perbuatan ini, apa yang akan terjadi kepada kamu? Kamu tidak akan mati.

Telp: Baik.

📣📣📣如何克服和超越生理的欲望⁉️

女听众:请问师父,怎样让人的内心超越生理上的欲望?比方说一个人到老了,他的身体各方面机能可以让他在男女方面、饮食方面等等的欲望比较少,但是年轻人由于生理原因会情不自禁地去产生这方面的欲望,那么这种由于生理原因导致的心灵上的欲望,有办法去超越它和克服它吗?

台长答:首先要用境界来超越它,虽然人有欲望,但是要记住,人是一个高级动物,他能够克制自己。人虽然拥有着欲望的肉体,但是要把它克制,完全有办法。

首先不去接触任何欲望的东西,为什么法师还有尼姑,不让他们接触那些男女姿色的东西啊?这是第一个;外环境把它克制住,内环境让他心里明白,你今天去淫荡的都是你的兄弟姐妹,哥哥、妹妹,如果是你的妹妹,同样住在家里,为什么很多男的就不会起这种欲望啊?不是男女吗?因为他的心里有界线,“这是我的姐姐,这是我的妹妹,我不能对她做什么事情,如果我对她做什么事情,我就是畜生”,听得懂吗?

(一定要在道理上明白,境界上提高)对,为什么有些人就不会做错这种事情啊?他在道理上明白。为什么现在有很多贪官会下台啊?因为他们不知道贪污腐败是犯罪,他如果道义上懂得贪污腐败是犯罪,他们就不会去贪,不会去腐败了。

我们学佛人知道这种邪淫、这种淫荡的罪孽要下地狱,所以我们就不敢去做,对不对啊?

(对。师父,这种生理上的欲望,我觉得佛教提倡大家少吃一些刺激性的食物,比方辣椒和那些荤腥的东西……)洋葱、大蒜,实际上也是劝导你们不要再去制造生理上的欲望(我最近也尽量让自己饮食清淡一些,随着饮食清淡,我觉得自己心情也平和了很多)对(所以佛教不是讲“身心双修”嘛,我觉得如果把这个身体修好的话,心态也会发生好的转变)我告诉你还有一个原因,没有办法的,如果爸爸妈妈欲望很强的,孩子生理上也会有这方面的欲望。

所以对他们修,无疑是一个比较大的难越过的障碍。所以在这方面用什么方法呢?第一,咬咬牙,有的时候就克制,有的时候就克制……洗把凉水澡,不吃辛辣这种刺激的东西,不看刺激的画报,少跟男女之间的朋友交往、讲话,不去动这些脑筋,让自己处于一种平衡的心态情况下。

然后多念心经,“请观世音菩萨帮助我去除我心里的这种欲望”,可以求的,菩萨不会笑我们的,因为我们是人,所以当你念完经之后,菩萨会给你另外一种力量,让你真的会忘记很多这方面的欲望,就是咬着牙,到了最后又怎样呢?就是不去做这种事情的话,你又能怎么样呢?死不了人的(好的)

wenda20140803B 10:28