Kutipan BHFF 5, Bab 36, Setulus hati bertobat, Mencerahkan diri sendiri

*Kutipan BHFF 5, Bab 36, Setulus hati bertobat, Mencerahkan diri sendiri*

Jika ada seseorang yang bertanya Dharma kepada kamu, jika kamu mengetahui tapi tidak menjelaskannya, atau dengan sengaja tidak menjawab, artinya sudah melanggar sila.

Bagi orang DFT yang bertugas menjawab telp, jika dia mengetahui tapi tidak mau menjelaskannya atau hanya menjawab sekadarnya, itu berarti sudah melanggar sila.

*Apakah kalian tahu apa hukuman dari melanggar sila? Turun ke bawah.*

Misalnya, hari ini kamu ada urusan dan tidak mau menjawab pertanyaan orang lain, ditelpon hanya menjawab, “Iya Iya Iya, Benar benar benar, kamu hanya perlu membacanya beberapa kali seperti itu saja sudah cukup. Baik baik baik, Selamat tinggal.”

Jika kamu begitu saja dan menutup telponnya, itu berarti sudah melanggar sila.

Apakah boleh bekerja sekedarnya ketika melakukan urusan yang berhubungan dengan Bodhisattva? Apakah kalian tahu dengan siapa kalian berbicara?

Jangan sembarangan melampiaskan amarah, ini pun juga termasuk melanggar sila. Hari ini, kamu adalah seorang praktisi Buddhis, jika sembarangan melampiaskan amarah, sembarangan menjawab pertanyaan orang lain, artinya sedang mematikan nyawa kebijaksanaan diri sendiri, sebenarnya kamu sedang membakar hutan pahala kamu. (Dan sudah pasti tidak membakar seluruhnya).

如果有人向你求法,就是问到你们佛理,如果你知道了而不去解释或者故意不回答,那就是犯戒。所以凡是在东方电台接电话的人,如果自己知道了不愿意讲或者你自己知道了马马虎虎敷衍了事,全部都是犯戒。你们知道犯戒是什么罪过吗?要下去的。

比如今天你有什么事情了你不愿意回答人家,在电话里面“是是是,对对对,你就这样念几遍就可以了。好好好,再见”。如果你这样一挂,你就犯戒了。菩萨的事情可以敷衍了事吗?你们知道是在跟谁讲话?

不要随便地发脾气,随随便便地发脾气也是属于犯戒。你今天是个学佛人,如果随随便便发脾气,随便答别人,是在毁自己的慧命,实际上你就是在火烧功德林(当然不是把所有的功德全烧掉)。

📕摘自于白话佛法五,36、真心忏悔,觉悟自身