*BHFF Episode 55*

Disini Shifu akan menjelaskan kepada kalian, Sangat menderita hidup sebagai manusia, dikala pasien selalu membayangkan untuk mendapatkan kesehatannya, para penggangguran berpikir untuk mencari sebuah pekerjaan, orang yang patah hati menginginkan untuk mendapatkan sebuah kebahagiaan, orang yang putus asa selalu berharap akan adanya perubahan dalam hidupnya, bisa mendapatkan kembali semua harapan.

Menjalani kehidupan ini, orang-orang disibukkan dengan mencari sebuah pekerjaan, teman, kekayaan, nama dan kedudukan, bahkan kita terus terus dan terus mencarinya, tetapi tetap tidak mendapatkan apa yang kita inginkan.

*Sebenarnya dalam pencarian ini, seharusnya kita mencari kembali sifat dasar kita, inilah yang terpenting.* Dan itu adalah menyembuhkan hati ini.

Jika kamu tidak bisa menemukan kembali hati nurani, sifat KeBuddhaan, maka
Walaupun kamu mempunyai kesehatan itu akan hilang,

Walaupun kamu mempunyai pekerjaan, ini pun juga akan hilang,

Walaupun kamu mempunyai kebahagiaan, malah akan memberikan kamu lebih banyak penderitaan.

Harus belajar untuk bisa mendapatkan Kebuddhaan Asli di dalam hati.

Ada sebuah pepatah mengatakan _Jangan pergi mencari Buddha di Gunung Ling Shan, Sebenarnya Gunung Ling Shan berada di dalam hati, Setiap orang memiliki pagoda Gunung Ling Shan, Melatih dirilah dengan baik di bawah Gunung Ling Shan_

Pepatah ini menjelaskan kepada kita, Dimanakah Buddha itu berada? Berada di dalam sifat dasar kamu.

Kamu pergi kesana kemari untuk belajar dan memohon kepada orang lain, Sebenarnya di dalam diri kamu terdapat sebuah pagoda Gunung Ling Shan, karena begitu kamu memohon kepadanya, akan langsung dikabulkan.

Asalkan kamu melatih dan mengumpulkan pahala kamu di Pagoda Gunung Ling Shan ini, maka semua itu akan menjadi sempurna di dunia manusia.

汝心本性观自在,九识佛心藏真谛
Rǔ xīn běnxìng guān zìzài, jiǔ shí fú xīn cáng zhēndì

Disini Shifu akan menjelaskan mengenai arti dari kalimat ini, Setiap orang dari kita, semuanya memiliki akar KeBuddhaan, yang disebut dengan istilah _Zi Xing Fo._ Tetapi mengapa kita tidak bisa menemukannya? Dan malah terus berada di dalam menikmati dan mengejar kenikmatan akan _skandha_ (Bentuk, Sensasi, Persepsi, Bentuk-bentuk pikiran, Kesadaran)
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Skandha

Mengejar kekosongan yang palsu, dan kehilangan arah akan harapan, inilah alasan mengapa sangat menderita menjadi manusia, mencari segala yang berada di luar tapi malah melupakan benda yang paling berharga yaitu sifat dasar, terus berada di dalam kekosongan untuk puluhan tahun dan tetap tidak bisa menemukan dimanakah saya berada sesungguhnya, Hingga tidak tahu dimanakah “Saya” ini berada, hidup dalam keAkuan yang palsu, setiap hari demi harga diri mengejar ilusi, bertengkar dan ribut dengan orang lain, semua ini disebabkan karena kita tidak memahami Ajaran Dharma.

Inilah alasan mengapa kita harus menjadi seseorang yang bijaksana dan bermoral,

Seseorang yang mempunyai kebijaksanaan bisa menjaga emosinya.

Seseorang yang bermoral, bisa terus menjaga hubungan baik dengan orang-orang di sekitarnya.

Harus terus mencari sifat keBuddhaan kamu yang sebenarnya, maka kamu bisa menjadi seorang Buddha dari dalam hati.

Terangi kembali lampu keBuddhaan di dalam hati, orang di jaman sekarang sering mengatakan untuk terus memurnikan lingkungan hidup, memurnikan kembali sosial, sebenarnya yang terpenting adalah memulai dari Memurnikan jiwa keBuddhaan kita.

Alasannya adalah pikiran kita tertutup oleh kebodohan, kegelapan, ketidaktahuan dan permasalahan, seriap orang dari kita harus memiliki sebuah lampu hati dan menerangkan lampu hati ini, mengeluarkan sinar kebijaksanaan, memuliakan prajna, dengan begitu bisa menyingkirkan segala ketidaktahuan dan permasalahan.

Inilah alasan mengapa orang yang bijak tidak memiliki kerisauan, seseorang yang memiliki kebijaksanaan pasti memiliki prajna.

Banyak dari kita yang ketika menghadapi suatu permasalahan dan tidak bisa menemukan jalan keluarnya, seperti bersikeras untuk terus menjaga martabat dan harga dirinya. Tetapi asalkan kamu mau mulai mengucapkan satu kalimat, *”Maaf saya salah”*, tak lama, masalah ini akan cepat selesai, dan kamu pun tidak perlu lagi memikul beban yang berat selama berhari-hari dan menyiksa batin kamu.

Hanya mengucapkan satu kalimat yang bisa menguraikan segala permasalahan, Sebuah senyuman di wajah bisa menguraikan berbagai macam masalah. Manusia selalu mengutamakan penampilan dan kecantikan tubuh maupun parasnya, tetapi malah melupakan untuk membuat hati kamu tetap indah dan memiliki hati nurani, kamu harus menerangkan Cahaya Buddha di dalam hati, maka Jiwa kamu akan menjadi Indah.

Jika tubuh jasmani sakit, kita bisa pergi ke dokter, tapi untuk menyembuhkan penyakit hati, ada beberapa orang yang pergi ke kuil dan bertanya kepada Dewa untuk meminta jawaban, ada orang pergi ke dokter psikologi.

Sebenarnya, disaat kamu tidak bisa menemukan jawabannya, kamu bisa menjadi dokter untuk diri kamu sendiri, karena hanya kamu sendirilah yang paling mengerti diri sendiri, dan berapa orang yang bisa benar-benar memahami apa yang sedang kamu pikirkan.

Inilah yang Sang Buddha maksud dengan _”Semua Dharma bisa menyembuhkan segala permasalahan hati, jika tidak ada hati, untuk apa menggunakan semua Dharma”_, Ajaran Dharma hadir untuk menyembuhkan hati.

Sang Buddha mengatakan _”Dharma bertujuan untuk menyembuhkan semua makhluk hidup, 84.000 pintu Dharma hadir untuk menyelesaikan 84.000 macam permasalahan hati”_

Oleh sebab itu, harus melatih diri untuk terus menjaga sila, ketenangan dan kebijaksanaan, menghilangkan 3 racun (Keserakahan, kebodohan dan amarah).

Menerapkan menjaga sila untuk menyembuhkan sifat keserakahan
Menerapkan ketetapan hati untuk menyembuhkan penyakit amarah
Menggunakan Kebijaksanaan untuk menyembuhkan kebodohan.

Dengan melakukan ini, kita bisa mendapatkan kebebasan dan kebijaksanaan yang sempurna.

Kita harus menggali kekayaan diri dan bukanlah memperkaya diri dengan kekayaan duniawi.

Kekayaan duniawi hanyalah faktor luar yang bisa hilang setiap saat karena banjir, kebakaran dan pencurian. Kekayaan duniawi tidak bisa disimpan selamanya, tapi selamanya kekayaan batin tidak akan pernah hilang dicuri.

Kekayaan batin adalah harta paling berharga yang tidak akan pernah hilang.

Jika kamu memiliki satu keyakinan dan ketika sedang menghadapi suatu masalah, kamu akan merasa bahagia, dan berkata Saya percaya kepada Guan Shi Yin Pu Sa pasti akan menolong saya, apakah ada yang bisa mencurinya dari saya?

Ketika orang merasa kesulitan, kamu akan merasa bahagia, karena kamu yakin akan “Guan Shi Yin Pu Sa”, memiliki kebijaksanaan prajna.

Disaat orang lain menderita, kamu bisa dengan cepat menyelesaikan segala permasalahan, tidak ada orang lain yang memiliki kebijaksanaan prajna kamu, Apakah mereka bisa mengambilnya dari kamu?

Welas asih kamu, Moral kamu, ketekunan dan kerja keras kamu, Mudita dan Upekkha kamu, Apakah mereka bisa memilikinya?

Semua ini adalah hal yang harus kamu miliki, kewelasasihan hati kamu bisa membuat kamu mendapatkan benda duniawi yang lebih banyak lagi.

Ketekunan dan keras kerja kamu bisa membuat kamu mendapatkan lebih banyak orang berjodoh.

Kamu lah yang menciptakan semua ini.

Seseorang harus mempunyai kekayaan harta batin, yaitu mempunyai “Rasa malu”.

Shifu akan menjelaskan kepada kalian mengenai “Rasa Malu”, seseorang yang mempunyai rasa malu maka dia tidak akan sombong dan selalu merasa bersalah kepada orang lain, merasa pekerjaan yang dia lakukan tidak baik, ingin terus belajar dari orang lain.

Saya merasa sedih atas persembahan yang saya terima sekarang ini, karena kamu merasa ini bukanlah pekerjaan terbaik kamu, memiliki rasa malu bisa membuat kamu lebih tekun dan giat untuk mencapai KeBuddhaan.

Bodhisattva mengajarkan kepada kita untuk memiliki kekayaan batin.

Seberapa besar harta kekayaan yang ingin kamu miliki, itu berdasarkan seberapa dalam kamu menggali hati kamu.

Hidup di dunia manusia ini, ada beberapa orang yang bisa mencari solusi atas masalahnya, dan ada orang yang senang mencari kesalahan orang lain, mencari kesana kemari, dan pada akhirnya dia sendiri lah yang menerima akibat atas perbuatannya.

Hanya dengan mencari pusaka yang tersimpan di dalam hati, hati kamu akan menjadi ceria, bisa menjalani kehidupan seperti apa adanya, walaupun hidup dalam kondisi apapun, Asalkan ada Ajaran Dharma yang menemani, maka hati dan pikiran akan mendapatkan ketenangan.

Disini Shifu berikan jawabannya, ini adalah pemikiran yang tidak benar, kalian harus mengerti makna sebenarnya dari “Melepaskan”.

Yaitu, *Walaupun kamu melepaskannya, semuanya juga akan berakhir, dan jika kamu tidak melepaskannya, semuanya pun tetap akan berakhir.*

Harus memahami bahwa dunia ini tidaklah kekal, semuanya adalah 4 proses alami yaitu pembentukan, berkembang, rusak dan hilang.

Kemudian, Ada lagi orang bertanya: *”Jadi, Sebenarnya kita harus melepaskan atau tidak melepaskannya?”*

Di dalam buku kitab suci Tripitaka menjelaskan kepada kita, mempelajari Dharma harus memahami akan satu hal yaitu, “Mencari sebuah pengganti atas benda yang kita miliki saat ini”.

Shifu berikan sebuah contoh sederhana: Seorang pengemis yang baru mendapatkan banyak recehan koin dari pemberian orang lain, Menurut kalian, Apakah dia rela melepaskan koin ini?

Jawabannya sudah pasti tidak kan.

Bukankah kita juga seperti dia? Mengambil sedikit keuntungan duniawi dan tidak mau melepaskannya hingga akhir hayat.

Lalu, misalnya kamu mengambil sebuah batu dan bertanya kepada pengemis itu untuk menukarkannya dengan koin, Sudah pasti sang pengemis aman menolaknya kan.

Mengapa? Karena koin lebih bernilai.

Lalu, Jika kamu mempunyai batang emas dan menukarkannya dengan pengemis, pasti dia akan rela menukarkannya.

Mengapa begitu? Karena batang emas ini lebih bernilai daripada koin.

Dari teori ini, Shifu menjelaskan kepada kalian, *Jika ingin melepaskan, Cara yang terbaik adalah menukarkannya.*

Kalian dengarkan dengan seksama yah, Alasan mengapa kita tidak bisa melepaskan duniawi adalah kita memiliki keserakahan hati, tidak bisa mendapatkan hal yang lebih bernilai.

Inilah alasan mengapa kamu tidak bisa melepaskannya.

Karena kamu tidak bisa mendapatkan sesuatu yang lebih berharga dan bernilai, membuat kamu tidak bisa melepaskan keuntungan disaat ini.

Lalu, mari kita gunakan pikiran positif untuk berpikir, Jika kamu menukarkan makanan vegetarian dengan makanan non vegetarian, bukankah kamu sedang menukarkan pisau tukang daging dengan kewelasasihan kamu.

Jika kamu menukarkan keinginan pribadi dengan berdana, itu berarti kamu telah melepaskan keserakahan hati, menggunakan keyakinan dan kepercayaan kepada Buddha. Ini sama saja dengan, kamu menukarkan sifat buruk keserakahan kamu. Menukarkan kekosongan dengan Percaya dan yakin kepada Buddha.

Master berikan contoh, Misalnya kamu merasa kesepian di dalam rumah, kemudian kamu mempelajari Dharma, maka kamu akan melepaskan kesepian yang kamu rasakan di dalam rumah.

Jika hari ini kamu mendapatkan banyak masalah, tidak bisa berpikiran jernih dan merasa ingin melakukan hal yang bodoh, kemudian tiba-tiba timbul kebijaksanaan dan ditukarkan dengan kebodohan dan kemelakatan, ini adalah kebijaksanaan yang sedang terus merubah semua sifat keserakahan, kemarahan, kebodohan, kesombongan dan kecurigaan yang kamu miliki.

Kamu harus menggunakan pikiran yang benar untuk menggantikan pikiran negatif, maka pikiran khayalan akan terlepaskan.

Untuk apa memikirkan hal yang tidak perlu dipikirkan? Ini disebut pikiran khayalan.

Disaat pikiran khayalan timbul, maka gunakan pikiran benar untuk melakukan hal ini, dan berpikir, “Jika saya melakukan perbuatan baik ini, pasti saya akan mendapatkan balasan yang baik pula”, Inilah salah satu contoh cara untuk menukarkan pikiran khayalan jika terbersit di dalam pikiran kamu.

Banyak orang yang menukarkan cinta kasih dengan kecemburuan, maka kamu sedang melepaskan masalah.

Kamu harus bisa menukarkan kesabaran dan ketabahan dengan hati ingin membalas dendam kepada orang lain, misalnya, Disaat kamu membenci orang lain dan ingin membalas dendam, harus bisa untuk bersabar dan melepaskan kebencian.

Menggunakan hati welas asih untuk menukarkan cinta posesif, maka kamu telah melepaskan perasaan sakit hati.

Jika kamu tidak paham makna dari memuliakan, maka kamu tidak akan mengerti apa arti melepaskan.

Jika kamu ingin bisa melepaskan, maka kamu harus bisa memahami apa yang bisa kamu muliakan di kehidupan duniawi ini?

Akhir kata, Shifu ingin menjelaskan kepada kalian, apakah itu bervegetarian, atau berdana, memiliki keyakinan, ataupun kebijaksanaan, termasuk juga apakah itu pikiran benar atau metta, semua ini adalah Batang emas.

Semua ini bisa menggantikan jiwa batin kamu, menggunakan tangan untuk menggengam koin duniawi untuk ditukar dengan kebijaksanaan dan hati nurani untuk melepaskannya, memahami bagaimana menggunakan Kebijaksanaan Ajaran Dharma, untuk melewati duniawi menggunakan Kebijaksanaan Prajna dan untuk menyelesaikan semua permasalahan duniawi.

Semua ini untuk ditukarkan dengan perasaan akan keserakahan, amarah dan kebodohan yang pernah kita miliki, Bukankah itu berarti kamu telah memiliki kebijaksanaan Bodhi?

所以这些宝贵的财富,还包括了一个惭愧心,师父告诉大家,一个人要有惭愧心,他就不会贡高我慢,总觉得对不起别人,总觉得我非常惭愧,我做得不够好,我应该向别人学习,我现在接受的供养 我心里很难过,因为我做得还不够好,就是因为你的惭愧心,会让你精进地努力 成佛,所以菩萨就是让我们懂得,心中的财富,那是取之不尽 用之不竭的,你想拥有多少财富,就要看你自己在你的内心当中,要挖掘多少,生活在世间,有的人专门找门路,还有的人经常找人家茬,找来找去,最后自找苦吃 自找罪受,我们唯有找到自己心中内心的宝藏,你的心里才会开朗,你的生命才会过得踏踏实实,无论什么样的生活,只有佛法伴随着你,你的心才会静,你的意才会自在。

所以师父跟大家讲,我们学佛修心谁都知道要放下,很多人跟师父说,师父 我们到哪里去,别人都叫我们放下,这个放下不是这么容易的,都不知道放下什么,听起来非常简单,师父告诉你们,放下 那是一种境界,首先要明白,佛教让你到底放下什么,你要知道放下什么,有人问,人间的一切如果我都放下了,那么我什么都没了,佛法为什么经常叫我们放下万缘,如果我们学佛,把所有的缘分都放下了,我们又能做什么,而且有的人感觉,佛法好像总是让人趋向一种消极,你放下了 不要去了,总是有的人错误地理解佛法,如果什么都放下了,我钱也不要了,我衣食都不要了,我工作不要了,我家也不要了,我自己的小世界小天地不就完了吗。

师父告诉你们 这是一种偏见,师父说 你要懂得放下的真正含义,就是你什么都放下了,它就结束了 完了,你什么都放不下,它也会结束 也会完了,所以首先要理解世事无常,一切都是成住坏空,那么有人问,,我们到底应该放下 还是不放下,佛经经典曾经告诉我们,学佛要懂得替而换之,就是举个简单的例子,,一个乞丐,刚刚从别人手中要了很多的钢镚儿,他拿在手上的硬币,你说 他心甘情愿,放下手中刚刚要来的硬币吗,答案是说 肯定不行的,对不对,我们人是不是像这样,拿到人间一点利益,拿在手上死都不肯放的,那么你拿一个石头,你跟乞丐说,我来换你的硬币好吗,那么乞丐肯定说 不行,为什么呢,硬币更值钱 对不对,如果你今天拿的是一块金子,一块黄金,你去跟乞丐换,乞丐一定会跟你换,大家想想这是为什么,因为金子黄金更值钱,从这个道理上,师父就可以告诉你们,想放下,最简单的方法就是替换,大家听好了,因为我们放不下人间的一切的原因,因为人有一个自私的心,没有得到更好的,所以我们就放不下,所以当你没有得到更好的利益,你就放不下眼前的利益,那么我们用正能量的思维来考虑,如果你现在用素食来替换荤食的时候,你想一想,你不就是放下了屠刀吗,你得到的是慈悲,如果你用布施去替换索取的时候,你放下了贪婪,你用你的信仰 信佛,就等于去替换了你的贪的毛病,如果你用信佛去替换空虚。

比方说 你平时在家里很空虚,突然之间 我学佛了,那你就放下了在家里的寂寞,如果你今天碰到很多烦恼的事情,你想也想不通 你想做傻事,我今天想不通 想做傻事,突然之间 有智慧给你,你是不是换下了你的愚痴,你就放下了执著,这就是智慧在不断地转换,你身上的贪瞋痴慢疑,你要用正念去替换你心中的杂念,你就放下了妄想,想不到的事情你为什么要去想,那就是妄想,当你想得到的时候 你用正念,这件事情我做了,一定会有善良的善报,那你就放下了你的幻想,很多人用自己随喜的心,去替换忌妒的时候,你就放下了烦恼,你用忍辱去替换报复的时候,比方说 你恨别人 你很想报复,最后你忍耐了 你放下了瞋恨,你用慈爱去替换贪爱的时候,你会放下你内心的心痛,如果你不懂得提起,你就不会明白什么叫放下,你想放下什么 你先要懂得,你在人间已经提起了什么。

所以师父告诉你们,刚刚跟你们说的,素食也好 布施也好,信仰也好 智慧也好,包括正念 包括随喜也好,那都是黄金,要替换你们内心深处,和手抓住人间的那些硬币,用这些善良的智慧去放下,去懂得怎么样用智慧的佛法,用超出人间这种般若的智慧,去解决人间的一切烦恼,去替换那些曾经拥有过的贪婪,和瞋念 和愚痴的心,你不就是菩提智慧吗。

🖥白话佛法第55集200429 – 汝心本性 观自在
精彩视频请点击