*Kutipan BHFF Bab 9, Mengenai pelimpahan jasa*

Melakukan pelimpahan jasa bukanlah sebuah metode suatu aliran Dharma yang bisa dilakukan oleh orang awam.

Paritta yang kalian baca itu seperti uang.

Melakukan pelimpahan jasa itu ibarat bersedekah, Apalagi jika melakukan pelimpahan jasa untuk semua leluhur, itu seperti melakukan donasi kepada seluruh orang di dunia ini.

Maaf, ada berapa banyak keluarga yang kamu miliki? Apakah keluarga kamu sudah berkecukupan? Kemudian, uang yang kamu donasikan ke seluruh manusia di dunia ini, per orangnya hanya mendapatkan beberapa sen saja, Apakah bermanfaat untuk mereka?

Inilah alasan mengapa kita harus terlebih dahulu membina diri sendiri, yaitu dengan membayar lunas semua hutang kita, memperkuat tenaga kita, barulah bisa merubah nasib.

Setelah kamu melunasi semua hutang, tidak ada lagi kotoran di Totem dan ditambah dengan terus membina diri, maka bisa merubah nasib.

Jika kamu mengatakan, “Saya ingin membayar hutang, Apakah bisa merubah nasib kemudian baru membayar hutang”, Tetapi arwah yang berada di tubuh kamu tidak setuju, disaat karma kamu tiba, mau tidak mau kamu harus tetap membayar hutang, ini sudah pasti.

Maka dari itu, jangan sembarangan melakukan pelimpahan jasa, disaat kita masih “kelaparan” untuk mencukupi kebutuhan kita sendiri, kita masih harus tetap menyebrangkan arwah di tubuh bahkan melunasi semua hutang karma, ini adalah hal yang paling penting.

Asalkan kamu telah mengenal Dharma, walaupun nasib kamu belum berubah, asalkan terus membina diri, perubahan itu pasti akan terjadi, lebih cepat melatih diri, lebih cepat mendapatkannya.

Diri sendiri yang membina diri, diri sendirilah yang mendapatkannya,

Tidak melatih diri, maka tidak kan mendapatkan apapun.

Ibarat sedang memasak air dengan api, walaupun airnya belum mendidih, tetapi suhunya terus memanas, hanya saja ada beberapa orang yang apinya besar, bisa dengan cepat mendidihkan air sepanci, dan ada orang yang energinya kurang dan lebih lambat.

Walaupun orang yang energinya kecil dan lebih lambat, tetapi asalkan dia terus bertahan, maka suatu hari nanti, air ini pasti akan mendidih.

回向不是普通人可以随便运用的一个法门。大家念的经就好比现在的钱,而回向则是慈善捐款,特别是回向“历代冤亲债主”,那就是捐款给全世界人民一样。请问您有多少家底?您家里吃饱穿暖没有?再有,您捐的钱均下来全世界的人一人能得几毫几厘,能管什么用?所以我们要念经修佛,先要修自身,把自己的债还清了,把自己加强了,自己的运才能变好。

当你的债还完之后,你的图腾不再是污秽不堪了,再修才可以用来改运。如果你说“我还不过来,能不能先让我好一点后再还”,但你身上的灵性不会答应,你的业障时辰一到还是要你来还,丝毫不爽。

所以不要随便回向,在我们尚未解决个人“饥饱”之前,不仅要超度身上的灵性,还须清业障,这才是重中之重。所以只要得法,即使你的运还没有变好,但只要你修,变化就是真实存在的,早修早得,自修自得,不修不得,就像用火烧开水,虽然还没看到水沸腾,但水温在升高,只是有的人火猛,很快就能烧开一壶水,而有的人慢一些。区别在于虽然后者火苗小(功力不深),但只要坚持,终有开的时候。

https://xlch.org/category/book/fofa/baihuafofa1/9.html?t=1589979402421