Kutipan BHFF GBJZ 2, Bab 17 *Praktisi Dharma yang bisa “Melindungi dalam dan luar” dirinya adalah seorang Misionaris Dharma*

Para pendengar sekalian, kami para praktisi Buddha sering mengatakan, “Saya harus menyebarkan Dharma”, tetapi bagaimana menyebarkannya?

Menyebarkan Dharma adalah Memberitahu Aliran dan Dharma ini kepada semua orang yang berjodoh, menyebarluaskannya kepada semua orang.

Kemudian setelah orang-orang itu mengetahui dan mengikutinya, maka mereka akan naik ke atas kapal Dharma. Tapi bagi orang yang setelah mengetahui lalu tidak menghargainya, maka dia akan salah naik ke kendaraan ini.

Tapi dari pihak kita (Seorang Misionaris Dharma), harus memberitahukan berita ini ke semua orang, inilah sifat penting yang harus dimiliki oleh setiap orang yang memiliki welas asih.

Sebagai seorang Misionaris Dharma, pertama-tama harus terlebih dahulu mengetahui, Dharma apa yang akan kita sebarluaskan, Penampilan dan Prilaku apa yang harus ditampilkan oleh seorang Misionaris Dharma.

Ibarat seperti seorang salesman yang menjual produk kesehatan, tetapi perawakan dia kurus kering, kesehatannya tidak baik, Lalu, siapa yang akan percaya akan khasiat obat kesehatan ini? Dia harus memperhatikan kesehatan terlebih dahulu.

Sangat penting untuk menunjukkan prilaku, penampilan dan cara berpikir untuk memberikan kesan baik kepada orang lain.

Ada beberapa orang yang sepanjang hari memarahi orang dan mencelakai orang, *Jika orang seperti ini menyebarluaskan Dharma, tidak akan ada satupun orang yang mempercayai, Tidak akan ada satupun orang yang akan mendengarkan nasehat dia, Kemudian, bukan saja dia tidak membantu menyebarluaskan Dharma, tapi malah merusak reputasi Aliran ini.*

*Disaat seseorang bisa menjadi seorang Misionaris suatu Agama, maka dia harus memiliki tingkat pembinaan tinggi, Dia sendiri harus adalah seorang “penjaga” besar, dia harus memiliki tingkat kesadaran di segala aspek, barulah dia bisa mendapatkan Akar baik dengan menyebarluaskan dan memberikan manfaat bagi semua orang.*

Seperti yang semua orang ketahui, kita sebagai Praktisi Buddhis adalah membantu mengarahkan dan membimbing orang-orang dari kebodohannya dan kebingungannya.

Kelompok orang bingung adalah orang-orang yang tidak tahu arah, sedangkan bagi orang yang memiliki pengetahuan, maka dia harus menghormati Figur Bodhisattva, harus mengolah Akar kebaikan mereka, ini sangat penting, karena setiap orang memiliki Akar kebaikan.

Setiap orang yang memiliki kesadaran, adalah orang yang sadar untuk menghormati Guru dan Alirannya.

*Bagaimana mengolah Akar Kebaikan? Bagaimana membangkitkan ketulusan hati dan rasa hormat dan kepada Buddha Bodhisattva?*

Disebut “闻法修持”, artinya adalah disaat kamu mengenal ajaran dan Dharma ini, maka kamu akan bertahan dan baik-baik melatih diri sendiri. Barulah bisa membangkitkan pikiran dan kesadaran, Kamu akan memahami permasalahan apapun, sudah tercerahkan, memiliki hati nurani.

Harus dipahami, orang yang menyebar luaskan Dharma harus bisa mempraktekkannya. Maksudnya adalah Ketika kamu sedang memposisikan diri sebagai Misionaris Dharma, maka kamu harus bisa mempraktekkan barulah orang akan mempercayai kamu.

Jika hanya teori dan tidak mempraktekkannya, Maka tidak akan ada orang yang percaya.

Disaat kita sedang melakukan kegiatan penyebaran Dharma, Jika seorang misionaris ini pernah terkena sakit kanker kemudian sembuh, maka dia bisa membuat orang lain percaya, dibandingkan dengan seseorang yang tidak pernah mengidap penyakit kanker, hasilnya akan berbeda.

Karena setelah dia sembuh dari penyakit kanker, dia bisa menceritakan pengalaman yang dia rasakan sebagai pasien kanker yang sembuh, bisa menambah keyakinan orang itu, menjelaskan kepada dia, saya bisa sembuh dengan membina diri dan membaca paritta. Mengapa kamu tidak bisa melakukannya?

Dibandingkan dengan seseorang yang tidak pernah mengidap penyakit kanker lalu menyarankan orang lain dengan segala teori-teorinya, akhirnya Pasien kanker ini akan berkata, “Kamu tidak pernah terkena kanker, kamu tidak akan bisa memahami apa yang saya rasakan.”

Artinya, Belajar Dharma tidak hanya belajar teori, tetapi juga harus bisa mempraktekkannya.

Para pendengar sekalian, harus dipahami bahwa, jika kita memiliki sedikit Nyawa kebijaksanaan dan Akar Kebijaksanaan, maka kita pasti memiliki 内护 Nei Hu dan 外护 Wai Hu (Melindungi diri dari dalam dan luar).

*Apa yang dimaksud dengan Nei Hu? (Dalam)* Terus menjaga hati nurani kita, menjaga sifat dasar kita, agar tidak berubah menjadi buruk.

Apapun yang terjadi kepada kita, kita harus mengerti untuk menjaga sila Agama, menaati sila dan tidak melanggarnya.

Karena kita tidak boleh menyakiti, memarahi, memukul orang lain, mencuri dan mengambil paksa barang orang lain, kita tidak boleh membunuh, mencuri, berbuat asusila, berbohong dan mabuk-mabukkan.

Nei Hu adalah menjaga hati nurani ini, agar terus memiliki kebaikan, dengan begitu kjta baru bisa melatih diri kita hingga mencapai 净业 Jing Ye “Karma Suci”.

*Apa yang dimaksud dengan Jing Ye/Karma Suci?* Adalah Karma baik yang bersih, karena kamu memilikinya maka kamu akan menjadi baik.

*Apa yang dimaksud dengan Wai Hu?*

Yaitu membantu orang lain, jangan hanya memikirkan untuk memperkaya diri sendiri, hanya memikirkan bagaimana mendapatkan untung dari dia, harus bisa menanam bibit pahala, bisa memahami keadaan dia dan membangkitkan keyakinannya.

Dengan kata lain, kamu harus bisa menjadi seorang panutan yang baik, memperlihatkan ke orang-orang bahwa sepanjang hari kamu membaca paritta dan membina diri, ada perubahan yang kamu alami setiap hari, bahkan, kamu menjalani hidup dengan kebahagiaan, ini artinya kamu sedang Berdana.

*Dengan melakukan semua hal ini, barulah bisa meyakinkan orang, mereka akan mempercayai kamu.*

Jadi kamu harus menjaga dalam dan luar hati, barulah Dharma ini akan bisa dilaksanakan dengan baik.

*Setulus hati membantu orang lain, melakukan perbuatan baik, barulah mereka akan mendengar nasehat kamu.*

Jika seorang praktisi Buddhis tapi tidak cukup memiliki moral, maka sehari-hari, dia akan melakukan sesuatu hal yang menyakiti dan merusak, karena dia tidak memiliki hati nurani, orang semacam ini tidak bisa dijadikan seorang panutan, orang semacam ini tidak bisa mendapatkan dukungan dari semua orang.

Kalian harus mengerti, jika kita tidak memiliki Nei Hu (Hati Nurani dan Sifat Dasar) dan Wai Hu (Melakukan hal yang seharusnya kita lakukan yaitu membantu orang lain).

Tidak memiliki semua ini, Bagaimana kamu bisa Nibbana? Bagaimana bisa membuat jiwa kamu kembali murni?

Sebagai seorang Misionaris sejati, harus memiliki Nei Hu dan Wai Hu.

Nei Hu adalah setulus hati menyebar luaskan Dharma.

Wai Hu adalah dari prilaku, tata krama yang baik, tata bahasa, melakukan kebaikan mengumpulkan kebajikan untuk meyakinkan orang-orang.

Inilah yang disebut 流通佛法,普利含识.

Para pendengar sekalian, Seberapa lama Ajaran Benar akan bertahan di dunia ini, harus mengandalkan Pelindung Dharma Besar, mengandalkan semua orang untuk menyebarkan Dharma. Mengapa sebuah Aliran benar bisa bertahan lama, mengandalkan kalian semua untuk menjadi seorang Wai Hu.

Ingatlah, orang yang mempelajari Dharma, jika mengejar nama dan keuntungan, maka tidak akan bertahan lama.

*Sebagai seorang penjaga Dharma, sebenarnya dia adalah seseorang penegak hukum.*

Misalnya, kita sedang melindungi hukum, artinya kita adalah seorang penegak hukum yang baik.

Hari ini kita menyebarluaskan Dharma yang benar, maka kita harus bisa menaati sila, menetapkan hati dan memiliki kebijaksanaan.

Yaitu harus bisa merubah tabiat buruk, bisa menenangkan hati, barulah bisa mendapatkan kebijaksanaan.

Sedangkan sekarang ini, banyak orang yang tersesat, mengikuti hidup keduniawiannya, seperti serakah, benci, bodoh, sombong dan ragu, menyebabkan mereka terus berputar di 6 alm reinkarnasi.

Hari ini, kita sebagai seorang Misionaris Dharma, harus membimbing semua orang yang tersesat akan duniawi, marilah kita bersama mencapai “pencerahan”.

听众朋友们,我们学佛人经常会讲,我要弘法,到底怎么弘法?实际上,弘法就是将最好的佛法和这个法门告诉所有的有缘众生,使之流通。什么叫流通?就是让大家都知道。知道的人,他们自己能够搭上这艘佛船。知道了之后,不珍惜的人,他就错过了这班车。但是作为我们来讲,我们必须要让人家知道这个信息,这就是学佛人应该做到慈悲的一个很重要的环节。所以,很多人弘法,首先要知道,我们弘扬的是什么法,我们自己的样子、心态成了什么样的弘法之人。就犹如一个人想推销营养品,但自己一看就是骨瘦如柴、身体很差的人,谁会相信他的营养品能吃好呢?他自己自身很重要。这就是我们说的,他自己的行为、形象和思维给人家产生的印象特别重要。有些人整天在骂人,在害人,这种人如果出去跟人家说法、弘法,没有一个人会相信的,没有一个人会听从他的劝,实际上,他非但没有起到弘法作用,他还会破坏这个法门。所以,当一个人能够为某一个法门在弘法的时候,他必须要有很高的境界,他自己必须是一个大护持,他必须要在各个方面开悟,他才能得到弘法利生的善根。

很多人都知道,因为佛法引导群迷之众,就是说,我们学佛的人,就是来引导和领导大家改正自身的愚痴和迷惑。群迷就是大家都是很迷惑的,而一切含识,就是一切人的意识当中,你必须要恭敬菩萨的形象,要培植他们的善根,这很重要,因为每个人都有善根。而每一个人的意识当中,从来就有尊师重道的意识。这个善根怎么样来培植呢?怎么样来启发你内心对佛菩萨的尊敬呢?我们经常跟大家讲,叫“闻法修持”。也就是说,当你闻到了这个法门,当你闻到了这个佛法,你要好好地坚持修持自己。所以你的心才会开发,你的悟性才会出来,你对什么事情都理解了,都开悟了,你的心地就善良了。要懂啊,流通之人要真修实践之身啊。也就是说,当你去度人弘法的时候,你这个人必须要自己真修啊,而且你自己必须在实践当中才能度人啊。因为你只有理论,没有实践,你是说服不了别人的。

就像我们去度人的时候,当一个人过去生过癌症,他现在癌症好了,这样的话,他去说服人家,和一个没有生过癌症的人,去说服人家,感觉是不一样的。因为当一个人生过癌症之后,他可以把他切身的体会告诉另外一位癌症患者,可以增强他的信心,可以让他知道,我就是这么好起来的,我就是这么修心念经好的。你为什么不能做到呢?而当一个人去劝他的时候,自己没生过病,而嘴巴里讲的一套套的理论,最后这位病人会说,你没有生这个病,你不能理解我的感受。这就是学佛不单要学理论,而且要学实践。

听众朋友们,大家知道,要明白,我们如果有一点慧命和慧根,我们必须要有一个内护和外护。内护是什么呢?就是护住自己的良心啊,我们要护持住自己的本性啊,不要让它变恶。我们无论如何要明白,我们要禁戒啊,我们的戒律我们一定要禁止它发生,我们一定不能犯戒啊。因为我们不能害人,我们不能骂人,我们不能打人,我们不能偷人家的东西,我们不能抢人家的,我们不能杀盗淫妄酒。内护就是护的这颗心,让他多一点良心,这样我们才能修成净业。试想一下,什么叫净业啊?就是干净的善业,因为你有干净的善业,你才好啊。外护是什么呢?就是要帮助人家,要不惜资财,不能只管赚人家的钱财,要广种福田,要普令同仁发起信心,就是你要以身作则,给人家看到你整天在念经,你在修心,你每一天的变化,而且,你每天都生活在快乐之中,你在布施啊,这样,大家才会升起信心,大家才会相信你,所以要内外相资。也就是说,你的内外要相应啊,你这个佛法才会流通。你用心去帮助人家,你用行为去做善事,人家就会听你的。

所以,学佛人如果没有道德的内护,就是说,当一个学佛人的道德不强,他整天还在做一些伤天害理的事情,他的良心是没有的,这种人不能为人师表啊,这种人在社会上不能得到众生的拥护。大家要明白,我们如果没有自己的外护,就是说,内护是你的良心和本性,外护呢,就是你应该做很多善事去帮助人家,没有这些,你怎么样来入涅磐呢?你怎么样来让自己的灵性干净呢?所以,真正想要弘法的人,要内护和外护专一。内以诚心、以诚意弘法,外以行为、举止、言表、行善积德来让众生信服,这样才能流通佛法,普利含识啊。

听众朋友们,正法久住于世,靠的就是大护法,靠的就是众生大家来弘法。一个正法为什么能久住,靠的是大家一个外护。要记住,学佛学法的人,如果追逐名利,这个法就不能久住。护法者,实际上就是执法者,犹如我们今天维护法律,实际上,我们本身就是一个很好的执法者,我们今天要弘法,我们要弘扬正法,我们本身就要戒定慧,我们本身就是一个很好的戒者。所以,大家都知道,戒定慧,我们要戒自己身上的毛病,我们定下心来,我们才能产生智慧啊。而现在的众生,背觉合尘,轮回六道,令人叹息啊。背觉合尘,也就是说,很多人离开了觉悟,去合和那些红尘当中的贪瞋痴慢疑,正因为他们背觉合尘,轮回了六道。就像一个人今天做错事情了,明天受到报应了,等他过一段时间,他又做错事情了,他又轮回到报应之中。所以,我们今天的弘法者,要令那些众生背尘合觉,就是要背弃那些尘埃,背离那些红尘,让我们去和那些“觉悟”在一起啊。