Wenda20160131A 01:04:10
*[Bagaimana menyeimbangkan antara Ru Shi Fa dan Chu Shi Fa]*

Telp Wanita: Shifu, terkadang kita sedang melakukan kegiatan penyebaran Dharma kepada seseorang, jika dia tidak mau mendengar nasehat kita, di dalam hati, terkadang timbul perasaan marah. Shifu pun juga mengatakan, jika kita seperti ini, maka kekuatan kita bisa berkurang, kan?

Master: Benar, memang seperti ini, karena tersambung dengan karma buruknya dia.

Telp: Jika ingin meningkatkan tingkat kesadaran kita, yang dimana penampilan luar kita seperti Ru Shi Fa, tetapi di dalam hati adalah Chu Shi Fa. Mohon Wejangan Shifu, bagaimana cara agar kita bisa mempelajari dua cara “Fa” ini lebih baik lagi?

Master: Ru Shi Fa adalah kamu menjalani hidup di dunia manusia sesuai moral yang berlaku.

Misalnya, jika suami tidak mempercayai, kamu masih tetap seperti Ru Shi Fa, harus menyelamatkan dia, karena dia adalah suami kamu, benar tidak? Tapi bagaimana dengan batin kamu? Di dalam hati, kamu melatih diri sebagai Chu Shi Fa.

Apa itu Chu Shi Fa? Kita semua adalah orang yang berjodoh, dan setelah tak berjodoh lagi nanti, maka kita akan berpisah.

Hari ini, saya berjodoh dengan kamu, maka saya menyelamatkan kamu, ini adalah Ru Shi Fa.

Bagaimana dengan Chu Shi Fa? Saya sudah menyadari semuanya bahwa suatu hari nanti kita semua akan berpisah. Di masa depan, saya naik ke Alam langit, tapi jika kamu tidak melatih diri, maka kamu akan turun ke bawah, seperti itu.

Jadi, Kamu harus melatih tingkat kesadaran kamu dengan pelatihan Chu Shi Fa, yaitu harus melepas semuanya. Sebenarnya melepaskan ini bukan berarti tidak memiliki hati nurani, tapi ini adalah sebuah peningkatan dalam tingkat kesadaran kita.

Bagi kalian yang merasa bahwa hal ini tidak benar, Apakah itu berarti cara yang dilakukan oleh para biksu, bhikuni adalah salah? Mereka pergi meninggalkan keluarga dan bahkan anaknya?

Telp: Benar.

Master: Mengapa mereka tak lagi menginginkan keluarga, karir dan apapun? Benar tidak?

Telp: Karena mereka telah melepaskan segalanya.

Master: Karena mereka langsung melatih diri mereka dengan cara Chu Shi Fa.

Telp: Benar benar.

Master: Mereka (Para biksu bhikuni) telah memahami semuanya.

*Sedangkan, Cara yang saya ajarkan kepada kalian adalah menjalani hidup ini dengan cara Ru Shi Fa, yaitu melatih diri di rumah, membantu orang lain, kemudian di dalam hati, melakukan pelatihan Chu Shi Fa.*

Kalian harus mengerti, suatu hari nanti kamu tidak akan memiliki apapun, menjalani hidup seperti seorang biksu bhikuni, dan pada akhirnya saya adalah seorang diri.

Karena kita seorang diri begitu terlahir ke dunia ini, bahkan tak ada sehelai baju yang menempel di tubuh.

Disaat meninggal nanti pun, tak ada satu barang yang bisa saya bawa pergi.

Jadi, jiwa saya adalah langit, jiwa saya adalah tingkat kesadaran, saya ingin melatih diri hingga ke Alam Langit, jika berpikiran seperti ini, bukankah kamu bisa melepaskan segalanya, Mengerti?

Telp: Mengerti, Shifu. Dengan kata lain, jika kita merasa orang yang hidup berdampingan dengan kita memiliki jodoh yang dalam, jika mereka bahagia, saya pun turut berbahagia. Jika mereka tidak bahagia, di dalam hati, saya mengetahui apa penyebabnya, tapi raut wajah yang kita tampilkan adalah berwajah sedih…

Master: Bukan berpura-pura, tapi benar-benar sedih.

Telp: Benar, tapi jika mereka tidak melatih diri, bukankah… kita….

Master: Juga tetap merasa sedih.

Telp: Merasa kasihan kepada dia.

Master: Benar, Guan Shi Yin Pu Sa melihat kita melakukan perbuatan tidak baik, tidak melatih diri, bukankah Guan Shi Yin Pu Sa juga meneteskan air mata, memiliki hati welas asih.

Kamu tidak boleh membuat pernyataan hanya sebatas penampilan luar saja, Hehe, bersungguh-sungguh dari lubuk hati, bukan itu berarti pelatihan diri kamu telah menyimpang, dan harus “Ditembak”, Hehe

Telp: Maaf Shifu.

Master: Ketika kamu berbincang dengan Shifu, sampai setinggi itulah tingkat pembinaan kamu, mengerti?

Telp: Baik Baik.

Master: Harus melatih diri dengan baik.

Telp: Terima kasih Shifu!

Master: Tetapi jika meneruskan pelatihan kamu dengan cara seperti ini, kamu akan berkembang dengan pesat.

*Karena, kamu harus ingat satu hal, setelah kamu benar-benar sampai di Alam Langit nanti, Tingkat Alam Langit yang akan kamu raih nanti itu sesuai dengan seberapa dalam kamu mengetahui Ajaran Dharma dan orang yang tingkatnya hanya sebatas bisa membaca paritta saja, tempat yang akan diraih nanti adalah berbeda.*

Telp: Benar. Saya merasa sangat beruntung bisa terus tersambung telp dengan Shifu, segala permasalahan yang saya alami bisa mendapatkan nasehat langsung dari Shifu.

Master: Lebih rajin lagi.

Telp: Balasan berkah saya sungguh sangat besar.

Master: Harus menghargai balasan berkah ini!

Telp: Pasti, Shifu.

https://xlch.org/index.php?a=shows&catid=105&id=22135&t=1590333212442

如何平衡入世法和出世法⁉️
女听众:师父,我们有时候要度一个人的话,他如果不听,我们又会心里有些生气。那师父也说这样的话我们的功力也会减退,对吧?

台长答:对,就是这样,受他业障所牵连啊(那要学习这种境界的话,表面上我们要学入世法,内心要学出世法。那请师父开示一下,我们怎么样才能更好地学习这两种“法”呢?)

*入世法实际上就是说,在人间你就必须要顺着人间的道义在走。* 比方说你家里的老公不相信,你还得像入世法一样的,你要救他啊,因为他是你老公,对不对?心里是什么呢?心里要修出世法。

出世法是什么?我们是有缘众生,等到无缘了我们也就拜拜了。今天我跟你有缘分,我就救你,这就在入世法当中。 出世法是什么呢?我已经完全想明白,我们以后大家都是拜拜的,到了天上,我上天,你不修么你下地啊,就这么简单了。

*所以在境界上你要学出世法,就是说要完全抛得开,舍弃得了。* 实际上舍弃这种,并不是说没良心,反而来说是一种境界的提升。

那么你如果说这个不对的话,那所有的和尚、尼姑都是做错了?他们为什么把家里都抛掉,孩子都抛掉?(对)他们为什么家也不要,事业也不要,什么都不要啊?对不对?(他们放得下)他们放得下,实际上就是他们过早地修了,直接修了出世法了(对对)他们完全看明白了。

*而我现在教你们的方法就是,在世界上你必须用入世法,在家居士要帮助别人、要修,然后心里你要有出世法,你要想明白,大不了怎么,大不了我什么都没有,大不了我就像尼姑和尚一样,大不了我什么都没有,我还是一个人。* 因为我来到这个世界是一个人,我连一件衣服都没有的,我走的时候不可能把所有东西都带走的。所以我的心灵就是我的天,我的心灵就是我的境界,我要到天上去的,这样的话,你才会把人间一切都抛开的。明白了吗?

(明白了,师父。那就是说,如果我们看到身边跟自己缘分很深的人,他们开心了、有好事了,那我们就随喜;他们这些人不开心了,我们心里也是知道的,但是表面上也要表示难过……)不是表面,是真的难过(对啊,但是他们如果不修,不是……我们……)也要难过(很可怜他)对啊,那观世音菩萨看见你们整天做坏事、不修的话,观世音菩萨不也掉眼泪嘛,他慈悲心啊。

你不能说表面上的,呵呵,真修实修的,你这个又修偏差了,要“枪毙”了,呵呵(不好意思,对不起,师父)所以你跟师父讲话,境界就在这个地方,明白了吗?(是的是的)要好好修(感恩师父!)不过你们这么学的话,你们会进步很快,因为你要记住,*真的到天上去,能够懂得佛法的人和不懂得佛法的人,单单念经的人,到了天上的果位都不一样的* (是。我觉得我好幸运,每次都能打通师父的电话,自己的一些困惑、疑惑,都能听到师父的亲自开示)好好努力了(我真的是福报很大)福报很大么好好珍惜啊!(我会珍惜的,师父)
wenda20160131A  01:04:10