Wenda20200522 01:35
[Sesama teman sedharma melakukan hubungan bisnis, Bagaimana yang terhitung sebagai perbuatan Lian Cai, mengambil keuntungan dari Buddha?]

Telp Pria: Shifu pernah mengatakan kalau sesama sx melakukan hubungan bisnis itu berarti Lian Cai, mengambil keuntungan dari Buddha.

Banyak dari sx yang tidak memahami akan hal ini.

Ada sebagian sx yang berkata: “Saya tidak mengambil keuntungan dari dia, saya menjual produk dengan harga modal.” Dan sx ini merasa tidak bersalah.

Lalu, Para sx kemudian berpikir dan berusaha memahami lebih jauh mengenai hal ini, seperti:
Jika ada seorang sx (Penjual) mempromosikan barang dagangannya di media sosial, akhirnya membuat sx lainnya (Pembeli) membeli barang dagangannya.

Walaupun sx (Penjual) yang menjual produk itu tidak sengaja atau melakukan promosi, tetapi Apakah jika ada sx (Pembeli) yang melihat barang dagangannya lalu membeli produknya itu berarti sudah Lian Cai, mengambil keuntungan dari Buddha?

Mohon pencerahan Shifu.

Master: Tidak, tidak sama sekali seperti, Shifu tidak pernah secara mutlak membicarakan hal ini.

Yang Shifu maksud adalah, misalnya kamu mempunyai sebuah usaha, lalu setelah kamu mempelajari Dharma, kamu *DENGAN SENGAJA* mempromosikan barang dagangan kamu.

Karena para umat dan kamu berada disini adalah untuk bersama-sama belajar Dharma, dan para umat itu tidak datang untuk membeli barang kamu, jika kamu *DENGAN SENGAJA* mempromosikan barang dagangan, bukankah itu berarti kamu sedang mengambil keuntungan dari Buddha?

Tapi jika kamu tidak sengaja melakukannya, dan ada orang lain (Sx Pembeli) yang melihatnya, kemudian dia membeli barang kamu, maka ini adalah hubungan bisnis normal.

Jadi, hati nurani kamu adalah penjaga hati kamu sendiri.

Jika kamu tidak secara sengaja mengambil keuntungan dari para umat Buddha, sudah pasti kamu tidak sedang mengambil keuntungan dari Buddha;

Tapi jika kamu belajar Dharma dan memiliki tujuan maksud tertentu untuk mempromosikan barang dagangan, membuat mereka para umat membeli produk kamu, bukankah tujuan kamu mempelajari Dharma itu sudah tidak benar?

Tapi itu akan berbeda jika mereka memang berniat untuk membeli produk kamu dan bukan karena kamu sengaja mempromosikannya kepada dia, maka boleh melakukan bisnis secara normal, benar tidak?

Telp: Benar, Terima kasih atas pencerahan Shifu.

https://xlch.org/index.php?a=shows&catid=105&id=40692&t=1604410830697

Wenda20200522 01:35

在佛友间做生意,怎样算敛财、出佛身上血

男听众:师父说在佛友之间做生意就是敛财、出佛菩萨身上血。许多同修可能还理解不了这之间的关系,有的同修说:“我不赚他的钱,成本多少就卖给他多少。”觉得应该没有问题。同修对于这个普遍的问题做了一些思考和理解:由于同修在朋友圈看到做生意的同修发这些产品信息,导致同修购买他们的产品,虽然做生意的同修没有刻意跟同修宣传产品信息,但是佛友看到买了他的产品就已经构成敛财、出佛身血?请师父开示。

台长答:没有,根本没有,师父从来没这么绝对地讲过。师父的意思就是,比方说,你做个生意,今天你因为学佛了之后,你去刻意地推销自己的生意。人家佛友是跟你一起学佛的,人家不是来买你东西的,那你是不是叫“出佛身上血”?如果你今天不是刻意的,被人家看见了,人家来买东西,那当然是很正常。你自己良心做你的护卫。你今天不是有意地去在学佛人身上赚他们的钱,你当然不出佛身上血;你今天完全是有意地在佛友那里去宣传你的产品,让人家买,那你是不是不对了?如果只是人家愿意来买,不是你宣传的,该怎么样买就怎么买了,对不对?(是,感恩师父开示)