Wenda20130526A 06:00
*[Berikrar harus sesuai dengan kemampuan diri sendiri]*

Telp: Ketika melakukan kegiatan penyebaran Dharma, Bagaimana kita mengetahui Apakah hal yang kita lakukan itu sesuai dengan kemampuan kita atau tidak?

Karena seperti penelepon sebelumnya yang berkata bahwa ada beberapa teman sedharma yang membantu orang lain dan mereka malah mendapatkan hambatan atau mimpi buruk.

Apakah semua hambatan dan mimpi buruk ini adalah untuk mengingatkan bahwa kami tidak memiliki kemampuan untuk melakukan ini?

Atau ini adalah ujian dari Bodhisattva untuk menguji seberapa tinggi pembinaan kita, Apakah kita akan terus maju dan melakukan ini atau….. Bagaimana cara menilai diri sendiri apakah kita mampu atau tidak melakukan hal ini?

Mohon penjelasan Shifu.

Master: Jika kamu merasa tidak sanggup melakukannya tapi telah berikrar untuk melakukan hal itu, itu berarti kamu telah melanggar ikrar.

Seseorang harus melakukan sesuatu sesuai dengan batas kemampuannya.

Misalnya, kamu memang jarang berkomunikasi dengan orang, teman kamu pun sedikit, apakah kamu bisa berikrar, “Dalam sebulan saya ingin memperkenalkan Dharma kepada 50 orang” kah?

Karena kamu sendiripun tidak mempunyai 50 orang teman, lalu bagaimana kamu bisa melakukan hal ini?

Tekad seperti ini tidaklah normal. Orang yang melakukan hal ini tidak akan mendapatkan berkat, kekuatan ikrar mereka pun juga tidak akan lagi ada lagi.

Singkatnya, tekad dia tidak bisa dirubah menjadi sebuah energi dan kekuatan. Energi dan kekuatan ini tidak bisa membuat dia menguraikan banyak permasalahan, bencana dan malapetaka-nya.

Inilah alasan mengapa banyak orang yang sembarangan berikrar, mereka tidak hanya menjalankan ikrarnya, bahkan mereka akan turun ke alam bawah sana.

Oleh karena itu, Master terus mengingatkan kepada kalian, semoga kalian bisa berpikir baik-baik sebelum berikrar, berikrar sesuai dengan kemampuan kalian dan yakin bahwa kalian bisa menyelesaikannya.

Tidak seperti sebagian orang yang mengatakan, “Di kehidupan ini saya pasti akan bervegetarian”, dan akhirnya, dia hanya bervegetarian selama satu atau dua bulan dan tak bisa meneruskannya lagi.

Kalian harus lihat seberapa besar tekad kalian, mengapa seorang Bodhisattva bisa berikrar besar?

Karena Bodhisattva memiliki kegigihan hati.

Di Zang Wang Pu Sa mengatakan “Jika Neraka tidak kosong, maka saya bersumpah tidak akan menjadi Buddha”, Sebesar inilah keteguhan hati seorang Bodhisattva!

Sedangkan kita para manusia yang dimana masih belum membina diri menjadi seorang Bodhisattva, Apakah bisa berikrar sebesar ini? Apakah kamu sanggup?

Jika tidak bisa menjalankannya maka itu disebut telah berbohong.

Bukankah itu disebut berbohong jika tidak bisa melakukan apa yang telah diucapkan di hadapan Bodhisattva?

Paling kamu berkata, “Yang penting hati saya tulus dan memiliki niat”,

Harus ingat, Hati tulus ada hati tulus, Akibat adalah akibat, Sebab adalah sebab.

Artinya, jika hari ini kamu telah menanam sebab ini, itu belum berarti akan mendapatkan Akibat ini.

Jadi, Berharap kepada kalian semua untuk memahami hal ini:

*Jika saya tidak sanggup melakukannya, jangan sembarang melakukan itu dengan alasan niat dan tulus; Tetapi asalkan saya memiliki kemampuan untuk melakukan ini, Maka saya baru bisa setulus hati menjalankannya.*

Inilah alasan mengapa dalam perjalanan pembinaan Dharma seseorang, ada beberapa keinginan yang tidak dikabulkan, dan dia malah mengeluh;

Perlahan-lahan dia akan menyadari, mengapa permohonan saya tidak dikabulkan? Akhirnya dia mundur dan berhenti melatih diri.

Wenda20130526A 06:00 发心许愿要量力而行

听 众:我们怎么判断在弘法方面什么事情是自己有能力做的,什么事情是自己没能力做的?因为像前面说到的一些同修,他们可能在帮助别人的过程中遇到了很大的阻 碍,或者是这段时间梦境也不好。到底是提醒自己目前没有能力来做这些事情呢?还是是菩萨给我们境界来考验我们,看我们到底是勇往直前,还是……这个时候应 该怎么调整自己啊?请师父开示下。

台长:如果你觉得做不到的事情,而许愿去做了,实际上就叫违愿。一个人要自己做得到的事情才能做,比方你从来跟人家接触很少,朋友又很少,你能说“我一个月度50个人”吗?你肯定连朋友都没有50个,你怎么能度50个 人呢?这种愿力本身出去了就不正常,这样的人就不能得到加持,而且不会有愿力的再现,也就是他没有愿力转化成为能量和动力,让他能够化解很多的矛盾、化解 很多的灾难。这就是为什么很多人乱许愿,非但没有如愿,还要下去。所以台长一直跟大家讲,希望大家许愿要适可而止,要根据自己的愿力,要认定我做得到。像 有些人就说“这辈子我一定会吃素的”,结果他吃的素没多少,一个月两个月坚持不下去。要看看自己的恒心有多大,菩萨为什么能够许大愿?因为菩萨有恒心。地藏王菩萨“地狱不空,誓不成佛”,菩萨的愿力多大?!而我们是凡人,我们本身还没修成菩萨,那我们怎么能许这么大的愿呢?你能做到吗?做不到的事情就叫妄语。跟菩萨讲话做不到是不是妄语?你可以说“我是发心很好”, 要记住,发心是发心,果是果,因是因,今天这个因造下去了,不一定代表就能够得到这个果实。所以希望你们一定要懂得:我做不到的事情,不要随便发心;只有 我做得到的事情,我才能发心。这就是为什么很多人在学佛当中,做不到求不到,然后自己又怨自己;慢慢时间长了,这个不灵,那个不灵,他就退道了,生退道心 了。