Wenda20140418 06:13
*[Apa perbedaan pelatihan diri orang normal dengan penderita penyakit berat yang sembuh]*

Telp Wanita: Master ada memberikan wejangan ke seorang penderita depresi yang baru sembuh “Harus lebih banyak mengumpulkan berkah dan pahalanya”, Ingin bertanya Master, apa perbedaan pelatihan diri orang normal dengan penderita penyakit berat yang sembuh?

Master: Sebenarnya orang yang pernah sakit adalah yang telah mencederai auranya. Hari ini penyakit depresinya sudah membaik, tapi masih memiliki kemungkinan untuk kambuh;

Orang yang tidak pernah mengalami depresi, dia tidak akan terkena depresi, inilah perbedaannya.

Telp: Saat itu kejadiannya seperti ini, seorang ibu penderita depresi khawatir anaknya tidak mendapatkan pekerjaan, sangat khawatir.

Master memberikan wejangan kepada dia: “Ibarat seperti seseorang yang baru saja keluar dari penjara, tidak menemukan pekerjaan, masih harus mengumpulkan berkah dan pahalanya.”

Apakah itu berarti orang yang terkena penyakit berat, berkah dan pahalanya tidak cukup?

Master: Sangat benar. Sekali terkena penyakit berat akan menghabiskan banyak berkah dan pahalanya, walaupun masih hidup, juga akan tetap menghabiskan berkah dan pahalanya.

Telp: Sama seperti saya, 9 tahun yang lalu saya mengidap tumor tulang, juga pernah menjalani kemoterapi. Penyakit ini sudah sembuh, beberapa tahun belakangan ini juga baik, tetapi di bidang lain saya merasa tidak lancar.

Saya pun juga sudah lulus kuliah, tetapi setelah lulus, tak mendapatkan pekerjaan selama 3 tahun, apakah ini karena berkah dan pahalanya tidak cukup?

Master: Itu sudah pasti, sama seperti apa yang dikatakan Master. Sekarang untuk kondisi yang kamu alami sekarang, kesehatan kamu harus diutamakan, kamu pun juga akan merasa lelah ketika mencari pekerjaan, lalu di masa lalu pernah sakit, maka dari itu saya merasa lebih baik kamu mempertimbangkan diri untuk menjadi Guru Les.

Jika memang benar-benar tidak menemukan pekerjaan, kamu bisa menjadi seorang Guru Les, memberikan les kepada orang lain.

Kamu seorang lulusan mahasiswa, bisa membantu memberikan pelajaran tambahan untuk murid SMP atau kuliah, karena kamu sudah lulus kuliah kan.

Telp: Baik, Terima Kasih Master

wenda20140418 06:13
重病患者康复后的修行与常人有哪些不同
女听众:台长有次为一位刚刚恢复的忧郁症患者开示“要多积福德”,请问台长,重病患者恢复以后的修行与常人还有哪些不同吗?

台长答:实际上生过病的人是伤元气的。今天忧郁症好了,他还有复发的可能;没有生过忧郁症的人他不会生忧郁症,就这个不一样(当时是这样的,一个忧郁症患者的母亲担心孩子找不到工作,特别着急。台长开示她说:“就像一个刚从监狱里出来的人,是找不到工作的,还需要积累福德嘛。”是不是患过重病的人福德都不够呢?)完全正确。一次重病会消掉他很多的福德,就算活下来了,也消掉很多福德。因为只要生重病的话,一定是业障激活了(就像我,九年前患过骨肿瘤,也打过化疗。这个病是好了,这几年都挺好,但各方面都特别不顺利。我也考上了大学,但是大学毕业之后,都三年了也没有找到工作,是不是也是福德特别不够呢?)那当然了,跟台长讲的道理是一样的。现在像你这种情况身体要好,找工作你也会很累,而且你过去心受过伤,所以我觉得你应该从家教上来多考虑。如果再找不到工作你就做家教啊,去帮人家补习。你大学毕业了,帮人家中学生补补功课,帮大学也能补,因为你毕业了嘛(行,谢谢台长)

https://xlch.org/index.php?a=shows&catid=105&id=3728&t=1572921161370