[Surat Tanya Jawab No. 332, 28 Agustus 2019, No. 1]
*Neraka Buaya, proses reinkarnasi dari alam manusia ke alam binatang*

*Tanya:* 14 Juli 2019, Roh saya dibawa ke desa Guan Yin yang terletak di tengah-tengah alam tanah suci Xin Ling. Disini adalah Desa Guan Yin yang terbesar di tanah suci Xin Ling, kolam bunga lotus yang terbesar di Tanah Suci juga berada disini.

Guan Shi Yin Pu Sa, Nan Jing Pu Sa, Guan Di Pu Sa, Zhou Cang Pu Sa, Guan Ping Pu Sa menggunakan mata langitnya melihat balasan karma sebab jodoh semua makhluk hidup di dunia manusia. Ada sekitar 10 anak sedang berkumpul di dalam istana Desa Guan Yin mendengarkan para Buddha membabarkan Dharma.

*Guan Shi Yin Pu Sa:* “Penulis, sebagai Guru saya merasa sangat bahagia. Demi para Buddha Bodhisattva kamu telah menuliskan perjalanan surga dan neraka. Tulisan ini memberikan manfaat kepada semua makhluk yang hidup di bawah langit. Tulisan ini membuat para manusia bisa menambah keyakinan terhadap Tanah Suci Xin Ling dan setulus hati melatih diri di XLFM. Saya merasa sangat bahagia, sangat sangat bahagia.

Para manusia di generasi selanjutnya bisa hormat dan tulus melafalkan nama besar Buddha, melakukan perbuatan baik dan tidak memiliki pikiran buruk. Dengan begitu, mereka bisa terhindar jatuh ke alam buruk, bahkan bisa masuk ke Tanah Suci Xin Ling kami. Sangat bagus, sangat bagus.

Sekarang, kamu perhatikan dengan seksama adegan berikut mengenai balasan akibat sebab jodoh para roh di alam buruk, ingat dengan baik dan catat, jangan lupa.”

Guan Shi Yin Pu Sa perlahan-lahan melambaikan bunga willow di udara, kemudian muncul sinar emas, setelah itu sebuah layar besar muncul di tengah udara.

Dibawah ini adalah adegan yang saya lihat:

Di sebuah desa pegunungan yang terpencil, air sungai berwarna kuning dan penuh dengan cacing, saya melihat seekor buaya besar dengan panjang sektiar 90cm sedang berenang mencari makanan. Orang desa yang menyadari ada seekor buaya, mereka mengikuti buaya dari kejauhan karena takut akan mengagetkan buaya di pinggir sungai.

Tak lama, datang beberapa orang berkulit gelap dari etnis mongour, mereka menggunakan bambu dan kail besi untuk menangkap buaya ke pinggir lalu dibawa ke sebuah rumah.

Beberapa hari berselang, pemilik rumah membunuh si buaya, menguliti, memotong lalu menjual daging buaya ke para pekerja pabrik di daerah setempat.

Roh buaya merasa tidak senang karena dia disiksa dan dibunuh, roh buaya ini menempel ke punggung pemilik rumah pria.

Memang di tubuh pemilik rumah sudah ada banyak arwah buaya, ini semua karena dosa karma pembunuhan, Aura tubuh pemilik rumah itu sangat gelap dan tak ada sinar sama sekali.

Mendekati usia 50 tahun, pemilik rumah pria terkena penyakit aneh, seluruh tulangnya kaku dan tidak bisa digerakkan. Dia tidak bisa menelan makanan apapun, fungsi organnya mengalami kegagalan, dia pun meninggal dalam penderitaan dan kelaparan. Dia meninggal dengan sangat mengenaskan.

Setelah kematiannya, roh pemilik rumah pria terbang melayang di pegunungan desa dan rumput liar di pegunungan.

Suatu hari, dia melihat sebuah sinar terang dari dalam sebuah goa yang gelap, lalu dia pun masuk ke dalam. Di dalam goa ada banyak buaya dengan ukuran yang berbeda-beda sambil membuka mulut menunggu kedatangan dia (Neraka Buaya).

Para buaya bisa menggunakan pikiran mereka untuk melihat semasa hidup pria ini telah membunuh banyak buaya dengan sadis. Para roh buaya yang penuh amarah mulai berkumpul, menyerang dan mengigit roh berdosa, Roh berdosa pun ketakutan dan jatuh di lantai, tetapi jumlah buaya terlalu banyak.

Setelah pingsan, roh berdosa sadar kembali, dia mengira itu hanyalah mimpi buruk, dia berusaha ingin kabur dari goa, tetapi dia malah membangunkan para buaya. Para buaya yang marah itu mulai mengigit roh berdosa lagi. Yang anehnya adalah setelah dia sadar tubuh rohnya kembali seperti semula, dan lagi-lagi dia diserang oleh para kumpulan buaya.

Siang dan malam, para buaya terus mengigit roh berdosa, tidak tahu sudah berapa lama, kemudian sebuah sinar muncul dari tengah udara. Roh berdosa dibawa oleh sinar putih keluar dari neraka dan sampai ke tempat reinkarnasi yaitu sebuah tabung besar putih yang sedikit bercahaya sinar putih.

Dalam keadaan pusing, roh berdosa masuk ke dalam tabung besar putih, di dinding bagian dalam tabung muncul adegan pembunuhan berdarah. Adegan itu menampilkan roh berdosa sedang membunuh buaya dan dosa-dosa dia lainnya (Ingatan akan perbuatan buruknya). Sebuah tulisan (Bahasa Arab) muncul di tengah udara tabung : Karma pembunuhan 78%, dihukum ke neraka buaya selama 3 tahun, sekarang karma pembunuhan 35%, reinkarnasi menjadi buaya.

Tubuh roh berdosa menempel pada kulit kesadaran buaya, petugas neraka membawa rohnya ke rerumputan di sungai — sarang telor buaya. Setelah 3 bulan telor diinkubasi, telornya pecah dan menetas. Buaya ini berkembang biak di sungai. Buaya ini berenang ke sungai besar dan menetap untuk mencari makan dan hidup disana.

Ketika buaya ini melihat ada manusia mendekat, dia akan bersembunyi di dalam air agar tidak diburu.

Sayangnya, di sungai ini tinggal penduduk desa etnis mongour yang senang memakan daging buaya, mereka pintar mencari jejak buaya. Setelah ditangkap dan di bawa ke tepian, dia (buaya) marah dan menggerakan seluruh tubuhnya sekuat tenaga untuk melawan, membuka mulutnya sebagai bentuk pertahanan, terus menerus menggunakan pikirannya untuk memberitahu para manusia yang menangkap dia: “Saya tidak memakan manusia, itu adalah buaya yang lainnya. Dia sudah berenang menjauh, Buaya itu memakan manusia karena dia sedang masa reproduksi. Saya bukanlah buaya yang makan orang, saya jantan. Jangan bunuh saya.” Sayangnya, tak ada satu manusia yang mengerti bahasa buaya.

Buaya yang ditangkap oleh penduduk desa yang marah itu pun dimasukkan ke sebuah rumah kayu, menggunakan kain untuk menutup matanya. Akhirnya, dia dibunuh.

Setelah meninggal, roh yang marah ini pun juga menempel ke tubuh pria bernama La Re. Suatu malam, La Re mengendarai mobil untuk menghadiri acara pesta malam, tiba-tiba kesadarannya menurun dan terjadi kecelakaan. Setelah berhasil membalaskan dendamnya, roh berdosa (buaya) menarik arwah La Re ke sebuah candi bundar, La Re bersujud di tanah dan diadil atas semua dosa-dosanya.

Raja Neraka yang berpakaian kuno muncul di tengah udara mengadili arwah. Setelah mendengarkan persidangan, dan melihat seluruh perbuatan baik dan buruk La Re, dia reinkarnasi menjadi seorang perempuan yang miskin. Sang buaya diantar ke Istana Raja Neraka yang mengatur alam binatang untuk reinkarnasi lagi menjadi buaya.

*Guan Shi Yin Pu Sa menarik kembali bunga willow ke dalam botol suci, lalu berkata kepada saya:* “Lihatlah balasan akibat ini, karma pembunuhan terus mengikuti seperti bayangan. Karena semasa hidup dia terlalu banyak membunuh buaya, membuat dia belum bisa mendapatkan kembali tubuh manusia setelah 1x reinkarnasi menjadi buaya. Para umat Buddha sekalian, ingat ini di dalam hati, Fang Sheng memberikan panjang umur dan berkah, memberikan manfaat kepada anak cucu dan generasi selanjutnya;

Tetapi jika membunuh dan menyakiti makhluk hidup, kamu sendiri lah yang menerima balasan buruknya.

Jangan melakukan perbuatan yang menyakiti nyawa lainnya hanya demi keuntungan, kalian tidak mengerti penderitaan reinkarnasi.”

Setelah melihat adegan itu, saya menghela nafas, berharap semua orang bisa melihat dan memahami balasan akibat sebab jodoh buaya. Betapa mengerikannya melakukan karma pembunuhan, jangan lagi menanam sebab karma pembunuhan. Sangat menyedihkan melihat tempat pembunuhan yang penuh dengan darah.

Terima kasih Shifu
Terima Kasih Guan Shi Yin Pu Sa.

Murid Malaysia 15 Juli 2019

*Master:* Apa yang diceritakan di cerita ini semuanya nyata, terutama di awal mengatakan “Setelah turun ke bawah, ada sebuah sinar, reinkarnasi….” Shifu mengetahui semuanya.

Banyak orang yang setelah turun ke bawah dan menerima hukuman, mengira dia sedang bermimpi buruk, dia cepat-cepat ingin bangun. Tetapi yang terjadi adalah setelah bangun, dia perlu melanjutkan hukumannya lagi, inilah yang disebut reinkarnasi, menerima penderitaan di neraka tanpa waktu.

Neraka tanpa waktu berarti tidak ada waktunya, tidak berhenti mengigit, setelah mengigit sampai mati lalu pingsan, setelah sadar, digigit lagi, karena roh itu tidak bisa mati.

Sangat menakutkan, maka dari itu berharap kalian semua jangan melakukan perbuatan jahat.

问:14-07-19,魂体被送到心灵净土世界位居中央的观音村道场。这里是心灵净土最大的观音村道场,净土世界最大的莲花池也是位于此处。

观世音菩萨、南京菩萨、关帝菩萨、周仓菩萨、关平菩萨正在用天眼观察娑婆国土众生因缘果报。数十位童子聚集在观音村内殿聆听诸佛演说法音。

观世音菩萨:“徒儿,为师甚法喜。你为诸佛菩萨书写天地游记利益天下众生,令后世之人能够对心灵净土升起净信心,一心一意修习心灵法门。为师甚喜,为师甚喜。如此,后世之人有了虔诚念佛、行善去恶之心,就能免堕恶道,还能入我心灵净土。甚好,甚好。你仔细观看此恶道灵体因缘果报,仔细记下来。可别忘了。”

观世音菩萨把手中杨柳轻轻抛向空中,一道金光闪过,金光过后是一个特大的屏幕出现在空中。

以下是弟子所见景象:

偏僻的山村,黄色浑浊的河水中一只三尺长的大鳄鱼正在水中游动觅食。山村居民发现鳄鱼踪影惊慌地离开河边。一会儿,来了几个肤色黝黑的土族,用竹竿及铁钩把鳄鱼诱捕上岸送到一处屋里。几日后,这间屋子的主人把鳄鱼杀害、剥皮、肢解,转售鳄鱼皮肉给当地的工厂。经历痛苦折磨死亡的鳄鱼灵体满怀怨气的依附在男主人后背。男主人身上无数鳄鱼灵体,杀生罪孽导致全身黑气重重不见光明。

男主人临近五十岁莫名患上怪病,全身骨头僵硬不能扭曲,嘴巴不能吞咽任何食物,器官快速衰竭,在贫苦饥饿中死去,死前样子非常可怕。死亡后,男主人灵体飘荡在山村及山野草丛处。某日,被一道光指引进入黑色通道来到黑乎乎的山洞内。山洞里有很多大小形体不一样的鳄鱼正在裂开大嘴等待(鳄鱼地狱)。鳄鱼们用意念探查到男主人生前残忍杀害多只鳄鱼。发怒的鳄鱼灵体开始集体攻击撕咬罪灵,罪灵吓得在地上翻滚,可是鳄鱼数量太多。晕死过去后,罪灵苏醒,以为是恶梦,想逃跑离开山洞,却惊动鳄鱼,发怒的鳄鱼又开始撕咬罪灵。奇怪的是,罪灵害怕的晕倒在地后,一旦意识恢复清醒,灵体又会恢复如初,然后又被鳄鱼们群体攻击撕咬。

没日没夜的被鳄鱼撕咬,不知道多少时日后,一束光芒出现在地狱上空。罪灵被白光带出地狱来到投胎的地方,一个发出微白光芒的白色大圆筒。罪灵晕乎乎地进入白色大圆筒,筒内墙壁浮现罪灵杀害鳄鱼的血腥场景及其它罪孽(邪淫意识)。一排文字(阿拉伯文)显示在圆筒上空:杀业78%,堕鳄鱼地狱惩戒3年,现杀生罪孽为35%,转投鳄鱼。

罪灵魂体被附上鳄鱼皮肉意识,鬼差把罪灵带到某个河道的草丛中——鳄鱼产卵处。三个月孵化成功破壳而出,在河道长大后转游到大海及江河汇流的地方觅食生存。一旦遇见人类靠近,就潜匿在水中避开追捕。不幸,这个河道有会吃人的鳄鱼,村民找来擅长捕捉鳄鱼踪影的土族。被捕捞上岸后,它愤怒地甩动全身力气反抗,张大嘴巴防卫,不断的用意念告诉捕捉的人类:“我没有吃人,是另一只鳄鱼。它游走了,那只鳄鱼处于产卵期才吃人。我不是那只吃人的鳄鱼,我是公的。不要杀我。”可惜,没有一个人类懂得鳄鱼的言语。鳄鱼被愤怒的土族捕捉送去一间木屋前,套上布袋盖住眼睛。最后,还是难逃被人类杀害肢解的下场。

死亡后,愤怒的罪灵也是附身在这个名叫拉惹的男人身上。一天夜里,拉惹驾车外出参加喜宴,突然间意识昏迷撞车。大仇得报后,罪灵(鳄鱼)拖着拉惹来到圆形的圣殿,跪在地上申诉拉惹的罪孽。穿戴当地土著古装服饰的阎王出现在空中审判亡灵的申诉。听审结束后,拉惹依自身善恶业力投生成该国贫苦女孩。鳄鱼送到管畜生道的阎王殿,转投鳄鱼。

观世音菩萨把杨柳枝收回手中宝瓶,对弟子说“看此果报,杀生罪孽如影随形。因前世杀死太多鳄鱼,此罪灵转投鳄鱼一世后尚不能恢复人身。孩子们,你们可要紧记在心,放生福寿连绵,利益子孙;杀生害命,恶果是自作自受啊。莫要为了利益去做那杀生害命之事,这轮回之苦你们是不知道啊。”

弟子观看完后感叹万分,希望众生看到这个鳄鱼的因缘果报后能够知道杀生的可怕,不再种下杀业的因果。这血淋淋的杀生场面真的很可悲。

感恩师父,感恩观世音菩萨。

弟子 马来西亚  15-07-19

答:这里面讲的完全是真实的东西,尤其前面讲的“到下面、有一束光、投胎……”师父全知道。很多人到了下面受惩罚,以为自己做恶梦,想赶快醒过来,醒过来之后又继续受惩罚,就是在轮回,受无间地狱之苦。无间地狱就是没有时间的,不停地咬你,咬死了昏过去,醒了再咬,因为是灵魂不会死的。很可怕,所以大家千万不能做坏事。