*Kutipan Video BHFF Episode 98, 1 Juli 2020*
*Konsep menanam sebab kecil bisa mendatangkan balasan yang besar*

Sekarang, Shifu akan menceritakan sebuah kisah.

Sangat penting untuk bisa menjaga pikiran, jika kamu memiliki *satu pikiran yang tulus, maka, dengan sebab yang kecil ini, kamu bisa mendapatkan balasan yang besar.*

Jadi, jangan kalian kira memiliki pikiran ingin membantu orang itu hanyalah telah menanam satu sebab kecil yah.

Asalkan kalian tahu, memiliki 1 pikiran baik itu bisa mendapatkan balasan yang sangat besar.

Shifu akan mulai ceritanya:

Suatu hari, Sang Buddha tiba di sebuah negara yang beraliran Brahma.

*Master:* Di jaman india kuno terdapat begitu banyak negara-negara kecil, dan para rakyat dan Raja-nya semuanya adalah penganut Aliran Brahma.

*Cerita:*
Sang Raja mendengar Ajaran Buddha telah menyebar luas dan merasa ketakutan dan khawatir kalau Brahmanisme tidak akan bisa bertahan lama.

*Master:* Ajaran setiap aliran itu berbeda-beda.

*Cerita:*
Demi menghambat laju perkembangan-nya, sebelum Sang Buddha datang ke negara mereka, mereka memberikan pengumuman kepada para penduduk: “Barang siapa yang melakukan persembahan kepada Buddha, menerima Ajaran Buddha, maka, akan dihukum dengan membayar denda 500 perak.”

Para penduduk yang melihat pengumuman ini tidak rela mengeluarkan begitu banyak uang untuk membayar denda 500 perak.

Jadi, saat Sang Buddha dan murid-muridnya datang ke kota tersebut, semua penduduk langsung menutup rapat pintu mereka.

Alhasil, selama 3 hari, Para Sangha hanya bisa pulang dengan mangkuk kosong.

Pada hari ke 4, ada seorang pembantu dari kasta bangsawan yang sedang keluar rumah untuk membuang sampah, dia melihat sosok Sang Buddha yang sangat berwibawa dan Agung, lalu, timbul rasa hormat dari dalam hatinya secara alami.

Pembantu tersebut sangat ingin memberikan persembahan kepada Sang Buddha, tetapi, di tangan-nya hanyalah berisi sampah yang kotor, bau busuk dan rusak, Bagaimana dia bisa mempersembahkan-nya kepada Sang Buddha?

*Dia berpikir:* “Apa yang seharusnya saya lakukan?”

Saat pembantu tersebut sedang berpikir dan berpikir, Sang Buddha tersenyum dan dari mata Sang Buddha, beliau memancarkan sinarnya dan dengan senang hati dia menerima persembahan makanan busuk ke dalam mangkuknya.

*Saat berbalik badan, Beliau berkata kepada Ananda:* “Ananda, persembahan yang diberikan oleh ibu tersebut sangat tulus. Pahala atas ketulusan dia mempersembahkan makanan kepada Sang Buddha akan mengantarkan dia untuk menikmati kehidupan di alam langit selama 15x kehidupan, setelah selesai menjalani 15x kehidupan, dia akan turun kembali ke dunia manusia dan menyempurnakan sebab jodohnya, menjadi seorang Praktisi.”

Sang Buddha menceritakan tentang sebab jodoh yang akan pembantu itu dapatkan.

*Majikan yang tidak sengaja mendengar ucapan Sang Buddha bergegas keluar dari rumah, dia berpikir:* “Wah, Apa yang Sang Buddha katakan itu luar biasa!”

Tak banyak orang yang bisa mengetahui seseorang akan menjalani 15x kehidupan di alam langit dan setelah itu turun kembali menjadi manusia dan akhirnya dia bisa menjadi seorang Biksu?

*Sang Buddha bertanya kepada Brahma tersebut:* “Brahma, Apakah kamu pernah melihat sesuatu hal yang lebih luar biasa lagi?”

*Master:* Sang Buddha malah berbalik bertanya kepada brahma: “Apakah kamu pernah melihat sesuatu yang lebih luar biasa? Karena, saya hanya mengatakan ini dan kamu sudah merasa ini sudah luar biasa.”

*Cerita:*
*Brahma menjawab:* “Ada. Suatu hari saya pernah membawa 500 kuda untuk berjalan-jalan, karena saat itu cuacanya sangat panas, saya ingin mencari tempat untuk berteduh. Dan tanpa disangka ada sebuah pohon besar yang bisa menampung 500 ekor kuda.

Pohon itu sungguh sangat besar! Sungguh luar biasa, Sang Buddha!”

*Sang Buddha langsung bertanya:* “Lalu, Apakah kamu tahu seberapa besar benih pohon besar ini?”

*Brahma:* “Sekecil sesawi India (Mustard Greens).”

*Sang Buddha:* “Benar, Inilah konsep benih kecil yang bisa mendapatkan balasan yang besar.”

*Master:* Inilah alasan mengapa balasan yang didapatkan oleh pembantu tersebut sangat besar.

Walaupun dana yang para praktisi keluarkan hanya sedikit, tetapi, jika memberikannya dengan pikiran bersih dan penuh keyakinan, maka, bisa mendapatkan balasan yang besar.

Coba kalian perhatikan umat-umat yang sedang bersembah sujud di GYT, Walaupun apa yang mereka lakukan terlihat sederhana, tetapi, *Apakah kamu tahu, perbuatan itu bisa melindungi seluruh keluarga kamu, melindungi kamu, dan melindungi orang-orang yang seharusnya mendapat perlindungan.*

Jika kamu bisa setulus hati beberapa kali bersembah sujud kepada Pu Sa, maka, Pu Sa bisa mengabulkan keinginan kamu, inilah *sebab kecil.*

Hanya dengan menyalakan lampu minyak, mata kamu bisa dijauhkan dari operasi mata atau katarak.

Jika kamu bisa setulus hati bersembah sujud kepada Pu Sa, maka, keluarga kamu bisa terlepas dari berbagai macam rintangan kehidupan.

Inilah makna dari konsep *”Sebab kecil yang bisa mendapatkan balasan besar.”*

*Cerita:*
Brahma merasa apa yang Sang Buddha jelaskan sungguh masuk diakal dan sangat meyakinkan.

Brahma tersebut juga melihat pancaran sinar yang dikeluarkan oleh Sang Buddha, beliau sungguh sangat berwibawa dan Agung.

Dia langsung bergegas dan memanggil tetangganya: “Aduh! Sang Buddha adalah seorang Guru besar, Sang Buddha sudah datang di hadapan kita, semua yang beliau ajarkan bisa membantu mengarahkan kita terlepas dari penderitaan, Cepat kalian semua keluar dari rumah!”

*Master:* Brahma ini adalah seorang sesepuh yang memiliki dihormati oleh para penduduk.

*Cerita:*
Teriakan dan panggilan Brahma ini membuat orang-orang keluar dari rumah dan mereka semua juga mendapatkan pancaran sinar keagungan dari Sang Buddha.

Sang Buddha langsung duduk di tanah dan mulai berceramah.

Para penduduk yang hadir disana merasakan kebahagiaan yang luar biasa, mereka juga bersedia membayar denda ke negara.

*Master:* Mengapa di jaman dahulu dikatakan, “Begitu mendengar ajaran Dharma bisa langsung berhasil membina diri? Karena, orang-orang jaman dahulu sangat jujur dan baik.

Di jaman dahulu mana ada pengacara? Mereka selalu menaati apa yang mereka ucapkan. Tidak seperti orang jaman sekarang walaupun dia berprofesi sebagai pengacara dan sudah terikat kontrak, dia masih tetap malas dan tidak jujur.

*Cerita:*
Para rakyat dengan sukarela membayar denda kepada pemerintah hanya demi mempersembahkan Buddha dan mendengar ajaran Buddha.

*Raja negara itu merasa sangat heran:* “Uang adalah sesuatu yang manusia sayangi, tetapi, mengapa mereka bersedia rugi besar dan membayar denda hanya untuk memberikan persembahan kepada Buddha? Pasti ada suatu alasan dibalik semua ini.”

Raja tersebut belum pernah mendengarkan hal ini sebelumnya. Dan saat itu, Raja sendiri langsung dibuat terharu dan mengundang Sang Buddha datang ke istana untuk berceraham. Dan seluruh rakyat di negara itu menerima ajaran Sang Buddha.

Karena ketulusan berdana dari seorang pembantu, Sang Buddha tersenyum dan mengeluarkan pancaran sinarnya. Orang-orang bisa merasakan welas asih dari senyuman Sang Buddha.

Dari sinar pancaran itu bisa menghilangkan semua keraguan yang dimiliki oleh semua orang.

*Master:* Ada beberapa orang yang saat berbicara memiliki kemampuan bisa meyakinkan orang-orang disekitarnya, karena mereka bisa melihat kejujuran orang tersebut dari pandangan matanya.

Inilah yang Sang Buddha lakukan, beliau tersenyum dan menghilangkan semua keraguan para penduduk terhadap ajaran Dharma.

*Cerita:*
Ini adalah metode sederhana yang digunakan untuk menyebarkan Dharma.

*Master:* Bisa kita lihat rupang Buddha di dalam kuil, semuanya terlihat sangat agung dan hampir tidak ada rupa Sang Buddha yang tertawa. Tetapi, demi menyelamatkan semua makhluk, Sang Buddha pun tersenyum.

*Cerita:*
Selanjutnya, Sang Buddha pun mulai berceramah Dharma dan mengajarkan semua makhluk cara untuk membebaskan diri.

Inilah yang disebut: Menghilangkan segala keraguan dan mempraktekkan Ajarannya.

*Hikmah dari kisah ini:*
Saat kita menyelamatkan orang, kita perlu bisa melihat akar kebaikan dari orang tersebut dan bukan melihat tingkat ke 7 atau ke 8 kesadaran orang tersebut yang malah bisa membuat hati kita tidak senang.

*Jangan sengaja menebak-nebak apa yang dia sedang pikirkan.*

•> Jika kamu *tidak mempunyai kebijaksanaan, pengalaman dan kemampuan untuk menilai apakah ini benar atau salah,* pasti penilaian kamu akan salah.

Dharma mengajarkan kita untuk memiliki kasih sayang dan welas asih, jangan menggunakan pemikiran kita untuk memahami isi hati orang lain.

Jangan menghabiskan nyawa kamu yang berharga ini sia-sia, karena penyesalan selalu datang terlambat.

Jika saat ini juga masih tidak belajar Dharma dengan baik, membuang masa muda begitu saja, masih menangis dan mengejar-ngejar keinginan dunia, masih hidup di dalam nafsu, maka yang kamu dapatkan nanti hanyalah *Kehilangan dan Putus Asa.*

Praktisi Buddhis tidak boleh menghabiskan nyawanya dan berakhir dengan penyesalan.

*Jangan melakukan hal yang tidak sanggup kamu lakukan*

Seseorang yang memaksakam diri agar dirinya terlihat menarik, itu hanyalah penampilan luar dari dupa.

Semua ketenaran dan kehormatan didapatkan dari Belajar, seseorang yang bermoral, secara alami dia akan harum semerbak aroma duoa.

Semoga kalian semua bisa belajar Dharma dan membina diri dengan baik.

Setapak demi setapak terus belajar dan melangkahkan kaki menuju tempat dimana Sang Buddha berada.

Terima kasih semuanya.

白话佛法200701C – 第98集(文字)

给大家说一个故事。人的意念非常重要,如果你一念虔诚,因小果大。所以很多人不要以为,一个念头帮助别人是很小的一个因,果报大得不得了啊。

这个故事就是有一回,佛陀来到了全是婆罗门种的一个国城(因为印度有很多城,这个城里的国王、国民基本上都是婆罗门教的),城主听说佛的摄受力很大(就是很有影响力),他觉得受佛教化的人特别多,内心十分恐慌,害怕婆罗门的教理会因而站不住脚(每个教派的教理都不一样)。他为了防止这个情况到他们城里来,预先发布了一个命令:“凡是去供养佛、接受佛法的人,重罚五百银两。”大家见了法令之后,都舍不得五百银两(很多啊,五百银两),所以当佛与弟子们一入城之后,家家户户都赶紧关上门。于是连续三天,僧众们皆空钵而回(就是没有人供养)。

到了第四天,有一位婆罗门长者的一个老佣人,她从屋内端出一些已经馊掉的东西准备倒掉,一眼看到佛陀威仪庄严的形象,油然生起恭敬之心。她很想供养佛陀,但是她一看手上拥有的东西既粗糙又已经有些馊了,变坏了,她怎么能够来供养这么尊贵的佛呢?她在想:这如何是好?

正当她犹豫不决的时候,佛陀微笑放光(佛陀的微笑,眼睛里会放出那种佛光),欢喜地用钵盛过老妇人手上的馊食(馊掉的食物),并转头告诉阿难:“阿难,这位老妇人一心虔诚,因为她虔诚供佛的功德,往后得十五劫生天堂享受快乐,十五劫后下生人间,具出家修行之因缘。”佛陀会讲因缘的。

这位老妇人的主人正好听见,从屋内马上走出来,他觉得:“哎呀,佛陀讲的这些真是不可思议!”不知道的,有几个人能知道十五劫之后在天上,十五劫之后又到人间来,最后还成全她的出家?

佛就问这位婆罗门长者:“这位长者,你可曾见过其他不可思议的事?”(佛陀很可爱,就问他:“你还见过其他不可思议的事吗?你刚刚听了这个事情,就觉得不可思议了。”)

长者回答:“有啊,一次我们有五百乘马车结伴出游,由于天气闷热,便找了一棵大树遮荫,这棵大树大到可以容纳五百乘车马而有余荫(这棵树大得五百乘这种马车全部在这棵树下面,还有多余的地方可以遮阳)。树木之大真是不可思议啊!佛陀!”这个人告诉他。

佛陀赶紧就问:“那你知道这棵大树的种子有多大吗?”

长者说:“如芥菜子那么小。”

佛说:“这就对了,这就是因小果大的道理。”

老妇人果报同于此理。我们学佛人施佛的因虽小,虔诚的清净的信心却很大,所以会得到这么大的果报。你看我们到观音堂,我们磕一个头,好像看起来很小的一件事情,但是你知道可以庇荫你的家庭,庇荫你自己,庇荫你自己认为应该受到庇荫的所有人。你磕几个头跟菩萨虔诚地去求,菩萨都会满足你的心愿,这么小的一个因;今天你点了油灯了,你的眼睛可能就免除一刀或者白内障;你今天虔诚磕头了,你的家里就可以躲过很多的劫难。这就是因小果大。

长者听佛陀讲了,认为很有道理,佛所说的话没有半句虚言。他又看见佛身相放光,庄严无比,就赶紧呼叫邻里:“哎呀!天人导师,佛已经出现在我们的面前,他所说的教法可以引导我们脱离烦恼,大家赶快来吧!”因为这位长者(就是年纪很大的,一般说城里一个很有威望的人)他一叫,所有的人都纷纷走出屋外,他们同时被佛的光明庄严所摄受(就是当一个人,你们看见他很庄严的时候,你们很尊敬他),佛马上坐下来为他们演讲佛法。

在场的人听得都法喜充满,他们纷纷去缴纳罚款。(所以过去为什么一听到佛法,就能证得很多的果位?过去的人真的诚实啊,好啊。过去哪要律师?君子一言,驷马难追。现在的人就是律师签了字,他都会赖,不诚实。)你看那些人纷纷去缴纳罚款,为了供养佛,听佛的教义。婆罗门城主(就是他们城最大的)感到十分奇怪:“哎,钱是人人都爱的,大家为什么愿意损失这么多钱,来交罚款去供养呢?这其中一定有大因缘。”他自己都没有听过。这时候城主也因此受到感动,恭请佛到皇宫去说法,所以整个城池的人全部受到佛陀的教化。

佛因为老妇的虔诚,佛陀布施出含笑放光(佛陀的笑能够让众生摄受,感到那种慈悲),由于放光的因缘,消除了大家的疑惑(有些人讲话,别人就相信他,因为他眼睛里散发出的光,那是诚实,那是不欺骗。佛陀就是用他的眼光、笑来解除大家对佛陀佛法的那种疑惑),这就是以方便法应机设教(我们到庙里看佛陀的相,很庄严,从来没有一张相是佛陀在笑的。你看佛陀为了救度众生,他就笑)。接着,佛陀就进一步普施法雨,教导众生解脱之道,这就是破惑除疑,从体起用。

这个故事就是告诉我们,我们要救人,就要看到别人真实内心的善根,不要去看到他七识田中、八识田中那些让你不开心的一些意想,不要刻意去猜测他人的想法。如果你没有智慧与经验和正确的判断,通常你去猜测别人的想法,一定会错误的。佛要我们懂得拥有慈悲的爱,自己不执著去化解别人内心的执著。正因分离是必然的,我们经常讲正,那是很重要的,不要浪费你的生命在你一定会后悔的地方上面。我们到今天不好好学佛,浪费了多少青春年华,每天在哭泣中、在追求中、在欲望中,得到的是失去和绝望,所以学佛人不要浪费生命在一定会后悔的事情上。做不到的事情不要去做,一个人硬要让自己变得美好,那只是外表的香。名声与尊贵是来自于真才实学,有德自然香。希望大家好好地学佛,好好地修心,实实在在地,一步一个脚印地,走向我们佛伟大的真诚。谢谢大家。