*Kutipan Video BHFF Episode 104, 8 Juli 2020*
*Anak yang berbakti*

Seorang Praktisi Buddhis perlu bisa memahami bagaimana bergaul dan berkomunikasi dengan orang lain. Setelah saya mengatakan kalimat ini, tiba-tiba Shifu mengingat sebuah cerita.

• Ada seorang ibu yang membesarkan putranya dengan susah payah, dia sangat hemat dan akhirnya putranya bisa berhasil menjadi seorang pengusaha sukses.

Hari itu, putranya mengendarai mobil BMW dan membawa Ibu-nya pergi ke dokter gigi di rumah sakit.

Putranya hanya duduk di samping mengenakan pakaian bermerk dan merokok dengan kualitas terbaik. Sedangkan, ibunya hanya berpakaian sederhana.

Dokter mengatakan kepada ibunya bahwa gigi harus diperbaiki atau diganti dengan gigi porselen. Untuk satu gigi dengan kualitas baik harganya segini, untuk kualitas biasa gigi porselen palsu, harganya segini.

Ibunya berkata: “Saya ingin menggunakan kualitas terendah dengan harga termurah.”

Dokter-dokter yang berada disana menatap putranya, dan dia hanya diam dan duduk sambil menghisap rokok dengan kualitas terbaik.

Para dokter dan suster memaki dia di dalam hati: “Putranya begitu kaya, tetapi tidak bersedia mengeluarkan uang untuk membeli dengan kualitas baik untuk ibunya sendiri, benar-benar anak tidak berguna.”

Dengan gemetaran, ibunya berkata: “Saya bayar.” Dari kantongnya, dia mengeluarkan sebuah dompet kain dan mengeluarkan uang selembar demi selembar, dia mengeluarkan 3 lembar uang 100.

Ibunya berkata bahwa dia ingin menggunakan giginya sendiri karena gigi yang bagus itu harganya ribuan Yuan.

Putranya masih diam dan duduk. Setiap dokter dan suster memaki dia: “Dasar anak durhaka, dia sangat kaya tapi tidak bersedia membayar untuk ibunya.”

Setelah selesai transaksi, putranya menemani ibunya keluar dan menaiki mobil BMW-nya. Setelah selesai menuntun mamanya masuk ke mobil, dia berkata: “Mama, tunggu sebentar yah, saya ketinggalan barang di dalam.”

Begitu masuk ke dalam, dia langsung menemui dokter dan suster, dia berkata: “Saya tahu kalian sedang memaki saya dan mengira saya anak durhaka. Memang sifat mama saya itu sangat pelit dan terlalu hemat. Saya harus mengikuti apa kemauan dia.

Dokter, tolong anda pasangkan gigi dengan kualitas terbaik untuk mama saya, saya akan bayar semuanya. Jangan sampai mama saya tahu yah.”

Setelah selesai, dia memberikan uang dan membawa pulang mamanya ke rumah.

Hikmah yang bisa diambil dari kisah ini adalah:
Bersikap baik kepada orang lain itu tidak sekedar penampilan luar, tetapi, perlu ketulusan. Ketulusan lah yang bisa menggetarkan hati orang lain.

Kita perlu setulus dan segenap hati dalam berbicara dan berperilaku, dengan begitu, mereka baru bisa merasakan ketulusan kamu.

Yang dimaksud sebenarnya dari membina diri adalah membina jati diri kita dan memahami apa yang dipikirkan oleh orang lain.

Seseorang yang bisa memahami apa yang sedang orang lain pikirkan, maka dia adalah seseorang yang memiliki Sifat keBuddhaan sejati.

白话佛法200708C – 第104集(文字)

我们学佛做人,要懂得怎么样用心去跟别人交流,怎么样用自己的真情去和别人沟通。师父讲到这里想起一个故事。一个妈妈好不容易把自己的儿子养大,妈妈非常节约,孩子后来成为一个非常有钱的实业家。那天妈妈去看牙齿,儿子开着豪华的大奔驰把妈妈送到牙科医院。儿子穿着满身的名牌,抽的都是非常好的烟,然后坐在边上。妈妈穿着一身非常简朴的衣服。医生跟她说,这个牙要装套子,或者要做成烤瓷的,要花多少钱,一副牙齿,好的要多少钱,一副不好的,假的烤瓷的,那是多少钱。妈妈说:“我要最差的,便宜的。”所有的医生眼睛都看着这个儿子。儿子在边上抽着高级的雪茄,一句话都不讲,所有医生护士心里都在骂他:这么有钱的儿子,给妈妈装副好一点的牙齿都不舍得,真的没有出息。妈妈抖抖索索地说:“我付钱。”自己从口袋里掏出一个手绢包,然后颤抖的手慢慢地一层一层地把它解开,然后抽出了两三张一百块的,说要装自己的牙,因为好的牙要上千了。然后她的儿子一句话都不讲,坐在边上,像没有发生这种事情一样,抽自己的烟。每一个医生护士都在骂他,心中想:这种不孝之子,这么有钱了,给妈妈配副牙齿都不愿意。然后钱付完了,儿子陪着妈妈出门上他的大奔驰。把妈妈扶上车之后,儿子跟妈妈说:“妈妈你等一会儿,我忘了拿一样东西了。”一走进去,儿子冲着医生和护士讲:“我知道你们都在骂我,你们以为我很不孝顺。我妈妈的脾气就是节约一辈子,我要随顺我妈妈。医生,你把最好的牙齿给她装上,多少钱,我来付,不要让我妈妈知道。”说完扔下一笔钱,带妈妈开车就走了。

这个故事就是告诉我们,人要对别人好,不是表面的,要用心,心才能感动别人。说的话要用心,做的事情要用心,你这个心才能真正地起到作用。所以修心修心,就是修我们这颗本性;修心修心,就是让我们能够理解别人的心。能够理解别人的心,你才会拥有自己真正的佛性。