*Kutipan VIDEO BHFF Episode 113, 1 Agustus 2020*
*Raja Ashoka*

Selanjutnya Shifu akan menceritakan sebuah kisah.

Pada jaman kerajaan India kuno, Raja Ashoka pernah mengatakan: “Tidak ada yang tidak bisa saya lakukan di kehidupan ini.”

Memang benar, sejak kecil dia dibesarkan di kerajaan, sejak kecil hingga besar ada pelayan yang melayani dia dengan semua kebutuhannya hingga dia dewasa dan menjadi seorang Raja mendirikan Dinasti Maurya.

Dia memimpin pasukan untuk berperang dan menaklukkan bagian utara dan selatan, dia tidak terkalahkan. Semua raja dari berbagai negara menjadi bawahan Raja Ashoka, kekuasaan wilayah Ashoka mencakup hingga 280.000 mil. Apa yang Ashoka katakan itu sesuai dengan fakta, dia adalah seorang Raja yang luar biasa.

Tetapi, ada satu hal yang membuat Raja Ashoka kecewa, dia berkata kepada dirinya sendiri: “Hanya Raja Naga yang tinggal di utara tidak mau menyerah kepada saya.”

Relik Buddha yang terakhir dijaga oleh Raja Naga yang tersimpan di dalam danau yang besarnya 300 mil. Relik Buddha ini memiliki kekuatan spiritual yang sangat luar biasa.

Raja Ashoka pernah memimpin pasukan sebanyak 3x, dia membawa Pasukan Gajah, pasukan kuda, pasukan kereta dan prajurit, tetapi, dia kembali sia-sia.

*Master:* Di jaman dahulu, Gajah adalah simbol kekuatan. Di jaman kuno Asia Tenggara, Gajah adalah simbol kesejahteraan dan keberhasilan.

Setelah Gajah, lalu Kuda, keretan dan terakhir adalah prajurit. Raja Ashoka telah membawa semua pasukan ini tetapi tetap gagal.

*Cerita:*
*Raja Ashoka berpikir:* “Pasti pahala yang dimiliki oleh Raja Naga lebih besar daripada saya, membuat dia mengabaikan saya.”

Raja Ashoka memanggil bawahannya: “Pasukan! Cepat dirikan pagoda, berikan persembahan kepada Buddha, Dharma dan Sangha. Saya ingin mengumpulkan kebajikan dan pahala.”

Raja Ashoka membangun begitu banyak kuil dan pagoda, memberikan persembahan kepada Buddha, Dharma dan Sangha.

Di bawah kepemimpinan Raja Ashoka, setiap negara bagian mulai membangun kuil, altar dan mengundang Biksu tingkat tinggi untuk berceramah. Seluruh rakyat dihujani oleh siraman Dharma dan hidup bahagia dalam Dharma.

Beberapa waktu kemudian, Raja Ashoka berpikir: “Saya telah melakukan begitu banyak pahala, Apakah waktu ini sudah tepat bagi saya? Diantara saya dan Raja Naga, kumpulan pahala dan berkah siapa yang lebih besar?”

Raja Ashoka sungguh sangat cerdas dan berpengetahuan luas, dia juga pandai menyesuaikan diri, tak lama kemudian, dia memikirkan sebuah cara: Dia menggunakan kualitas emas yang sama untuk membuat patung dirinya dan patung Raja Naga yang berukuran kecil.

Kemudian, dia menempatkan kedua patung itu di sebuah timbangan, ternyata, walaupun berukuran kecil tetapi Patung Raja Naga lebih berat.

Ashoka mengerutkan kening dan memerintahkan pasukannya: “Pasukan! Lanjutkan berdana, Undang semua biksu besar untuk berceramah.” Raja Ashoka terus melakukan perbuatan pahala.

Tak lama kemudian, dia mulai menimbang kembali, dan akhirnya berat kedua emas ini seimbang.

*Raja Ashoka tersenyum:* “Bagus, ternyata apa yang saya pikirkan itu benar. Menteri pangan, buka gudang makanan dan cepat sumbangkan makanan kepada orang-orang miskin.” Lagi-lagi dia melakukan kebaikan.

Setelah beberapa waktu kemudian, dia mulai menimbang lagi, dan kali ini, patung dia lebih berat. Dia tertawa bahagia dan mengatakan kepada pasukannya: “Ayo Berangkat! Kita akan mengalahkan Raja Naga. Kali ini, pasti akan menang.”

Saat itu, Raja Ashoka memimpin seratus ribu pasukan besar dan berjalan menuju Raja Naga. Di tengah perjalanan, dari kejauhan terlihat pasukan kecil sedang berdiri disana.

Setelah beberapa saat, para jenderal yang berada di garis terdepan dengan cepat melapor ke Raja Ashoka: “Paduka Raja! Raja Naga dan pasukan-nya telah menunggu disana untuk menyambut kedatangan Raja, mereka ingin menyerah.”

Raja Ashoka bergegas menaiki kuda dan menghampiri mereka, dia menuntun Raja Naga yang sedang bersujud di tanah dan menerima relik Buddha terakhir.

Semenjak dari itu, Raja Ashoka yang telah berhasil mengumpulkan seluruh relik Buddha mendirikan 84.000 pagoda dan menyebarkan Dharma ke seluruh penjuru.

Hikmah dari kisah ini adalah:
Jika bisa membantu menyebarkan Dharma ke seluruh penjuru dan memberikan pencerahan kepada seluruh rakyat dan mereka bisa memperoleh jalan pembebasan, inilah berkah terbaik yang bisa diberikan untuk duniawi ini.

Seorang Praktisi Buddhis perlu bisa memberikan manfaat kepada sesama, membantu orang lain, menghormati Buddha Dharma dan Sangha, dan kamu akan mendapatkan balasan berkah yang tak terhingga.

Jika kamu bisa memberikan persembahan kepada Buddha, Dharma dan Sangha, maka kamu akan mendapatkan Ajaran Benar, dan orang-orang yang melihat perbuatan yang kamu lakukan pasti akan menghormati dan menghargai kamu.

Maka dari itu, kita harus bisa berusaha sekuat tenaga untuk terus menanam berkah agar bisa lebih cepat berhasil dalam membina diri.

Memang beginilah kehidupan duniawi, seumur hidup ini, kita harus menghabiskan waktu kita untuk membina diri.

Jika saat ini kamu tidak membina diri dengan baik, dan suatu hari nanti kamu baru mengerti, itu artinya sudah terlambat.

Terus disiplin menjaga setiap ucapan perbuatan dan pikiran. Perbuatan dan pikiran itu melambangkan sifat keBuddhaan kamu. Maka dari itu, rubahlah kebiasaan buruk kamu dan kamu akan mendapatkan kebijaksanaan.

Ciri-ciri orang yang tidak membina diri adalah orang yang terus mencari berbagai macam alasan untuk menutupi kesalahan dan kekurangannya.

Inilah alasan mengapa Shifu mengajarkan kalian untuk jangan mencari-cari alasan. Karena semua hal yang terjadi di dunia ini hanyalah sebab akibat.

Saat kamu melihat kekurangan orang lain, renungkan dan melihat ke dalam diri sendiri, jika kamu sanggup melakukannya, berarti Anda sudah membuat kemajuan.

Acara BHFF berakhir sampai disini. Terima kasih.

白话佛法200801C – 第113集(文字)

下面跟大家讲一个故事。

古印度摩竭陀国阿育王曾经说过:“我这辈子没有任何事情是做不到的。”的确,从小生长在皇宫,阿育王自出世以来,茶来伸手,饭来张口,一切大小事情,皆有侍臣奴婢为他用心打点,乃至成年之后登上王位,建立了孔雀王朝,带领军旅南征北讨,攻无不克,战无不胜。因此各地大小国的国王俯首称臣(情愿你是皇帝,我们是臣民),方圆二十八万里内尽是阿育王的属地。阿育王这句话说得可真是名副其实,他真的是很厉害。

然而阿育王却叹了口气,他自己说:“唉,只是住在北方池里的龙王独独不肯降服于我。”这是令阿育王伤透脑筋的问题,因为在国境北方有一个三百余里的池塘,驻扎着一个龙王,因为昼夜供养佛的舍利一分,而有大威德神力。阿育王三次率军,领象、马、车、步等四部队前往征讨,皆无功而返(过去皇帝出征都是大象,代表着胜利。在东南亚,古时候大象代表着一种吉祥,能够成功;然后是马;然后是车,车套在马上的;然后步兵。就是这么出去,经常没有成功)。

那么阿育王就想:“想必是龙王供养佛舍利的功德逾越于我(就是比我还要大),使得朕用尽了所有的办法,龙王始终无视我的存在(就是不认为我能够战胜他)。”“来人啊!快快修立塔寺,斋僧供佛,供养三宝,朕要培德植福。”阿育王就要造庙造塔,然后供僧人,供养三宝佛法僧。在阿育王急促地催促下,全国各地纷纷开始兴建寺院,设坛延请高僧讲经说法,令全国人民普沾法雨,同生法悦,一时间僧侣来往不息,国内人人法喜充满,得大利益。整个地方都是法喜充满。

过了一段时间,阿育王自己暗自思忖道:“不知如今出征的机缘成熟了没有?我也做了这么多功德了,朕的福德与龙王的福德,现在要看一看究竟谁大呢?”阿育王毕竟非常聪明多智,而且非常善于变通,不久,他想了一个绝佳的妙计:他以同样质量的金子打造了一尊自身的塑像,再打造了一座龙王的雕像,很小的,分别放在秤的两头。造的时候黄金的分量是一样的,他就放在两边称分量。一放上去,第一个回合称的时候,龙重王轻,也就是龙王那头重,往下,阿育王的那个轻。阿育王皱着眉头,他就下令:“来人啊!继续大布施,请高僧们讲法。”他继续做更大的功德。

过了不久,他再称,没想到这次一称,秤这两头黄金平行了,一般大了。阿育王露出了一丝微笑:“嗯,看来我的决定是对的。粮官,开放粮仓,赈济国内孤苦无依的弱者。”他又做善事了。

又过了一段时间,阿育王怀着忐忑不安的心情,又将两座金色的塑像放在秤上两边,当他看见自己肖像的黄金往下沉的时候,他哈哈大笑,欣喜若狂地宣布准备出征的消息。他对下面的军队讲:“走吧!咱们攻打龙王去。这回必能大获全胜。”

当时阿育王率领着十万大军,有马车,一路前进。走到半路,突然看见远方似乎有人,一队人马挡在路中央。不一会儿,前锋部队的将领挥着马鞭,赶快回到在部队当中的阿育王跟前汇报:“大王!龙王和龙族大小眷属已经在前恭候大王多时,准备请降(就是准备投降了)。”阿育王于是驾着马,快速地迎上前去,下马扶起跪在地上的龙王,并接受龙王所贡奉的佛舍利。从此以后,阿育王便以恭敬心供养佛舍利,并建八万四千宝塔,弘扬佛法,广阐大乘不辍。

这个故事就是告诉我们,三宝在世间,弘扬佛法到十方,让众生能够认识真理,才能得到出世解脱的利益,这是为人间最上的福田。活在这个世界上,学佛人应该怎么样能够成为一个无愧于众生的人,怎么样能够帮助到别人,要供养三宝,要恭敬,你会得到无量的福报。你供养三宝,你会得遇正法,别人看到你的所作所为,就会尊重你,降服于你。所以我们要把握因缘,好好地精进努力,广种福田,能克期取证,早一点道业成就。

我们做人,修行一辈子才会有意义。人生就是这个样子,如果你不好好修,等你明白了,你也差不多了。所以要精进勤修,人干净了,身口意就会清净。佛的身体、意念代表着佛性。为什么说开口就是佛法?因为你的身口意就是佛性。所以与身口意相应,好好地改变自己,产生智慧。

过去佛法界有句话“护短心内非贤”,也就是说当你发生错误的时候,你护短,找理由,不承认,千方百计来抵挡自己做错的事情,你的心内非贤,不是一个贤达人士,你是一个没有修养的人。所以师父为什么叫你们不要找理由?因为这个世界上只有因果。若能像看别人缺点一样,能好好地天天盯着自己看,你已经在进步中了。

今天就给大家说到这里,谢谢大家。