Belajarlah dari Buddha Maitreya yang memiliki toleransi yang besar untuk segala hal; Selalu tertawa ketika membuka mulut-Nya, menertawakan semua orang yang lucu di dunia ini.

Lihatlah Buddha Hidup Qi Gong, “Kamu menertawakan saya, dia menertawakan saya”, Haha, memang dunia ini seperti ini, segalanya seperti adegan yang lewat begitu saja, adegan yang berlalu dan tak bisa diulang kembali.

Kehidupan manusia, seringkali akan mengalami masalah yang berlika-liku, lalu Apa yang harus kita lakukan sebagai seorang Praktisi Buddhis? Baik-baiklah melatih diri kamu.

Kamu harus bisa mempergunakan masalah rumit ini untuk membina hati kamu, ini adalah kesempatan bagi kamu untuk berlatih.

Ketika orang lain memaki kamu, jangan marah;
Orang lain marah, kamu jangan marah, “Tidak ada orang yang akan menggantikan dirinya jika dia terkena penyakit yang disebabkan karena emosinya sendiri”, yaitu latihlah diri kamu sendiri.

Sebagai manusia harus bisa melatih dirinya dengan keras ketika kejadian negatif menimpa dirinya, disebut “Ni Zeng Shang Yuan” (逆增上缘) — meningkatkan jodoh kamu.

Setelah mendapatkan kejadian yang tak menyenangkan, mendapat fitnahan dari orang lain, saya malah harus berusaha lebih baik lagi dan membuktikannya kepada mereka semua, ini disebut “Ni Zeng Shang Yuan”.

Ketika orang lain membicarakan kamu, “Tidak masalah, saya harus berusaha lebih baik lagi” menenangkan diri sendiri.

Ingatlah, tenang bisa mengosongkan hati, seseorang yang temang, maka hatinya akan kosong. Seperti sebuah gelas yang baru saja dituang semua airnya, bukankah ada banyak benda yang mengendap? Mata kamu tidak bisa melihatnya, tapi setelah gelas ini didiamkan, perlahan-lahan, setelah beberapa menit berlalu, benda ini akan mengendap di bawah gelas.

Shifu jelaskan kepada kalian, terkadang kesulitan adalah Guru kalian, kesulitan bisa membuat kamu menjadi lebih tegar.

Banyak anak-anak yang selalu berada di samping orang tuanya, tidak pernah mendapatkan kesulitan, maka ketika dia mendapat masalah besar, dia akan menjadi bingung dan jatuh.

Orang yang sering mengalami naik dan turun, ini adalah sebuah kemunduran kecil untuk menuntun kita ke jalan yang terang di masa depan. Hanya dengan merasakan kehidupan duniawi yang nyata barulah bisa meningkatkan pembinaan kamu.

Oleh karena itu, tidak peduli kamu menerima seberapa banyak rintangan dan kesulitan, kamu harus berlapang dada.

Ketika mengalami kesulitan,
Hati harus tenang menghadapinya, lalu dalam permasalahan itu, barulah bisa timbul perasaan bersyukur. Karena disaat seseorang mengalami kesulitan, kita baru mengingat untuk memohon perlindungan kepada Bodhisattva, agar bisa melewati rintangan ini dengan cepat.

Setelah Bodhisattva menolong kita, kita harus memiliki perasaan bersyukur. Shifu menjelaskan kepada kalian tentang 《Bai Hua Fo Fa》, bagaimana menggunakan ajaran Dharma untuk mengatasi masalah kehidupan sehari-hari.

Setiap manusia memiliki sifat kesombongannya, dalam Ajaran Dharma sombong dibagi menjadi 7 macam, coba kalian hitung ada berapa banyak macam kesombongan di diri kalian. Huruf “Man” dalam “Gong Gao Wo Man”, berarti sombong. Kalian tidak mengetahuinya, sifat sombong bisa membuat kalian mendapat banyak masalah, orang yang sombong, akan terus mendapatkan masalah.

Karena sifat sombong membuat kita merasa hebat; setelah merasa kita hebat, maka akan memandang rendah orang lain; Setelahnya, kita tidak akan mau menundukkan kepala ketika bertemu dengan orang yang lebih bermoral dan lebih baik; Kemudian, kesombongan ini akan membuat kamu merasa “Semua hal yang saya lakukan adalah benar”, kemudian terus menerus mencari banyak alasan untuk membenarkan diri sendiri yang sebenarnya adalah salah.

Faktanya, ini adalah salah, tapi dia tetap membuatnya menjadi sempurna; Sebenarnya masalah ini sudah tidak ada alasan lagi, tapi dia tetap bersikukuh mencari berbagai macam alasan untuk menyempurnakan diri sendiri, ini yang disebut Kesombongan hati.

Terkadang, kesombongan ini bisa membuat kamu membuat berbagai macam karma buruk. Ada 7 macam ciri kesombongan, coba kalian perhatikan, kamu memiliki berapa banyak?

*Pertama: Man (慢)*

Disaat orang lain memiliki kemampuan dan pengetahuan yang lebih rendah atau setingkat dengan kamu, orang yang memiliki sifat sombong yang tinggi akan merasa dirinya hebat, memandang rendah orang ini.

“Aiyo, kamu sangat hebat, kamu memang pintar, saya anggap kamu berpendidikan, Ok?” Masih tetap memandang rendah dia.

Ketika kemampuan mereka berdua hampir sama, dia akan berkata, “Kamu memiliki kemampuan kamu, saya pun memiliki kemampuan saya sendiri”, Masih memandang rendah dia, *ini adalah yang pertama, disebut “Man” (慢)*

*Kedua, disebut “Guo Man” (过慢)*, Terlalu sombong. Adalah seseorang yang ketika bertemu orang lain yang kemampuannya sama atau melebihinya, sifat sombongnya akan membuat dia nyaman akan keadaan sekarang dan tidak berharap untuk berubah dan maju, merasa dirinya sangat hebat.

Seperti: “Tidak mungkin dia bisa mengalahkan saya, kemampuan saya seperti ini, tak mungkin bisa mengalahkan saya”

Hanya bisa melihat kekurangan orang lain dan tak bisa melihat kelebihan orang lain.

“Orang ini sangat sangat bodoh, memang dia memiliki kemampuan di hal ini, tapi dia tidak memiliki kemampuan di hal itu.” Tidak bisa melihat kelebihan orang lain, hanya melihat kekurangannya saja.

*Ketiga, “Man Guo Man” (慢过慢)*

Adalah ketika dia bertemu orang yang kemampuannya jauh melebihi dia, sifat kesombongannya akan membuat dia mengubah fakta yang ada, dia terus merasa dia akan menang dari orang lain.

Contohnya, ketika ada orang yang menjawab pertanyaan dengan sangat baik, dia akan berkata: “Aiyo, tidak tahu makanan apa yang dia makan hari ini, saya anggap hari ini dia pintar.” Kamu bisa mencari berbagai macam alasan lainnya kan, benar tidak?

Atau contoh lainnya, hari ini kamu dan istri berdua dirumah, istri kamu memasak sebuah makanan yang enak untuk kamu, suami yang sombong ini, Man Guo Man, akan berkata, memutar balikkan fakta: “Aiyo, masakan kamu hari ini lumayan, pesan dari restoran mana?”

Atau berkata: “Saya anggap kamu beruntung hari ini, besok, coba kamu masak lagi seperti masakan yang selezat di hari ini untuk saya.”

Sebenarnya dia sudah mengetahui bahwa kemampuannya diatas dia, tapi dia tetap tidak mau mengakuinya, tidak mau mengalah, dia tidak mau mengakui orang lain lebih hebat daripada dia, orang ini disebut “Man Guo Man”, bahkan dia tidak mau menerima jika ada orang yang mengagumi atau memuji dia.

Oleh sebab itu, Shifu mengajarkan kepada kalian, sebagai orang yang belajar Dharma harus terlebih dahulu mempelajari: Ketika Shifu memuji orang lain, kamu harus belajar untuk mendukungnya.

Hari ini saya berkata: “Aiyo, masakan bibi ini sangat enak!”

Disamping kalian berkata: “Benar yah, masakan dia sangar lezat, saya juga pernah memakannya.” Memujinya.

“Oh, Paritta yang dilafalkan oleh bibi ini sangat bagus”

“Benar yah, pelafalannya sangat bagus”, ini lah yang disebut dengan “Sui Xi Zan Tan” (Memuji orang lain setiap saat).

Coba kalian lihat jaman sekarang ini, begitu memuji seseorang, sedangkan kalian akan….. lalu ada seseorang berkata “Benar, Benar”, dan dua orang lainnya tak ada ekspresi, tiga orang lainnya akan menatap dia dengan pandangan dingin, ini adalah manusia, manusia memang seperti ini.

Jelas-jelas mengetahui bahwa kemampuan dia jauh lebih baik, tapi tetap tidak mau mengakuinya, misalnya, seorang istri melakukan pekerjaan rumah, lalu suaminya mengatakan, “Memang ini adalah tugas seorang wanita, apakah kamu tidak bisa melakukannya?”

Lalu, pertanyaannya adalah apakah sang suami bisa melakukannya? Sang suami pun juga tidak sanggup melakukannya, benar tidak?

*Keempat, disebut “Wo Man” (我慢)* , Diambil dari pribahasa “Gong Gao Wo Man”.

Faktanya, tubuh ini adalah 五蘊假合, yang memang tidak ada “Aku” disini, siapakah kamu?

Jika kamu tidak diberikan nama sejak lahir, siapakah kamu? Kamu akan disebut bayi, setelah beranjak besar akan disebut pelajar, lebih dewasa lagi akan disebut Mahasiswa, setelah lulus akan disebut dengan pemuda, lalu setengah baya dan ketika sudah mendekati ajal akan disebut orang tua. Mendekati umur 70-80 tahun akan disebut lansia.

“KeAkuan”, maka kamu akan membanggakan diri sendiri, “keAkuan” akan menganggap dirinya tinggi dan semua orang berpusat pada dirinya, “Kalian semua harus menghargai saya, mendengar semua arahan saya”.

Ada orang yang di Acara Seminar Dharma, jika kamu tidak membuatnya sebagai pemimpin dia akan merasa gelisah, dia ingin terus memimpin, walaupun tidak ada pekerjaan yang bisa dilakukan, dia akan meninggikan suaranya, menarik perhatian orang lain untuk memperhatikan dia, “Wo Man”.

Lalu kalian akan melihatnya, “Aih, siapa dia? Orang ini sangat hebat yah! Kemampuan orang ini sangat tinggi.”

Dia ingin memimpin dimana pun dia berada, berharap dunia berputar di sekeliling dia, merasa jika tidak ada dia, maka dunia akan kiamat.

Walaupun kamu bertanya kepada dia,”Apakah bumi akan berhenti berputar jika tidak ada kamu?”

Dia pun masih menjawab: “Masih berputar, tapi lebih pelan.” Ini adalah manusia.

*Kelima, “Zeng Shang Man” (增上慢)*. Banyak orang tidak paham arti “Man”, apa arti dari “Gong Gao Wo Man”? Sekarang dikenal dengan sebutan Sombong, dulu dikenal dengan “Angkuh”.

Arti dari “Zeng Shang Yuan” adalah ketika sudah beberapa lama mempelajari Dharma lalu mulai bisa merasakan sedikit respon, mendapatkan sedikit keuntungan, mendapatkan sedikit reaksi dari sebab akibat, dia akan merasakan, Ai Yo, saya sudah mendapatkan sebuah posisi.

Banyak orang mengira dia mendapatkan sebuah posisi, “Ai Yo, saya sudah bisa melihat ini, saya bisa melihat itu”

“Saya bisa melihat Bodhisattva, saya juga bisa melihat dunia lain”, mengira dirinya telah mendapatkan sebuah tingkatan.

Saya beritahu kepada kalian, di GYT, jika kalian tidak baik-baik melatih diri, kalian tidak akan mendapatkan buah apapun, yang ada hanyalah buah-buahan saja.

Maka dari itu, jangan menganggap diri sendiri hebat dan puas akan dirinya sendiri, bahkan masih ada orang yang membabi buta melatih dirinya sendiri, lalu terjatuh lebih ke dalam lagi, semua ini akan membuat dia memiliki “Zeng Shang Man”.

*Keenam, “Bei Man” (卑慢)*, orang yang memiliki Bei Man merasa “Saya tidak sanggup, saya tidak bisa melakukannya dengan baik, saya tidak bisa melakukan apapun, saya akan membuat masalah jika menyerahkan hal ini kepada saya”, Lalu kamu akan berpikir, sifat dia sudah seperti ini, kenapa dia masih termasuk “Sombong”?

“Saya tidak bisa melakukan hal ini, saya tidak sanggup, hehe, jika kamu menggantinya dengan pekerjaan lain, saya pasti bisa melakukannya”, Sudah mengerti kan?

Orang seperti ini tidak mau belajar dari orang lain, dia tidak bisa melakukannya dengan baik, tapi masih tidak mau mendengar nasehat orang lain.

Kamu tidak bisa mengerjakannya, tapi kenapa kamu tidak mau belajar dari orang lain?

Hal ini dia lakukan adalah untuk menutup kekurangannya dia, tidak memiliki kepercayaan diri, rendah diri, “Aiya, Saya tidak bisa melakukannya ini dan itu.”

Orang lain menjawabnya dengan, “Belajarlah”

“Saya tidak mau belajar.”

Tidak belajar, tidak menghormati kelebihan orang lain, tidak arogan, bukankah ini adalah semacam sifat kesombongan? Misalnya kamu memiliki sebuah pabrik, tapi usaha kamu tidak berjalan dengan baik, bukan kamu seharusnya belajar dari orang lain? Tapi kamu tidak mau mengakuinya, masih tidak mau belajar dari orang lain, maka dalam waktu lama akan menjadi “Bei Man”.

*Ketujuh “Xie Man”*, Sebenarnya kamu tidak memiliki pengetahuan dan prilaku bermoral, tapi demi mendapatkan nama, tujuan tertentu, lalu menggunakan segala cara untuk mendapatkan prestige, kedudukan, kemudian menyombongkan diri, merasa kamu paling hebat, ini disebut “Xie Man”.

Tingkat moral seseorang terletak pada bagaimana dia melihat kelebihan orang lain dan melihat kekurangan diri sendiri, memiliki rasa untuk tidak cepat merasa puas, bisa menerima kritikan orang lain, bahkan mau belajar dari orang lain, dengan begitu baru kamu bisa meningkat.

Jangan melihat orang dari penampilan luar, jangan saling merendahkan, belajar untuk bisa melihat kelebihan orang lain dan memperbaiki kekurangan diri sendiri, jangan merasa memiliki modal kesombongan, perlahan-lahan belajar untuk berubah.

Begitu kamu sombong, orang lain akan menjauhi kamu. Beberapa hari sebelumnya di Pertemuan dengan Murid, saya mengatakan, jika kamu membanggakan diri mengenai seberapa hebatnya keluarga kamu, begitu kaya, membuat orang lain merasa kamu kaya, dan membuat orang disebelah kamu malu, maka kamu adalah orang yang tidak cukup berwelas asih.

Orang yang welas asih tidak akan membuat dia sedih, tidak akan membuat orang lain malu, orang berwelas asih memahami perasaan orang lain;

Jika tidak mengetahui perasaan orang lain, maka kamu tidak cukup berwelas asih, karena dia sedih, kamu telah membuat orang lain sedih.

Sama seperti seorang perempuan, kamu memiliki kemampuan baik dalam segala hal, kamu harus menjaga perasaan dia. Begitu orang lain melihat kamu, Aiyah, dalam segala hal, saya lebih baik daripada dia, lalu membuat dia malu;

Sama seperti seorang pria, dia sangat baik, seorang pengusaha, tapi untuk apa kamu menyombongkan diri mengatakan di depan semua orang bahwa kamu adalah seorang pengusaha? Harus rendah hati, para karyawan lah yang menghidupi kamu, jika kamu berpikir seperti ini, maka kamu sudah rendah hati.

Shifu ajarkan kepada kalian, harus menghilangkan sifat kesombongan, tidak boleh memelihara sifat kesombongan ini, selalu merasa diri sendiri sangat hebat.

Karena kesombongan kamu akan merusak keharmonisan hubungan;

Karena orang yang sombong, selalu merasa ingin harga diriny tinggi, ingin selalu dihormati, karena dia pernah sombong, dan memang dia memiliki prestasi yang membuat tingkat kepercayaan dirinya tinggi, dia merasa orang lain pantas menghormati dia, dan tidak mau direndahkan orang lain.

Lalu, Bagaimana jika mereka tidak mengenal kamu? Inilah alasan mengapa orang terkenal selalu merasa semua orang mengenal dia.

Ketika Shifu pergi keluar, menurut saya itu hal yang lumrah jika ada orang yang tidak mengenali saya, sedangkan orang yang mengenali saya adalah hal yang tidak biasa, dengan memiliki pikiran seperti ini, saya bisa membabarkan Dharma ke orang yang lebih banyak.

Maka dari itu, jangan meninggikan diri sendiri, karena itu bisa membuat kamu kehilangan hati keseimbangan kamu.

Harus menghormati orang lain, jangan dengan sengaja menyakiti orang lain.

Sebagai praktisi Buddhis, hubungan sesama manusia adalah saling membutuhkan. Kamu menghargai orang lain 50%, maka orang lain akan menghargai kamu 80%;

Kamu menghargai orang lain 80%, orang lain akan berbalik menghargai kamu 100%. Jika kamu ingin orang lain menghormati kamu, belajarlah untuk terlebih dahulu menghormati orang lain.

Terkadang kita tidak berhati-hati merendahkan orang lain, maka orang lain akan membalasnya langsung ke kamu.

Selain itu, Shifu menjelaskan kepada kalian, orang yang merasa harga dirinya tinggi, sebanarnya hatinya lemah, karena di dalam pandangan dia, jika ada orang yang melampaui dia, dia akan merasa tersiksa, dia harus mendengar orang lain memuji dia, begitu dia mendapatkan serangan, maka mentalnya akan menjadi tersiksa.

Hari ini sampai disini saja, berharap kalian bisa belajar Dharma lebih baik lagi.

https://xlfmmasterjunhonglu.com/2020/03/24/白话佛法第五集/

白话佛法第五集

学弥勒佛,大肚能容,容天下难容之事;开口一笑,笑世上可笑之人。看看济公活佛,“你笑我,他笑我”,哈哈一笑,这个世界就是这样,一切都会如过眼云烟,一去不复返。

人生在世,经常会接触到复杂的人事,那学佛人应该怎么样呢?好好修你的行吧。你就是要借世界上一些复杂的人和事来好好地修心,这就是给你锻炼的机会啊。别人骂你,你不气;别人生气,你不气,“气出病来无人替”,就是锻炼自己。

所以人要学会经得起逆境的磨炼,这种逆境的磨炼就叫“逆增上缘”——增加你上进的缘分。有一些是遭到了讽刺,遭到了别人的污蔑诽谤之后,我要更好地去做给别人看,就叫“逆增上缘”。别人讲你,“没关系,我就是要好好的。”把浮躁的心静下来。记住了,静能空心,一个人一安静,心就空了。一杯水刚刚倒好的时候,是不是会有很多沉淀物?你眼睛看不清的,当你把这个杯子放在那里,慢慢地,几分钟之后,水中的沉淀物就会慢慢地到杯底了。

师父教你们,有时候磨难是你们的导师,来点磨难反而让你更加坚强。很多孩子就是一辈子在父母身边,得不到任何的磨难,所以他一下子碰到一件大事,傻了,这下垮了。经常受些风风雨雨,它是指导我们走向光明前程的一些小的挫折。感悟真实的人间,你才能升华境界。

所以不管在人间碰到多少逆境,要心宽,磨难中,心要静下来,然后在困难的时候,你才会长存感恩心。因为当一个人困难的时候,我们才想到求菩萨保佑,让我们能够赶快脱离困难。菩萨帮了我们了,我们一定要心存感恩。师父跟大家讲《白话佛法》,从佛法界来引用怎么样处理人和现代事务当中的一些问题。

人都有骄傲的心理,佛法把人的骄傲心理分成七种,看一看你们每个人身上有几种。“慢”,我们说“贡高我慢”的“慢”字,就是我们说的骄傲。你们不知道啊,贡高我慢的骄傲会让你得到烦恼的,骄傲的人,烦恼不断的。

因为慢心会使我们妄自尊大,觉得自己很了不起;觉得自己很了不起之后,就是看不起别人;看不起别人之后,碰到有道德的、有水准的人就不肯谦卑,不肯低下头;然后慢心会让你觉得“这件事情怎么做我都是对的”,然后执著地去寻找理由,来完成自己在心中定位错误的东西。明明是一个错的东西,非要想把它说圆满;明明这个事情没理由了,非要找出各种各样的理由来圆满自己,这就是慢心

有的时候,你这种慢心会造成你的种种恶业。骄傲心有几种不同的表现形式,大家看一看,七种,你有几种?

当别人在能力、学问各方面确实不如你自己的时候,或者跟你差不多,慢心重的人就会自高自大,对他人不屑一顾,看不起他。“哟,不得了了,你有点本事了,算你有学问,好吧?”还照样看不起他。两个人差不多了,“你有你的本事,我有我的本事”,还是看不起他,这是第一种,这叫“”。

第二,叫“过慢”,过于骄傲。“过慢”是当别人不论在哪方面都与自己相等,或者超过你自己的时候,过慢就是让你故步自封,觉得自己很了不起,“他不可能超过我的,我这点水平,他不可能超过我的”,就看别人的短处,看不到别人的长处。“这个人笨得不得了,他在这方面行,他在那方面不行。”那么看不到别人长处,就看见别人短处。

第三种,“慢过慢”,就是当别人无论在哪方面都远远地超过你的时候,你的慢心——你的骄傲心会使你歪曲事实,你仍然会觉得自己会胜过别人。举个简单例子,这个人回答问题回答得非常好,你就说了:“哎哟,今天不知道吃了什么东西的,脑子算他灵活。”你也可以找出理由啊,对不对?你今天在家里,夫妻两个人,太太今天烧了一个很好吃的菜给你了,这个男的骄傲,慢过慢,他就说了,歪曲事实了:“哎哟,今天烧得是不错,哪个饭店里买来的?”或者就说:“今天算你走运,你明天再烧一个这样的味道给我吃吃看呢。”他就是明明知道自己不如她了,他也不承认,他也不买账,他就是不认为别人在胜过自己,这种人叫慢过慢,而且他不能容忍别人获得的荣誉和赞叹。

所以师父叫你们学佛首先要学会:当师父表扬别人的时候,你要学会赞叹。我今天说:“哎哟,这个阿姨做菜做得真好吃!”你们在边上:“是啊,她做得真的很好,我也吃过的。”随喜赞叹。“哟,这个阿姨念的经真好”“是啊,念得真好”,这叫随喜赞叹啊。你看现在的人,一说谁好,马上大家……一个人说“好,对”,两个人不表态,三个人冷眼看他,就是人,人就是现在这个样。明明知道比他好,也不买账,比方说,一个女士在家里做了点什么事情,老公经常说的,“女人应该这么做的啊,女人连这个都不会啊?”问题你会吗?你也不会啊,对不对?

第四个,叫“我慢”,“贡高我慢”的“我慢”来了。这个身体本身就是五蕴假合之身啊,本来就没有我,你是谁啊?你生出来如果永远不给你取个名字,你是谁啊?你就叫婴儿,长大了叫学生,再长大了叫大学生,毕业了叫青年,然后叫中年,快死了叫老年,开追悼会的时候又变成终年。追悼词上听到过吗?“终年七十八”。当然这个“终年”不是那个“中年”了,“终于结束”的“终年”。

所以跟你们讲,有“我”,你就会夸大自我,有“我”了,抬高自我,处处以我为中心,“你们大家都要尊敬我,听我的指挥啊”。所以有的人一到法会上,你不让他出头他难受的,他处处要出头,实在没活干了,声音讲得响一点,把别人的注意力吸引到他这来,“我慢”啊。让大家看一看,“哎,这谁啊?这个人很厉害啊!这个人很有能力啊。”到处要出头,希望整个世界都围绕他转,好像感觉世界离开他地球就不转了,你真的跟他讲:“地球离开你不转了吗?”他还要说:“转得慢一点。”这就是我们人。

第五,“增上慢”,“慢”就是骄傲,所以过去学佛的时候说贡高我慢,很多人不懂,什么叫贡高我慢?现在叫骄傲,过去叫慢。增上慢,就是在学佛当中有了一点感应,有了一点利益,得到一些因果的感应,哎哟,马上觉得我证到了什么果位了。所以很多人都以为自己证到果位了,“哎哟,我能看见这个,我能看见那个”“我能看见菩萨了,我又能看见这个了”,以为自己证到了什么果位了。我告诉你们,在观音堂,你们不好好修,什么果都没有,只有水果。所以不要自鸣得意,人生不要不可一世,还有一些人盲修瞎练,走火入魔,都会让他拥有增上慢。

第六个,“卑慢”,卑慢的人自甘沉沦,觉得“我不行啊,我做不好啊,我什么事情都不行啊,到了手上就被我做砸了”,那么你说他已经这样了,为什么他还会有“慢”呢?为什么还会骄傲呢?“我不行啊,这个事情我做不好啊,呵呵,你换一样事情我就做得好了”,明白了吗?他不学习别人,他自己做不好,还不肯听别人的,你自己做不好,你为什么不学学别人啊?他为了避免自己暴露自己的无知,他不谦虚啊,自己很自卑,“哎呀,我做不好,我这个不行,我那个不行。”人家说:“你学学,跟他学学呢。”“我不学。”

不学,不尊重别人的优点,不知谦卑,这是不是一种骄傲啊?你今天开个工厂,你生意做得不好,你要不要跟人家生意做得好的人学学本事啊?自己做不好还不买账,还不去跟人家学,那你慢慢地就叫卑慢。

还有一个叫“邪慢”,自己没有真正学到什么学问和道德品行,为了博取世间的名利,为了达到一些自己的目的,通过各种手段虚假地获得名誉、地位,然后开始骄傲,觉得自己很了不起,这就叫邪慢。

所以一个人的道德,在于要看到别人的优点,要善于看到自己的缺点,要懂得别人的优点,要知道自己的不足之处,好好地、谦虚地,你才能进步。所以不要文人相轻,不要你看不起我,我看不起你,学别人的长处,改正自己的短处,不要觉得自己有贡高我慢的资本,慢慢地学会改变。

你一骄傲,别人看见你就躲得远远的。师父前几天在跟弟子开示的时候我讲过,你在别人面前炫耀自己家里怎么好,怎么有钱,让人家觉得你很有钱,边上的人脸红了,你这个本身就是不够慈悲。

慈悲的人不要让人家过不去,慈悲的人不要让人家脸红,慈悲的人要懂得别人的感受;你不知道别人的感受,你这个人就不叫慈悲啊,他难受了,你把别人弄得难受了

就像个女孩子一样的,你自己各方面很好,你要照顾到别人的感觉,人家一看到你,哎呀,什么都比她好,那么人家就会脸红,觉得难为情;一个男孩子也是的,你很好,你是一个大老板,你有什么必要非要在人家面前显得自己是个大老板?谦虚啊,打工的人养活了你啊,你要这么想的话,你就会谦虚了。

所以师父跟你们说,真正的我慢一心一定要去除,不能让它滋养,天天觉得自己很了不起。因为你的慢心会破坏人与人之间的和谐相处;因为骄傲的人,我慢心重的人,他自尊心特别强,因为他骄傲过了,因为他的确是有一点成绩了,所以他有很强的自尊心,他觉得别人应该尊重他,而容不得别人对自己的轻视。那人家不认识你怎么办啊?所以很多有名的人总觉得别人都认识他。

师父跟你们讲,师父到外面去,我觉得人家不认识我是正常的,认识我是偶然的,我有这种心,我才要更好地去度众。所以不要过分地看重自己,因为你会失去你的平等心。要对别人尊重,不要随意伤害别人。学佛人,人与人之间的关系那是相互的。你尊重别人五分,人家尊重你八分;你尊重别人八分,人家尊重你十分。所以你想让别人尊重你,学会先用尊重的姿态对待别人。

有时候不当心的一个藐视、轻视别人,别人也会很快地反馈于你的身上。另外,师父告诉大家,自尊心强的人,有时候往往内心很脆弱,因为在他的眼中,有谁只要超过他了,他就会崩溃,他天天要别人讲赞美他的词,一旦受到打击,精神很快就崩溃。

今天就跟大家讲到这里,也希望大家能够好好学佛。