Cara terbaik agar tidak memikul karma orang lain adalah *menjauh, menjauh dari perbuatan yang tidak sesuai dengan aturannya, Cepat pergi menjauh saat kamu melihat segala sebab akibat, dan jangan melibatkan diri di dalamnya.*

Mohon kalian para anak-anak untuk jangan melibatkan diri di dalam pertengkaran Papa Mama kalian, begitu kalian melibatkan diri kalian ke dalamnya, kamu tidak akan tahu, Siapa diantara mereka berdua yang benar, malahan, papa mama kamu bisa berbalik memarahi kamu.

Semua itu terjadi karena kamu tidak mengerti sebab akibat sebelum pertengkaran mereka terjadi.

Sebenarnya, terjadinya pertengkaran papa mama kamu di hari ini itu terjadi karena permasalahan yang timbul di waktu sebelumnya, dan bukan terjadi karena apa yang terjadi di hari itu saja.

Maka dari itu, Jika kamu melibatkan diri ke dalam pertengkaran mereka, semua akan menjadi salah.

Begitu kamu melibatkan diri, itu artinya kamu telah *Merubah sebab akibat papa dan mama dan tanpa kamu sadari kamu telah masuk ke dalam lingkaran sebab akibat.*

Orang yang memiliki kebijaksanaan akan menjauhi diri dari sebab akibat.

Orang yang memiliki kebijaksanaan akan mengerti bahwa mereka sendiri lah yang akan menerima semua perbuatan yang mereka lakukan, *dan bukan kamu yang mewakili mereka menerima pembalasannya.*

Kamu hanya bisa membiarkan mereka menerima semua pembalasan atas perbuatan mereka, dan ini adalah kebenaran dan hukum sebab akibat, disebut dengan istilah “Hukum sebab akibat”.

Tidak ada siapapun yang bisa merubah kebenaran atas “Hukum” ini.

Dharma adalah ajaran yang mengajarkan tentang kebenaran sebab akibat.

Seperti Penjahat yang telah melakukan banyak kejahatan dan perlu menerima hukuman dengan mendekam di penjara.

Lalu, Apakah kamu bisa membantu mereka?

Coba ingat, saat kamu sudah berusaha menasihati selagi mereka melakukan kejahatan, para penjahat itu malah berbalik memukuli kamu kan. Itu artinya kamu telah membantu memikul karma mereka.

Pada akhirnya, mereka sendiri yang perlu mendekam di penjara dan menerima semua pembalasan atas perbuatan mereka.

Lalu, Apakah kamu juga ingin menerima pembalasan atas kejahatan mereka? Inilah hukum langit.

Pembalasan hukum sebab itu Nyata, hanya dengan bisa melihat kebenaran atas sebab akibat, lalu menjauhinya, kamu baru bisa terbebaskan dari sebab akibat, *Dan itu berarti kamu memiliki “Kebijaksanaan”.*

Praktis Buddhis perlu menerima kritik dan saran dari orang lain.

Berani mengakui kesalahan diri sendiri, bertobat atas kesalahan yang pernah dilakukan.

Dengan begitu, kamu baru bisa membersihkan karma buruk kamu, jika tidak, karma buruk akan terus menempel di tubuh dan peruntungan kamu tidak akan membaik.

Setiap orang akan menerima pembalasan atas perbuatannya sendiri dan tidak bisa lari dari pembalasan sebab akibat.

Jauhkan diri dari dosa dengan tidak tidak lagi menanam sebab, dan perlu Kebijaksanaan untuk menjauhkan diri dari sebab akibat.

Beranikan diri untuk mengakui kesalahan dan bukan malah menyembunyikannya, bertobatlah setulus hati untuk mengikis karma buruk.

《远离因果是为上》(上)
不替别人背业,最好的方法就是远离——远离不如理不如法的事情,见一切因果赶快回避,不要进入因果中。这就相当于爸妈吵架,孩子千万不要介入,一旦介入就不知道谁对谁错,而且最后的结果是爸妈都骂你,因为你根本不了解事情的前因后果,其实是因为过去发生的事情才造成了他们今天的吵架,并不是单单因为现在这次的事情,所以只要你参与进去就是错的,进去就动因果了,不了解就会卷入因果。
有智慧的人远离因果,有智慧的人要懂得各人业障各人自己会受的,不是你来帮他受,只能让他自己去受,这是天地之真理和定律,称为“因果定律”。“定律”是谁都无法改变的佛法之真理。
佛法就是讲因果真理。就像很多坏人做了很多坏事,现在他们天天关在监狱里受苦受报,你说你帮得了他们吗?他们做坏事的时候你去劝他们,他们就打你,你就帮他们背了,最后他们关进去受自己的果报,难道你也要去受这个果报?这就是天理。“因果报应”丝毫不爽,唯有淡出因果,远离因果,你才能“回避因果”,“不动因果”,这才是“智慧”。
学佛人要被别人说得起讲得起。敢于承认自己的错误,忏悔自己的前愆,你才能洗清自己的业障,否则的话你的业障一直粘在你身上,你的运气不会好起来。
各人造业各人了,
因果报应无法逃。
不造因果离障罪,
不动因果须智慧。
勇于认错不覆藏,
至诚忏悔消业障。