*《Buku BHFF Guang Bo Jiang Zuo》*
*Bab 2 Manfaat dari pertobatan*
*Halaman 4-7*

*Para pendengar sekalian, hari ini saya akan menjelaskan kalian sebuah Pusaka Dharma, yaitu mengenai “Pertobatan”.*

Semasa hidup manusia maupun di beberapa kehidupan lampau, akan melakukan banyak sekali kesalahan. Jika anak kecil melakukan kesalahan, kita harus memberikan dia penjelasan, kemudian dia harus mengakui kesalahannya di depan orang tua atau guru.

Orang yang sebelum belajar Dharma, karena tidak mengerti Ajaran Buddha Dharma, akan melakukan banyak sekali kesalahan.

Setelah belajar Dharma, begitu dia memahaminya, mengetahui bahwa dia telah melakukan kesalahan, Disaat itu harus segera melakukan pertobatan.

Hari ini apa yang Master sampaikan kepada kalian, adalah Perkataan Bodhisattva, “Jika karma buruk memiliki bentuk, maka Alam tanpa batas tidak akan menerimanya.” Sebenarnya kita belajar Dharma harus memahami untuk bertobat.

Sebelum belajar Dharma, banyak orang yang bersikap sombong, merasa dirinya memiliki kemampuan yang hebat, sangat bangga akan dirinya sendiri, Angkuh, merasa dirinya benar.

Sepanjang hari berpikir bagaimana bisa setingkat lebih tinggi daripada orang lain, bagaimana bisa mendapatkan uang lebih banyak, bagaimana bisa terkenal, dan lain-lain sebagainya. Selama 24 jam, ketika terbangun dipenuhi oleh keserakahan, kemarahan dan kebodohan, malam hari di dalam mimpi pun juga terus dirusak oleh 3 racun ini.

Kalian harus ingat, setiap hari kita hidup di dalam kebodohan, mengejar hal-hal yang tidak bisa kita miliki selamanya, bahkan merasa kita bisa memiliki selamanya. Coba kalian bayangkan, Benda apa di dunia ini yang bisa kita miliki selamanya?

Terkadang di dunia manusia ini, kita terjatuh dan melakukan hal yang kotor, bahkan diri sendiri tidak mengerti untuk malu. 3 racun, Keserakahan kemarahan dan kebodohan bisa menjerumuskan kita ke ambang kematian.

Disaat seseorang tidak memiliki hati serakah, dia bisa hidup dengan tenang. Tapi begitu sifat keserakahannya timbul, maka dia tidak akan bisa duduk dengan tenang.

Contohnya, kerika seseorang tinggal disebuah rumah kecil, mungkin dia akan merasa bahagia. Tetapi begitu dia berpikir untuk memiliki sebuah rumah yang besar, tapi tidak mampu membelinya, dia akan merasa tersiksa tinggal di rumah kecilnya itu. Ini sama seperti pepatah yang mengatakan “Hati seseorang yang tidak bahagia itu ibarat seekor ular yang tidak bisa menelan gajah.”

Seseorang yang terus bersikeras melakukan hal yang tidak sanggup ia lakukan, memikirkan barang yang tak sanggup dia raih, semua itu malah akan memberikan dia penderitaan.

Sudah sejak lama Buddha Bodhisattva sudah memberitahukan kepada kita, jika karma buruk ini memiliki tubuh fisiknya, maka Alam tanpa batas tidak akan sanggup menerimanya.

Memang dunia manusia ini adalah kosong, tidak ada satupun benda yang bisa kita miliki selamanya. Bayangkan betapa susahnya kedua orang tua membesarkan kita, semua ini adalah nyata, tetapi begitu kita dewasa, orang tua akan meninggalkan kita.

 

Buddha Bodhisattva sudah memberitahukan kepada kita di dalam buku paritta: *起心动念 ,无不是业,无不是罪 (Qǐ xīndòng niàn, wú bùshì yè, wú bùshì zuì).* Apa yang dimaksud dengan *起心动念 (Qǐ xīndòng niàn)*?

Jangan mengira perbuatan jahat yang kita lakukan baru dihitung sebagai kejahatan, sebenarnya sebelum melakukan perbuatan jahat itu, asalkan kita sudah berpikir, maka itu sudah ada dosanya. Jika pikiran itu diwujudkan dengan tindakan, maka kedua pikiran dan perbuatan telah melakukan perbuatan dosa. Terkadang perbuatan dosa yang dilakukan di pikiran lebih besar daripada tindakannya.

Setelah mempelajari Dharma, banyak orang yang tersadarkan, ternyata diri kita tidak bisa dirubah, ternyata sifat buruk saya sangat banyak, dosa dan karma saya berat.

Padahal dulu saya mengira apa yang saya lakukan adalah perbuatan baik, ternyata setelah mempelajari Dharma, saya baru menyadari telah melakukan perbuatan dosa!

Di kehidupan sehari-hari, kita harus terus berperang melawan segala pikiran 3 racun akan keserakahan, kemarahan dan kebodohan. *Ketika kita sedang berperang melawan pikiran yang tidak baik ini, bisa dengan mudah kalah, Mengapa begitu?*

Ada satu kalimat yang disebut: *”具缚凡夫 (Jù fù fánfū)”*, Artinya adalah kita lah yang mengikat diri kita sendiri. Karena semua keserakahan, kemarahan dan kebodohan kita, semua perbuatan tidak baik yang kita lakukan, semuanya itu berasal dari sifat buruk yang terakumulasi, cepat atau lambat pasti akan mengikat kita.

Setiap manusia yang terlahir di dunia manusia, pasti memiliki sifat buruk, semuanya memiliki banyak karma, yang terus mengikat kita, tidaklah mudah untuk mencapai tingkat “Tidak ada keinginan sama sekali”!

Banyak orang yang berkata kepada Master: *”Master Lu, saya ingin bersemedi menenangkan hati, tetapi mengapa pikiran saya tidak bisa tenang, misalnya terus memikirkan bagaimana keadaan anak saya? Bagaimana rumah saya? Dia berhutang kepada saya?”*

Bayangkan, apakah bisa menenangkan pikiran? Semua ini adalah karma buruk yang dibawa dari kehidupan sebelumnya, tidak mudah melepaskannya.

Oleh karena itu, Master menjelaskan kepada kalian, harus belajar untuk bertobat, Pertobatan bisa merubah karma yang mengikat kita, membantu kita merubah sifat buruk kita.

Disaat seseorang merasa telah melakukan kesalahan dan ingin bertobat, inilah awal permulaan untuk merubah sifat buruknya.

Disaat seseorang telah melakukan kesalahan kepada orang lain, tapi tidak mau mengakui kesalahannya, sebenarnya, semakin dia tidak mengakuinya, maka permasalahan yang akan dia dapatkan akan semakin banyak, sifat buruknya akan semakin banyak.

*Master berharap kalian semua dengan berani mengakui semua kekurangan dan kesalahan kalian.*

Contohnya, Ketika suami istri bertengkar, jika tidak saling mengatakan Maaf, tidak saling mengalah. Kemudian setiap hari tidak saling berbicara, sangat menderita. Sebenarnya, mengatakan “Maaf” itu sangat mudah kan? Dengan bertobat bisa menyelesaikan segala masalah.

Master ada murid, masih ada banyak pendengar yang belajar Dharma, mereka semua ini juga bisa melakukan kesalahan, ada sebuah ikatan simpul di dalan hati mereka yang tak bisa dilepaskan.

Terkadang, Ketika mereka masuk ke dalam kantor Master, mereka akan berkata “Maaf”. Perkataan “Maaf” ini, Master melihat orang ini sebagai orang yang sudah tercerahkan, tetapi bagi dia, itu adalah sudah meninggalkan masalah.

Kalian harus ingat, Manusia dan Bodhisattva itu berbeda, karena Bodhisattva memiliki kebijaksanaan yang tak terhingga, Bodhisattva selalu terus berkorban dan berdana, tetapi manusia hanya mengetahui tentang Untung dan Rugi, tidak memiliki kebijaksanaan yang cukup.

Master sering mengatakannya kepada kalian, *Seorang Cendekiawan adalah orang yang setiap hari hanya memikirkan untuk berkorban dan membantu orang lain, sedangkan orang kecil adalah orang yang sepanjang hari berpikir bagaimana mengambil keuntungan dari orang lain.*

Kalian harus ingat, kita semua memiliki karma dan dosa yang tanpa akhir.

Kita hidup di dalam tebing dosa, setiap hari, mungkin kita mendorong diri kita jatuh ke bawah tebing, setiap hari mungkin kita melakukan sesuatu hal yang akan kita sesali seumur hidup.

Coba kalian bayangkan, ada berapa banyak penjara di dunia ini, di dalam setiap penjara ada berapa orang tahanan, ketika para tahanan itu dipenjara, berapa yang dari mereka yang bersedih! Pikiran mereka terus menerus muncul kecemasan!

Banyak orang yang ketika menerima uang sogok, ketika merugikan orang lain, itu karena mereka tidak belajar Dharma.

Jika mereka memahami sebab akibat, apakah mereka masih akan menanam sebab buruk itu?

Jika disaat pejabat korup menerima uang sogok lalu berpikir, Jika saya menerima uang ini, mungkin saya bisa masuk penjara, Jika dia bisa berpikiran seperti ini, Apakah dia akan menerima uang ini?

Kita harus memikirkan sebab akibat di setiap perbuatan yang kita lakukan. Master memberitahukan kepada kalian, setiap hari kita hidup di pinggir tebing dosa.

Malapetaka timbul dari ucapan, jika ada satu kalimat yang tidak pantas, mungkin bisa menyebabkan malapetaka.

Banyak orang yang bercita-cita ingin menjadi bintang film, Ilmuwan dan lain-lain, dengan bahasa halus disebut Ambisi atau cita-cita.

Tetapi kita harus berpikir, ambisi dan cita-cita ini harus memiliki dasarnya. Dasar ini harus melihat apakah orang ini memiliki syarat yang cukup.

Jika persyaratannya tidak memungkinkan, waktu belum tiba, kemudian sepanjang hari membayangkan Ambisi dan Cita-citanya, ini disebut kebodohan.

Sehari-hari kita hidup sudah terganggu oleh kebiasaan buruk, lalu apa yang harus kita lakukan? Caranya hanya ada satu, yaitu “Bertobat”.

Dengan pertobatan, perlahan-lahan kita bisa memurnikan 3 karma yaitu tubuh ucapan dan pikiran.

Dengan menggunakan BHFF, pertobatan itu seperti sebuah penghapus untuk menghapus hal yang kotor di atas kertas putih.

Master memberitahukan kepada kalian, paritta 《Li Fo Da Chan Hui Wen》 dan 《Qi Fo Mie Zui Zhen Yan》 itu ibarat seperti penghapus, bisa membersihkan kotoran di tubuh mulut dan pikiran yang kotor hingga bersih.

Bodhisattva sangatlah welas asih, memberikan kita paritta yang begitu baik, membantu kita untuk membersihkan roh yang sudah kotor.

Kalian harus mempergunakannya dengan baik, menggunakan paritta Bodhisattva untuk mengikis karma buruk di tubuh, menghilangkan 3 karma di tubuh ucapan dan pikiran, ini adalah pahala yang tak terhingga.

Seseorang yang bisa setulus hati bertobat, barulah bisa mencapai tingkat pertobatan.

Master berharap kalian bisa melatih hati dengan baik, menggunakan Pusaka Dhaema yaitu pertobatan, membersihkan roh kita hingga bersih.

2、“忏悔”的妙用

听众朋友,今天跟大家讲一个法宝,那就是“忏悔”。人的一生以及前世很多生中,会做错很多事情。如果小孩子做错了事情,要让他们明白,他们应该向家长、老师承认错误。人在学佛之前,因为不懂佛理佛法,会做错很多事情。学佛之后,一旦明白了道理,知道自己做错了事情,这个时候一定要懂得忏悔自己。今天台长给大家讲的,都是菩萨讲的,若此恶业有体相者,尽虚空界不能容受。实际上我们学佛,要懂得忏悔。在没有学佛之前,很多人都是功高我慢,就是觉得自己功劳很大,很了不起,很傲慢,做人自以为是。整天算计着自己如何比别人要更高一等,如何更加有钱,如何名气更响,等等。一天24小时,醒着的时候就是在追逐贪嗔痴,晚上做梦也在受这三毒的侵蚀。

大家要记住,我们每天活在愚痴之中,追求着一些人类根本不可能让我们永久拥有的东西,而且自以为是。大家想一想,什么东西让我们可以永久地拥有?有时候我们在人间掉到肮脏事件中,自己还不知道羞辱耻。贪嗔痴三毒可以把我们给害死的。一个人没有贪心的时候,可以活得很平静。一旦贪心上来,就会坐立不安。尤如一个人住在小房子里的时候,可能会很开心。一旦他动了买大房子的念头,而又买不到的时候,他住在这个小房子里的感觉就会变得很痛苦、很难受了。这就是人们说的“人心不足蛇吞象”。一个人做不到的事情拼命想去做,得不到的东西拼命想得到,换来的就是痛苦了。所以菩萨早就给我们讲了,若此恶业有体相者,竟虚空界不能容受。这个世界本来就是空的,没有一样东西是可以永久得到的。想想自己的父母把自己养大多不容易,一切都是真的,可自己长大后,父母会离我们而去。

菩萨在经文中讲:起心动念无不是业,无不是罪。什么叫起心动念?我们不要以为做了一件坏事情后才是坏,其实还没有做坏事情之前,只要有了坏念头就是有罪了。如果把坏意念落实到行动上,就是在思维和行为上双重犯罪了。有些时候意念思维的犯罪大过行为犯罪。学佛之后,很多人醒悟到,自己原来是那么的不可救药,原来浑身都是毛病、罪孽深重。自己原先认为很好的事情,在学佛之后认识到怎么都是犯罪啊!在我们的日常生活中,任何一个念头都要和贪念、嗔念和愚痴三毒来作战。我们在和不好的念头抗争的时候,很容易输掉的。为什么呢?有一句话叫“具缚凡夫”,就是自己把自己捆绑起来了。因为我们所有的贪嗔痴,我们在人间所做的不好的东西都是无史劫以来积累的恶习气,早晚会被捆绑起来。

每个到人间的人都有不好的习气在身上,不好的孽障,把我们束缚住了,要六根清净谈何容易啊!很多人跟台长说,卢台长,我想打坐清净一会,可是脑子里不停地有意念跳出来,比如我的孩子怎么办?我的房子怎么办?他欠我的钱怎么办,想想看,这样能够清净吗?这些是过去生中带来的恶业,想摆脱不容易啊。所以,台长告诉大家,要学会忏悔,忏悔可以改变束缚六根的孽障,帮助我们摆脱不好的习气。当一个人觉得自己做错了事情、想忏悔的时候,就是这个人改正恶习的开始。当一个人得罪另一个人的时候,往往不愿意承认,其实,越是不承认错误,这个人的麻烦就会越多、毛病也会越多。台长希望大家敢于承认自己的缺点和错误。举个例子,夫妻吵架时,如果都不说对不起,那么谁都不会买对方的帐。天天在一起不说话,多难受啊。其实说声“对不起”,又有什么呢?忏悔可以解脱无尽的烦恼。

台长有徒弟,还有很多学佛的听众,他们也会做错一些事情,在心中有一些解不开的疙瘩。有些时候他们到台长办公室里,会对台长说一声“对不起”。这“对不起”三个字,对台长来讲就是这个人开悟了,对于他们自己来讲,就是把无尽的烦恼抛在脑后了。大家要记住,人和菩萨是不一样的,因为菩萨有无穷无尽的智慧,菩萨总是在付出和布施,而人只知道得失利益,没有足够的智慧。台长经常和大家说,君子就是每天只想付出和帮助别人的人,小人就是每天想占人家便宜的人。

大家要记住,我们有无尽的业,我们有无尽的罪。我们生活在这个罪崖当中,每天都可能把自己推向悬崖,每天都可能做些事情造成终身的遗憾。大家想想看,这个世界有多少座监狱,每座监狱有多少个犯人,那些犯人被抓进去的时候是多么的沮丧!无尽的懊恼涌上心头啊!很多人在收受别人贿赂的时候、在损人利己的时候,就是没有学佛。如果他们明白了因果,还会去种不好的因吗?如果某个贪官在拿别人钱财的时候能够想到,如果我今天收了这钱,我可能会到监狱里去。如果这样想了,他还会收这个钱吗?人在做任何事情的时候,都要先想想因果。台长跟大家讲,我们每一天都生活在悬崖边。祸从口出,一句话不当,都可能引来杀身之祸的。

很多人从小就想着当电影明星、科学家等,美其名曰我有抱负、我有理想。但是我们要想一想,这个抱负和理想是建立在什么基础上的。这个基础要看个人的条件。如果条件不行、时机不成熟,整天想着理想和抱负,就叫愚痴。我们平常做人,已经被一些不好的习气所困扰,我们该怎么办呢?办法只有一个,那就是“忏悔”。忏悔可以让我们的身口意三业逐步地变得清净。用白话佛法讲,忏悔就是用橡皮擦把白纸上不干净的东西擦掉。台长告诉大家,《礼佛大忏悔文》和《七佛灭罪真言》就是橡皮擦,可以把我们身口意中肮脏的东西全部擦洗干净,菩萨是多么的慈悲啊,给了我们这么好的经文,帮助我们忏悔洗涤灵魂中肮脏的东西。大家要好好掌握这些东西,用菩萨给我们的经文去掉身上的孽障,去掉身口意三业,功德无量。一个人只有真正学会忏悔的时候,才能够达到忏悔的境界。台长希望大家好好地修心,妙用忏悔这个法宝,把我们的灵魂洗刷得尽可能地干净。