Kutipan BHFF 11 Bab 46

[Mengenal penderitaan memahami arti kebahagiaan, meninggalkan penderitaan dan mendapatkan kebahagiaan]

Ambil contoh sederhana, jika kaki kamu tidak pernah merasa sakit, maka kamu tidak akan bisa merasakan kebahagiaan ketika kamu kamu sehat. Sama seperti jika sekarang gigi kamu tidak sakit, bagaimana kamu bisa merasakan betapa menderitanya gigi sakit? Jika sekarang gigi kamu sakit dan setelah 2 hari gigi kamu sembuh, kamu akan merasa sangat bahagia.

Merasa bahagia mengingat penderitaan di masa lalu bukanlah sesuatu hal yang buruk. Bayangkan penderitaan yang Sang Buddha alami demi kita, Ajaran Buddha Dharma yang sekarang ini kita pelajari, ajaran Dharma yang kita nikmati saat ini.

Hilangkan semua pikiran serakah yang ada di dalam hati kamu. Jika kamu merasa masalah ini membuat kamu timbul pikiran serakah, tidak seharusnya kamu miliki, maka tolaklah langsung, inilah yang disebut dengan “Melepaskan.”
Misalnya, hari ini timbul pikiran serakah, ingin sekali membeli barang yang sama, tetapi tidak memiliki uang yang cukup untuk membelinya, maka yang harus kamu lakukan adalah Hilangkan pikiran serakah ini, jika tidak, selanjutnya yang akan terjadi adalah penderitaan.

Terkadang, penderitaan sementara yang kita alami bisa membuat kita menghindari dan meninggalkan kebodohan duniawi. Tetapi masih banyak orang yang sepanjang hari meminum bir, bersenang-senang, sebenarnya mereka itu sangat bodoh, melakukan hal seperti ini malah membuat mereka semakin menderita.

Ketika kesehatan kita tidak baik, itu malah memotivasi diri sendiri untuk lebih cepat melatih hati, jika masih tidak mau melatih hati, maka itu sedang membuang-buang waktu, dan penderitaan yang akan kita rasakan di masa depan akan jauh lebih menderita.

*Oleh karena itu, menderita bukanlah sesuatu yang buruk, pencerahan akan kehidupan dan kematian malah di dapatkan disaat kita sedang menderita.* Banyak orang kaya yang hidup dalam kebahagiaan tidak mau berdana.

Disini Shifu akan menceritakan sebuah cerita yang pernah saya ceritakan di Indonesia. Ada seorang yang sangat welas asih pergi mencari orang kaya untuk berdana bagi orang miskin di pedesaan, orang miskin ini tidak mempunyai batu bara untuk melewati musim dingin, cuaca sangat dingin, orang miskin tidak mampu membeli alat pemanas. Akhirnya Orang Gereja ini berbincang sangat lama di luar ruangan dengan orang kaya, sang orang kaya merasa kedinginan, lalu orang gereja berkata: “Apakah kamu bisa menyumbangkan uang untuk membantu orang-orang di desa yang tak mampu membeli alat pemanas dari batu bara?”

Dengan cepat Orang kaya berkata: “Baiklah, saya sumbang. Mengapa kamu tidak mengatakan hal ini ketika berada di dalam ruangan?”

“Saya ingin kamu merasakan apa rasa dingin itu, mungkin kamu bisa langsung menyetujuinya.”

Harus dipahami, ketika seseorang tidak pernah mengalaminya sendiri maka mereka tidak akan bisa dengan tulus menjalaninya sampai di tahap ini.

Ketika seseorang tidak bisa merasakan apa itu penderitaan, mereka tidak akan tahu apa yang disebut dengan kebahagiaan;

Setelah orang merasakan apa rasanya menderita, baru dia bisa menghargai kebahagiaan.

Seseorang baru bisa merenung ketika merasakan penderitaan, barulah berpikir untuk menghilangkan semua keegoisan, kemelakatan dan sifat keras kepalanya.

Walaupun ini adalah hal yang sulit, tetapi jika kamu memutuskannya, menyiapkan diri untuk menderita dan merubah semua sifat buruk kamu, jadi walaupun kamu menderita, tetapi kamu akan bisa menghilangkan semua sifat kemelakatan dan keegoisan.

Karena banyak orang yang hidup di dunia manusia ini dengan hati egois, serakah, benci dan bodoh. Ketika tidak bisa memenuhi sifat keserakahan dia maka dia akan timbul rasa benci, setelah timbul kebencian maka dia akan melakukan hal yang bodoh, bahkan sepanjang hari sangat egois, kapan dia akan mendapatkan bantuan dari orang lain? Shifu beritahu kalian semua, seseorang yang setiap hari egois, hidup di dunia manusia dengan hati serakah, benci dan bodoh, maka orang itu adalah orang yang sangat bodoh.

Harus belajar untuk melewati hidup dengan sederhana, walaupun ada duit harus belajar untuk tetap berhemat. Mengapa di jaman dahulu baju jubah berlengan panjang? Pada saat itu tidak ada yang membuat pakaian, baju panjang bertujuan untuk menutupi tubuh. Baju jubah dari Aliran Buddhisme Selatan semuanya berlengan terbuka, pada saat itu hanya menggunakan kain yang dililit untuk menutupi tubuh agar tidak kedinginan dan kepanasan. Melewati hari dengan sederhana, hanya dengan menderita barulah kamu bisa mendapatkan kebahagiaan, karena dengan menderita barulah bisa merasakan apa itu kebahagiaan, barulah kamu mengerti kebahagiaan hidup.

Jika bisa menyatukan pelatihan diri kedalam kehidupan sehari-hari, maka pelatihan diri sama dengan bekerja, yang setiap hari harus dilakukan, disaat itulah kamu akan menjadi sebuah kesempurnaan besar, dengan begitu hidup kamu tidak akan terjatuh dalam ketidakmuliaan dan kekosongan.

举个简单例子,如果你的腿从来没有痛过,你就不会觉得现在腿不痛是一种幸福。就像你们现在牙齿很好的时候,你怎么能想到牙痛时的那种难受呢?如果你的牙现在很痛,过两天你的牙不痛了,你就会很开心。忆苦思甜不是一件坏事情。看看佛陀当年为我们吃了多少苦,才有我们现在的佛法,看看我们现在是多么地享受啊。要让自己心中多余的贪念全部去除。你觉得这个事情是多余的贪念,不应该有的,就马上不要了,这叫做放下。比方说,你今天有一个贪念,非常想买一样好东西,可是没钱,那么你马上把这个贪念去除,否则接下来你就会痛苦。

有时候,暂时的痛苦可以让我们回避和离开人间的愚痴。但很多人天天喝酒、开心玩闹,实际上他们非常愚痴,这样会加剧他们的痛苦。当我们身体不好了,就觉得要赶紧好好修心,再不修心就是浪费时间,以后的痛苦会更多更厉害。所以,痛苦并不是一件坏事,只有在痛苦当中你才会了悟生死。很多有钱人在境况好的时候是不会去布施的。师父这次在印尼讲了一个故事,一个人很慈悲地去找富人捐点钱给镇上的穷人,大家过冬都没有煤炭,天很冷,穷人家里的暖炉都生不起。结果,这个教会的人在门口跟这个富人讲了很长时间,富翁冻得吃不消了,然后教会的人说:“你能不能捐一些钱出来给镇上那些没钱买煤生炉子的穷人呢?”富翁马上说:“好啊,我捐。你刚才在房间里怎么不跟我讲啊?”“我想让你有点挨冻的体会,可能你会更爽快地答应。”

要知道,人没有亲身体会是不会心诚到这个地步的。很多人不知道痛苦的话,他是不会知道什么叫快乐的;很多人痛了之后,才珍惜快乐。只有在痛苦当中才会沉思,想着要去掉自私、执著和固执。虽然是难事,但是如果你下定决心,准备吃点苦把自己身上的毛病去除,那么你虽然吃点苦,但就会把你自己身上的执著和自私去除。因为很多人用自私和贪瞋痴的心在人间生活,贪不到就生恨,恨了之后就做出愚痴的事情来,而且整天很自私,他哪一天能够得到别人的帮助啊?师父告诉大家,一个人整天自私,用贪瞋痴的心活在人间,那么,这个人就是一个大愚痴。

要学会粗茶淡饭过日子,再有钱我也吃得很节省。过去的僧衣为什么要用长衫啊?当时没有衣服做,长衫就是用来遮体的。南传佛教全部是把胳膊露在外面的,当时就是用一块布披一披,遮遮身体,挡挡寒热。粗茶淡饭过日子,只有吃苦,你才能留住幸福,因为有点苦,才能体会到快乐,你才明白人生的幸福所在。如果能够把修行融入在生活当中,那么修行就如工作一样,每天要做,这个时候你才是一个大圆满,这样你在整个世界当中才不会沦落为庸俗和空洞。

https://xlch.org/category/book/fofa/baihuafofa11/798.html?t=1574173235277