*Wejangan Master Jun Hong Lu Malaysia 20132103*

Ada 5 macam hal yang harus dilepas bagi seorang Praktisi Buddhis:

Pertama, melepaskan tekanan. Tidak peduli apakah letih atau tidak, semua itu berasal dari hati, jika seseorang merasakan sangat letih, itu karena hatinya sudah letih, baru kamu akan merasakan sangat letih. Jika hati kamu tidak letih, walaupun lebih menderita tetap tidak akan merasakan letih. Coba kalian pikir, kali ini begitu banyak relawan yang sedang berbuat pahala, kamu bertanya kepada mereka,”Apakah mereka cape?”

Letih atau tidaknya yang terpenting adalah hati. Ketika sedang imlek, kita semua sangat sibuk dengan senang hati, membungkus pangsit, sangat sibuk…. ai yah, sangat bahagia, sebenarnya karena hati mereka tidak cape, hati merasakan bahagia, maka orang itu tidak akan cape.

Kedua, harus bisa melepaskan masalah/kegelisahan. Ketika kamu melepaskannya, kebahagiaan akan datang, banyak dari kalian yang sakit, badan tidak sehat, lalu ketika sedang menderita tiba-tiba berpikir, “Saya bisa bertemu Master Lu, sapa tahu dia bisa membantu saya melihat totem, saya bisa tertolong”, begitu dia berpikir dia bisa bertemu Master selama waktu itu, harapan dia pun timbul.

Ketika seseorang mendapatkan masalah, sebenarnya hati dia gelisah, pikiran tidak tenang, hati tidak bisa tenang, sehingga pikiran menjadi tidak bersih, jadi kamu baru akan memiliki masalah, jika kamu berpikir ingin bahagia, pertama lupakan dulu semua masalah kamu. Sebagai orang yang belajar dharma bukankah hal pertama di dunia ini adalah terlebih dahulu belajar dharma? Pertama belajar menjadi Buddha di dunia ini dulu.

Ketiga, harus melepaskan energi negatif, melepaskan segala hal negatif yang ada di hati. Karena ketika orang tidak bahagia, menjadi negatif, sebenarnya putus asa ada di sebelah kiri dan harapan ada di sebelah kanan, keputusasaan dan harapan timbul bersamaan. Kaeena kamu putus asa, kamu tidak akan bisa melihat harapan. Jika kamu selamanya melihat ada harapan, kamu tidak akan merasakan putus asa, juga akan bisa menghapus energi negatif.

Oleh karena itu, mental seseorang harus selamanya ada harapan. Saya bertanya kepada kalian, setelah kalian belajar dharma mengetahui bahwa Guan Shi Yin Pu Sa yang welas asih selalu melindungi kalian, apakah kalian merasa ada harapan? Di satu pemikiran orang yang belajar dharma, sebentar bisa menjadi senang, sebentar bisa menjadi sedih. Maka, harus bisa meninggalkan kesedihan, karena kamu tidak ada putus asa, hanya memiliki harapan, barulah kamu akan merasakan bahagia.

Apa itu kebahagiaan? Membuka pintu hati kamu, menerima semua harapan dari orang lain di dalam hati kamu, barulah kamu akan menjadi bahagia. Jika seseorang hanya bahagia sendirian itu bukanlah kebahagiaan yang sebenarnya, tapi jika semua orang bahagia, barulah kamu akan benar-benar merasakan kebahagiaan sebenarnya.

Berapa banyak orang yang kaya berbuat ini dan itu, memiliki 5 – 6 saudara, bagaimanapun dia makan, dia tetap tidak bahagia, mengapa dia harus mengadakan pesta? Mengapa harus berkumpul? Mengapa harus ada banyak orang? Karena jika banyak orang, auranya menjadi bagus, semua menjadi senang, barulah dia akan bahagia.

Maka, terkadang orang kaya mengeluarkan uang agar menjadi bahagia, sedangkan bagi orang yang belajar dharma sekeliling kita adalah saudara kita semua, sekeliling kita adalah teman sedharma kita, hati kita pasti akan terbuka.

Keempat, ada sifat buruk yang dimiliki manusia, yaitu sifat malas, banyak orang malas berkata, “Saya sangat ingin membaca paritta, tapi tidak ada waktu.” Saya membalasnya,” Kamu ada waktu, tunggu suatu hari kamu di rumah sakit, kamu akan memiliki waktu yang banyak.”

Mengapa kamu setiap hari tidak membakar dupa, ketika gawat baru memeluk kaki Buddha? Banyak orang tidak bisa membaca paritta, kamu tahu apa yang dia tunggu, menunggu orang datang melihat dia, hari ini bibi ke 5 tidak datang, lalu menelepon dia “Ai ya, bibi, saya masuk rumah sakit”. Bibi ke 5 membalasnya,”Ai yah, benarkah? Kalau begitu saya akan menjenguk kamu”. Kalian coba berpikir, ketika waktu ini datang, kamu sangatlah kasihan.

Janganlah menunggu sampai masuk rumah sakit baru ada waktu, harus bisa melepaskan sifat malas, harus bergerak daei sekarang, banyak sekali orang yang jam 5-6 pagi pergi bekerja, jam 4 sudah bangun untuk membaca paritta. Kamu harus ingat, semakin kamu bekerja banyak, semakin banyak yang anda dapatkan, semakin banyak yang anda dapatkan, semakin sedikit kehilangannya; Semakin sedikit yang didapatkan, semakin banyak kehilangannya, oleh karena itu jika kamu bisa mengeluarkan waktu, kamu pasti akan mendapatkan pahala.

Melepaskan waktu yang tidak terpakai untuk digunakan berbuat pahala, tidak berhenti untuk terus menanamkan kepercayaan terhadap Buddha, tidak berhenti untuk terus menolong orang berbuat pahala, apa yang kamu buang, kamu pasti akan mendapatkannya, Guan Shi Yin Pu Sa pasti akan melipat gandakannya!

Kelima, melepaskan hati kam yang sempit. Karena hati manusia sangatlah kecil, orang ini sangat pelit, ini benar, setiap orang itu pelit, kalian coba mengingat kembali, dulu bukankah pernah terjadi kejadian seperti ini, ketika kita datang ke tetangga untuk meminta sedikit minyak wijen, atau kecap, setelah memintanya, tetangga akan memikirkan berbagai macam cara untuk meminta imbalan kembali.

Tetangga bibi Zhang, dan bibi Li memasak sayuran yang sangat enak, bertanya kepada dia :”Ai yah, bagaimana cara kamu memasak sayuran ini?” “Oh, hanya memberikan sedikit kecap lalu sembarang mengaduknya saja”. Bahkan sampai ini pun dia tidak rela memberitahukannya.

Coba kalian pikir, berapa sempit hati seseorang, ragu-ragu, jika hati sempit, tingkat pembinaan seseorang akan perlahan menurun.

Harus mengerti untuk membuat hati menjadi besar, seperti langit ; jika hati sempit, semua orang di dunia ini adalah musuh kamu. Orang yang belajar dharma harus mengerti bagaimana membesarkan hati kita seperti samudra yang luas.

Bodhisattva berkata kepada kita, semua ini adalah masuk akal, Bodhisattva berkata, harus melihat orang yang lebih tua dari kita sebagai leluhur kita sendiri, melihat orang yang lebih muda seperti keluarga sendiri, bukankah semua orang di dunia ini adalah kerabat kamu, semua adalah teman kamu, semua orang harus kamu hormati dan harus kamu sayangi, darimana datangnya hati yang sempit? Ini adalah kebijaksanaan dari Bodhisattva, ini adalah filsafat.

Mencintai orang yang suka terhadap kamu, tidak ada yang bisa kamu banggakan, karena memang pada dasarnya dia suka kamu;

Mencintai orang yang cinta terhadap kamu, kamu tidak akan mendapatkan apapun, karena memang dasarnya dia mencintai kamu;

Mencintai orang yang tidak suka terhadap kamu, kamu pasti akan belajar sesuatu darinya;

Mencintai orang yang menyakiti anda tanpa alasan, maka kamu akan mempelajari seni hidup kamu.

Wejangan Master Jun Hong Lu Malaysia 20132103

学佛人应该懂得学会放下,有五样东西要放下:

第一样,放下压力。不管累与不累,取决于你的心态,一个人觉得很累,因为你心累了,你才会觉得自己很累。如果你心不累,再苦也不累。想一想,这次这么多的义工做了这么多的功德,你问他们“累不累啊?”

累与不累最重要的是心啊,过年的时候,大家忙得开心吗,过年了,哎呀,包饺子啊,忙得……哎呀,开心得不得了,实际上他心不累,心开心,人就不会累。

第二个要放下烦恼。当你烦恼一放下,你的快乐马上就来了,你们很多人生病,身体不好,但是突然之间了,很难过,哎呀,想到,“我可以去见见卢台长,说不定他给我一看图腾说,我有救”,那么从他想到这个事情到见到台长这段时间里,他就有希望了。

当一个人有烦恼的时候,实际上他是心不宁、意不净,心定不下来,所以意念才不会干净,所以你才会有烦恼,你想开心,把烦恼先忘记。烦恼烦恼,越烦越恼,不烦不恼。我们学佛不就是为了在人间先学成佛吗?先把人间学成佛。

第三要放下消极,放下自己非常消极的心情。因为人都会有非常不开心的时候,消极,实际上绝望向左,希望向右,希望和绝望同时存在。因为你绝望了,你才看不到希望,你要永远看到希望,你就不会绝望,也不会消极。

所以心态好的人永远觉得有希望。我问你们,你们学佛之后知道有观世音菩萨大慈大悲在保护着你们,你们有没有希望?学佛人在一念之中,一会可以开心,一会可以伤心。所以抛开伤心,因为你没有绝望,因为你拥有希望,你才会开心。

什么叫开心?把自己的心打开,心门打开,接受所有的人的希望在你心中,你这个人才会真正的开心,一个人开心那不是真的开心,要所有人一起开心,那你才拥有真正的快乐。

多少人家里有钱,弄来弄去,亲戚朋友五六个,他再怎么吃,他也不开心,他为什么要开party?为什么要聚会?为什么要人多?因为人多了,那才气场好,大家都开心,他会更开心。

所以有时候有钱的人是花钱买开心,而我们学佛的人到处都是我们的亲人,到处都是我们的佛友,我们的心就一定会打开。

第四个,人有个毛病,那是懒惰,很多人很懒惰,说:“我真想念经,我没时间啊。”我说,你时间会有的,等你哪一天住在医院里的时候,你的时间就很多了。

你为什么平时不烧香,临时抱佛脚?很多人不会念经,你知道他等谁啊,等人家来看他,今天五嫂没来,打电话“哎呀,我进医院了,五嫂,”“哎呀,真的,那我过几天来看你。”你想想看,这个时候,你就很可怜了。

不要进了医院才有时间,要放下懒惰,要立即行动,很多人六点钟上班,四点钟起来念经。你要记住,越用功的人,得到的越多,越得的人,越不会失;得的越多,失去的越少;得的越少的人,失去的会越多,所以你能够舍去你的时间,你一定能得到你的功德。

所以舍去我们自己浪费的时间,我们放在功德上,不断地去加深自己对佛的信念,不停地帮助别人做功德,你舍去的,你一定会得到,观世音菩萨一定会加倍地给你!

第五,放下自己的狭隘之心。因为人的心很小,你这个人小气啊,那是真的,每一个人都很小气,你们想想看,过去是不是这样,问隔壁邻居家去借一点麻油、借一点酱油,借了之后,隔壁邻居过几天要想一个办法把你要回去。

隔壁张家阿姨,李家阿姨烧一个菜烧得特别好吃,问问她:“哎呀,您这菜怎么烧的?”“噢,就放了点酱油随便炒炒。”她连这个都不愿意告诉人家。

你想想看,人的心胸多狭窄,怀疑,狭隘,心胸一狭隘,人的境界就慢慢的低下。

所以要懂得心宽,天地皆宽;心胸狭隘,天地都是你的敌人,所以我们学佛之人,要懂得怎么样让自己心胸宽大,海纳百川。

所以菩萨跟我们讲,这些都是道理啊,菩萨说,视年长者为自己的长辈,视年幼者为自己的小辈,那么全世界都是你的亲戚,都是你的朋友,都是你应该尊敬和你应该爱护的人,你哪有什么狭隘之心啊?这就是菩萨的智慧,这就是哲学。

去爱一个喜欢你的人,你没有什么了不起,因为人家本来就很喜欢你;你如果去爱一个爱你的人,你得不到任何的分数,因为他本来就很爱你;你要去爱一个你不喜欢的人,你一定会学到很多你学不到的东西;如果你去爱一个无缘无故伤害你的人,你就会学到你生命的艺术。

抛开烦恼 寻找佛性 ——2013年卢军宏台长马来西亚法会弟子开示(上)
2013-03-21