*Master Jun Hong Lu menjawab surat pertanyaan keraguan 381, 7 Mei 2020*

Tanya: Ada sepasang suami istri, sang suami terus menerus menyiksa sang istri, sang istri yang telah belajar Dharma menahan diri dan bersabar, tidak membalas apapun terhadap prilaku suami padanya.

Apakah suami bisa mendapatkan pahala karena penyiksaan yang dia lakukan terhadap istri malah melatih istri untuk melatih kesabarannya, dan suami tidak akan berhutang kepada istri karena terus mengerjai istri kah?

Master: Memarahi dan memukuli istri berarti telah menanam bibit buruk, dan pasti akan mendapatkan balasan buruk pula, Walaupun di kehidupan lampau sang istri berhutang kepada kamu, kamu pun tak boleh lagi menanam sebab yang baru, jika tidak, kamu malah akan membayarnya berlipat-lipat.

Banyak orang yang melakukan hal ini, sang istri berhutang kepada suami, kemudian sang suami memukul dan memarahi istri, akhirnya setelah hutang karma lunas, sang istri pun pergi meninggalkan dia (Suami).

问:有一对夫妻,丈夫总是不停地欺负妻子,妻子学佛修忍辱,打不还口,骂不还手。丈夫是否会因为欺负妻子让妻子有机会修忍辱而有功德,从而他不会因为欺负妻子而欠妻子的债?

答:打骂妻子会种下恶因,一定会有恶报,就算是妻子上辈子欠你的,你也不能种下新的因,否则会加倍偿还。很多人就是这样,妻子欠他的,他就对妻子又打又骂,最后妻子还完了就离开他了。