*Tanya:* 17 Oktober 2020, Alam tanah suci Xin Ling:

*Dou Zhan Sheng Fo:* “Di dalam hubungan antara sesama manusia, tidak ada benar dan salah, tidak ada iya dan tidak. Semua bisa berkumpul karena jodoh.

Apa yang dimaksud dengan *Hutang Perasaan?*

Hutang perasaan (Hubungan antar suami-istri, mertua-menantu, orang tua-anak, saudara-saudari kandung, antar teman, dan lain-lain sebagainya) adalah hutang yang akan membuat kalian menderita dan sedih.

Di kehidupan ini kalian bisa merasakan kesedihan dari menjalin hubungan, itu semua dikarenakan kamu pernah menyakiti semua makhluk di kehidupan lampau.

Jodoh buruk yang kalian dapatkan di kehidupan ini bisa dikikis dengan melepaskan makhluk hidup, membaca paritta dan bertobat.

Tetapi, untuk mengikis ikatan jalinan jodoh buruk yang besar dan hutang perasaan yang besar, itu hanya bisa dikikis dengan pahala.”

*Dou Zhan Sheng Fo:* “Bagi para umat Buddha yang menyarankan orang lain untuk bercerai atau menghancurkan keharmonisan keluarga orang lain, artinya kalian telah merubah hukum sebab akibat. Melakukan perbuatan seperti ini bisa menghabiskan pahala kamu sendiri dan akan mendapatkan balasan karma yang sangat buruk.

Perlu dipahami bahwa, setiap orang yang terjalin dengan orang-orang disekitarnya, itu semua karena sebab akibat. Mereka sendirilah yang akan merasakan akibat atas perbuatan mereka sendiri.

Bagi para umat Buddha yang menemui masalah keluarga seperti ini, kalian bisa menyarankan mereka untuk membaca paritta dan melakukan perbuatan pahala untuk menguraikan masalah keluarga.

Jika di dalam perjalanan hidup mereka hanya ada jodoh buruk dan tidak ada jodoh baiknya sama sekali, maka setelah mereka membaca paritta untuk melunasi karma buruknya, secara otomatis pasangan itu akan memutuskan tali perjodohan buruk ini dan jiwa mereka tidak lagi tersiksa.

Pernikahan manusia adalah gabungan antara jodoh baik dan jodoh buruk. Diantara jodoh baik pasti mengandung jodoh buruk.”

*Di Zang Wang Pu Sa:* “Penderitaan, penyakit dan permasalahan yang dialami oleh semua makhluk itu disebabkan karena perbuatan dari kehidupan lampau.

Jika sebagian roh dia sering dihukum di neraka, walaupun manusia ini belum meninggal, tetapi jiwanya akan tersiksa.

Jiwa dia tersiksa karena keserakahan dia sendiri yang telah melanggar 5 sila (Membunuh, mencuri, asusila, berbohong dan mabuk-mabukkan).

Dia bisa terbebaskan dari hukuman neraka asalkan dia bertobat atas dosa-dosanya, percaya dan yakin kepada Buddha dan menaati sila Dharma.”

Murid Malaysia, 17 Oktober 2020

*Master:* Apakah seorang manusia bisa menjalani hidupnya dengan baik, jika setengah rohnya di neraka dan setengahnya lagi di dunia manusia?

Seluruh tubuhnya akan kesakitan, stress dan sedih…. Jadi, jangan berbuat jahat.

Hukum langit itu dalam mengikis dosa seperti ini:
• Pertama-tama akan dihukum untuk mengikis semua dosa buruk yang telah dia lakukan di dunia manusia. Dia akan mendapatkan hukuman sesuai perbuatannya. Jika perbuatan jahatnya membuat dia perlu masuk neraka, maka dia akan dihukum di neraka.

• Setelah selesai menjalani hukuman di neraka, maka akan menghitung semua kebaikan yang pernah ia lakukan semasa hidup, lalu reinkarnasi kembali.

Sangat menderita. Karena perbuatan kebaikan tidak bisa mengurangi perbuatan buruk, hanya pahala yang bisa mengikis karma buruk dan bertobat, tetapi pahala juga tidak bisa mengikis hingga habis.

问:17-10-2020,心灵净土世界:

斗战胜佛:“人与人之间的关系没有对与错、是与非,乃因缘聚合。什么叫还情债啊?任何情债(夫妻、婆媳、父母子女、兄弟姐妹、朋友等等)就是让你痛苦,让你伤心。因为你上辈子伤害了众生,这辈子你就会受感情上的伤害。放生、念经、忏悔都能消除上辈子带下来的恶缘。大的冤结与情债就要靠功德来消除了。”

斗战胜佛:“如果佛子们在弘法度人中劝说别人离婚,或破家庭和合,就是动大因果,会损耗自身的功德,这是非常大的果报。任何人的因缘乃和合而成,个人因果个人受报,佛子们遇到此情况应劝他们念经做功德去化解。如果命根中已经没有善因缘,只剩恶缘,会在念经还完孽障后,双方自己互相了结这个恶缘,获得心灵上的解脱。娑婆国土男女之间的婚姻都是善恶因缘混合,当中有善亦有恶。”

地藏王菩萨:“众生的病痛苦恼都是因为前世今生的因缘果报。如果一魂一魄常在地狱里面受罚关押,就算人还没寿终,都会在精神上受苦,这就是众生因贪欲犯五戒(杀、盗、淫、妄、酒)而生出诸恶的果报。当忏悔罪孽、当信受佛法戒律,才不会堕入地狱的果报。”

弟子 马来西亚 17-10-2020

答:一半魂魄在地狱,一半在人间,这个人还活得好吗?浑身痛,压力大,难受……所以只有不做坏事。天律是这样的:先把过去在人间的恶报掉,该受罚的受罚,该下地狱的下地狱,然后再根据人间的善报去投胎。很痛苦的,因为善恶不能抵消,除非做功德,只有功德能够忏悔消业,但也不能完全消光。