IMG-20190910-WA0039

*Wejangan Master Jun Hong Lu 7 September 2019, Paris, Prancis*

Gan En Gan En Na Mo Da Ci Da Bei Jiu Ku Jiu Nan Guang Da Ling Gan Guan Shi Yin Pu Sa Mo He Sa, Gan En Shi Fang San Shi Yi Qie Zhu Fo Pu Sa, Naga Langit Pelindung Dharma, Terima kasih kepada seluruh tamu undangan VIP, para biksu dan para umat yang datang dari berbagai negara, para sukarelawan, selamat malam kepada kalian semua.

Ajaran Dharma membuat kita mengerti bahwa terkadang nasib bisa dikendalikan oleh diri sendiri, jika sering melakukan perbuatan baik, yang ada satu pepatah dari kebudayaan Chinese yaitu “Satu kali perbuatan baik bisa terhindar dari ratusan bencana”, Hati welas asih bisa menguraikan seluruh ikatan, karma, oleh karena itu jika kamu memiliki ikatan dan karma, baik-baiklah menggunakan hati welas asih kamu.

Orang yang belajar Dharma harus hidup pada waktu sekarang ini, karena kemarin sudah berlalu, dan yang kita miliki adalah besok. Setiap orang harus bisa melupakan kebahagiaan dan kepedihan di masa lalu, walaupun kebahagiaan dan kesedihan di masa depan masih belum tiba, tetapi kita harus belajar untuk menguraikannya, maka dari itu yang terpenting adalah memegang erat hari ini. Sebagai manusia janganlah terlalu berhati-hati dan ragu, jangan ada hati benci dan membalas dendam. 无欲自然心如水,福德自然永相随 (Peribahasa yang berarti, dengan tidak adanya keinginan maka hati akan menjadi tenang seperti air dan rejeki secara alami akan mengikuti)

Bulan Mei tahun ini, di Ukraina ada seorang ibu berusia 23 tahun bernama Lubov, dijatuhi hukuman penjara selama 11 tahun. Mengapa ibu ini bisa menjadi ibu yang keji? Karena sang ibu tidak tahan mendengar putranya menangis sepanjang malam, mempengaruhi tidurnya dan akhirnya dia menggunakan tali sepatu untuk mencekik leher putranya. Sang putra yang masih berusia 2 bulan itu meninggal dunia. Kemudian dia membawa mayatnya ke hutan dan membakarnya untuk menutupi perbuatannya.

Di kota Chong Qing seorang pria bernama Li X ingin membuat janji untuk bertemu dengan teman kerja perempuan yang dia sukai, setelah ditolak, dia menjadi marah lalu memecahkan 8 lampu lalu lintas dengan batu bata merah, merobohkan 15 pohon, menendang 6 tong sampah dan 1 alat kotak transformator.

*Link Pendukung Video di kota Chong Qing:*
https://m.bilibili.com/video/av52662935.html

Manusia sungguh sangat kasihan, menderita karena tidak bisa mendapatkan yang dia inginkan, karena sifat serakah lalu timbul perasaan benci yang tak terhingga dan timbul masalah.

Hati kita tertutup oleh ketidaktahuan kebijaksanaan Buddha — tidak memiliki kebijaksanaan Buddha, tenggelam dan tidak bisa terlepaskan dari 5 nafsu dan 6 debu. Maka dari itu, harus belajar Dharma, harus melatih hati, kita semua harus menghilangkan semua kebingungan barulah bisa tercerahkan, harus mencari kembali sifat Kebuddhaan, melepaskan diri sendiri barulah bisa lebih baik lagi melintasi semua makhluk hidup, berhasil melatih diri di satu kehidupan.

Selanjutnya Shifu akan memberitahu kalian 1 hal yang penting: Jika telah salah mengambil arah dalam hidup ini kemudian berhenti melakukannya, itu berarti sudah ada kemajuan.

Coba kamu bayangkan, jika kamu mengendarai mobil lalu berjalan ke arah yang salah, kemudian berhenti, bukankah itu berarti kamu tidak lagi melanjutkan perbuatan yang salah?

Jika hari ini di rumah tangga masih ribut dan bertengkar, dan sekarang kamu sudah mengerti untuk tidak lagi ribut, tidak lagi ribut dengan atasan, anak, istri (suami), kamu berhenti melakukannya, bukankah itu berarti kamu sudah ada kemajuan?

Maka dari itu, Sekarang Shifu meminta kalian untuk berhenti akan sifat keserakahan, kebencian, kebodohan dan kecurigaan kalian. Dengan tidak lagi serakah, maka itu sudah ada kemajuan, tidak ada lagi perasaan benci kepada orang lain, itu berarti kalian sudah berhasil; Jika kamu tidak lagi bodoh, maka kamu adalah seorang praktisi Buddha yang memiliki kebijaksanaan.

感恩南无大慈大悲救苦救难广大灵感观世音菩萨,感恩十方三世一切诸佛菩萨、龙天护法,感恩各位嘉宾、法师和来自世界各国的佛友们、义工们,大家晚上好。

佛法让我们懂得,命运有时候就是掌握在自己的手上。我们经常行善,中华传统文化有一句话叫“一善解百灾”,慈悲能化解一切的冤结、业障,所以你有冤结、业障的话,好好用你的慈悲心。

学佛的人要活在当下,因为过去的已经过去了,我们拥有的是明天。每一个人要把过去的苦乐都忘记,未来的苦乐虽然没有到,但是要学会化解,所以最重要的是把握今天。我们做人不要瞻前顾后,不要去瞋恨报复。无欲自然心如水,福德自然永相随。

今年5月,乌克兰有一位23岁的母亲叫卢博夫,被判11年的监禁。这位母亲为什么成为恶毒的母亲?因为这位母亲受不了儿子整夜的哭闹,影响了自己的睡觉,于是就用鞋带缠住了儿子的脖子,两个月大的儿子被她勒死了。事后她还将尸体带到森林里去焚烧,掩盖真相。重庆的李某约见一个心仪的女同事,被拒绝之后,竟一怒之下用砖头砸烂了8个红绿灯,扳倒了15棵树,踢烂了6个垃圾桶,还有一个变电箱。

我们人很可怜,每天因为得不到而痛苦,因为贪欲而产生无穷的瞋恨和烦恼。我们的心被无明遮住了佛智——佛的智慧都没了,沉沦于五欲六尘而得不到解脱。所以要学佛,要修心,我们要破迷才能开悟,要找回佛性,解脱自己才能更好地救度众生,一世修成。

师父接下来要跟你们讲一个非常重要的概念:人生如果走错了方向,停止就是进步。你想想看,如果车开错了,你停下来,是不是不继续做错事情了?你今天在家里闹啊闹啊,一旦你知道不能再闹了,这件事情跟领导不能闹,跟家里的孩子、老婆(老公)都不能闹的时候,你停下来了,你是不是在进步啊?所以师父现在叫你们停止你们的贪瞋痴慢疑。你们不贪了,就是进步了;你们不恨别人了,你们就是成功了;如果你不愚痴了,你就是有智慧的学佛人。

IMG-20190912-WA0048


 

*Wejangan Master Jun Hong Lu 7 September 2019, Paris, Prancis*

Manusia sangat susah untuk memperbaiki kekurangannya, juga sangat susah untuk menyadari kesalahannya sendiri. Kita bisa dengan jelas melihat kesalahan orang lain, tapi tidak bisa melihat kesalahan diri sendiri. Saya akan ceritakan 1 cerita humor.

Ada seorang perempuan yang sedang mengirim pesan dengan pacarnya melalui Handphone, dia berkata: “Setiap kali habis ribut dengan kamu, saya selalu merasa menyesal.”

Sang pacar merasa bahagia, dalam hati dia berkata: “Ai yah, akhirnya dia mengerti bahwa dia sering berkata tidak masuk akal dan kasar.”

Kemudian sang perempuan dengan seenaknya sendiri mengirim 1 pesan lagi: “Saya selalu berpikir apa yang masih belum saya keluarkan, ternyata saya masih belum puas sampai membuat kamu semakin marah.”

Kalian coba pikir, bukankah kalian sama seperti ini? Terkadang kita ribut dengan orang lain, setelah selesai lalu berpikir lagi masih belum mengatakan hal itu, tetapi pertikaian sudah berhenti, tak bisa melanjutkannya lagi. Menderita kan? Menderita karena tidak bisa mengutarakan apa yang ada di dalam hati.

Sebenarnya banyak orang yang setelah selesai bertengkar, lalu merasa “Kamu lihat, masih banyak perkataan yang belum saya katakan keluar, saya ingin memarahi dia sampai puas, sampai habis.” Ini adalah orang yang kebijaksanaannya tidak cukup, tidak memiliki tingkat pembinaan yang tinggi.

Oleh karena itu, harus belajar Dharma, harus mengerti untuk mengakui kesalahan, harus bisa menyelesaikan masalah dengan baik dan benar.

——

Orang jaman sekarang begitu rapuh, setiap hari di koran sering ada berita, begitu banyak orang terkenal terkena penyakit depresi, karena hati orang ini berpindah dari satu titik ekstrem ke satu titik ekstrem lainnya, bahkan sangat bangga pada kesuksesan, yakin bahwa dirinya sempurna.

Coba kamu bayangkan, suami istri bertengkar, siapa yang dari mereka tidak merasa dirinya benar? Jika dia menganggap dirinya salah, maka dia tidak akan bertengkar, yaitu istri berpikir bahwa dia benar, suami berpikir dia benar.

Sebenarnya, tidak ada yang sempurna di dunia ini, tidak ada satupun yang sepenuhnya benar di dunia ini. Oleh karena itu, jika menerima sedikit frustasi, maka dia akan merasa harga dirinya jatuh, bahkan kehilangan keberanian untuk meneruskan hidup.

Shifu ingin kalian menemukan posisi yang tepat, harus menikmati kebahagiaan dari kebijaksanaan. Hati adalah akar kelangsungan hidup, makandari itu harus baik-baik melatih hati, maka masa depan kamu akan tak terhingga.

我们人总是很难改正自己的缺点,人也总是很难发现自己的错误。我们人看别人的错误一目了然,自己的错误搞不清楚。讲一个小笑话,有一个女友刚才和男友在手机上聊天,她说:“每次和你吵完架,总觉得很后悔。”这个男友非常开心,心想:“哎呀,她终于知道她自己胡搅蛮缠了。”结果女友悠悠地又发来了一句:“我总觉得哪里没有发挥好,还没有把你气死。”你们想想,是不是这样?有时候我们跟人家吵架,吵完了又想起来几句话,但是已经停止了,不能再吵了。难受吧?憋在心里很难受。其实很多人吵完架,觉得“你看,我刚刚很多话还没讲呢,要把他骂个透,骂死他”,这就是人的智慧不足,人的境界不高。所以要学佛,要懂得明知错了,就要善罢甘休。

现代人多么脆弱,报纸上天天报道,这么多的名人得了忧郁症,因为这些人心里从一个极端走向了另一个极端,而且踌躇满志,坚信自己是完美的。你想想,夫妻吵架,哪一个不认为自己是对的?如果他以为是错的,他就不会再争吵,就是老婆以为她对的,老公以为他对的。实际上这个世界上没有完美,没有完全正确的东西。所以受了一点挫折,人就会变得极度的自卑,甚至失去继续生活的勇气。师父让你们必须找一个准确的定位,要享受智慧的乐趣。心是生存的根本,所以要把心好好修好,你就会前途无量。

IMG-20190912-WA0050.jpg

*Wejangan Master Jun Hong Lu 7 September 2019, Paris, Prancis*

Ada seorang anak muda yang iri dengan orang lain yang keluarganya sangat bahagia. Kemudian dia akhirnya menikah, tiba-tiba dia merasa hidupnya sungguh sangat bahagia, karena setelah pulang ke rumah ada istri yang membuka sepatunya, ada seekor anjing kecil yang menggonggong dan mengelilingi dia ketika memasuki pintu rumah.

Beberarapa tahun kemudian, semuanya berubah : Setelah pulang kerja, sang istri tak lagi membuka sepatunya, bahkan anjingnya mengigit sepatunya dan dibawa pergi;

Setelah pulang kerja, tidak hanya anjing yang terus menggonggong, bahkan sepanjang hari sang istri selalu mengeluh ini tidak baik, menyalahkan dia itu tidak baik, terus mengeluh.

Karena masalahnya terlalu banyak, dia ingin mengembalikan kehidupan yang bahagia seperti sedia kala, tetapi realita kehidupan membuat dia kecewa.

Kemudian, dia bertemu seorang biksu Zen, sang biksu memberikan pengarahan : “Jika kamu terus ingin merasakan kebahagiaan. Tidak ada istri yang mengambil sepatu, bukankah kamu sendiri bisa melakukannya?

Tidak ada anjing kecil yang menggonggong, kamu masih bisa mengobrol dengan istri dan anak kamu.

Bukankah kebahagiaan istri juga adalah kebahagiaan kamu juga? Lakukan dengan baik, bukankah kebahagiaan itu berada dimana-mana?”

Kemudian, sang biksu menasehati dia : “Anakku, dunia terus berubah, jika kamu ingin dunia tidak berubah, itu adalah hal yang tidak mungkin. Hanya dengan terus menyesuaikan pola pikir kamu, itulah satu-satunya cara yang bisa membuat kamu bahagia.”

Orang lain memperlakukan kamu tidak baik, kamu juga marah, dan perlakukan diri sendiri tidak baik.

*Orang lain memperlakukan kamu tidak baik, maka seharusnya kamu perlakukan diri sendiri lebih baik lagi, maka dari itu yang terpenting adalah penyesuain diri sendiri.*

有一个青年,羡慕有家室的人幸福美满。后来他自己终于结婚了,顿时感到生活幸福无比,因为下班回家妻子拿拖鞋给他穿,进了门有小狗围着他汪汪地叫。几年之后,一切都变了:他下班回家,太太不给他拿拖鞋,而是小狗衔着拖鞋跑过来;回家不再是小狗围着他汪汪叫,而是妻儿整天嫌这个不好,怪他那个不好,抱怨不休。他因此烦恼不堪,很想找回曾经的幸福生活,可现实却令他非常地失望。后来,他遇到了一个禅师,这个禅师就指点他:“你要继续感到幸福。没有太太拿拖鞋,你自己为什么不能拿拖鞋?没有小狗汪汪叫,你还可以围着妻子和儿子汪汪叫呢。妻子幸福不就是你的幸福吗?做好自己,幸福何须到处找?”禅师最后语重心长地跟他讲:“孩子啊,世界是在变化的,你要求外境不变,那是不可能的。只有调整自己的心态,才是令自己快乐的唯一方法。”别人对你不好,你也生气,对自己不好。别人对你不好,你就要对自己好一点,所以调整自己最重要。


 

*Wejangan Master Jun Hong Lu 7 September 2019, Paris, Prancis*

Menjadi seorang manusia tidak bisa 欲罢不能 (yù bà bù néng, peribahasa yang berarti sedang melakukan sesuatu, lalu ingin berhenti tetapi tidak bisa berhenti) , terus menerus melakukan kesalahan.

Harus belajar untuk pergi ke arah yang benar, berpegang kepada prinsip. Terlalu banyak godaan di dunia ini, selamanya kue tidak akan terjatuh dari atas langit, jangan karena serakah akan kebahagiaan sesaat lalu menukarnya dengan penderitaan duniawi.

Berharap kita yang belajar Dharma menyadari kesalahannya dan berhenti melakukannya. Oleh karena itu, berhenti artinya sedang maju.

Bertengkar sepanjang hari, lalu berhenti, bukankah itu artinya kamu sedang maju?

Makan sampai setengah, “Saya tidak boleh terus makan, jika terus makan maka perut saya akan sakit.” Berhenti, bukankah itu berarti sedang maju?

Setelah selesai menggambar alis dan tak lagi meneruskan berdandan di kiri dan kanan, berhenti. Jika berdandan terlalu berlebihan, ketika berjalan di luar rumah, kamu merasa diri sendiri sangat cantik, tapi orang lain akan ketakutan, jangan berdandan berlebihan, yang alami, alami itu indah.

Maka dari itu, ajaran Dharma membuat kita menyadari kesalahan dan merubahnya, kemudian mengajarkan kita untuk bertobat, bertobat tidak hanya di depan, tapi juga harus bertobat setelahnya.

Tidak belajar Dharma, di hati kamu akan ada 2 kesedihan: pertama adalah merasa sedih dan kecewa karena tidak sesuai yang diharapkan. Kedua, merasa bangga akan kesuksesan diri sendiri.

人不能欲罢不能,一错再错,要学会把握正确的方向,坚守自己的原则。世界上的诱惑很多,天上永远不会掉馅饼,不要因为贪图一时的快乐而付出人间惨痛的代价。希望我们学佛人发现错了,马上就停止。所以,停止就是进步。吵架吵到一半,马上停止了,你是不是进步了?吃东西吃到一半,“我不能再吃了,再吃我会胃痛的。”停止,是不是进步了?化妆眉毛画完之后,不要再左来右来,停止。太过头了,走到马路上,你感觉很好,别人会吓怕的,不能化浓妆,淡淡的,自然的美。所以佛法让我们知错就改,又让我们学会忏悔,忏其前愆,悔其后过。不学佛,你的心里会有两大悲哀:一是万念俱灰,二是踌躇满志。

 


 

IMG-20190910-WA0040

*Wejangan Master Jun Hong Lu 7 September 2019, Paris, Prancis*

Perguruan Tinggi Buddhis Mumbai adalah salah satu perguruan tinggi Buddhis terkenal di India, selain terkenal akan sejarah arsitektur yang panjang, keindahan bangunan arsitekturnya dan telah menghasilkan banyak orang cendekiawan yang terkenal, selain itu masih ada satu ciri khas yang berbeda dengan yang lainnya, ini adalah detail yang sangat kecil, semua orang yang masuk ke tempat ini tanpa kecuali telah mengakui bahwa detail kecil ini telah memberikan mereka manfaat yang tak terhingga.

Di sebelah pintu gerbang utama ada sebuah pintu kecil, tinggi pintu ini 1.5M dan lebar 40cm, jika seorang dewasa ingin masuk ke dalam, maka ia harus membungkuk dan berjalan menyamping, jika tidak maka akan menabrak dinding.

*Link pendukung Perguruan Tinggi Buddhis Mumbai:*
https://baike.baidu.com/item/%E5%AD%9F%E4%B9%B0%E4%BD%9B%E5%AD%A6%E9%99%A2

Semua orang yang baru masuk ke dalam sekolah ini sangat heran: Perguruan Tinggi yang begitu besar, ada pintu gerbang utama yang megah bisa leluasa masuk dan keluar, untuk apa membuat pintu kecil ini?

Sebenarnya ini adalah pelajaran pertama bagi para siswa gang baru masuk : Bagi para pelajar baru, Guru akan mengarahkan mereka untuk berjalan melewati pintu kecil ini, membuat mereka keluar dan masuk sekali. Sang Guru berkata : “Pintu besar bisa membuat orang bermartabat, bisa dengan anggun keluar masuk, tetapi sering kali tempat keluar dan masuk untuk kita bukanlah sebuah pintu yang megah, karena berbagai alasan seperti adat istiadat dan pandangan objektif, ada beberapa pintu utama yang tidak bisa dilewati oleh orang biasa, hanya dengan belajar unthk membungkuk dan mengesampingkan badan, untuk sementara waktu melepaskan harga diri yang tinggi, melepaskan keegoisan, jika tidak, maka akan ada dinding yang menghalangi kamu di luar.”

Guru di sekolah itu menjelaskan kepada para murid, Filsafat Buddhis berada di pintu kecil ini, Filsafat kehidupan juga ada di pintu kecil ini.

Ini seperti kebudayaan Tiongkok, manusia harus belajar untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan luar, melepaskan keAkuan barulah bisa terbebaskan, menghilangkan keAkuan barulah mendapat pencerahan yang sesungguhnya.

Di dalam kehidupan ini, ada beberapa orang yang tidak rela menundukkan kepalanya, tidak mau mengalah, memaksakan kehendak dan selalu mengejar integritas, sebenarnya, pada akhirnya mereka malah menyakiti orang lain dan menghancurkan dirinya sendiri.

Masih ada orang yang melihat orang lain menundukkan kepala terlihat seperti malu dan mengalah, yang membuat dia terus menekan (orang yang mengalah) dan sombong, tapi tidak tahu, tali busur yang ditarik kencang pun juga bisa patah. Oleh karena itu, belajarlah kebudayaan Tiongkok dan Filsafat Dharma, menundukkan kepala disaat yang tepat, inilah yang perlu kita pelajari untuk lebih bertoleransi dan harmonis, menghindar dengan menundukkan kepala agar bisa lebih maju lagi.

Cerita klasik “Kerja keras dan motivasi Gou Jian dari negara Yue dan penghinaan Han Xin” menjelaskan bahwa kebijaksaan dari menundukkan kepala “Jika tidak bisa bersabar untuk masalah kecil, maka akan gagal ketika berusan dengan masalah besar.”

Selama kita masih hidup di dunia ini, tidak semua hal akan berjalan sesuai keinginan kita.

Cuaca tak terduga, hidup ada pagi malam sengsara dan bahagia, asalkan baik-baik menjaga hati diri sendiri, berani maju terus ke depan.

Kemarin Master sudah menjelaskan kepada kalian, jika kamu adalah sebuah Tiang, maka orang-orang akan berjalan memutari kamu. Berpegang teguh dan percaya diri, baik-baik belajar Dharma, maafkanlah orang lain, maka kamu pasti akan maju terus mengikuti angin dan ombak (Metafora terus melangkah maju), mengikuti Bodhisattva pergi melakukan perjalanan jauh (Alam Sukhavati).

Belajar Dharma untuk menjaga setiap perbuatan ucapan dan pikiran, pergi mencari Sifat keBudhhaan dan mengenal sifat keBuddhaan. Terkadang, memaafkan bisa membuat hati kamu damai dan tenang, bertoleransi bisa membuat kamu mendapat keberuntungan, menggunakan cinta dan welas asih untuk ditukarkan dengan keberuntungan duniawi.

孟买佛学院是印度最著名的佛学院之一,这所佛学院之所以著名,除了它建筑的历史悠久、辉煌的建筑和它培养出许多著名的学者之外,还有一个特点是其他佛学院都没有的,这是一个极其微小的细节,所有到过这里的人,无一例外地承认这个细节让他们受益无穷。孟买佛学院在它的正门一侧又开了一个小门,这个小门只有1.5米高,40厘米宽,一个成年人要想过去,必须弯腰侧身,不然你就会碰壁。

所有刚刚进入佛学院的人都十分纳闷:那么大的佛学院,有着壮观巍峨的大门可以堂而皇之地进出,还开这个小门干什么?其实这是孟买佛学院给学生上的第一堂课:所有新来的人,老师都会引导他去走这个小门,让他进出一次。老师说:“大门能够让一个人很体面、很有风度地出入,但很多时候,我们要出入的地方并不是有着壮观和体面的大门,一些风俗和自己客观的原因,有的大门也不是随便可以出入的,只有学会弯腰、侧身,暂时放下自己尊贵的体面,放下自己的执著,否则你只能被挡在院墙之外。”佛学院的老师告诉学生,佛家的哲学就在一个小门里,人生的哲学也是在这个小门里。这就是中华传统文化讲的,人要学会能屈能伸,放下自我才能解脱,去除我相,证悟实相。

我们在生活当中,有的人不肯低头,直来直去,硬撑强做,一直奉行着“宁可玉碎,不为瓦全”的精神,实际上最后伤害了别人,断送了自己。还有的人把低头看作是耻辱和退缩,所以他们做事横冲直撞、锋芒毕露,却不知,即使最硬的弓拉得太满也会折断。所以,学会中华传统文化和学佛的哲学,适当地低头,这就是需要我们人生学会包容和圆融,低头避让是为了更坚定地前进。

越王勾践卧薪尝胆,韩信受胯下之辱,这些典故充分说明了“小不忍则乱大谋”的低头智慧。我们人生在世,不是每件事情都会称心如意。天有不测风云,人有旦夕祸福,只有好好地把握好自己的心性,勇往直前。台长昨天跟你们说,你是一个柱子,别人就得绕着你走。坚定自己的信心,好好学佛,多多包容别人,你一定会乘风破浪,跟随菩萨去远航。

在身口意当中去学佛,去找到佛性和认识佛性。有时候用包容可以使自己平安,用宽容可以使自己吉祥,用慈悲的爱可以换来人间的吉祥。


 

*Wejangan Master Jun Hong Lu 7 September 2019, Paris, Prancis*

Suatu sore, ada seorang pria yang pulang ke rumah sehabis kerja, panasnya cuaca membuat dia keringatan, ketika membuka pintu kulkas, dia bahagia melihat ada setengah semangka, dengam cepat dia menghabiskan semangka hingga bersih. Dan tepat disaat ini, sang istri pulang ke rumah, begitu masuk rumah langsung berkata: “Sangat haus, sangat panas.” Membuka pintu kulkas lalu terbengong-bengong.

Sang suami memberitahu istrinya: “Semangka itu habis saya makan.” Sang istri yang melihat semangkanya habis dimakan, lalu mengambil gelas dan ketel air, ternyata air di dalam ketel kosong, sang istri marah dan berkata: “Kamu pun tidak tahu untuk membuat air panas yah, sudah lama sampai ke rumah kamu ngapain saja?!

Sang suami pun juga marah: “Atas dasar apa saya harus mengerjakan semuanya!”

Hanya demi masalah ini, sepasang suami istri ini perang dingin selama seminggu baru berbaikan.

Hari sabtu, sang suami pulang ke rumah kedua orang tuanya, orang tua melihat dia pulang langsung bertanya: “Kenapa istri kamu tidak kelihatan seminggu ini?”

Putranya menceritakan kejadian kemarin, sang ibu yang mendengarkan putranya lalu menyalahkan dia: “Anakku, kamu hanya mementingkan diri sendiri dan tidak mempedulikan orang lain.”

Putranya tetap mengira dirinya lah yang benar, “Hanya memakan setengah semangka saja, apa yang harus dibanggakan?”

Sang ayah tertawa dan berkata: “Anakku, kamu juga tidak perlu membenarkan diri sendiri, besok hari minggu, kamu bawa istri kamu kemari yah.”

Di hari kedua, dia membawa istri dan anaknya ke rumah kedua orangtuanya. Begitu masuk rumah, sang ayah meminta anaknya pergi membeli cuka. Setelah putranya kembali, papanya lalu berkata: “Istri kamu membawa anak pergi keluar.” Mereka tidak berpapasan diluar.

Sang ayah mengeluarkan setengah semangka dan diberikan kepada putranya dan berkata: “Anakku, saya melihat kamu kepanasan, makanlah semangka ini untuk menghilangkan haus.”

Setengah semangka itu kurang lebih ada sekitar 2-2.5KG, sang ayah memberikan sebuah sendok: “Anakku, jika kamu tidak bisa menghabiskannya, sisakan yah, agar istri kamu bisa makan.” Sang putra mengambil sendok itu dan makan tidak sampai setengah, dia sudah merasa kenyang.

Ketika mereka sekeluarga sedang menyantap makan siang, sang ayah mengeluarkan 2 buah semangka dan menaruhnya di meja, lalu berkata kepada sang putra: “Anakku, kamu lihat apakah dua semangkan yang setengah ini sama atau tidak?”

Putranya merasa heran, setengah semangka itu adalah yang bekas dia makan, dan setengah semangka lainnya juga bekas dimakan orang lain, dia tidak mengerti apa maksudnya lalu menggeleng kepala.

Sang ayah menunjuk ke salah satu semangka dan berkata: “Setengah semangka ini adalah yang bekas kamu makan, setengah semangka itu bekas istri kaku makan. Saat itu saya memberitahu kepada kalian berdua, jika makan tidak habis, maka sisakan untuk pasangan kamu. Sekarang kamu lihat, bagaimana istri kamu mengambil semangka itu dengan sendoknya: Dia (istri) mengambil dari pinggir dan menggali ke tengah lalu berhenti di tengahnya, dan tidak memakan setengahnya lagi.

Coba kamu lihat semangka kamu, kamu mengambil sendok dan memakannya dari tengah, memakan semua isi semangka (yang warna merah) , menghabiskan semangka yang manisnya saja, dan meninggalkan pinggiran semangka untuk orang lain.

Siapa yang tidak tahu kalau bagian tengah semangka adalah yang termanis? Dari masalah sepele ini terlihat dengan jelas bahwa istri kamu lebih perhatian daripada kamu.”

Sang putra langsung malu. Sang ayah melanjutkan pembicaraannya: “Anakku, kedua orang menghabiskan seumur hidupnya bersama-sama, dalam hidup pasti akan terjadi percecokan, sepasang suami istri harus saling pengertian, yang bisa di ekpresikan seperti sebuah jarum dan sebuah benang, setitik minyak, sesendok makan, dan sesendok sup.

Terakhir kali, hanya karena masalah semangka sudah membuat suami istri bertengkar, bahkan kamu masih beralasan, padahal itu adalah kesalahan kamu sendiri.

Jika kejadian itu dibalik, istri kamu pulang terlebih dahulu, pasti akan memberikan kamu setengah semangka. Jangan melihat ini adalah masalah sepele, tapi bisa terlihat hati seseorang.

Walaupun berhati dingin, tapi jika kamu memberikannya kehangatan sedikit demi sedikit, pada akhirnya bisa membuatnya mendidih;

Hati yang sepanas apapun, jika menambahkan air dingin sesendok demi sesendok ke hati ini, suatu hari kamu akan benar-benar membuatnya dingin.

Coba kamu bayangkan, jika istri kamu sama seperti kamu, yang setiap masalah tidak memikirkan perasaan kamu, untuk waktu yang lama apa yang akan terjadi kepada kamu?”

Perkataaan ini membuatnya tersadar, sang putra akhirnya tersadarkan, setelah dia pulang ke rumah sang istri langsung merapikan sepatunya, membuatnya air teh hangat, ketika hujan tersedia payung di pintu, semua ini adalah bentuk perasaan istrinya.

Sedangkan dia, bahkan tidak mengindahkan ini semua, tidak memahami perasaannya.

Sampai disini, sang putra merasa menyesal, dengan cepat memberikan istrinya pangsit yang sudah dingin dan berkata :”Istriku, pangsit ini sudah tidak panas lagi, kamu makanlah.”

Sang istri tertawa: “Jangan berpura-pura baik di depan ayah kamu.”

Sang ayah tertawa: “Jika bisa sepenuh hati berpura-pura seumur hidup, maka kamu adalah seorang suami yang baik.”

Dari cerita ini menjelaskan bahwa,

*Kebahagiaan tidak berdasarkan seberapa besar rumah kamu, tapi seberapa banyak suara tawa di dalam rumah;*

*Kebahagiaan tidak berdasarkan seberapa bagus mobil kamu, tapi kamu bisa membawa mobil itu pulang dengan selamat sampai di rumah;*

Bisakah sesama manusia memiliki perasaan sejati, itu harus diuji dalam momen-momen kritis, jika seseorang bisa setulus hati memperlakukan orang lajn, maka dia pasti bisa memenangkan hati orang itu.

Guan Shi Yin Pu Sa pasti akan mengabulkan permohonaan kita disaat kita memohon kepada-Nya, bisa mendapatkan rasa hormat dan kepercayaan untuk belajar Dharma kita semua kepada Guan Shi Yin Pu Sa.

有一天下午,一个男士下班回家,热得满头大汗,打开冰箱一看,居然里边有冰着的半个西瓜,他特别开心,拿出来三下五除二就把这半个西瓜啃了个干净。正在这个时候,他妻子回家了,一进门就说:“渴死了,热死了。”打开冰箱一看,他妻子愣住了。他告诉她:“那西瓜是我吃了。”妻子一看西瓜被她老公吃了,连忙去拿杯子倒水。一提水壶,里面空空的,她一下子冒火了:“你也不知道烧点水,回家这么长时间都干什么了?!”丈夫也生气了:“凭什么都是我干啊!”为了这事,他们两个人冷战了一个星期才和好。

星期六,丈夫回到自己的父母家,父母一见他就问:“怎么一星期没见到你老婆了?” 那么儿子就把他们闹别扭的事情原原本本地告诉了他的父亲,他的妈妈一听,就责备他:“孩子啊,你做事不该只顾自己而不顾别人哪。”儿子不以为然地说:“不就吃了半个西瓜嘛,有什么大不了的?”他爸爸笑了,说:“孩子,你也不用替自己辩解了,明天是星期天,你带你老婆过来一趟。”第二天他就带着老婆、孩子回到了他的父母家。一进门,他爸爸就指使儿子出去买醋。等他买回来之后,他爸爸又说:“你老婆带着孩子出去了。”他们都没碰到。爸爸抱出了半个西瓜给他的儿子,说:“儿子啊,看你热得一头汗,吃点西瓜解解渴吧。”那半个西瓜足足有四五斤,爸爸递过来一个勺子:“孩子啊,如果你吃不了就剩着,让你老婆回来吃。”他儿子接过勺子,吃了不到一半,肚子已经胀了。一家人吃午饭的时候,爸爸突然抱出两个半个的西瓜,放在桌上,对他儿子说:“儿子啊,你看看这两个半个西瓜有什么不一样啊?”儿子非常纳闷,一半是他刚才吃的,还有一半看看也是吃过的,看不出什么名堂,他就摇摇头。爸爸指着西瓜说:“这一半是你吃的,那一半是你老婆吃的。当时我告诉你们两个人,如果吃不完,就把剩下的留给对方吃。你看你老婆是怎么下勺子的:她从旁边往中间挖,挖到当中一半吃完了,另一半没有动。你看看你,拿个勺子从当中开始挖,把瓤都吃好了,最甜的地方全吃光了,把旁边的留给别人。谁不知道西瓜当中是甜的?从这点小事上就可以看出你老婆比你有心多。”

儿子脸一下子红了。爸爸意味深长地说:“孩子啊,两个人过一辈子,人生没有多少轰轰烈烈的事情,夫妻的感情要相互体谅,就体现在平时的一针一线、一滴油、一勺饭、一瓢汤上。上次你为了吃西瓜的事情和你老婆吵架,你还振振有词,那明明是你不对。要是换了你老婆先回家,肯定会留一半西瓜给你的。别看这是个不起眼的小事,却能反映出一个人的心啊。再冷的心,你一点一滴地去温暖它,总有一天会把它捂热的;再热的心,你要是一勺一勺地给这个心浇凉水,也总有一天你会彻底地把它弄凉的。你想想,要是你老婆像你一样,每件事情不想着你,久而久之你会怎么样呢?”

真是一句话惊醒梦中人,他儿子猛然发现,平日回家时放好的拖鞋、茶几上泡好的茶水、下雨天门口摆好的雨伞,都是老婆的一片深情。可他呢,却大大咧咧地视而不见,不懂得将心比心。想到这儿,儿子惭愧极了,赶忙把已经凉过的饺子端给妻子,说:“老婆,这碗已经不烫了,你先吃吧。”老婆笑了:“你少在爸爸面前装蒜了。”爸爸也笑了:“能下决心装一辈子,你就是一个好丈夫了。”

这个故事就是告诉我们,幸福不是房子有多大,而是房间里笑声有多少;幸福不是你能开多豪华的车,而是开着车你能不能平安到家。人与人能不能有真感情,靠关键时刻经得起考验,一个人真心对别人,一定会赢来别人的真心。观世音菩萨对我们有求必应,赢来我们普罗大众对观世音菩萨的尊敬和学佛的信心。


 

*Wejangan Master Jun Hong Lu 7 September 2019, Paris, Prancis*

Suatu hari, ada seorang terpelajar angkuh datang bertemu seorang Guru Besar, murid ini sangat terkenal, tetapi setelah berbicara dengan sang Guru, tiba-tiba dia merasa bodoh. (Karena banyak para pelajar lainnya merasa tingkat kebudayaan dia tinggi, tapi setelah berbicara dengan Guru Besar, dia merasa jadi tidak sepintar yang dia bayangkan).

Dia tidak mengerti dan memberitahu Guru Besar: “Guru Besar, mengapa saya merasa diri saya begitu tidak percaya diri? sebelum datang kemari, saya merasa sangat percaya diri, tapi mengapa setelah saya membandingkan diri saya dengan Anda, saya merasa sangat kecil?” Dia mengatakan yang sebenarnya.

Karena di hari itu banyak orang yang datang melihat Guru Besar, Sang Guru Besar berkata: “Begini saja, tunggu sampai mereka pergi semua, saya akan menjawab pertanyaan kamu.”

Malam pun tiba, semua orang sudah pergi, sang pelajar berkata: “Guru Besar, apakah sekarang bisa menjawabnya?”

“Kemari, mari kita pergi keluar.”

Malam itu rembulan sangat besar dan terang, Sang Guru Besar berkata: “Anakku, kamu lihatlah ke pepohonan itu, ada satu pohon menjulang tinggi ke langit, pohon kecil di sebelahnya telah berada di tepi rumah saya selama bertahun-tahun, mengapa mereka (kedua pohon) tidak ada masalah satu dengan yang lainnya? Juga tidak pernah mendengar pohon kecil ini berkata ke pohon tinggi, ‘Mengapa saya merasa begitu rendah dibandingkan kamu?’ Pohon ini begitu kecil, sedangkan pohon itu besar dan tinggi, mengapa saya tidak pernah mendengar mereka berbisik?”

Sang pelajar itu berkata: “Karena mereka tidak pernah saling membandingkan.”

Guru besar berkata: “Kalau begitu kamu tidak perlu bertanya kepada saya lagi, karena kamu sudah mengetahui jawabannya.”

Kami sebagai manusia yang belajar Dharma, jangan saling membanding-bandingkan dengan orang lain, maka dengan begitu kamu akan terus menanam benih kebaikan di hati dengan cara yang benar. Banyak orang yang menghabiskan waktunya dari pagi sampai malam membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain, maka selamanya dia akan hidup dalam keegoisan dan iri.

有一天,一位非常自负的学者来看大师,这位学者非常有名,但是他跟大师谈完之后,突然觉得自己矮了一截(因为很多学者觉得他自己文化水平很高嘛,他跟大师一谈,他觉得自己很矮)。他不解地告诉大师:“大师,为什么我会觉得自己比较低劣?来你这里之前,我原本是非常自信的,为何我跟你现在比较起来,感觉到自己很微不足道?”他是说的真话。由于当天很多人来看大师,大师就说:“这样吧,等其他人都走了,我会回答你。”到了晚上,所有人都走了,学者就说:“大师,现在你可以回答我了吧?”“来吧,我们到外面来。”那是一个满月的夜晚,月亮非常明亮,大师说:“孩子,你看看那些树,当中那棵直入云霄,在它旁边的很小的树偎依在我房子边上已经很多年了,为什么它们从来没有问题?也没有听说过这棵小树对大树说‘为什么我在你面前会觉得比较低劣?’这棵树很小,而那棵参天大树非常大,为什么我从来没有听到它们说任何耳语和悄悄话?”那位学者说:“因为它们不会比较。”大师说:“那么你就不需要问我了,你已经知道答案了。”我们学佛做人,不去跟别人比较,就会正确地在自己心中种下善良。很多人一天到晚想跟别人比较,就永远活在自私和嫉妒中。


*Wejangan Master Jun Hong Lu 7 September 2019, Paris, Prancis*

Perusahaan Asuransi Lloyd dari Inggris pernah membeli sebuah kapal dari pasar lelang. Di tahun 1894, kapal ini mulai berlayar, di Samudera Atlantik pernah melewati 138 kali gunung es, 116 kali karam, 13 kali terjadi kebakaran, 207 kali tiang kapal patah karena angin besar, tapi tidak pernah tenggelam.

Berdasarkan pengalamannya yang luar biasa dan mendapatkan banyak keuntungan dari asuransi, Perusahaan Lloyd memutuskan untuk membeli dari Belanda dan didonasikan untuk negara. Sekarang kapal ini berada di Museum Kapal Nasional Port Salon Inggris.

Tetapi yang membuat kapal ini terkenal adalah karena seorang pengacara. Pada saat itu, dia baru saja kalah perkara, orang yang diberikan kuasa juga bunuh diri karena kalah perkara. Ini bukanlah yang pertama kali sang pengacara kalah dan juga bukan pertama kalinya mengalami kasus bunuh diri.

Setiap kali dia mengalami kejadian ini, hatinya sangat sedih, merasa bersalah, dia tidak tahu bagaimana cara untuk menenangkan orang tidak beruntung yang kalah dalam persidangan.

Kemudian, ketika dia melihat kapal ini di Museum, tiba-tiba dia mendapatkan sebuah ide, mengapa tidak mengajak mereka untuk melihat kapal ini?

Selanjutnya, dia mencatat semua sejarah yang terjadi di kapal ini, memfoto gambar kapal ini dan menggantungnya di dinding kantor pengacaranya.

Setiap kali ada pengusaha yang meminta dia untuk bantuan hukum, tidak peduli kalah atau menang, dia selalu menyarankan mereka untuk melihat kapal ini.

Karena dari kapal ini bisa menjelaskan bahwa : Kapal yang berlayara di lautan luas pasti akan ada resikonya. Walaupun kita di dunia ini mengalami frustasi, tetapi mengapa ada banyak orang yang bisa bertahan dan ada beberapa orang yang mengalami kesulitan lalu terjatuh? Ini adalah rahasia kesuksesan.

Berharap kita semua yang belajar Dharma bisa memperkuat hati, baik-baik mengikuti Guan Shi Yin Pu Sa, baik-baik berusaha untuk merubah kehidupan, ini adalah tekad kita semua, ini adalah ketulusan hati kita.

英国劳埃德保险公司曾经从拍卖市场买下了一艘船。这艘船在1894年下水,在大西洋上曾经经历过138次的冰山、116次触礁、13次起火、207次被风暴折断桅杆,从来没有沉没过。劳埃德保险公司基于它不可思议的经历和在保险方面可带来的可观收益,最后决定把它从荷兰买回来捐给国家。现在这艘船就停泊在英国萨伦港的国家船舶博物馆里。不过使这艘船名扬天下的却是一名来此观光的律师,当时他刚刚打输了一场官司,委托人也于不久前因为打输官司就自杀了。这已经不是这个律师第一次失败辩护,也不是他遇到的第一例自杀的案件。然而每当遇到这种事情,他心里非常难过,有很深的负罪感,他不知道该怎么来安慰这些在生意场上遭受了不幸的人。当他在萨轮船舶博物馆看到这艘船的时候,突然他有一种想法,为什么不让他们来参观这艘船呢?于是,他就把这艘船的历史抄下来,和这艘船的照片一起挂在了他的律师事务所里。每当商界有人来委托他辩护,无论输赢,他都建议他们去看看那艘船。因为这艘船会使我们知道:在大海上航行的船没有不带伤害的。虽然我们在人间屡遭挫折,但是为什么有些人就能够百折不挠地挺住,而有些人就在困难面前摔倒?这就是成功的秘密。希望我们学佛人好好地坚强自己的道心,好好地跟着观世音菩萨,好好地努力去改变自己的生活,这就是我们的愿力,这就是我们的诚心。


 

*Wejangan Master Jun Hong Lu 7 September 2019, Paris, Prancis*

Selanjutnya, Master akan menceritakan sebuah cerita lain lagi.

Ada sepasang suami istri yang bertemu dengan dewa kematian, dewa kematian ini berkata: “Hanya ada satu orang yang hidup diantara kalian berdua, kalian sekarang adu suit. Gunting, Batu dan kertas, siapa yang kalah dia yang mati.”

Akhirnya sang suami kalah, sang istri memeluk sang suami yang akan meninggal lalu berkata: “Kita sudah sepakat untuk bersama-sama mengeluarkan ‘Batu’, mengapa saya mengeluakan ‘Gunting’, dan kamu malah mengeluarkan ‘Kertas'”

Awalnya sepasang suami istri ini sudah sepakat untuk bersama-sama mengeluarkan “Batu”, maka akan seri, dan mereka berdua tidak akan mati.

Tetapi karena mereka saling perhitungan, sudah sepakat mengeluarkan “Batu”, tak disangka suaminya mengeluarkan “Kertas”, dan akhirnya sang istri tidak mengeluarkan “Batu”, tapi malah “Gunting”.

Dari cerita ini menjelaskan kepada kita semua, manusoa di jaman sekarang sulit ditebak, ini adalah kenyataan, ini adalah hati manusia.

Harus memahami untuk menghargai ketulusan hati orang dan welas asih yang sulit didapatkan. Berharap kalian semua untuk mengerti berwelas asih kepada orang lain, setulus hati, menggunakan cinta untuk menghangatkan dunia ini.

Dunia yang Realistis, Manusia yang Realistis, membuat perhitungan dengan orang lain, pada akhirnya pasti juga akan diperhitungkan oleh orang lain lagi.

Banyak orang yang egois sebenarnya akan berubah semakin lama menjadi semakin bodoh, ada beberapa orang yang menipu orang lain, dan dengan bodohnya mereka juga akan ditipu oleh orang lain lagi, sebenarnya itu sudah mrnanam sebab buruk yang tidak baik.

Oleh karena itu, kita yang belajar Dharma terkadang merasa diri sendiri sangat bodoh dan membiarkan orang lain menang dari kita, sebenarnya kita lah yang sudah menang.

Master memberitahu kalian sebuah kalimat, Jika kalian terus menerus berwelas asih, terus menerus berbaik hati, maka kamu pasti adalah seorang pemenang.

Oleh karena itu harus setulus hati memperlakukan pasangan dan teman-teman kita.

*Kebahagiaan itu bukan seberapa cantik istri kamu, tetapi apakah istri kamu memiliki hati welas asih;*

*Kebahagiaan itu bukan dari perkataan manis orang lain, tetapi ketika kita berada di dalam kesedihan, ada orang yang berkata kepada kamu “Jangan takut, tidak apa-apa, saya selalu ada disini”.*

Orang yang belajar Dharma, di dalam hatinya selalu ada cinta, barulah kamu bisa memiliki hati yang tidak membeda-bedakan.

Tidak melihat orang lain lewat, tapi melihat diri sendiri melewatinya, hanya mempedulikan untuk terus menanam dan tidak mempertanyakan apa hasilnya, hati yang murni, menganggap hati semua makhluk hidup sebagai hatinya sendiri, maka kamu pasti akan hidup di dalam ajaran Buddha, kamu pasti akan mendapatkan balasan pelatihan diri terbesar dalam menyempurnakan kehidupan kamu.

同样,台长有一个反面教材告诉大家。从前有一对夫妻遇到了死神,这个死神就说:“你们两个人只能活一个,你们现在猜拳吧。剪刀石头布,输了的就得死。”最后丈夫输了,妻子抱着死去的丈夫说:“说好一起出‘石头’的,为什么我出了‘剪刀’,你却出了‘布’?”本来两个人说好一起出“石头”,这个就平了嘛,两个人都不死了。但是两个人各打小九九,讲好出“石头”,没想到她老公出了“布”,结果她也没出“石头”,她出了“剪刀”。这就是告诉你们,现代人人心难测,这就是现实,这就是人心。要懂得真心的可贵,慈悲的难来。希望大家好好懂得慈悲别人,用真心、用爱来温暖这个世界。

现实的世界,现实的人类,算计别人,最后一定被别人算计。很多人的自私其实变得越来越傻,我们有些人骗了别人,傻乎乎地以为可以骗别人,其实已经种下了不良的恶因。所以我们学佛人有时候觉得自己很傻,让别人来赢的时候,我们自己已经赢了。台长告诉你们一句话,一直地慈悲下去,一直地善良下去,你一定就是一个大赢家。所以夫妻、朋友之间要真诚。幸福不是太太有多漂亮,而是太太是否有慈爱的心;幸福不是听多少甜言蜜语,而是在伤心的时候有人对你说“不要怕,没事,有我在”。学佛人心中要有爱,你才能拥有平等的心。不见人过,但见己过,只管耕耘不问收获,纯洁无心,以众生之心为己心,你一定会活在佛的境界当中,你一定会成全你人生最大的修行的果报。


 

*Wejangan Master Jun Hong Lu 7 September 2019, Paris, Prancis*

Ada sebuah cerita lucu, ada anak teman yang terlambat mengikuti pelajaran olahraga, akhirnya dia membawa satu kantor susu yogurt. Belum habis meminumnya dia harus masuk ke kelas, tetapi dia pun juga tidak bisa membawanya masuk, bagaimana jika terlihat oleh guru? Akhirnya dia memasukkannya ke dalam topi, sebuah kantong susu yogurt ditaruh di dalam topi.

Ketika mengikuti pelajaran, dia masih tidak jujur. Tak disangka pelajaran pertamanya adalah pelajaran olah raga, Guru Olahraga yang melihatnya terlambat, kemudian meminta dia melakukan berbagai macam gerakan pun, dia tidak bisa melakukannya dengan baik. Sang guru pun marah dan memukul kepalanya, memecahkan susu yogurt di kantong plastik dan susunya berserakan, sang guru terkejut akan kejadian ini.

Cerita lucu ini memberitahukan kepada kita, kejadian yang jarang terjadi ada hubungan dengan kebiasaan sehari-hari. Kita sebagai manusia tidak seharusnya marah, tidak seharusnya memikirkan hal yang tidak baik.

Seseorang yang jarang marah, maka dia tidak akan timbul hati takut, maka dari itu orang yang belajar Dharma harus pergi menjauh dari ketakutan, dengan kata lain menjalani kehidupan sehari-hari sesuai ajaran Dharma.

Karena kita setulus hati memperlakukan orang lain, karena kita tidak mencelakai orang lain, maka dari itu, selamanya tidak perlu merasa orang lain akan mencelakai kita, bukanlah dengan begitu kita akan memiliki hati “Tidak ada ketakutan”?

——

Master akan memberitahukan kepada kalian:

Untuk setiap masalah, biarkanlah itu berjalan secara alami;

Menghadapi penghinaan, hadapi dengan tenang;

Ketika mengalami situasi sulit, jangan menganggapnya seperti itu;

Ketika semuanya berjalan lancar, lakukan tindakan pencegahan;

Kerja keras, memang seharusnya seperti itu;

Melakukan perbuatan baik, jangan ragu-ragu melakukannya;

Nama dan kedudukan, jangan melihatnya secara berlebihan;

Untung dan rugi, belajarlah untuk melihat untung dan rugi secara tenang.

有一个小笑话。一个朋友的儿子上体育课的时候来不及了,结果拿了一包袋装的酸奶。还没来得及喝就上课了,但是他不能带在手上,被老师看见怎么办?他顺手就放进了自己戴的帽子里了,一袋酸奶放在帽子里了。他上课还不老实。没想到第一节课是体育课,体育老师看他一个是迟到,第二个叫他做了几个动作,他都没做好,老师一时动怒,在他脑袋上拍了一巴掌,顿时酸奶顺着脑袋流下来了,那个场面,老师当时吓得手都哆嗦了。

 

这个笑话告诉大家,偶然发生的事情和平时一贯的习惯有关系。我们人不应该发怒,不应该动不动就产生不愉快的想法。一个人不经常发怒,他就不会产生恐惧心理,所以学佛人要远离恐怖,就是要在平时生活中践行佛法。因为我们的心对别人真心,因为我们没有害别人,所以我们永远不会感觉到别人会害我们,是不是我们就拥有了“无恐怖”?

师父告诉大家:凡事,顺其自然;宠辱,处之坦然;逆境,不以为然;顺境,防患未然;勤俭,理所当然;行善,毅然决然;名利,看得淡然;失意,学会坦然。

b92d3f3cd96b493b81e31eebc9508f92

 


 

*Wejangan Master Jun Hong Lu 7 September 2019, Paris, Prancis*

Pada tanggal 16 Agustus, sebuah penembakan yang sulit dipercaya terjadi di sebuah restoran Prancis di kota Grand Noisy di Seine-Saint-Denis, di pinggiran utara Paris. Apakah kalian tahu apa yang terjadi? Pria bersenjata adalah pelanggan restoran and dia keberatan karena sandwich yang dia pesan diantar kurang cepat. Akibatnya, karena hal yang sangat kecil ini, dia mengeluarkan pistol dan mengarahkannya ke pelayan yang berusia 28 tahun. “Pam—-” pelayan ini pun meninggal karena kehilangan terlalu banyak darah.

Sekarang ini, disaat keegoisan semua orang bertambah dan mereka merasa bahwa kepentingan pribadi mereka telah dilanggar, mereka akan segera membalas dendam. Sangat tidak bermoral!

Disaat kita hidup demi kepentingan diri sendiri dan berusaha melindungi kepentingan sendiri, dalam waktu yang lama, hanya akan ada kebencian di dalam hati dan kita akan kehilangan sifat baik dan menyebabkan kerugian bagi orang lain.

Master bertanya kepada kalian apakah tidak seperti ini? Master sangat suka menggunakan suami dan istri sebagai contoh: Saat seorang istri melindungi dirinya sendiri secara berlebihan, apakah tidak akan menyakiti suaminya? dan saat suaminya melindungi dirinya sendiri secara berlebihan, apakah tidak akan melukai istrinya?

Apakah kalian ingat kemarin Master menceritakaan tentang 《San Zi Jing》? Master akan puisi lagi hari ini, sungguh bahagia. Hari ini bukan《San zi jing》 tetapi Master yang menulisnya sendiri:

Tersenyumlah, maka umur 10 tahun berkurang (senyuman akan membuat kita semakin muda);

Cemaslah, rambut beruban (kecemasan akan membuat kita semakin tua);

Keributan, mengejar ketuaan (keributan akan memberikan ketuaan);

Berlarilah, kesehatan akan membaik (berolahraga akan memberikan kita tubuh yang sehat);

Berpikiran luas, dijamin aman (berpikiran terbuka akan memberikan keamanan);

Hilangkan kecemasan, masalah akan menjadi kecil;

Belajar Dharma, melancarkan darah dan energi;

Sering tertawa, semua penyakit akan hilang;

Sering vegetarian, hati akan semakin kebijaksanaan;

Tidak takut tua, mental akan menjadi baik;

Membaca paritta Xinjing, mendengarkan wejangan Buddha;

Mengucapkan kata-kata yang baik, berubah menjadi anak kecil;

Berwelas asih, mengandalkan membaca Paritta;

Banyak bertobat, sedikit penyesalan;

Hati yang puas, hidup 100 tahun;

Menjauh dari kegelapan, tidak dapat dibeli dengan uang.
8月16日,在巴黎北郊塞纳-圣但尼省大诺瓦西市的法国餐厅发生了令人难以置信的枪击案。你们知道什么事情吗?这个枪手是餐厅的一名顾客,他就是因为抗议点的三明治备餐不够快,结果这么一件小事,他居然拔出枪对着一个28岁的服务生就“啪——”,结果这孩子因为失血过多而死亡。

现在每个人的私心膨胀,稍有感到自己的个人利益被侵犯,马上就要报复。良知良能缺失啊!活在个人的利益当中,谁都要保护好自己的利益,所以时间久了,心中只有仇恨,丢失了本性的善良才会造成对他人的伤害。我问你们是不是?我很喜欢用夫妻两个人来举例:老婆过分地保护自己,会不会对自己的老公造成伤害;如果老公过分地保护自己,会不会对自己的老婆造成伤害?

大家记得昨天我给大家说了一个《三字经》吗?诗兴大发,今天又来了,开心啊。今天这个不是《三字经》,自己写的:笑一笑,十年少;愁一愁,白了头;恼一恼,催人老;跑一跑,身体好;心胸宽,保平安;烦恼事,变小事;学学佛,气血活;经常笑,百病消;常吃素,心开悟;不惧老,心态好;念心经,听佛音;说善言,变童年;慈悲心,靠念经;常忏悔,少后悔;知足心,百岁行;离黑暗,金不换。


 

IMG-20190912-WA0057

 


 

*Wejangan Master Jun Hong Lu 7 September 2019, Paris, Prancis*

Ada dua bhikkhu yang baru saja menjadi bhikkhu, bersusah payah menempuh ratusan kilometer untuk menyembah Buddha. Pada saat itu, cuaca panas dan kering, mata air telah mengering, keduanya merasa lapar dan haus di jalan, dan mereka tidak bisa lagi melanjutkan perjalanan mereka.

Pada saat ini, dua orang ini melihat selokan di dekat pinggir jalan, terdapat sedikit air di salurannya, tetapi ada banyak serangga kecil di dalam air yang sedang merangkak.

Salah satu bhikkhu berkata: “Yang penting kita menyelamatkan hidup dulu, mari kita minum air ini”. Ketika kita pergi menemui Buddha nanti, Buddha tidak akan tahu bahwa kita karena minum dan membunuh.”

(Saya ingin memberi tahu kalian di sini, di dalam dunia Dharma, bhikkhu memiliki lebih dari 200 aturan sila, bhiksuni memiliki lebih dari 300 aturan sila.

Apakah kalian tahu mengapa pakaian Bhikkhu begitu panjang? Saat minum air, mereka menggunakan pakaian untuk menghempaskan serangga di atas air agar tidak meminum air yang penuh dengan serangga. Di jaman dulu selalu begitu.

Karena Buddha dapat melihat 84.000 bakteri di dalam air, inilah alasan mengapa Bhikhhu ini berkata, “Sang Buddha tidak akan tahu kita meminum air dan membunuh makhluk hidup.”)

Bhikkhu lain berkata: “Saya lebih baik menjaga sila dan mati daripada melanggar sila dan hidup. Jika saya minum air yang dipenuhi serangga ini, saya telah melakukan dosa pembunuhan dan melepaskan kesempatan hidup. Apakah masih ada arti yang tertinggal saat saya menemui Buddha nanti?

(Master berhenti menceritakan sampai di sini dulu, kalian sudah mulai memikirkan, siapa yang benar? Kalian dengarkan, siapa yang benar?).

Kemudian Bhikkhu yang menganjurkan “anggap saja sedang minum air” itu meminum air yang penuh dengan serangga dan melanjutkan perjalanan, sedangkan bhikkhu lain yang bersikeras menjaga sila, meninggal kehausan di jalan, tetapi karena berkah yang didapat dari tekad tidak membunuh, setelah meninggal dia telah mencapai surga.

Sedangkan Bhikkhu yang melanggar sila dan menyelamatkan hidupnya setelah melewati lelahnya panas terik matahari, akhirnya bertemu Buddha.

Dia lalu memberi tahu Buddha apa yang terjadi selama perjalanan. Sang Buddha berkata kepadanya: “Orang langit yang berada di sebelahku sekarang adalah teman Bhikkhumu yang mati kehausan. Dia dilahirkan di surga karena menjaga semua sila dan akhirnya dia lebih cepat bertemu dengan saya dibandingkan kamu.”

Sang Buddha lalu berkata: “Kamu sangat ingin bertemu dengan saya, tetapi tidak mematuhi semua sila yang ada, walaupun pada akhirnya bertemu saya, tetapi saya tidak bisa melihat kamu.

Jika orang yang berada ribuan mil jauh dari saya, tapi bisa mematuhi semua sila di ajaran Dharma, maka orang ini sama dengan selalu berada di hadapan saya.”

两个刚出家的和尚,苦行千里去拜佛。当时正值旱热,泉水已经枯竭,两人在路上又饥又渴,无法再继续行程。这时,两个人见到路边有一条临近干枯的沟渠,一个渠道里有少许的水渗出来,但是水中有许多的小虫子在蠕动,在爬。

其中一位和尚就说:“救命要紧,先将水喝了吧,我们去拜见佛的时候,佛陀不会知道我们饮水杀生的。”(在这里也要告诉你们,在佛法界里,比丘有200多条的戒律,比丘尼有300多条的戒律。你看他们法师的衣服为什么这么长?就是喝水的时候,他们用衣服把水上面的虫拂开,不要把虫喝下去,过去都是这样。因为佛陀看得见水里有八万四千个细菌。所以他说“佛陀不会知道我们饮水杀生”。)另一位和尚就说:“我宁守戒而死,不可犯戒而生。如果我喝下这些有虫的水,我犯了杀戒而活命,我见佛有何意义呢?”(讲到这里,你们已经在想了,到底谁对?你们听着,到底谁对。)

于是主张“且当饮水”的和尚“咕嘟咕嘟”地痛饮了有虫之水,继续上路;而另外一位坚持守戒的和尚渴死在路上,但他因为坚持不杀生的福德,他的神识当下生到了天界。而饮水破戒保全性命的那位和尚,经过数日的疲顿终于见到了佛,并向佛禀告旅程当中发生的事情。佛陀对他说:“我旁边这位天人就是你渴死的同伴,他因为全戒而生到天界,并且又比你先见到我。”佛陀最后说:“汝观我形,不奉我戒,虽云见我,我不见汝也。如果离我万里之外,能奉行佛经佛戒,这个人就如同在我的眼前。”


 

*Wejangan Master Jun Hong Lu 7 September 2019, Paris, Prancis*

Saya jelaskan sedikit tentang “Kamu datang untuk melihat saya”, maksudnya adalah kalian ingin datang untuk melihat Buddha, tetapi kalian tidak mengikuti ajaran Buddha dan menjaga sila, walaupun kalian mengatakan ingin bertemu Buddha, tetapi Buddha tidak bisa melihat kamu.”

“Jikalau berjarak puluhan ribu mil dari saya”, artinya walaupun jarak kalian dengan Buddha sangat jauh, tetapi jika kalian dengan sepenuh hati belajar Buddha Dharma dan menjaga sila, maka kalian sama saja dengan sedang berada di hadapan Sang Buddha.

Oleh karena itu, memegang erat sila dan melatih berkah, itu adalah jaminan untuk memperpanjang akar kebaikan dan menyempurnakan jodoh baik, dan terlebih untuk sumber makanan pelatihan ajaran Dharma yang benar.

Oleh karena itu, aliran Buddha Mahayana menganggap penjagaan sila sebagai moral yang paling dasar.

《Sutra Avatamsaka》tertulis: “Menjaga sila adalah dasar Bodhi tertinggi, terus melatih adalah akar kebaikan.”

Di dalam《Sutra Nirvana Agung》tertulis: “Tangga dari segala kebaikan adalah penjagaan sila”

Jadi Master harap kalian baik baik menjaga sila dan melatih diri, karena dengan menjaga sila, kalian telah mengendalikan badan dan jasmani, pikiran, mulut dan tindakan kalian dengan baik. Karena itu, harus menjaga sila, menjaga sila sebagai dasar pelatihan kita.

稍微解释一下“汝观我形”,就是你们要来见佛,你们又不奉行佛的教诲守戒,虽然你们说要见佛,佛也见不到你;“如果离我万里之远”,你就算离佛再远,但是你奉行佛经佛戒,你这个人就是跟在佛面前是一样的。所以持戒修福,那是增长善根、具足善缘的保障,更是修学一切正法的资粮。

所以,大乘佛教把持戒修福当作最基本的德行。《华严经》上曾经说:“戒为无上菩提本,长养一切诸善根。”《大般涅槃经》中说:“戒是一切善法阶梯。”所以希望大家好好守戒,好好地修心,因为守住你的戒,就控制好你的身心,控制好你的意念、你的嘴巴还有你的行为。所以要守戒,戒为本啊。


 

*Wejangan Master Jun Hong Lu 7 September 2019, Paris, Prancis, Bagian Akhir*

Kita sebagai manusia, sedikit menekukkan badan kita, sedikit menekukkan pinggang kita, dan menundukkan kepala kita, sebenarnya, tidak mengurangi kedudukan kita.

Asalkan tidak melakukan perbuatan memalukan dan tidak martabat, dan hidup tidak melakukan perbuatan dosa karena harga diri, kemudian bisa beradaptasi dengan lingkungan, maka hidup akan bisa tenang dan damai.

Setelah mempelajari Dharma, kita harus tahu waktu yang tepat kapan membungkuk badan. Sebenarnya, orang yang sering menunduk kepala pada orang lain, ini adalah tanda kedewasaan, adalah kebijaksanaan yang mudah diterima, dan bukan sebuah kompromi yang tidak berprinsip, tetapi sebuah kesabaran intelektual. Ini bukan adaptasi tanpa syarat, tetapi semacam welas asih dan toleransi setelah mempelajari ajaran Buddha.

Oleh karena itu, bisa kalian lihat banyak Bhikkhu tua yang telah melatih dirinya dengan baik, mereka sangat rendah hati. Tidak peduli siapa pun yang berbicara kepadanya, dia hanya tersenyum dan berkata “Amitofo”.

Terkadang, orang awam berdebat tidak masuk akal dengannya, dia hanya mendengarkannya dari samping, apakah kalian pikir Bhikkhu tua ini tidak lebih mengerti? Itu adalah salah satu bentuk kerendahan hati, tidak sombong dan welas asih.

Master berharap kalian bisa mengerti untuk menundukkan kepala, karena orang yang menundukan kepala adalah orang yang dapat melihat dengan jelas jalanan yang berada di bawah kaki kita. Orang yang belajar ajaran Buddha harus belajar untuk menundukkan kepala agar tidak membiarkan diri sendiri di duniawi ini bertabrakan sampai berdarah.

Kita hidup didunia ini, apapun kesulitan yang kita hadapi, jangan berputus asa dan juga jangan mempertaruhkan semua yang kita punya untuk suatu masalah. Harus memilih untuk mengalah selangkah, memahami bahwa hidup ini tidak kekal, barulah itu yang disebut dengan melepaskan, ini adalah sebuah kebijaksanaan.

Orang yang belajar Dharma harus memahami bahwa

Orang yang seumur hidup tidak bisa melepaskan putra putrinya, sebenarnya adalah ini adalah sebuah jodoh, ada jodoh yang baik dan ada jodoh yang buruk;

Seseorang yang terus mengejar ketenaran dan kekayaan adalah sebuah ilusi kesadaran diri seseorang, yaitu adalah sebuah proses.

Makanya setelah seseorang bangun dari mimpinya, dia merasa “Seluruh dunia adalah milik saya”;

Tetapi setiap malam setelah dia tertidur, dia lalu merasa “Siapakah saya?”

Saat kita meninggalkan dunia ini, hidup ini akan seperti ini, terasa setengah mimpi dan setengah terbangun, kamu hidup di dunia ilusi.

Oleh karena itu, keluarga adalah sebuah pertemuan sementara sebab jodoh, masih harus membayar hutang karma, kemudian melangkah ke jalan masing masing.

Master berharap semua orang bisa belajar Dharma dengan baik dan berwelas asih.

Ingat, menjalin jodoh baik lebih luas lagi, akan membuat kita bisa menyelesaikan kehidupan di dunia ini dengan baik, hari tua kita pasti akan sangat bahagia, karena kita semua adalah orang yang belajar Dharma, kita semua memiliki hati welas asih, kita semua dapat sampai ke 4 tanah suci. Terima kasih semuanya!
你活在虚幻不实的世界中。所以家庭就是因缘暂聚,还完债务,各奔东西。

希望大家好好学佛,好好地慈悲。记住了,广结善缘,让我们在人间好好地把这辈子过完,我们的晚年一定是非常愉快,因为我们都是学佛人,我们都有慈悲心,我们都能共攀四圣。谢谢大家!
我们人屈一下身、弯一下腰、低一下头,其实不伤大雅,只有自己做人做事不失颜面和尊严,而不能死要面子活受罪,能屈能伸才能更坦然。学佛之后,我们要懂得适当地低头。其实经常向别人低头,那是一种成熟的标志,是一种取舍的智慧,不是无原则的妥协,而是理智的忍让,不是无条件的迁就,而是学佛后一种慈悲和谦让。

所以,大家看很多修得好的老法师,他非常谦虚,不管谁跟他说什么话,笑嘻嘻地“阿弥陀佛”。有的时候,一个居士滔滔不绝地讲道理,他在边上听的,难道这位老法师他没有你懂吗?那是一种谦卑,那是一种谦虚,那是一种慈悲啊。希望你们要懂得低头,因为低头的人,你才能看得清脚下的路。学佛的人要学会低头,才不会让自己在人间撞得头破血流。
我们在人间,任何困难也不会绝望,也不要孤注一掷。我们要选择退一步海阔天空,知人间无常,那是一种放下,那是一种智慧。

学佛人要懂得,一辈子执著放不下的子女其实就是一个缘分,有善缘、有恶缘;人一辈子追逐的名利、地位,是一个人自我意识的幻影,就是一个过程。所以梦醒的时候,人好像觉得“整个世界都是属于我的”;每天晚上睡着了,又感觉到“我是谁啊?”你离开了这个世界。这就是人生在半梦半醒之间,你活在虚幻不实的世界中。所以家庭就是因缘暂聚,还完债务,各奔东西。

希望大家好好学佛,好好地慈悲。记住了,广结善缘,让我们在人间好好地把这辈子过完,我们的晚年一定是非常愉快,因为我们都是学佛人,我们都有慈悲心,我们都能共攀四圣。谢谢大家!