*Telp:* Di pembinaan tingkat tinggi, jika kita memikirkan hal-hal kotor, itu juga termasuk Asusila kan?

*Master:* Benar sekali.

*Telp:* Bagi praktisi Buddhis, menjaga pikiran adalah hal yang paling sulit, Lalu, Bagaimana cara kami menahan diri dari memikirkan hal-hal yang kotor?

Misalnya: Walaupun saya sudah tidak lagi melakukan perbuatan asusila, tetapi, pikiran saya masih membayang-bayangkan hal-hal kotor. Dan, kadang kala, sangat sulit untuk mengontrol pikiran ini.

Apa yang harus saya lakukan untuk mengontrol pikiran?

*Master:* Saya berikan contoh yah:
• Misalnya, di dalam sebulan, kamu melakukan perbuatan asusila setiap hari. Lalu, kamu menyadari untuk berhenti melakukannya, kamu akan berpikir: “OH! Apa yang saya lakukan ini tidak benar, Pu Sa, sekarang saya ingin berhenti melakukan ini.”

Dan kamu akan mengurangi frekuensi pikiran-pikiran kotor itu dari setiap hari menjadi 2 hari sekali atau 3 hari sekali.

Tetapi, ini pun juga masih melanggar sila, kamu akan mulai menyadari dan berpikir ingin memperketat diri lagi: “Aduh, saya telah berbuat kesalahan”

Dan frekuensi itu akan berkurang menjadi 4-5 hari sekali atau 5-6 harj sekali…

Terus menahan diri dan jaga pikiran kamu agar terus berpikiran baik dan mengingat sila yang harus kamu taati.

Perlahan-lahan, semua kebiasaan buruk akan pudar.

Jika kebiasaan buruk kamu ini tidak bisa hilang dalam sesaat, maka kamu perlu bisa mengulur waktu frekuensi-nya menjadi lebih panjang.

*Telp:* Baik, saya sudah mengerti. Jadi, walaupun saya mengetahui kalau saya perlu menjaga sila, saya tidak perlu menghindari-nya, saya hanya perlu mencari segala cara agar saya lebih bisa menahan diri yah?

*Master:* Benar, karena kamu telah bertekad untuk mendisiplinkan diri.

Saya berikan contoh bagaimana cara menahan diri yah:

Misalnya: Kamu terbiasa untuk melihat hal-hal yang tidak sehat di Internet.

Lalu, kamu bertekad: “Mulai dari hari ini, saya akan berhenti melihat website tidak sehat itu.”

Tetapi, beberapa hari setelah-nya, kamu tidak bisa menahan diri dan menonton sekali.

“Aduh, saya sudah melanggar-nya”, Baca paritta Li Fo Da Chan Hui Wen untuk bertobat akan ini.

Setelah membaca paritta Li Fo Da Chan Hui Wen, kamu kembali bertekad: “Baiklah, kali ini saya bersungguh-sungguh tidak akan melihat website tidak sehat itu lagi, saya takut.”

Dan mungkin frekuensi kamu melihat artikel tidak sehat itu akan menjadi lebih panjang, misalnya beberapa bulan kemudian, kamu tidak bisa menahan diri dan menonton lagi.

Setelah menonton, Katakan lagi kepada Pu Sa, bahwa kamu telah berbuat salah dan semakin lama…. kamu akan bisa menahan diri dan kebiasaan itu akan hilang.

Ini adalah cara untuk berhenti merokok, yaitu menggunakan cara mengulur waktu dan mengurangi frekuensinya, perlahan-lahan kebiasaan merokok ini akan menghilang.

Dan masih ada 1 cara lagi: Saat itu juga kamu langsung berhenti melakukan kebiasaan buruk, cara ini disebut “Dun Jie Fa”.

Untuk menghentikan kebiasaan buruk, ada sebagian orang yang menghentikannya perlahan-lahan dan ada sebagian lagi yang bisa langsung berhenti saat itu juga.

(3)“渐戒法”需牢记(2013-2-24《玄艺问答》)

听众反馈,由于宿世积累的无明习气和身处环境,要戒除头脑中的“淫念”非常不易。台长开示,一时无法“顿戒”的习气可以靠“渐戒”来戒除。“渐戒法”不仅应用于戒除邪淫,对其他无明习气的消除也有异曲同工之妙。

听众:淫戒,就是邪淫,严格来讲心中的意淫应该也算是一种淫。

台长:完全正确。

听众:实事求是地说,这条戒律对于我们修行人是最难守的,那么该如何守?比如说我管住自己的行为,但是意识层面的这种想法,有的时候自己确实是管不住,这个时候该怎么办?

台长:首先,比方说一个月你每一天有一次意淫,开始要管了,你就说“这个不好的,菩萨,我戒了”。那么你两天、三天来一次,脑子里想想女人了或者想想男人了,好,这个已经是犯戒了“哎呀,我做错了”;然后再四五天、再五六天……也就是说在不断地加强自己的戒律,心中和意念当中在不断地完善戒律。把这些慢慢地戒掉,如果一下子戒不掉,那频率也要拉长。

听众:明白了,就是说既然我已经守戒了,我不应该去逃避它,应该是想办法如何守得更好。

台长:对了,因为你守戒了。比方说,现在网上有很多不好的东西你看了,今天到了这个博客上、网上,你心里过去很想看,你今天开始“我不看了”。那么过几天你憋不住了,看了一次,哎呀,念几遍礼佛大忏悔文,然后你说“我真的再不看了,我怕了”。好,再过一段时间,可能过了更长,几个月,你又看了一次了,那再跟菩萨讲,慢慢慢慢……守戒就戒掉了啊。就像戒烟一样的,戒烟有一种渐渐戒烟法,就是慢慢地戒掉;还有一种顿戒法,马上就戒掉。就像我们佛法讲的顿悟和渐悟,有的人是马上开悟,叫顿悟;有的人是渐渐地开悟,那叫渐悟。