*Penelepon:* Master, Anda sering mengatakan gaya kami membaca paritta itu seperti “Bhikkhu kecil yang sekedar membaca paritta tanpa ketulusan hati”.

Lalu, Apa perbedaan hal ini dengan Shifu yang menginginkan kami untuk meningkatkan kualitas pembacaan paritta dengan “Membaca paritta sampai tingkat tanpa berpikir”?

*Master:* Itu adalah sebuah tingkatan pembinaan diri!

*”Membaca paritta sampai tingkat tanpa berpikir”* adalah sebutan untuk orang yang sudah mahir membaca paritta.

Sedangkan, gaya membaca *”Bhikkhu kecil membaca paritta”* adalah sebutan untuk para praktisi pemula yang baru saja mulai membaca dan mereka masih belum memiliki tingkatan. Tingkatan pembinaan diri diantara kedua itu sangat berbeda.

Ini sama seperti ketika kita masih kecil dan guru berkata: “Ayo duduk tegak dan jangan duduk membungkuk.” Semua itu karena mereka masih anak-anak kan.

Sedangkan, ketika Anda sudah menjadi seorang mahasiswa, lalu Anda duduk dengan posisi buruk, Apakah dosen tidak akan mengkomentari Anda?

*Penelepon:* Mengerti.

*Master:* Ini adalah sebuah kesadaran diri. Dan anak kecil memang masih belum mencapai tingkat kesadaran tersebut.

*Penelepon:* Mengerti.

wenda20160110A 48:46

念经“念念无念”和“有口无心”的区别

男听众:师父,您平时讲我们“小和尚念经有口无心”,和师父要求我们念经要念念无念,这个区别是在哪里?

台长答:那就是境界啊!念念无念是念得好的人,小和尚念经是刚刚开始念的人,没有境界,档次不一样。就像小孩子的时候,老师说:“要认真啊,坐直,不能东歪西倒的”。小孩子啊,那你做到大学生的时候,你随随便便坐老师不讲你了,明白了吗?(明白了)这是自觉了,小时候小孩子不自觉(明白了)