Telp Pria: Dulu pernah dijelaskan, ketika tidak menggunakan piring untuk membakar XFZ, harus ditaruh dalam posisi berdiri, Kalau begitu apakah juga harus menaruh alas sembahyang dalak posisi berdiri juga?

Master: Untuk alas, yang terbaik adalah ditaruh di bagian bawah altar, ini menandakan kamu sedang terus sembahyang.

Jika kamu ingin menaruhnya disamping, maka harus dalam posisi berdiri, alasannya ada 2.

Pertama, adalah takut dilangkahi orang, tidak sopan;

Kedua, ditaruh dalam posisi berdiri lebih bersih, terlihat lebih sopan.

Telp: Apakah ini berarti setiap benda yang tidak digunakan, jika ditaruh dalam posisi berdiri berarti dia (benda) berhenti bekerja?

Master: Tidak. Ditaruh mendatar, selain alas sembahyang, semua berbagai macam foto yang dipajang berdiri, dia mungkin ada arwahnya, yang artinya sedang bekerja.

Telp: Bagaimana dengan wajan rumah tangga, apakah juga tidak perlu di taruh vertikal?

Master: Ini tidak begitu ada artinya. Dan memang ada pepatah orang kuno yang mengatakan, setelah menggunakan wajan, paling baik menutupnya, karena jika wajan itu kosong, itu artinya dirumah tidak ada beras untuk dimasak, bisa sial, keluarganya miskin. Memang banyak pepatah jaman kunk seperti itu.

拜垫不用时该如何摆放
男听众:之前说烧小房子的盘子不用的时候要竖起来放置,那是不是说我们平时用的拜垫不用的时候也要竖起来放?

台长答:拜垫的话,你如果可以塞到佛台下面最好,说明你一直在拜的。

如果你要是放在边上,必须竖起来,因为有两种,一种怕人家跨过去,不礼貌,不尊敬;第二个,竖起来的话就比较干净一点,比较尊敬一点(是不是每一样类似平时用的东西,竖起来以后就表明它停止工作了?)没有。

这个平的,除了拜垫之外,其他照片之类的只要竖起来它会有灵性,就等于在工作(那像平时家里用的炒锅,是不是平时不用也竖起来?)这个没多大含义的。

当然人家过去有传统风俗讲,锅子炒完了要盖起来,因为你家里空的锅子放在那里,就说明家里没米下锅了,会倒霉的,家里会穷的。自古以来很多风俗都是这样。
wenda20160318 01:23:20

https://xlch.org/index.php?a=shows&catid=105&id=22714&t=1577775849179